Habibi Anugrah

Habibi Anugrah
Cincin takdir


__ADS_3

"(Habibi selesai mandi)"


"..." akan berpakaian.


"(melihat ke arah cincin yang di kalungkan)"


"(mengambil cincin dan menatapnya cukup lama)"


"(mengkalungkan cincin/memakai kalung yang liontinnya sepasang cincin)"


Selesai bersiap dan sarapan Habibi berangkat ke universitas...


Di universitas Habibi mengajar seperti biasa sampai jam pelajarannya selesai...


Jam istirahat...di taman kelinci...


"(suara suling)"


"(semua kelinci berkumpul di sekitar Anugrah)"


"tap tap tap" Habibi menghampiri Anugrah.


"hai Anugrah" menempelkan pipi kirinya ke pipi kanan Anugrah.


"(duduk di samping Anugrah)"


"(berhenti main suling)"


"hai..."


"bagaimana kondisimu?"


"sudah membaik... Aku baru saja minum obat"


"sekarang kristal itu sudah sebesar apa?"


"terakhir di periksa... Sebesar kelingking ku" menunjukan jari kelingking.


"kelingking?"


"yaa... Dulu sebesar kelingking ku yang masih anak kecil, sekarang kelingking ku yang sekarang"


"..."


"kau mau menyentuhnya?"


"huh??!"


"(mengambil tangan Habibi dan memasukkan nya ke dalam kerudung dan mengarahkan ke kepala bagian belakang Anugrah)"


"huh?"


"mungkin bisa di bilang... Di bagian atas tengkuk leherku..."


"ini..."


"kau bisa merasakannya?"


"(Habibi sedikit menekan tangan (jarinya) dan meraba kristal yang ada di kepala Anugrah)"


"..."


"(melepaskan tangan)"


"...jadi...kalau kau kesakitan sampai kepalamu mengeluarkan darah... Kristal itu menusuk otakmu atau bagaimana?"


"kurang lebih begitu... Kadang menusuk, kadang bertambah besar... Kristalnya"


"kau pasti sangat menderita..." menatap Anugrah.


"hmm..." terdenyum dan menatap Habibi.


"(saling memandang)"


"sudah waktunya jam pelajaran menari... Apakah kau akan ikut?"


"tentu saja..."


"tapi ingat jika sudah kelelahan beristirahat lah"


"hmm" menganguk.


Jam pelajaran menari...


Semua murid prof. Habibi sudah berkumpul di ruang tari, tapi bukan hanya kelas prof. Habibi saja tapi ada juga kelas nyoya Moli disana (Dosen yang suka dengan Habibi).


"wahh... Sepertinya kelas kita akan bergabung prof. Habibi" nyoya Moli merasa senang.


"yaa... Sepertinya begitu..." ucap Habibi malas.


"(yoya Moli kegirangan)"


"(sebagian murid nyoya Moli juga kegirangan)"


"(murid-muridnya Habibi terutama yang wanita tidak suka)"


"???"


"ada apa? Kalian semua terlihat tidak senang?" tanya Anugrah kepada teman-temannya.


"kami semua memang tidak senang dengan kelas nyoya Moli dan murid-muridnya" ucap wanita berambut keriting pirang.


"Hah?"


"Anugrah..."


"iya Siti?"


"kedekatan mu dengan prof. Habibi saja kami masih menyesuaikan diri untuk menerima persahabatan kalian, tapi untuk nyoya Moli dan sebagian murid perempuannya kami tidak bisa menerima mereka!" ucap Siti kesal.


"apa pernah terjadi sesuatu?"


"iya! Pernah" ucap wanita berambut pendek.


"apa itu?"


"salah satu murid nyoya Moli... Mencoba menjebak prof. Habibi dengan cara memberikan minuman beralkohol yang di samarkan menjadi jus, di ingin prof. Habibi mabuk dan tidur dengnnya" ucap Adit.


"ya ampun" Anugrah sampai menutup mulut dengan tangan kerenaterkejut.


"yaa... Malahan masih banyak lagi yang mereka lakukan"


"tapi kau jangan khawatir... Kami akan menerima hubungan persahabatan mu dengan profesor... Kalau mungkin bukan karena mu profesor tidak akan sedingin yang dulu" ucao pria rambut abu-abu.


"kalau di pikir-pikir iya juga" ucap pria berambut keribo.


"(semua murid Habibi setuju kalau prof. Habibi jadi lebih akrab dengan mereka semenjak bersahabat atau Anugrah hadir dalam kehidupan Habibi)"


Pelajaran menari di mulai, Habibi mengajari tari balet, semua murid Habibi melakukan semua yang Habibi tunjukkan, bukan hanya murid Habibi melakukan semua yang Habibi tunjukan, bukan hanya muridnya murid-murid dari nyoya moli (karena kelas mereka melakukan kelas bersama) hanya saja murid-murid Habibi benar-benar tidak suka dengan nyoya moli dan murid-muridnya.


