Habibi Anugrah

Habibi Anugrah
Apakah ini mimpi atau takdir


__ADS_3

...PROLOG...


Langit biru cerah dan sedikit berawan di suatu taman yang indah dengan angin yang berhembus...suasana damai...


"Tap tap tap" seseorang berjalan.


"(seseorang berjalan)"


"(berhenti di hadapan bunga lily)"


"..." melihat dan memegang bunga lily.


"(menghirup harum bunga lily)"


"hmm..."


"(berjalan sambil melihat suasana taman)"


"Huh?!"


"(melihat ada seorang gadis tertidur di bawah pohon)"


"Tap tap tap" berjalan ke arah sang gadis.


"(berhenti di hadapan sang gadis dan berlutut di hadapannya)"


"Zzzzzz..." sang gadis yang tertidur lelap.


"(menatap wajah sang gadis)"


"..."


"hmm..." tersenyum.


"(mendekati wajah sang gadis)"


"Cup💙" mencium.


"..."


"(melepas ciuman)"


"hmm...mm..." sang gadis mulai bangun.


"(tersenyum)" pria pergi.


Setelahmencium sang gadis, pria itu pergi ke suatu tempat,sang gadis pun terbangun dari tidurnya...


"(membuka mata perlahan dan terdiam sementara)"


"..." menyentuh bibir.


"hup hup hup" berjalan dengan melompat.


"Huh?!"


"(berhenti)"


"..." kelinci menatap sang gadis.


"hmm" tersenyum sambil menatap kelinci.


"hup hup hup" melompat menjauh.


"huh???"


"(berdiri dan berjalan mengikuti kelinci)"


Sang gadis mengikuti kelinci pergi ke suatu tempat. Kelinci putih itu pergi ke arah taman yang di penuhi banyak bunga lily.


"hup hup hup" melompat.


"(berhenti di hadapan sang pria)"


"..." menatap sang pria.


"(sang pria menatap kelinci)"


"hmm..." tersenyum dan mengendong kelinci.


"(sang gadis mengejar kelinci)"


"kelinci kecil..." ucap sang gadis.


"(kelinci melihat ke arah sang gadia)" kelinci ada di gendongan sang pria.


"HUH?!!"


"(saling melihat dan menatap)"


"(saling berhadapan)"


"hmm..." sang pria tersenyum.


Mereka saling berhadapan dan masih saling menatap,tidak lama kemudian pakaian yang mereka kenakan berubah menjadi pakaian pengantin dan suasana tempatnya berubah juga, di penuhi oleh bunga sakura, bunga lily, dan kelinci putih. Sang pria mendekati sang gadis dan saat sudah di hadapannya, sang pria menunduk mendekatkan wajahnya ke wajah sang gadis...dan sang pria mencium sang gadis dan sang gadis membalas ciuman sang pria.


"bukankah itu indah dan romantis? Bertemu dengan seseorang yang anda sukai...cintai...dan sayangi... Menjadi pasangan suami istri" ucap seseorang.


"Tapi sayang itu hanya mimpi...(yang kalian baca atau membayangkannya) saya lebih suka menyembutnya bunga tidur..."


"Namun...kenapa saya selalu bermimpi yang sama yaitu...bertemu dengan seorang gadis dan kami menjadi sepasang suami istri..."


"Dan yang lebih misteriusnya... Saya bertemu dengan gadis yang memiliki ciri-ciri hampir mirip--- Tidak! Persis mirip dengan gafis yang ada di dalam mimpi saya, sempat terlintas di benak saya..."


"Apakah ini mimpi? Atau takdir?" ucap sang pria.


...Apakah ini mimpi? Atau takdir?...


Percakapan Habibi mulai


"Assalammualaikum wr.wb. perkenalkan nama saya Habibi maulana royal crystal flower lily, tapi semua orang lebih mengenal dan bahkan mereka menjuluki saya "The cold face atau si wajah dingin" ...kenapa?... Alasannya karena saya memang berwajah datar, dingin dan bicara secukupnya"


"tapi anehnya...para wanita malah tergila-gila dan oenasaran dengan sikap saya yang seperti itu, bisa di bilang saya sangat populer di kalanggan wanita, terutama di universitas"


"saya adalah salah satu dosen di sanah dan yang termuda dari semua dosen di sana, saya tipekal orang yang serba bisa dalam bidang pelajaran, olahraga, alat musik, dan masih banyak lagi"


"saya adalah putra tunggal dari dua orang yang terkenal di kota ini (nama kotanya A), Ayah saya adalah seorang presdir (presiden perusahaan) besar yang bernilai 10Tr, dia adalah pendiri perusahaannya sendiri dan namanya RCFL singkatan dari nama keluarga kami "Royal crystal flower lily" atau bungan lily kristal kerajaan. Kalau kalian bertanya-tanya apa keluarga saya keturunan kerajaan atau bukan jawabanya... Ya!"


