
Ketika semua santri sudah pulang dari sholat maghrib berjamaah Nisa masih saja mager entah kenapa setiap kali berhalangan rasa malas nya benar" di ujung tanduk.
Gita dan yang lain nya baru saja pulang dari masjid sholat berjamaah.
"Nis masih aja belum ganti baju ,buruan gih bentar lagi ngaos sama gus sabiq " gita menyuruh dengan nada tegas .
"Males banget tau mba ngaos sama tuh gus sableng bukan fokus ngaji tapi malah fokus sama santriwan centil " Nisa memang tak suka dengan gus sekaligus menyandang status suami nya.
"Kamu tuh Nis kebiasaan giliran Gus Akmal smaa ustad Firman ajah gercep" kesal gita dengan ulah sahabat nya itu.
"Yah dech ku siap siap tapi ku sama intan di belakang mba git sama vera depan"
Gita menghelaikan nafas meng iyakan saja keinginan Nisa.
"iya"
mereka berlima segera berangkat karena tak mau taziran dari Gus Sabiq yang begitu kejam.
Nisa yang masih bermalas malasan jalan pelan rasa nya tak ingin sekali untuk berangkat.
"Cepat Nis atau mba tinggal!" teriak Gita.
"iya mba"
__ADS_1
Nisa sampai di aula ,mencari tempat duduk di belakang suasana sudah ramai karena banyak fans Gus Sabiq,akhir nya ,Nisa dan kawan nya menggelar sajadah untuk duduk sambil menunggu gus Sabiq rawuh.
"Nis kamu kenapa sih biasa nya pms mu gak separah ini??" Tanya Vera yang heran dnegan Nisa.
"gak tau nih ngidam kaya nya" Ucap Nisa asal.
"Hus sembarangan kamu hamil sama siapa??"
"papah gedang hahahaha" Nisa yang tertawa di lihat santri wan lain nya.
Gita dan teman nya merasa malu akan tingkah Nisa yang tak seperti biasa nya.
"Hehe maaf semua Nisa lagi kurang obat"Gita yang memberi penjelasan semua kembali menghadap depan.
"hehehe maaf mba memang gitu Nisa bar bar"Nisa sungguh sungguh.
30 menit kemudian Gus Sabiq datang semua riuh melihat ketampanan gus Sabiq.
idih nora apa nya yang di sukai coba gus sableng begitu tampan gak ,jutek iya suka marah marah.
Pembukaan dengan bacaan sholawat dan apsahan (ngapsaih) kitab ,selanjutnya pertanyaan.
Gus sabiq yang menjelaskan sambil mata nya tak lepas memandang ke arah istri nya,ia sudah mengira pasti istri kecil nya tak suka dengan pengajian yang ia bawakan.
__ADS_1
Dengan seketika Gus sabiq menunjuk Nisa untuk mengulang penjelasan nya.
"Untuk santriwan yang duduk di pojok kerudung merah coba berdiri jelaskan bab yang tadi saya jelaskan beserta arti nya " Gus Sabiq tersenyum mebuat semua meleleh.
Nisa yang kesal berdiri dan membuka membaca bait 1-3 beserta arti nya.
"Silahkan duduk kembali" Gus Sabiq merasa heran.
secerdas itu kah istri kecil ku tanpa melihat siapa yang menjelaskan pendengaran mu terlalu jeli.
Setelah Nisa duduk Gus Sabiq mensudai pengajian karena memasuki waktu isya semua santri harus berwudhu kembali.
"Huft lega akhir nya perusak pemandangan pergi juga"Ucap Nisa dengan nada julid nya.
"jangan begitu Nis gak baik dia juga suami mu" Gita sedikit tak suka dengan kelakuan Nisa.
" hehe iya dech mba maaf gak lagi lagi" Nisa cengengesan tak jelas.
"Baik lah "
Semua keluar bergantian untuk berwudhu,karena 20 menit lagi memasuki waktu isya..
Bersambung...
__ADS_1