Selama pelajaran nyoya moli selalu mengambil kesempatan untuk dekat-dekat kepada Habibi, murid-murid Habibi benar-benar tidak suka, mereka sangat kesal. Saat nyoya moli akan pura-pura jatuh ke arah Habibi, Banny langsung melompat ke arah Habibi, kaki belakang Banny tidak sengaja (kukunya) mencakar kalungnya Habibi dan kalung itu terputus dan terlempar, Anugrah yang melihat itu langsung mengikuti arah jatuh kalung itu.


"(Anugrah menangkap kalung)"


"dapat... Ehk? Sepasang cincin yang jadi liontin kalung?"


"sebaiknya aku mengembalikannya kepada AHabibi" pergike arah Habibi.


Sedangkan Habibi sedang menasehati atau menegur nyoya Moli yang terus berulah.


"(Habibi masih menegur nyoya Moli)"


"terserah anda saja!! Tapi jika anda melakukan itu lagi anda benar-benar akan tamat!" ancam Habibi.


"(Habibi mendekati murid-muridnya)"


"(duduk dan memijat keningnya)"


"kau baik-baik saja?" tanya Anugrah.


"...tidak!..." jawab Habibi singkat.


"..."


"kenapa masih berdiri? Duduk!"


"(duduk di samping Habibi dengan Banny di tengah-tengah mereka berdua)"


"..." semua murid Habibi terdiam.


"kenapa masih berdiri? Duduk kalian semua!" kepada semua muridnya.


"(semua murid duduk mengelilingi Habibi)"


"tuan Aditia"


"iya profesor?"


"tolong pijat kepala saya... Kepala saya benar-benar pusing"


"ahk! Baiklah"


"(Adit memijat kepala Habibi)"


"haaa..." menghelan napas dengan berat.


"sudah merasa lebih baik profesor?"


"ya... Terimakasih tuan Aditia"


"ya profesor"


"..."


"apa kalian juga merasa kesal?"


"tentu saja!" ucap murid-muridnya Habibi.

__ADS_1


Selama istirahat dari tarian Habibi dan murid-muridnya sedang mengobrol tentang kekesalan mereka kepada nyoya Moli. Di ruang kepala sekolahnya universitas, Bunda Habibah juga kesal dengan tingkah laku nyoya Moli.


"..." Anugrah hanya diam.


"huh?" Habibi melihat Anugrah.


"Anugrah..."


"Hah?!"


"kenapa kau diam saja?"


"(semua melihat ke arah Anugrah)"


"ada yang ingin kau katakan, karena saya merasa kau ingin mengatakan sesuatu"


"..."


"(nyoya Moli melihat dari sebrang)"


"emm... Aku ingin mengembalikan ini" mengambil cincin yang di kalungkan dari saku.


"ini" menyerahkan.


"Heh!!!"


"(semua orang terkejut)"


"Hahhhh!!!" Bunda terkejut melihat dari monitor.


"bagaimana cincin itu ada padamu?" ucap Habibi terbatah-batah.


"tadi... Saat kau menangkap Banny yang melompat ke arahmu (mencegah nyoya moli mendekat) mungkin Banny tidak sengaja mencakar malungmu dan ini terbawa angin, aku melihatnya dan menangkapnya"


"(Habibi menyentuh leher, memastikan kalungnya ada atau tidak)"


"ini ku kembalikan"


"te-terimakasih" mengambil cincin kalung.


"(meremas dengan kuat)" Habibi terdiam.


"(murid-muridnya Habibi saling melihat satu sama lain)"


"ada apa dengan kalian semua?"


"tidak ada! Terimakasih sudah mengembalikannya" ucap Habibi.


"hmm(iya)"


"baiklah kelas hari ini selesai, kalain yang punya kelas lain atau excull yang di ikuti sekarang pergilah"


"(semua bubar)"


Saat semua orang bubar, mereka masih memikirkan apa yang mereka lihat tadi, di sebrang nyoya Moli sangat kesal kepada Anugrah.


"Anugrah nurlatifah! Awas saja kau! Kau akan ku buat menderita! Habibi adalah milikku! Dan cincin itu juga milikku!" ucap Moli marah.


Di taman kelinci, Anugrah sedang memberi makan kelinci-kelinci sedangkan Habibi sedang beristirahat di ruang rahasianya. Sambil melihat Anugrah dari monitor.


"..." melihat Anugrah.


"(megenggam sepasang cincin)"


"haaa..." menghelan napas.


"..."


Flash back mulai...


"Habibi... Kau harus melakukannya!" ucap Bunda.


"apakah harus Bunda?" ucap Habibi.


"harus!" ucap Ayah.