"Dan bunda saya adalah seorang ibu kepala sekolah universitas RCFL dan saya salah satu dosen di universitas itu"


"ok kita sudahi perkenalannya sampai di sini"


Percakapan Habibi selesai


Langit biru berawan suasana menenagkan dengan angin sejuk berhembus...Habibi terbangun di sebuat taman bunga yang di penihi bunga lily dan kelinci putih...


"(membuka mata perlahan)"


"hmm...hhh...mmm...hmm" sang gadis bersenandung.


"(bangun dari tidurnya dan melihat ke arah sang gadis)"


"..." memuluk dari belakang.


"(sang gadis bersandar ke dada Habibi)"


"(sang gadis menanggahkan kepala ke atas)"


"(Habibi menundukan kepala)"


"..." saling melihat dan menatap.


"Cup💙" berciuman.


"..."


"(membuka mata)"


"..." menutup wajah dengan satu tangan.


"haaaaa..." menghelan napas dengan berat.


"mimpi itu lagi..."


"(duduk di pinggir tempat tidur)"


"..." terdiam.


"haaa...sudahlah..." pergi ke kamar mandi.


1 menit kemudian... Selesai membersihkan diri dan berpakaian, Habibo bersiap-siap untuk pergi ke universitas.


"(terdiam)" selesai memasang dasi.


"siapa sebenarnya dirimu... Gadis manis..."


"(Habibi berangkat ke universitas)"


Habibi berjalan menuju universitas (lagi malas naik mobil) selama berjalan Habibi terus di puji dan di tatap oleh para wanita sepanjang perjalan, Habibi terus di ikuti oleh semua wanita, kesal karena di ikuti Habibi mempercepat jalannya...di arah sebaliknya ada seorang gadis sedang berlari ke arah yang sama dengan Habibi.


"(Habibi berjalan cepat)"


"Drap! Drap! Drap!" gadis berlari.


"Brukk!!" bertabrakkan.


"(sang gadis tidak sadarkan diri)"


"haaa...sukurlah kepalanya tertahan oleh tangan saya..."


"Huh!!"


"..." Habibi menatap gadis yang ada di bawahnya.


"gadis ini mirip..."


"ekp! Hey! Hey! Bangun! Bangun!"


"(sang gadis membuka mata perlahan)"


"!!!" gadis terkejut.


"anda baik-baik saja?"

__ADS_1


"Deg!" wajah sang gadis memerah.


"..."


"(Habibi bangun dan membantu sang gadis berdiri)"


"..." gadis terdiam.


"gadis kecil anda baik-baik sa---" terpotong.


"(sang gadis melihat ke arah belakang)"


"???" Habibi ikut melihat kearah yang sang gadis lihat.


"dimana wanita bertubuh kecil itu!" ucap seorang pria.


"..." Habibi melihat ke sang gadis.


"(tubuh sang gadis gemetar)"


"grab!" mengengam lengan sang gadis.


"Hah!!??"


"ikut saya sekarang!" menarik gadis.


Habibi menarik gadis yang dia tabrak kesebuah gang kecil untuk bersembunyi.


"syut" menarik ke arah gang kecil.


"(Habibi dan sang gadis bersembunyi)"


"kemana pria tampan tadi?" ucap para wanita yang mengejar dan mencari Habibi.


"Deg! deg! deg!" jantung gadis berdebar.


"..." Habibi mendengarkan orang-orang yang mengejarnya dan sang gadis.


"kemana wanita itu, ayo cari! Coba ke sanah!" ucap seorang pria.


"cepat cari! Aku sudah tidak tahan! Aku ingin mencoba seorang perawan!" ucap pria berambut pang.


"!!!" sang gadis terkejut.


