Habibi Anugrah

Habibi Anugrah
Kekuatan Anugrah


__ADS_3

Di sebuah tempat, nyoya Molii sedang bersama orang-orang yang dia bayar untuk mencelakai Anugrah.


"kalian sudah mengerti! Tangkap gadis ini dan kalian bisa melakukan apapun yang kalian mau kepadanya!" ucao nyoya Molii.


"akan ku hancurkan kau Anugrah! Akanku buat kau menjadi boneka pemuas nafsu dan kau akan di benci! Hahaha! Hahaha!"


Hari ini murid-murid Habibi dan murid-murid universitas yang lain sedang berlibur di kota E, libur dari ujian yang telah mereka hadapi. Dari jauh nyoya Molii sedang mengintai Anugrah. Saat Semu srdang berkumpul, Anugrah pergi ke toilet dan nyiya Molii mengikutinya. Dirasa kan kalau sedah tidak terlihat semua orang nyoya Molii menyuruh orang-orang suruhannya untuk menangkao Anugrah.


Anugrah di biyus lalu di bawa ke suatu tempat. Habibi yang merasa terjadi sesuatu kepada Anugrah, ia langsung mencari Anugrah.


Di gedung terbengkalai...


"(Anugrah membuka mata)"


"(Anugrah melihat sekeliling)"


"sudah bangun kau gadis ******!" ucap nyoya Molii.


"(melihat ke arah nyoya Molii)"


"apa mau mu! Kenapa kau melakukan ini kepada ku!"


"karena aku ingin menghancurkan mu!"


Di tempat lain...


"kau dimana Anugrah?!" Habibi mencari Anugrah.


"(Habibi memfokuskan kekuatannya merasakan energi spiritualnya yang dia berikan kepada tubuh Anugrah)"


"!!!"


"(Habibi langsung bertelepot dirinya ke tempat Anugrah berada)"


"(Habibi sampai tempat tujuan)"


"Anugrah..."


Nyoya Molii menceritakan tujuannya menculik Anugrah untuk menjadikan Anugrah sebagai boneka pemuas nafsu semua pria yang ada di sana. Anugrah terkejut melihat banyak pria di sekitarnya.


"kau sudah tidak waras!" teriak Anugrah.


"ini akibatnya! Karena mendekati Habibi! Habibi hanya milikku! Dan ya! Cincin itu akan menjadi milikku!"


"!!!"


"kau bilang apa..." Anugrah mulai kesal.


"aku yang akan mendapat cincin itu dan kau akan menjadi ******!"


"Hahaha! Hahaha!"


"(Anugrah menunduk, dia kesal)"


Habibi yang menyaksikan apa yang terjadi mulai marah dan akan menyerang Molii, akan tetapi tiba-tiba...


"silahkan, kalian bisa bersenang-senang dengan gadis itu"


"(semua pria yang di bayar Molii mendekati Anugrah)"


"menyebalkan!" ucap Anugrah.


"(muncul kristal berbentuk duri di sekitar Anugrah)"


"uwa!!!" semua pria dan Molii terkejut.


"Huh!?" Habibi binggung.


"(tali yang mengikat Anugrah putus)"


"apa yang kalian lihat! Tangkap gadis itu!" teriak Molii.


"(semua pria mendekat)"


"..."


"(warna mata Anugrah berubah menjadi biru)"


"(kristal muncul dimana-mana)"


Semua pria (preman) banyaran Molii terperangkap oleh krisral dan tidak bisa bergerak.


"berani--- Aaakkk!"


"(Molii tercekik)"


"...ehh!!"


"(Anugrah mencekik Molii dan menatap denfan sangat tajam)"


"(Habibi terdiam tidak percata dengan apa yang dia lihat)"


"buss buss buss" HP Habibi berbunyi/bergetar.


"kau bilang apa tadi! Kau akan mendapatkan cincin itu dan menjadi nyoya muda keluarga RCFL! Kau akan membuat AHabibi menjadi milikmu!"