"kau sudah berusia 17 tahun sudah waktunya kau membuat sepasang cincin dari kristal bunga lily keluarga kita"


"..." Habibi diam.


"Habibi putraku... Ini adalah tradisi keluarga kita, setiap anak laki-laki yang lahir di keluarga Royal Crytal Flower Lily harus membuat sepasang cincin dari kristal keluarga tepat pada usia 17 tahun"


"..."


"baiklah"


Habibi menurut dia bersama kedua orang tuanya pergi ke pohong bunga kristal lily (Bunga lily yang terbuka dari kristal) Habibi mengikuti langkah-langkah untuk membuat cincin. Ketika cincin itu jadi Habibi menatap cincinnya agak lama.


"cincin yang indah Habibi... Kau mengukir bentuk bunga lily di cincinnya sebagai mata cincin indah sekali" ucap Bunda.


"ya Bunda benar... Cincin buatanmu indah Habibi"


"hm (iya)"


"dengar Habibi"


"jaga sepasang cincin ini... Janhan sampai hilang! Saat waktunya tiba dimana kau akan menikah ku akan memberikan cincin ini untuk wanita atau gadis yang kau pilih dan kau cintai"


"(Habibi mendengarkan)"


"jangan sampai cincin ini di sentuh orang lain karena, orang yang menyentuh cincin ini akan menjadi takdirmu. Kau mengerti"


"iya Ayah"


Flash back selesai...


"haaa..." masih menghelan napas.


"Anugrah..." menatap Anugrah dari monitor.


"Blusss" telinga Habibi memerah.


"(memakai kalung yang berliontin cincin)"


"..."


"haaa..."


"(berjalan keluar menghampiri Anugrah)"


"Huh?! Hmm..." Anugrah melihat Habibi lalu tersenyum.


"hmm..." Habibi tersenyum.


Percakapan Habibi mulai


"(Habibi tersenyum)"


"antara senang dan terkejut... Itu yang saya rasakan saat ini..."


"tapi jujur... Saya sangat senang, karena Anugrah menyentuh malahan mengengam sepasang cincin itu... Menurut tradisi keluarga saya, wanita atau gadis yang menyentuh cincin itu yang di takdir kan menjadi pasangan saya"


"ya! Itu artinya Anugrah di takdir kan menjadi pasangan saya"


"hmm..." tersenyum.


"kami berdua benar-benar di takdir kan bersama, berawal dari mimpi... Bertemu di kenyataan... Adik dari teman saya yang menjadi suami kakak sepupu saya... Dan sekarang dia menyentuh cincin yang saya buat..."


"(memikirkan Anugrah)"


Percakapan Habibi selesai


Habibi dan Anugrah memberi makan kelinci-kelinci di taman kelinci.


"Anugrah..."


"Hm?" melihat ke arah Habibi.


"meskipun... Tidak menjadi pasangan... Saya akan tetap melindungi mu..."


"..."


"sahabatku..." mata Habibi mulai berkaca-kaca.


"..." wajah Anugrah prihatin.


"(mendekati Habibi dan menghapus air mata Habibi)"


"Cup" mengecup mata Habibi.


"Huh!?? Anugrah?"


"emm?" pipi Habibi di tarik agar tersenyum.


"???" Habibi mengedipkan mata beberapa kali.


"hmm... Tersenyum lah... Semua akan baik-baik saja... Terimakasih karena menghormati permintaan ku" Anugrah tersenyum.


"..." menata Anugrah.


"Tuk" menempelkan keningnya dengan kening Anugrah.


"..." menutup mata.


"tidak apa... Semua baik-baik saja jangan khawatir" menenangkan Habibi.


"ekhehehe...hehehe"


"(mencubit pipi Habibi)"


"senyuman jangan cemberut"


"..."


"kau jelek kalau sedih"


"Anugrah"

__ADS_1


"(Anugrah tersenyum)"


"(semua murid Habibi datang ke taman kelinci dan menyaksikan kedekatan Habibi dan Anugrah)"


"jelek" Anugrah mengoda Habibi.


"apa!"


"jelek-jelek bleee" menjulurkan lidah.


"Anug!!!"


"Hahaha...hahaha" berlari.


"(Habibi mengejar)"


"sini gak!"


"gak mau!"


"Anug!"


"hmhmhm"


"uwa!!!"


"kenakau! Tadi bilang apa? Saya jelek..."


"lepas!"


"gak akan"


"hey! hey! ahk! geli! jangan kelitik aku!"


"rasakan ini! rasakan ini!" mengelitik Anugrah.


"(Habibi dan Anugrah tertawa bersama)"


"nahh... Seperti ini... Kau lebih tampan saat tersenyum"


"...hmm..."


"(memeluk Anugrah dari belakang)"


"apa kalian merasa ada hubungan lain antara mereka berdua?" ucap salah satu murid.


