
Nisa sedang memasak di bantu teman teman nya menyiapkan semua setelah pulang ngaos.
"Ya ampun Nis kamu serba bisa dech" Vera nyengir melihat kemampuan Nisa.
"Biasa ajah kali dah biasa bantu umi buat kue di rumah" Jujur Nisa.
"Apik tenan hehehe" Ucap vera.
"Mba Gita dah selesai belum buah segar nya??" tanya Nisa pada gita yang duduk tak jauh dari nya.
"Sudah nih Nis tinggal tata rapih ajah" gita bersemangat.
"Eh Nis ada hubungan apa sama ustad firman sih??" Tanya Intan dengan polos nya.
"Mau tau apa mau tau banget ??" Nisa sengaja meledek.
"Nis gitu banget atuh" Kesal Intan.
"Hehee hanya sahabat lama ko " Senyum Nisa yang tulus.
Semua kembali bekerja masing masing menyiapkan yang di butuhkan di kejar waktu selagi belum ada jadwal mengaji.
..,,..
Sabiq yang kesal dengan Nisa sekarang berada di ruangan ustadzah lulu ,raut muka Lulu yang sangat bahagia akhir nya kekasih nya datang menemui .
Lulu bermanja di pangkuan Sabiq ,Sabiq yang sedang kesal dan marah tak menghiraukan kelakuan Lulu.
Kedua nya hanya diam tanpa berkata dengan sikap manja Lulu yang membuat Gus sabiq semakin emosi.
"Turun gak enak di lihat yang lain" ucap Sabiq tegas.
__ADS_1
"Kenapa si sayang kan lama gak manja sama kamu" Goda Lulu tanpa tau malu.
"Cepat keluar sebelum aku lebih marah!!!" sabiq di puncak emosi.
Lulu yang kesal turun dan menuruti Sabiq pergi keluar.
Brak...
Sabiq memijat kening nya yang pusing.
kenapa dengan ku ,kenapa aku merasa sangat marah melihat kedekatan firman ,Akmal adik ku sendiri dengan istri yang tak pernah aku anggap,kenapa sakit sekali ,aku harus mengawasi mereka bertiga.
Sorot mata sabiq yang tajam mempuyai tekad yang matang ingin mengetahui hubungan apa di antara ke tiga nya.
...,,..
Orang tua sabiq dan Nisa berbincang masalah resepsi saat selesai ke dua orang tua Nisa sangat bahagia anak nya memeliki mertua dan suami dari keluarga yang baik"
setelah telah selesai untuk berbincang ke dua orang tua Sabiq berpamit untuk melanjutkan perjalanan kekota S untuk mengisi acara .
"Umi tenang anak kita Nisa sudah dewasa dia sangat bijak"Abi menenangkan Istri tercintannya.
"Abi ,Umi masih khawatir sama Nisa ,Abi tau sendiri Nisa seperti apa secepat itu berubah umi curiga Abi" tegas Umi.
"Kita doakan saja anak kita Mi semua kita serahkan kepada yang maha kuasa semoga anak kita benar benar berubah mi jangan suudzon kita harus husnudzon mi" Abi menguakan istri nya agar berfikir positif.
"Baik lah Bi "
Kedua nya saling menenangkan selanjutnya kedua nya memutuskan akan mengundnag siapa saja dan membawa bingkisan apa saja yang di perlukan.
..,,..
__ADS_1
Gus Sabiq yang penuh amarah berjalan ke arah gor dimana tempat Nisa dan Akmal janjian untuk bertemu.
Nisa yang sangat antusias di bantu ke 4 teman nya membawa semua hadiah dan nasi kuning yang sudah di tata secantik mungkin tidak lupa kurma kesukaan firman yang di tata cantik serta beberapa hadiah titipan dari santriwan yang lain.
Nisa dan yang lain nya terlihat sumringah.
"Cie happy banget Nis" Sindir Intan.
"Harus donk yuk buruan kita juga masih ada jam pengajian malam" ucap Nisa .
semua berjalan dengan baik sampai di gor Nisa melihat gus Akmal berdiri dengan beberapa santri.
bagus lah tau saja hadiah nya banyak mencari bantuan sebelum di suruh adik yang cerdas.
Nisa berbicara dalam hati nya.
"Gus Akmal sinih" Nisa melambai kan tangan nya.
Gus Akmal yang kesal segera mendekat menyuruh santri yang dia tunjuk untuk membawakan semua nya
"Gus terima kasih" Nisa tersenyum sumringah.
segitu bahagia nya kah menghianati kaka ku.
Dari jauh Gus sabiq melihat mengepalkan tangan nya ,kesalah fahaman semakin jauh .
__ADS_1
Gus sabiq pergi dengan amarah yang berapi api,tak pernah gus Sabiq sadari marah nya cemburu atau kecewa dengan adik nya.
Bersambung..