"!!!"


"kau terkejut aku mengetahui itu?! Padahal kau belum mengatakannya, kau memang belum mengatakannya! Tapi aku bisa membaca itu dari pikiran mu!"


"(Molii tercekik)"


"awalnya aku tidak mau melakukan ini! Tapi kau memancing kemarahan ku! Kau mengungkit cincin milik AHabibi! Maka aku tidak akan memaafkan mu"


"******!!!" melempar Molii ketembok.


"Bukg!" membentur tembok.


"(terkurung kristal)"


"ehk! Hehh! Bagaimana kau punya kekuatan seperti ini! Dan kenapa kau memiliki mata berwarna biru keluarga RCFL!"


"..." Habibi masih diam.


"Buss Buss Buss" HP Habibi.


"Habibi cepat angkat Habibi!" ucap Adam yang menelepon Habibi.


"apa maksudmu?! Kenapa aku memiliki mata berwarna biru?! Aku terlahir memang memiliki mata berwarna biru!" ucap Anugrah berjalan mendekat.


"(mengarahkan tangan dan memfokuskan kekuatan)"


"(kristal tajam mengarah ke leher Molii dan semua pria)"


"Buss! Buss! Buss!" suara semakin keras.


"Hah! Adam menelepon?!" baru sadar.

__ADS_1


"Halo Adam?"


"Habibi akhirnya kau mengankatbya juga!"


"ada apa?"


"apa Anugrah bersamamu?"


"kurang lebih" ragu menceritakan.


"Habibi apa di sekitarmu banyak kristal?"


"iya..."


"Apa Anugrah sedang marah?! Dan mengendalikan kriatal?!"


"iya..."


"Habibi sebisa mungki tenangkan Anugrah!"


"apa?!"


"jangan biarkan Anugrah membunuh seseorang dengan kristal itu!"


"apa?!"


"cepat lakukan!!!"


Habibi menurup telepon dan langsung pergike arah Anugrah yang sedang mencoba membunuh Molii dan para pria.


"selamat tinggal ******!"


"(terus mengarahkan kristal tajam ke laher Molii dan para pria)"


"ehk..." Anugrah terhenti.


"berhenti Anugrah..." ucap Habibi yang memeluk Anugrah dari belakang.


"..."


"(kristal tajam terhenti)"


"(Habibi mengengam tangan Anugrah dan menurunkan tangan Anugrah)"


"tenanglah... Ini saya... Jangan marah lagi"


"..." Anugrah diam.


"(Habibi berjalan ke arah depat Anugrah)"


"!!!"


"matanya berwarna biru"


Habibi menyentuh wajah Anugrah dan menatap matanya, warna mata Habibi menyala biru terang lalu mata Anugrah menyala terang.


"(masih menatap)"


"(mendekatkan wajah)"


"Cup" Habibi mencium Anugrah dengan mata masih saling bertatapan.


"(mata Anugrah perlahan menutup)"


"(Anugrah pingsan dan di tangkap Habibi)"


"Zzzz..." Anugrah tertidur.


"(Habibi menatap Anugrah)"


"nyoya Molii kem! Anda sudah membuat kesalahan! Dengan mencoba melukai Gadis saya!" menatap dengan sangat marah.


Karena marah Habibi mengunakan kekuatannya kepada Molii.


"(menatap Molii dan para pria)"


"(yang di tatap terpatung)"


"ini perintah! Kalian semua akan berhubungan badan sampai pilisu datang dan kalian tidak akan mengigat kekuatan Anugrah" Habibi mengunakan kekuatannya.


"(menjentikkan jari)"


Setelah menjentikkan jari Molii dan para pria yang dia bayar langsung berhubungan badan. Bunda Habibah datang bersama polisi (Habibi menelepon Bunda) saat Habibah datang, ternyata murid-muridnya Habibi ikut karena mengkhawatirkan Anugrah, murid-muridnya nyoya Molii juga ikut karena menasaran.