"hmm...ternyata segerombol orang mesum" ucap Habibi dalam hati.


"(para pria mesum pergi)"


"..."


"aannuu...maaf...tuan..."


"srett!" Habibi bergerak.


"!!!"


"stsssss..." menyuruh sang gadis diam.


"(melihat situasi dan kondisi)"


"bluss" wajah sang gadis memerah.


"mereka sudah pergi...ĺ


Saat Habibi melihat situasi dan kondisi, posisi dia seperti sedang memeluk sang gadis dan sang gadis tepat di hadapan dada Habibi, setelah melihat situasi dan kondisi sudah aman Habibi menjaukan tubuhnya dari sang gadis.


"(melihat ke bawah)" ke arah sang gadis.


"..." sang gadis diam tapi tubuhnya gemetar.


Percakapan Habibi mulai


"Heh?! Kenapa saya menolong gadis itu?"


"mungkin karena saya kasihan... Terutama dia di kejar oleh orang-orang mesum...yaa mungkinbegitu..."


"tapi setelahnya ada satu kejadian...dimana saya tidak akan melupakan apa yang gadis itu berikan kepada saya..."


"hmm?? Kalian ingin tau?"


"petunjuknya pipi kiri saya..." sambil mengetuk pipu kiri dengan jari telunjuk.


"menurut kalian apa?"


Percakapan Habibi selesai


"..."


"plak!!!" suara tamparan.


"(Habibi melihat ke arah sang gadis)" dengan tangan kiri meyentuh pipi kiri yang di tampar.


"Deg!" terkejut melihat sang gadis.


"(sang gadis menangis dan tubuhnya gemetar)"


"Drap! Drap! Drap!" sang gadis berlari pergi.


"..." Habibi terdiam.


Percakapan Habibi mulai


"apa kalian berpikir kalau gadis itu berterimakasih dan mencium pipi saya? Nyatanya dia malah menampar saya..."


"yaa...saya juga tidak bisa menyalahkan dia kok..."


"alasannya?"


"mmm...dia di kejar-kejar oleh segelombol pria mesum yang akan melecehkan dirinya, lalu saya menolongnya, bersembunyi dari mereka tapi saat saya sedang melihat kondisi...posisi saya seperti sedang memeluknya dan yaa...otomatis dia pasti berpikir saya juga oranf mesum..."


"yang mengambil kesempatan dari kesepitan"


"tapi yang membuat daya penasaran adalah... Wajah gadia itu persis mirip seperti wajah gadis yang ada di dalam mimpi saya"


percakapan Habibi selesai


Di universitas...


Sang gadis sedang duduk di bangkunya di dalam ruang kelasnya dan menenagkan diri dari kejadian tadi...


"haaa..." sang gadis menghelan napas.


"..."


"Assalammualaikum Anugrah" sapa seorang gadis.


"waalaikumsalam Hai siti" ucap sang gadis yang bernama Anugrah.


"Aaa! Aku benar-benar tidak percaya! Kamu benar-benar masuk ke universitas ini! Kau tau! saat kau bilang akan masuk ke universitas ini aku sangat senang" sambil memeluk Anugrah.


"iya...aku juga senang, sudah lama tidak bertemu..."


"ya! Mau bagaimana lagi, aku lulus SMA lebih dulu darimu..."


"(Anugrah tersenyum)"


"(semua murid masuk ke ruang kelas)"


"waa...lihat siapa yang menjadi murid baru di kelas ini..." ucap seorang pria yang menghampiri Anugrah dan siti.


"...kak Adit..." ucap Anugrah.


"hey Anugrah" sapa pria yang bernama Adit.


"hay kak...lama tak berjumpa"


"iyaa...sudah lama sekali"


"(anugrah tersenyum)"


"subhanaalla...cantiknya..." ucap Adit melihat Anugrah tersenyum.


"yang benar masyaallah tuan Aditia..." ucap seorang dosen masuk ke ruang kelas.


"ohh salah yahh... Ekh!!" melihat ke arah suara.


"itu profesor! Ayo cepat duduk!" ucap semua mahasiswa mahasiswi.


"HAH!!!" Anugrah terkejut.


"(melihat ke arah depan kepada dosen yang datang)"


"Hm?!" Habibi melihat ke arah belakang.


"..." Anugrah terdiam.


