Gus Sableng Vs Neng Julid

Gus Sableng Vs Neng Julid
gus killer


__ADS_3

semua hening,mereka semua melihat siapa yang masuk ternyata gus killer yang mempesona.


"assalamualaikum wr.wb." ucap gus akmal.


"Walaikumsalam wr wb" semua menjawab.


"baik lah untuk santri* baru saya ucap kan selamat belajar selamat menempuh pendidikan di Pondok pesantren Darul mutakin ,saya selaku guru kalian mengucap kan selamat bergabung semoga kalian betah disini??"


"nggih gus"


"Perkenal kan nama saya akmal,saya akan mengajar kitab kuning ,baik lah jika tak ada pertanyaan mari kita mulai pengajian ini???"


semua tenang mengikuti pengajian dengan hikmat tapi tidak dengan nisa yang terkesima akan kharisma gus killer akmal.


ganteng juga menarik denger" killer menantang juga ini lebih seru dari pada gus sableng itu.


Saat gus sedang menerang kan nisa terus memandang gus tanpa berkedip ,akmal yang tau sedang di lihati merasa aneh.


"yang duduk di tengah kerudung pink tolong jelas kan yang tadi saya jelas kan??" ucap gus akmal.


nisa masih asyik melihat gus akmal tanpa takut.


"Nis kamu di suruh jelasin??" ucap teman nisa yang duduk sebangku.


"baik lah"


Nisa menjelas kan dengan detail walaupun santri baru nisa dalam hal kajian tak bisa di ragukan lagi,membuat semua santri heran sama" baru belajar tetapi jika melihat penjelasan nisa seperti seseorang yang sudah mahir.


Akmal terheran dengan nisa bisa secepat itu menangkap penjelasan nya ,bukan nya santri baru belum bisa menjelaskan kitab gundul.


hebat sekali siapa dia sebenar nya apa benar santri baru atau pindahan dari pesantren lain mengagum kan sekali ,astagfirulloh akmal apa yang kamu pikirkan .


"bagus silahkan duduk" ucap Akmal.


Semua santri terheran dengan kepintaran nisa mereka akan bertanya kepada nisa jika tak bisa.


"baik lah cukup sekian dari saya ,saya akhiri pengajian ini dengan hamdalah,assalamualikum wr.wb" Akmal keluar dengan heran nya.


"wah nis kamu hebat sekali kita saja gak bisa ,baru kali ini kita belajar" ucap teman* nisa.


"biasa saja mungkin kebetulan saja hehehe,aku duluan yah dahh" ucap nisa berjalan duluan untuk menemui umi di ndalem.


saat berjalan ingin ke ndalem nisa melihat gus akmal baru sampai duduk di sofa.


Tok..tok..


"assalamualaikum wr.wb" ucap Nisa sopan.


Akmal yang mendengar kan suara wanita lalu melihat ke arah pintu .


"Waalaikumsalam wr.wb" jawab Akmal membuka pintu.


saat akmal membuka pintu melihat Nisa yang datang keheranan.


kenapa ukhti ini kesini ada urusan apa???.

__ADS_1


"ada keperluan apa kesini??" ucap Akmal.


"saya mau bertemu umi gus ,umi yang memanggil" jawab nisa menunduk.


"masuk lah biar saya panggil kan umi,silahkan masuk dan duduk di dalam" ucap gus akmal.


Nisa masuk berjalan di belakang gus akmal.


gus akmal memanggil umi sekalian gus ke kamar nya.


umi datang dengan senyum man riang bisa bertemu dengan nisa teman sahabat lama nya yang sudah dewasa nan cantik.


"nduk uwis sue teng mriki??" ucap umi.


"Dereng mi " ucap Nisa.


"nduk keluarga mu nitipna neng kene kambi umi ,neng nisa mboten pengin di kenal teng mriki nganggo identitas asli??" ucap umi lembut mengelus kerudung nisa.


"mboten mi nisa nyaman mboten wonten embel* neng ,treng mriki nisa nyaman dados santri biasa mboten wonten embel* anak abah nyai" ucap nisa sopan.


"nggih umi seneng neng nisa nyaman teng mriki??"


"nggih mi nisa wonten keperluan riyin mboten saged lami* teng mriki??"


"nggih nduk ora popo toh" ucap umi.


"ngih mi assalamualaikum " ucap nisa dan menyalami umi.