Saat mereka semua masuk ke gedung itu betapa terkejutnya, melihat nyoya Molii sedang di perkosa oleh 20 pria, Habibi berjalan ke arah Bunda sambil mengendong Anugrah. Habibi memberitau semua kejadian yang terjadi mengenai nyoya Molii yang menculik Anugrah dan menyuruh 20 pria untuk memperkosanya.


"tapi Anugrah belum du sentuhkan Habibi?" ucap Bunda khawatir.


"belum Bunda... Habibi sampai saat mereka mendekati Anugrah.


"kau mengunakan kekuatanmu?"


"siapa pun yang mencoba menyentuh gadis/wanita saya akan, saya buat mereka menderita!" ucap Habibi dengan masih jesal.


"(warna mata berubah me jadi emas)"


"Habibi warna matamu berubah menjadi emas"


"Bunda... Habibi akan duluan ke kota A, Adam menelepon untuk membawa Anugrah, setelah Anugrah siyuman Habibi akan menelepon Bunda"


"(langsung bertelepot)"


"Habibi..."


Semua murid Habibi gemetar takut saat prof. Habibi mengatakan "Akan membuat orang yang menyentuh Anugrah menderita" bahkan murid-muridnya nyoya Molii terdiam ketakutan.


Habibi bertelepot ke rumah sakit karena Adam dan Gisel ada di sana, sesampainya di rumah sakit Habibi panik, melihat kepala, hidung dan mulut Anugrah mengeluarkan darah, Adam yang melihat itu juga langsung mengajak Habibi untuk merawat Anugrah di ruang gawat darurat.


3 jam kemudian...


"..." Anugrah koma.


"aku tidak percaya kau harus koma lagi Anug..." ucap Adam sambil mengengam tangan Anugrah.


"(Gisel mengusap pundak Adam, menenangkan nya)"


"(Habibi menatap dan mengelus wajah Anugrah)"


"..."


"kau mau menjelaskan sesuatu Adam" melihat ke arah Adam.


"iya! Aku akan jelaskan"


Adam menceritakan kalau kristal yang ada di otak Anugrah bisa memberikan kekuatan mengendalikan kristal, kekuatan itu akan terpicu kalau Anugrah yang memgunakan atau meminjam kekuatan kristal itu, tapi di sisi lain itu juga akan terpicu kalau Anugrah sangat marah atau Anugrah benar-benar terancam bahaya dan kristal itu akan mengambil alih tubuh Anugrah.


"begitukah?"

__ADS_1


"iya Habibi... Begitulah..."


"..."


"jika sampai Anugrah membunuh orang mengunakan kekuatan krisral itu"


"apa yang akan terjadi?"


"orang itu akan menjadi kristal"


"!!!"


"...apa itu tujuan lain orang-orang yang mengejar Anugrah, karena kristal itu"


"iya Habibi"


"(Habibi prustasi)"


Setelah menceritakan apa yang ingin di dengar dari Adam, Habibi sudah paham, ketika sudah merasa tenang Habibi menelepon Bunda dan memberi tau kondisi Anugrah.


Malam hari...


"..." Habibi menatap Anugrah.


"Biasanya setelah Anugrah mengunakan kekuatan kristal di kepalanya dia akan hilng ingatan sebagian... Kemungkinan kejadian dia yang mengunakan kekuatan kristal dan orang yang mencoba mencelakai dirinya" Habibi mengigat apa yang Adam katakan.


"(Habibi tertidur di samping Anugrah)"


Sudah seminggu Anugrah koma dan dia belum sadar, Ayah dan Bunda meminta Adam untuk merawat Anugrah di rumah besar keluarga RCFL, Adam menyutujui permintaan Ayah dan Bunda. Selama Adam dan Gisel pergi bertugas ke kota G untuk tugad medis, Habibi yang merawat dan menjaga Anugrah.


Selama Anugrah koma Habibi terus mengalirkan energi spiritualnya kepada Anugrah. 2 minggu kemudian Anugrah siyuman.


