
Manusia hanya bisa berencana hasil akhir hanya takdir yang menentukan.
Dua insan mulai memiliki benih cinta dalam rumah tangga.
Semua hanya butuh kepastian hati agar yakin dengan ikatan kuat.
Semua berjalan sesuai dengan apa ada nya ,suasa pesantren yang ramai dengan segala aktifitas padat.
Semua mengabdi demi ilmu yang bermanfaat dunia akhirat.
"Gita lihat si Nisa engga sudah 2 hari engga pulang ke asrama?" tanya Intan.
"Entah ,engga lihat juga terakhir pas pengajian gus Akmal??" Gita yang heran.
"Iya kan biasa nya pulang walaupun sebentar ini engga pulang sama sekali"Intan makin heran.
"Sudah lah ayo kita ke masjid buat beli makanan enak mumpung belum ramai?" ajak fera .
semua pergi ke masjid dengan wajah ceria nya.
..,,,
Suasana gor putra yang ramai banyak santri putra meminjam buku.
Akmal duduk di serambi sambil melihat lalu lalang para santri .
"Assalamualaikum gus??" Kang fahmi memilih menyapa gus sedang melamun.
"Waalaikumsalam kang " jawab Akmal sopan.
"sendiri saja gus ??"tanya kang fahmi.
"iya nih lagi pengin aja duduk lihatin para santri"gus Akmal jawab seadanya.
"Nanti malam bareng aja gus buat keamanan ke asramah putri??" tanya dengan sedikit takut.
__ADS_1
"boleh nanti malam temui saya di lorong masjid "
"Saya pamit dulu gus,assalamualaikum"kang fahmi pamit.
...,,,.....
Tak terasa pukul 06:00 pagi dimana semua santri mengambil jatah makanan di pedagang sekitar pesantren.
Semua berhak memilih warung makan sesuai selera mereka tanpa ada paksaan.
Nisa yang sangat lapar bergegas pergi ke masjid untuk bertemu teman nya .
"Assalamaualaikum semua" Teriak Nisa.
Gita ,Vera dan Intan menengok ke belakang karena mereka faham dengan suara cempreng itu.
"Nisa "kompak mereka bertiga.
"Kalian sudah disini??" tanya Nisa dengan senyum indah nya
"hehe iya aku lupa kabarin kalian aku bakal tinggal di kediaman umi selama nya bosan juga" keluh Nisa.
"kamu yakin Nis??"tanya vera heran.
"terpaksa bukan yakin" raut wajah Nisa yang kesal.
"Sabar sudah jadi istri gus harus sabar" nasihat yang baik dari sahabat.
"yuk kita beli makan keburu antri".
semua berjalan beriringan ,memilih makanan kesukaan tiba tiba Nisa teringat adik ipar nya entah kenapa perasaan nya selalu ingin melihat adik ipar nya.
aku akan membelikan makanan buat gus Akmal tapi dimana dia ??,dari tadi aku engga lihat apa sudah di gor tempat biasa ,sudah lah nanti aku samperin kesana.
"Nis ayo ko ngelamun??" Gita makin heran dengan sahabatnya.
__ADS_1
"eh iya yuk duduk disana kaya nya enak" ujar Nisa.
Semua makan dengan hikmat hingga habis tak tersisa.
"Nis itu buat siapa ko di bungkus??"tanya vera yang heran.
"eh ini buat gus Akmal pasti lupa sarapan pagi sudah engga ada di ndalem" ucap nisa jujur.
"oh perhatian banget ,iya sudah sanah gih pergi nanti keburu dingin tuh nasi"Intan menyuruh Nisa pergi.
"ok aku pergi dulu ya ,Assalamualaikum wr.wb"
"waalaikumsalam wr.wb" jawab serempak.
Nisa bergegas berjalan sebelum ada yang melihat kalau diri nya masuk ke kawasan pengawas putra.
Pengurus putra faham ning nya pasti mau ketemu gus Sabiq atau gus Akmal hanya memberikan salam dan menunduk .
"Assalamualaikum gus" Nisa masuk ke ruangan Akmal.
"Walaikumsalam mbak" Akmal yang heran kenapa Nisa sepagi ini mengunjungi ruangan nya.
"hehe maaf gus cuma antar sarapan pasti gus belum makan nih sarapan nya saya taruh meja" ucap Nisa malu.
"Terima kasih mba " ucap Akmal tulus.
"baik lah saya pergi dulu gus,pasti gus Sabiq sudah menunggu saya,assamualaikum" ucap Nisa bergegas pergi takut ada fitnah.
"Waalaikumsalam"
kenapa kak Nisa repot membelikan aku sarapan aku bisa membeli sendiri,ya sudah lah mungkin mba Nisa kasihan saya sering telat makan.
Gus akmal makan dengan lahap makanan kesukaan nya,semalam juga engga makan jadi lapar sekali kebetulan dapat makanan.
Bersambung...
__ADS_1