
Nisa merasa terusik dengan bantal yang ia peluk,Nisa mengucek mata nya ingin mengeliat ternyata saat Nisa benar benar melihat .
"Aaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!" Nisa berteriak dengan spontak mendorong hingga terjatuh.
Gus sabiq yang kaget dengan dorongan Nisa terjatuh,membuat nya menghelai nafas.
huff untung istri kalo bukan sudah wasalam.
Gus sabiq berdiri dengan gaya kul nya meski bangun tidur tak mematahkan aura narsis nya.
"Apa dirimu tak belajar sopan santun atau bahkan wulangan Umi tak masuk dalam fikiran mu??" Gus sabiq bertanya dengan sinis nya.
Nisa yang masih linglung merasa kesal dengan Gus sabiq.
Bisa bisa nya tidur seranjang dengan ku walaupun gus suamiku tak akan ku biarkan sehelai rambut ku kau sentuh sebelum semua nya jelas.
"Maaf nih yah Gus ,Nisa memang gak sopan ini kamar Gus sekarang jadi kamar Nisa cuma formalitas dan satu lagi meski menikah menjadi suami istri itu juga formalitas gus jangan berharap lebih faham ,punten yah gus Aku malas sekali berkata begini" Nisa pura pura tak enak hati.
Gus sabiq mengepalkan tangan nya keegoisan nya merasa tergores oleh Nisa istri nya sendiri.
"Baik lah terserah ,Aku pun tak tertarik dengan Ning ingusan" ucap gus sabiq pergi dengan muka datar nya.
"Huh dasar gus edan !!" Nisa teriak sangat kesal melihat Sabiq suami nya sendiri.
Nisa bergegas merapihkan diri memakai krudung nya lalu keluar kamar ingin kembali ke asrama.
__ADS_1
saat di dapur Nisa melihat ustadzah lulu menyiapkan makanan.
Dasar ustadzah caper idih gak ada malu malu nya ,biarin ajah lah masa bodo juga cocok sama gus edan.
saat semua nundu melihat Nisa ,ustadzah lulu yang acuh tak acuh tak memperdulikan.
"Yang punya sopan santun cuma santri wan" sindir Nisa melewati ustadzah lulu.
mba ndalem berbisik bisik.
"gak da sopan santun meski ustadzah ,Nisa kan Ning di ndalem istri gus Sabiq ya kan " Mba dalem geram.
"Iyah mentang mentang ustadzah deket sama gus sabiq gak ada sopan santun nya"
"Apa kalian bicara cepat kembali ke kerjaan masing masing atau aku aduin umi!" Ustadzah lulu marah dengan suara lantang.
Nisa sangat bahagia melihat ekspresi ustadzah lulu .
salah sendiri main main sama aku hehee
Nisa mempercepat langkah nya ingin segera ganti baju .
..,..
Firman sedang mengawasi santri yang di hukum bersama Gus Akmal,ke dua nya sangat tegas dan selalu taat aturan hukuman tak main main dalam batas wajar.
__ADS_1
"Fir akhir akhir ini kamu rada beda??" tanya dengan melihat seksama ke arah firman.
"Tau nih emang lagi gak enak badan lebih baik ku sering beristirahat gus" jujur firman dengan memijat kening nya.
"Lebih baik minggu depan libur fir biar sehat kembali,itu sih saran saja" ucap gus Akmal tulus.
"Entah lah gus ,sungkan ambil libur lagian baru disini"
"Fir kamu sama Nisa ada hubungan apa??" gus Akmal tutup poin.
Firman diam seketika harus jawab apa jujur pada ponakan nya atau berbohong.
"Kenapa gus ,Aku sama Nisa satu kampus dulu sebelum pindah ke luar negri " Ucap Firman jujur.
"Oh yah sudah kita berpencar mencari yang belun di hukum"
"Siap" Firman tersenyum.
...,,..
Gus sabiq sedang berbincang dengan umi nya membahas rencana pengajian akbar di luar kota yang mengharuskan umi dan abi nya pergi.
saat ingin berbincang ada yang datang.
"Assalamualaikum wr.wb"
__ADS_1
Bersambung...