"..." Anugrah terdiam sebentar.


"(mencoba bangun)"


"Anugrah" ucap Habibi yang baru masuk ke kamar.


"(Habibi memeluk Anugrah)"


"Cup" Habibi mencium Anugrah.


"Hm?!! Hmm... Mmhh... Hpphmm" Anugrah terkejut dan menepuk-nepuk punggung Habibi.


"(Habibi melepas ciumannya)"


"ahh! Maaf saya terbawa suasana..."


"terbawa suasana atau memang maunya..." goda Anugrah.


"ehh... Kalau kau bisa mengoda saya seperti ini artinya kau baik-baik saja" tersenyum.


"dasar kelebihan hormon"


"(menempelkan kening ke kening Anugrah)"


Anugrah yang sudah sarapan dan minum obat, sekarang sedang duduk di depan cermin dan Habibi sedang menyisir rambut Anugrah.


"(menyisir rambut Anugrah)"


"..." Anugrah hanya diam.


"!!??"


"(Habibi terkejut di telapak tangannya penuh dengan rambut Anugrah yang rontok)"


"apa kau terkejut dengan rambut ku yang rontoknya segengam tangan AHabibi..."


"(melihat Anugrah dari pantulan cermin)"


"itu sudah biasa... Kau juga pasti takut, saat aku koma... Kau takut aku meningalkanmu kan"


"(menatap Habibi dari pantulan cermin)"


"haaa... Hitungan waktu... Hmm benar-benar tidak akan terduga"


"Anugrah!"


"maaf... Semua akan baik-baik saja... Jangan khawatir ok"


"hm(iya)" menahan kesedihan.


Selesai menyisir rambut dan memakaikan kerudung, Habibi mengendong Anugrah ke taman bunda dengan Banny yang ada di pangkuan Anugrah.


Author : "Habibi tidak mau Anugrah mengunakan kursi roda karena Anugrah selalu mencoba berdiri dan berjalan (padahal belum boleh) jadi dari pada itu terjadi lagi, Habibi memutuskan mengendong Anugrah"


"tapi di sisi lain... Itu memang ke inginan Habibi yang mau mengendong Anugrah, agar dekat terus dengan Anugrah"


"hmhmhm... pfpfpf"


Sesampai di taman bunga lily, Anugrah bertanya kepada Habibi mau membawanya kemana.


"kau mau membawaku kemana?"


"ada yang ingin saya tunjukan kepadamu"


"heh?"


"tutup matamu"


"(menutup mata)"


"..."


"kita sampai kau boleh membuka mata"


"(membuka mata)"


"haaa... Bunga lily biru" Anugrah senang.


"(menurunkan Anugrah)"


"(menyentuh bunga lily dan menghirup harum bunga)"


"kau senang?"


"sangat"


"swtauku lily bunga jarang ada, bagaimana kau memilikinya?"


"tentu saja membeli bibitnya, kau sangat suka lily biru kan? Bahkan harum tubuhmu...harum bunga lily biry..."


"sangat suka, aku membuat parfum dari bunga lily itu pun akan harus menabung untuk bisa membeli bunganya"


"mulai sekarang kalau mau membuat parfum kau bisa memenik bunganya di sini"


"terimakasih"

__ADS_1


Habibi dan Anugrah menikmati suasana di taman bunga lily biru, Habibi bermain biola dan Anugrah bermain suling mereka memainkan lagu mine lagu yang selalu di mainkan Habibi. Semua pelayan bahkan penjaga kebun melihat kedekatan Tuan mudanya bersama Nona mudanya (semua orang "pelayan, penjaga kebut, penjaga/pengawal" dll. Menganggap Anugrah Nona mereka) Habibi Anugrah bermain musik dengan sangat bahagia. Walau dalam hati dia masih khawatir dengan kondisi Anugrah terutama saat melihat rambut Anugrah yang rontok sangat banyak.


__ADS_2