"hmm...gadis kecil yang tadi adalah murid baru saya...menarik" ucap Habibi dalam hati.


"jadi pria tadi itu adalah dosenku! Aaa...apa yang kulakukan! Aku harus meminta maaf kepadanya" ucap Anugrah dalam hati.


Jam pelajaran di mulai...


"Assalammualaikum wr.wb. selamat pagi semuanya" ucap prof.Habibi.


"waalaikumsalam wr.wb. selamat pagi juga prof.Habibi" ucap semua mahasiswa dan mahasiswi.


"sebelum kita memulai pelajaran... Pertama-tama saya akan memperkenalkan diri..."


"Nama saya prof.Habibi maulana royal crytal flower lily, saya adalah dosen kalian semua sekaligus wali kelas dari kelas ini..."


"jika dari kalian ada yang bertanya-taya mengapa saya memperkenalkan diri saya lagi..."


"karena saya melihat wajah baru di kelas kita ini, apakah anda bisa memperkenalkan diri anda kepada kami nona?" melihat ke arah Anugrah.


"(semua orang melihat ke arah Anugrah)"


"..." Anugrah berdiri dari tempat duduknya.


"Assalammualaikum wr.wb. halo semuanya... Perkenalkan nama saya Anugrah nurlatifah dan saya lulusan MA suka cita, saya berharap kita semua bisa menjadi teman yang baik, jadi mohon bimbingannya" kembali duduk.


"senang bertemu dengan anda nona nurlatifah, semoga anda betah di kelas ini, baiklah mari kita muali pelajarannya hari ini"


1 jam kemudian pelajaran selesai...

__ADS_1


"baik cukup untuk hari ini...nanti kita akan bertemu kembali di jam berikutnya, yang memiliki kelas lain atau ikut excull cepatlah pergi dan jangan sampai terlambat"


"baik profesor" jawab semua mahasiswa mahasiswi.


"(Habibi sedang merapihkan buku-buku&"


"Anugrah aku dan kak adit akan pergi ke excull bola voli...apa kau mau ikut?" ucap siti.


"tidak aku akan berkeliling u iversitas dan semoga ada excull atau kelas lain yang aku minati"


"apa kami harua menemanimu?" ucap Adit.


"Tidak! Tidak perlu..."


"baiklah kalau begitu sampai nanti..." ucap mereka berdua.


"sampai nanti..."


"(melihat ke arah prof.Habibi)"


"(Habibi selesai membereskan buku-buku dan akan pergi)"


"Profesor tunggu" ucap Anugrah dan menghampirinya.


"ada perlu?" ucap dingin Habibi.


"emm...aannuu..."


"(Habibi menatao Anugrah dengan dingin)"


Percakapan Habibi mulai


"menurut kalian apa yang akan Anugrah katakan?"


Percakapan Habibi selesai


"..." Habibi masih menatap Anugrah.


"...aku minta maaf..."


"HUH??" Habibi mengedibkan mata beberapa kali.


"aku minta maaf... Untuk yang tadi, bukannya berterimakasih...aku malah menamparmu... Aku sungguh minta maaf" sambil menunduk.


"yaa...baiklah saya maafkan...maklum saja saat itu anda sedang di kejar-kejar oleh pria mesum, yaa otomatia anda juga berpikir orang yang menolong anda tiba-tiba, terus seprti memeluk anda..."


"..." Anugrah mendengarkan.


"menyangka..mengambil kesempatan dalam kesempitan" menatao Anugrah.


"..."


"saya maafkan...lain kali lebih berhati-hatilah"


"baik..."


"ada apa lagi?"


"aku masih merasa tidak enak kepada profesor..."


"..."


"nona nurlatifah"


"(mengankat wajah dan melihat Habibi)"


"(Habibi melangkah mendekat)"


"Huh!!!"


"(Anugrah melangkah mundur)"


Habibi menatap Anugrah dan terus melangkah mendekati Anugrah, sebaliknya Anugrah melangkah mundur dan dia terhenti karena mentok ke meja siswa, Habibi berdiri tepat di hadapannya dan membungkuk mendekatkan wajahnya ke arah wajah Anugrah, sedangkan Anugrah yang bersandar memundurkan wajahnya dan ia ketakutan tubuh gemetar.


"..." Habibi menatap Anugrah.


