Gus Sableng Vs Neng Julid

Gus Sableng Vs Neng Julid
#18


__ADS_3

Nisa yang sedih dengan apa yang terjadi ,teman nya saling menguatkan agar Nisa berfikir jernih.


"baik lah mba ,insyaalloh Nisa kuat jalanin semua ,Nisa pengen fokus sekolah dulu "Nisa mengelap air mata nya .


Saat mereka mensudahi drama kesedihan ada suara riuh di luar.


"Ada apa ya mba??"Tanya intan.


"Entah belum jadwal nya razia kan??"Nisa menjawab dengan berbalik heran.


"Belum lah ini tanggal berapa"Mba gita menimpali.


Semua keluar merasakan penasaran ,ke empat nya tercengang ,begitu juga Nisa seakan ingin lari ke ujung kolong.


"Ya ampun Nis ,trio ganteng !!" Jerit Vera.


ya ampun apes lagi ,apes lagi sekarang apa lagi coba bikin mood aku jelek ajah.


"He eh Ver ganteng pisan ,tumbenan yah"Heran intan yang melihat ke tiga nya.


Nisa yang hanya melihat tanpa mengomentari entah ada bencana apa ,firasat Nisa tak pernah salah.


Semua ruangan satu persatu di geledah santri wan berkumpul di halaman ,Nisa yang malas hanya berdiri bersandar melihat semua .


"Nis kamu kenapa ???"Gita yang melihat Nisa dengan tatapan tak suka.


"Gak apa mba ,mungkin Nisa kecapean pusing mikirin hafalan segunung"Nisa tersenyum manis melipur hati yang gundah.


Satu persatu bukti pelanggaran santri di temukan ,semua ada akibat nya takziran yang tak main main .


Surat menyurat,hp,sim card dan banyak lagi hukuman nya yang tak main main membuag Nisa heran dengan santri wan yang masih bandel.


Saat nya kamar Nisa yang di geledah,Nisa yang menatap sinis suami nya mendapat senyuman manis yang membuat semua yang melihat meleleh meski curi curi pandang.

__ADS_1


idih senyum apaan itu pengen muntah sebel banget ,abi salah milihin suami kaya nya.


Nisa yang cuek membuat semua yang melihat merasa heran dengan seorang Nisa.


ke tiga nya keluar membawa 3 surat.


Nisa yang kaget dengan surat yang di cekal suami nya.


astagfirullah aku lupa membuang nya ,ya ampun gaswat .


iya surat dari pihak ke amanan yang memergoki Nisa dengan santri putra di belakang asramah belum di buang.


istri kecil ku berani kau dapat peringatan dari keamanan menemui pihak lain .


Nisa yang takut dengan tatapan Sabiq seketika bingung.


"Yang merasa pemilik surat ini datang ke ruangan saya dan dapatkan hukuman nya!!"Tegas sabiq.


Ke empat teman Nisa kaget surat di tangan Gus Sabiq milik Nisa ,semua hanya tertunduk lesu hukuman apa untuk kamar nya yang membuat ke empat nya takut.


Setelah selesai ke tiga nya pergi bersama pengurus wanita lain nya.


"Mba tenang saja ,aku akan ke kantor segela menyelesaikan nya saya jamin tak membawa kalian"Nisa yang menyakinkan teman teman nya agar tetap tenang.


"Semangat Nis"Ucap ke empat nya.


...,..


"Lu gila biq ,istri lo sendiri mau kamu beri hukuman??"Firman yang herna dengan saudara nya sendiri.


"Jelas dan harus cepat sanah pergi paling sebentar lagi dia kesini"Sabiq tersenyum dengan arti yang sulit.


"It's ok "Firman pergi dengan santai dan kalem nya.

__ADS_1


Nisa yang bergegas sampai lah di lorong dnegan ngos ngosan ,berlari lagi agar cepat sampai dia tau sifat suami nya yang kadang baik dan killer.


tok tok ...


"Assalamualaikum wr.wb."


"Waalaikumsalam,masuk"


Nisa yang segera masuk melihat suami nya sedang duduk dengan membaca dokumen di tangan nya ,entah bencana apa lagi yang akan ia dapat kan.


"Silahkan duduk"


Nisa duduk dengan raut wajah khawatir bagaimanapun dia suami Nisa yang sah di mata hukum dan agama.


Sabiq berhenti membaca dalam hati nya senang istri kecil nya merasa khawatir.


"Ehem ,baca berkas ini jika tak mau teman teman sekamar di hukum silahkan baca dan tanda tangani!"Tegas sabiq.


istri kecil ku mari kita bermain sudah cukup rasa cemburu ku sekarang kau milik ku seutuh nya tak ada lelaki yang boleh menyentuh kulit mu ,meski itu mantan mu sendiri.


Nisa yang cemas mengambil berkas dan membuka nya lembar perlembar ia baca teliti.


dasar gus sableng ngambil kesempatan nyari kesempatan dalam kesempitan.


Nisa yang kesal langsung mengambil pena dan menandatangani nya dengan terpaksa.


"Dasar sableng!!"teriak Nisa kesal dan berdiri lalu pergi.


Sabiq yang senang melihat ekspresi Nisa ,sekarang diri nya bebas untuk mengawasi istri kecil nya.


"Tenang ini baru permulaan istri kecil ku"Sabiq tersenyum dengan penuh kebahagiaan.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2