"waalikumsalam nduk" ucap Umi


Ruang pengurus sabiq sedang menunggu nisa dengan amarah karena kesal dengan nisa mengungkit diri nya bersama wanita yang sekarang menjadi mantan nya.


nisa berjalan dengan santai nya karena tau pasti sabiq sedang marah besar karena diri nya .


*gus sableng itu pasti sedang marah dia kan pemarah beda dengan adik" nya huh sabar.


t****ok..tokk*


"masuk"


nisa masuk duduk di sofa panjang dan mengambil salah satu buku karena nisa sudah hafal ruangan sabiq karena selalu di kirim informasi dari salah satu mata" yang ia tugas kan ,nisa tipe wanita yang menikah harus tau semua tentang lelaki yang akan di nikahi nya walaupun itu beegelar gus sekalipun.


"kenapa kau memanggil ku??" ucap nisa dengan jutek.


"kamu ini gak sopan sekali aku ini guru mu sekaligus pengurus disini??" ucap sabiq kesal.


"maaf yah gak berlaku untuk ku mau kau pengurus atau anak pemilik pondok ini aku tak peduli aku pun tak ingin tau heheh" nisa meledek.


"kau ini sebenar nya siapa??,berani sekali dengan ku??" ucap sabiq kesal.


"aku hanya santri baru yang ingin menuntur ilmu ada masalah dengan mu??" tanya nisa.


"kenapa kau bisa mengenali ku bersama kekasih ku??" tanya sabiq.


"hello aku ini anak cantik modis gaul masa iya aku gak tau kamu??,kau kan berkuliah di universitas yang sama dengan ku jadi aku faham lah kau sering bertemu kekasih mu di mall??" ketus Nisa.

__ADS_1


"kalo sudah tidak ada yang di bicarakan saya keluar gak baik gus berdua di ruangan menimbul kan fitanh yang ketiga setan heheheheehe byeee????" ucap nisa berdiri ingin membuka pintu.


Namun di cekal oleh sabiq dan nisa di dorong hingga terpepet di tembok.


"kau ini sangat menyebal kan,ku akan membuat mu tak betah disini" ucap sabiq dengan tatapan tajam.


"silahkan atuh gus,aku tak takut berusaha lah dengan sungguh* gus jangan menyesal jika kalah" nisa mendorong sabiq dengan keras lalu keluar.


Nisa berjalan cepat dengan tergesa gesa sampai di kamar nisa langsung merebah kan diri membuat teman* nya heran.


"nis kamu kenapa kaya di kejar hantu saja" tanya gita.


"he eh mba habis ketemu hantu sableng" ucap nisa.


"huh nis yang benar jangan takut*tin kita donk " ucap Intan dengan di barengi anggukan ke tiga teman nya.


"hehhee yh dech tenang saja hantu nya sudah saya usir,aku mau tidur duluan yah ngantuk sekali " ucap nisa dengan santai nya.


"ok lah silah kan tidur kita nanti nyusul setelah makan ,kamu gak makan nis??"


"gak aku diet" ucap nisa singkat.


gita dan lain nya asyik mengobrol hingga pukul 9 malam menunggu pesanan datang ,karena ngaji hari ini tak sepadat biasa nya karena pengurua sibuk akan ada tamu istimewa besok pagi.


sedangkan suasana ndalem masih ramai sibuk mempersiap kan untuk acara besok membuat semua sibuk .


gus akmal ,ikhsan dan sabiq sedang berkumpul di ruang keluarga sedang membahas tentang nisa.


"bang kamu tau gak santriwan bernama nisa??" tanya Akmal kepada ikhsan.


"tau aku mengajar sore di kelas nya" ucap ikhsan.


"Apa dia menguasai kajian yang abang sampai kan??"


"iya dia lancar menghafal dan mengapsai kitab ,tapi jutek pendiam muka nya judes" ucap ikhsan.


judes bukan nya waktu aku ngajar dia senyum" sendiri


"oh begitu" jawab akmal.


"memang kenapa dik tanya nisa kau kenal dengan nya??"


"gak ko bang saya mengajar di kelas malam nya juga tapi saat aku menerangkan dia melamun tak memperhatik kan ,saat aku panggil untuk menjelas kan dia sangat fasih bang aku sampai heran untuk sekelas santri baru" ucap akmal heran.


"mungkin dia sudah belajar sebelum di pesantren dik??"


sabiq hanya mendengarkan dengan kesal karena kedua adik nya membahas nisa.


"sudah jangan bahas santriwan lagi bukan mahrom dosa" ucap sabiq kesal.


Bersambung....


jangan lupa like vote komen selalu dukung author


Terima kasih🙏🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2