"(Anugrah gemetar ketakutan dan menutup matanya rapat-rapat)"


"hmm..." tersenyum.


"lugu dan polos..." ucap Habibi dalam hati.


Anugrah tidak bisa bergerak atau lari karena ia terkurung oleh tubuh Habibi dan kedua tanggan Habibi mengunci kanan kiri Anugrah, Habivi terus melihat Anugrah ia memperhatikan wajahnya.


"anda harus lebih berhati-hati lagi kelinci kecil" ucap Habibi.


"Huh!??" membuka mata dan langsung menatap Habibi.


"(saling menatap)"


"karena mungkin banyak serigala yang akan mengincarmu"


"kelinci kecil..." Anugrah merasa kesal.


"sampai berjumpa di pelajaran berikutnya kelinci kecil" Habibi pergi.


"..."


"kelinci kecil! Apa dia mengejekku?! Karena tubuhku munggil!!"


"iiiii...dasar singa!" Anugrah menggerutuh.


"singa? Yaa sudahlah..." ucap Habibi setelah mendengar gerutuh Anugrah.


Percakapan Habibi mulai


"hmph...hehehe... Manis yaa..." tersenyum.


"ohh! Apa kalian bertanya-tanya kenapa saya melakukan itu?"


"karena...saya ingin memastikan...apa benar kalau Anugrah adalah gadis yang sama dengan yang muncul di dalam mimpi saya"


"dan jawabannya..."


"ya! Dia persis mirip gadis yang muncul di dalam mimpi saya"


"hmph...kelinci kecil... Hmm..." tersenyum dan memikirkan Anugrah.


Percakapan Habibi selesai.


Jam istirahat...


"(Anugrah berjalan-jalan di sekitar universitas)"


"apa-apaan prof.Habibi tadi! Dan yang membuatku kesal dia menyebutku kelinci kecil! Menyembalkan"


"hup hup hup" langkah melompat.


"Huh?!"


"(berhenti)"


"..." melihat ke arah Anugrah.


"kelinci..."


"(kelinci menatap dan memiringkan kepalanya)"


"(Anugrah tersenyum)"


"hup hup hup" melompat menjauh.


"akh! Kelinci tunggu..." Anugrah mengejar.


Anugrah mengejar kelinci putih dan ia sampao di sebuah taman yang sedikit jauh dari gedung kelas.


"(suara biola)"


"(kelinci berhenti di hadapan seseorang yang sedang bermain biola)"


"(seseorang bermain biola)"


" hahh...haaa...hahh" terengah-engah.


"kemana kelinci putih itu pergi?"


"Huh?!"


"suara biola?"


Anugrahyang mendengar suara biola dan mengikuti dari mana asal suara itu dan...


"Huh?!"


"(Habibi bermain biola)"


Anugrah yang melihat prof.Habibi bermain biola dengan lelinci putih yang dia lihat tadi sedang mendengar alunan lagu yang di mainkan dengan biola. Anugrah terpukau, terpesona dengan Habibi yang bermain biola, ia diam sambil mendengar alunan musik yang di mainkan oleh Habibi bahkan suasana di taman itu juga mendukung, langit biru berawan...angin berhembus dengan senjuknya...suasana damai... Yang terdengar alunan musik dari biola yang di mainkan, sakin merdunya Anugrah menutup mata dan tanpa sadar ia bersenandung lagu yang di mainkan oleh Habibi.


"mmm...hhh..hmm...mmh" Anugrah bersenandung.


"(Habibi membuka mata perlahan)"


"(melihat ke arah suara seseorang bersenandung)"


"Huh??!"


"hmm...mmm...hhh...mmm...hmm" bersenandung.


"(berhenti main biola)"


"..." Anugrah membuka matanya.


"(saling menatap)"


Habibi dan Anugrah saling bertatapan dan di antara mereka tidak ada yang berbicara sama sekali...


Percakapan habibi mulai


"saat itu ada suatu perasaan yang pamiliar dimana saat saya menatao Anugrah...dan dia menatap saya, perasaan yang selalu saya rasakan ketika bertemu dengan gadis misterius yang muncul di dalam mimpi saya"


"dan saat itu saya berpikir"


"Apakah ini mimpi? atau Takdir?"

__ADS_1


Percakapan Habibi selesai


__ADS_2