Gus Sableng Vs Neng Julid

Gus Sableng Vs Neng Julid
#31


__ADS_3

Pagi yang cerah sinar matahari masuk lewat celah korden ,suasana riuh santri menuju masjid.


Nisa yang bangun dengan perut yang lapar enggan beranjak dari tempat tidur nya.


Dua insan yang selalu berbeda pendapat dengan berat hati selalu bertemu setiap hari sebagai suami istri.


Gus Sabiq yang perlahan membuka kunci pintu kamar adik nya seketika heran saat pintu terbuka.


ceklek...


Gus sabiq terdiam sejenak melihat istri kecil nya memegangi perut nya.


sakit perut kah atau memang lapar atau ngelindur entah lah memang menggemaskan istri kecil ku.


Dalam hati gus Sabiq berbicara sendiri menutup kembali pintu perlahan mendekati ranjang lalu berbaring .


apa ini?? terasa berat tapi nyaman ah mungkin aku merasakan selimut hangat.


Nisa kembali memejamkan mata nya dengan perasaan nyaman di hati nya.


Semakin terlelap hingga tak sadar jika diri nya sudah dalam pelukan suami nya.


Gus Sabiq yang heran tapi merasa senang istri kecil nya tidak bangun,tidak menolak juga.


"Sayang bangun sudah waktu nya sholat tahajud " berbisik lembut di dekat telinga Nisa.


"Eemmmm"Nisa hanya mengeluarkan suara lembut dan singkat.


"Sayang ayo bangun atau nanti mas bikin lelah??"Suara lembut Sabiq yang tanpa sadar membuat Nisa makin nyaman.


apa sayang jadi aku bukan hangat karena selimut jadi dia si sableng...

__ADS_1


"aaaaaaaaaaahhhhhhh!!!" Nisa bangun dengan teriakan keras.


Sabiq yang kaget seketika bangkit dengan heran menatap istri kecil nya,duduk di depan nya.


"Kenapa sayang??"Tanya Sabiq lembut.


"Astagfirullah "Nisa menyebut dengan hati yang berdegub.


"kenapa??"heran Sabiq sambil menatap heran istri nya.


"kenapa mas bisa masuk pintu semalam sudah aku kunci??"heran Nisa.


"hehehe ada kunci cadangan sayang"Sabiq meledek Nisa dengan senyuman nya.


kenapa mas Sabiq kelihatan tampan pagi ini hidung nya bibir nya ,astagfirullah aku kenapa sih.


"hey sayang ??"Sabiq memanggil Nisa dengan tatapan heran.


"Sinih sayang mas kangen sama istri mas??"Sabiq menepuk bantal di samping nya.


mau tak mau Nisa menuruti nya karena diri nya enggan berdebat di pagi hari,Nisa tidur di samping suami nya.


Tangan Sabiq mengusap rambut Nisa dengan lembut membuat Nisa nyaman .


entah kapan perasaan ini muncul tapi perlahan aku mulai menerima kehadiran gus sabiq mungkin ini jalan terbaik.


"Ehem engga pergi ke masjid gus kan ada kajian kitab??".Tanya Nisa sengaja pelan memastikan agar gus Sabiq tidak curiga.


"Kenapa sayang bukan nya lebih baik disni bersama istri toh ada ustad yang lain??"Sabiq yang curiga dengan istri kecil nya.


"Engga ko gus hehehe".Nisa tertawa kecil.

__ADS_1


"Yakin engga apa bukan nya bagus suami istri bermesraan di pagi hari??"Sabiq dengan tatapan jahil nya.


Nisa yang sangat heran bergidik ngeri bulu kuduk nya serasa berdiri melihat tatapan ngeri dari suami nya.


"iya bagus ko gus hehe"Nisa yang sangat ragu memanggil mas lagi.


"hem kalau gitu sebentar saja mas pengin sama istri boleh kan??"Nada lembut Sabiq yang membuat Nisa luluh dan menyarah.


"Baik lah terserah mas aja aku nurut"Nisa dengan pasrah.


kenapa dengan aku nurut sekali dengan ucapan gus sableng suara lembut nya ya ampun Nisa ayo lah jangan sampai dirimu hanyut,kamu belum tau sesungguh nya ustadzah Lulu sama gus Sabiq sudah pisah atau belum.


Sabiq yang sangat nyaman membelai rambut Nisa yang halus diri nya seakan lupa dengan semua beban masalah dalam hidup nya jika sudah bertemu istri kecil nya.


maaf kan aku meski aku tau belum sepenuh nya melupakan Lulu tapi aku akan berusaha jafi suami terbaik seperti yang di katakan adik.


......,,,...


Santri lalu lalang dengan kegiatan masing masing di pagi hari.


kolam penuh semua santri sibuk dengan cucian ,mandi hingga memasak agar jam 04:00 pagi tepat saat jam sholat berjamaah mereka sudah selesai dengan pekerjaan asramah.


Gus Akmal yang sibuk mengurus diri bersiap pergi ke masjid sambil bercermin.


kenapa aku begini semalam aku sendiri yang menasehati abang tetapi hati ini juga yang risau kenapa dengan aku yang sudah ikhlas dengan semua tapi hati kecil aku berkata lainagi.


Astagfirullah mba Nisa sudah menjadi istri abang..


Segera bergegas keluar agar fikiran nya kembali normal memikirkan yang perlu di fikirkan...


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2