
Nisa yang sangat kesal hanya bisa berbaring di atas ranjang ,badan nya letih lesu memikirna Gus Sabiq yang bertingkah aneh.
ya kali ngaji di larang kenapa coba,apalagi pengajian gua Akmal seru tau dia gak tau kali adik nya lebih seru di banding kamu .
Nisa yang masih saja mengoceh keluh kesah terhadap suami nya.
Saat bersamaan pintu terbuka,ternyata orang nya dateng.
"Udah gus ijin nya???"Nisa dengan tampang sinis nya.
"Sudah donk "Tanpa bersalah gus Sabiq duduk dengan setumpuk buku.
"Buat apa tuh guz tumben bawa buku ke kamar??"Nisa yang sibuk melihat.
"kamu kali yang baru lihat"Gus Sabiq tersenyum manis.
"narsis gus ,engga mempan"Nisa yang kembali cuek.
Nisa yang sangay bosan hingga diri nya mengumpat suami nya sendiri.
ya ampun ,kenapa aku bertemu situasi begini atau ini karma atau berkah??
Sabiq yang heran dengan istri nya menatap langit langit terus membuat sifat penasaran nya kambuh.
"Plafon lebih ganteng iya dari aku???"Sabiq memasang muka datar nya.
Ngeh dengan suami yang berceloteh Nisa mengumpulkan keberanian.
"Hm ,iya gus ganteng plafon nya sedap di pandang timbang situ ngebosenin"
Dengan enteng nya Nisa menutup selimut tak menghiraukan ekspresi suami nya.
__ADS_1
Gus Sabiq benar benar kesal di buat nya.
...,,,.......
Suasana sore yang ramai hilir mudik santri pulang pergi me pengajian kitab kuning.
Raut bahagia yang terlihat menyimpan kerinduan kepada keluarga tercinta.
Begitulah santri demi ilmu yang berguna dunia akhirat selalu menahan keinginan dunia luar.
suasana pondok yang nyaman kegiatan banyak membuat semua santri bahagia .
Saat di lorong Akmal engga berbelok masuk ke rumah nya,ia masih segan bertemu abang nya ia berbalik menuju kebun belakang ingin melihat tanaman segar.
saat sampai di atas akmal menghirup banyak oksigen setelah lelah mengajar ia sejenak bersantai sebelum waktu menjelang sore.
ya alloh kenapa hati hamba selalu gelisah ??
Akmal yang murung melihat kedepan hamparan luas.
aku tak boleh seperti ini terus aku harus menerima bahwa ia sekarang kaka ipar ku
Akmal menghelai nafas nya dengan berat.
....,,..
Nisa yang masih kesal hanya membuka bolak balik halaman buku yang sudah ia kuasai.
Saat melirik ke samping Nisa melihat gus Sabiq membaca buku.
kelihatan tampan juga ,pantas saja semua wanita tergila gila ,tapi tidak berarti untuk ku.
__ADS_1
"Gus engga bosen di kamar terus ,pergi gih ke majelis atau ke asramah putra ??"Nisa yang kesal dengan suami nya yang tak bergerak sedikit pun dari tempat duduk nya.
"Hm nanti kamu kabur lagi pergi ke asramah ,jangan harap iya bisa kabur"Sabiq melotot ke arah Nisa.
"Huh gus ,aku bukan anak kecil lagi "Nisa yang melirik malas sekali.
"Baik lah saya pergi mengecek asramah putra"
Sabiq berjalan ke arah lemari nya mengambil peci nya lalu pergi keluar.
"Huft akhir nya pergi juga ,males lihat nya "
Nisa bergegas turun mengambil air minum.
Nisa duduk termenung gelisah dalam hati nya ,mengapa ia sebodoh ini menyerahkan segala nya sebelum tau gus Sabiq sudah benar memilih nya atau belum .
ya ampun aku bisa gila karena hal ini sebaik nya secepat nya aku urus masalah ini.
..,,..
Akmal segera bergegas ke gedung atas tempat dimana ia mengajar ,karena perasaan nya ia lupa jika ada jadwal sore.
Akmal segera masuk semua sudah menunggu duduk rapih.
"Assalamualaikum wr.wb" Ucap gus Akmal dengan suara berat nya.
"Waalaikumsalam Gus" semua serempak menjawab.
Gus akmal duduk membuka pengajian untuk hari ini dan di lanjutkan mengabsen saat kini giliran Nisa yang di absen ia keingat kata kata kka nya
Nisa engga berangkat ternyata benar syukurlah kak Sabiq menerima mba Nisa dengan cepat.
__ADS_1
Akmal menghelai nafas kembali fokus dengan belajar mengajar.
Bersambung...