"kurasa iya..."


"tapi entah kenapa aku merasa senang melihat kedekatan mereka" ucap Siti.


"kau benar Siti... Kakak juga merasa senang melihat kedekatan mereka" ucap Adit.


"aku tidak percaya akan mengatakan ini tapi setelah melihat kejadian tadi aku percaya Anugrah memang di takdirkan untuk prof.Habibi"


"aku juga tidak percaya mengatakan ini, tapi kau benar, Anugrah di takdirkan untuk prof. Habibi"


"kalian menyerah? Setelah kejadian ini" ucap Toni.


"kau pun tau kan Toni arti cincin yang selama ini di kalungkan oleh profesor, mulai hari ini dan seterusnya kau tidak boleh merayu Anugrah!"


"..." Toni terdiam.


"apa kalian benar-benar menyerah!" Toni kesal.


"kami para wanita sudah setuju... Tidak akan mengangu hubungan profesor dan Anugrah"


"dan kami para pria juga setuju"


Murid-muridnya Habibi setuju akan tidak akan mengangu hubungan Habibi dan Anugrah, malahan mereka senang melihat kedekatan bahkan keromantisan Habibi dan Anugrah. Tapi Toni tidak suka, dari kejauhan nyoya Moli juga tidak menyukai kedekatan Habibi dan Anugrah.


"(Anugrah mengelus Banny di pangkuannya)"


"..." Habibi mengelus kelinci yang lain di pangkuannya)"


"AHabibi... Aku mau tanya sesuatu..."


"apa?"


"aku tau kau menyembunyikan sesuatu dari ku" melihat ke arah Habibi.


"emm... Apa yang saya sembunyikan?" melihat ke arah Anugrah.


"cincin yang kau kalungkan..."


"Deg!"


"(murid-murid Habibi masih mengintip)"


"..."


"kau tidak mau membaritau aku?"


"haaa...baiklah..."


"(melepaskan kalung dan mengambil tangan Anugrah)"


"(meletakan sepasang cincin di telapak tangan Anugrah)"


"???"


"saya mengkalungkan sepasang cincin ini karena takut hilang, sepasang cincin ini harus saya bawa kemana-mana dan tidak boleh saya tinggalkan"


"kalau begitu kenapa tidak di paki" di jari saja.


"belum saatnya saya memakainya"


"(Anugrah menatap sepasang cincin)"


"apa arti dari sepasang cincin ini?"


"dalam keluarga saya... Sepasang cincin ini adalah... Hal yang sangat penting"


"(Anugrah mendengarkan)"


"intinya sepasang cincin ini tidak boleh di sentuh orang lain selain saya sendiri kecuali orang tua saya, kalau ada yang menyentuhnya selain saya dan orang tua saya... Maka orang itu adalah takdir saya" telinga Habibi memerah.


"(Anugrah masih mendengarkan)"


"jika Laki-laki dia menjadi sodara saya... Dan jika Perempuan dia akan menjadi istri saya" menatap Anugrah.


"Deg! " terkejut dan wajah memerah.


"(menatap Habibi)"


"..."


"jadi cincin ini..."


"nema cincin itu adalah cincin takdir"


"(Anugrah mengengam sepasang cincin)"


"hmmmmm....haaaaaa..." menarik napas dan menghelan napas.


"(menfambil tangan Habibi dan meletakan sepasang cincin di telapak tangan Habibi, lalu mengengam tangan Habibi)"


"..."


"aku mengerti... Itu alasannya kau dan semua orang terkejut saat aku menunjukan kalung yang liontinya cincin"


"tapi... kau pasti tau jawabanku apa..."


"iyaa..." merasa sedih.


"sampai... Kau menemukan calon istrimu... Jaga baik-baik, jangan sampai hilang dan satu lagi"


"(menyentuh dagu Habibi)"


"..."


"jika sampai ada wanita yang memiliki niat buruk kepadamu dan memaksa untuk mendapatkan cincin ini, maka aku tidak akan memaafkanmu!" menatap Habibi dengan serius.


"(sekilas warna mata Anugrah berubah menjadi biru)"


"Huh! Itu barusan..." ucap Habibi dalam hati.


"(semua murid Habibi terkejut dengan apa yang Anugrah ucapkan)"


"aku serius dengan ucapanku!"


"saya mengerti"


"..."


"maka dari itu... Jangan pernah pergi dari sisi saya! Saya juga serius dengan ucapan saya!"


"(warna mata Habibi menyala terang)"


"hm" menggangguk.


"..."


Percakapan Habibi mulai


"semenjak hari itu semua murid saya tidak lagi mengangu Anugrah, mereka tau kalau Anugrah adalah takdir saya. Sebenarnya saya tau murid-murid saya sedang mengintip dan menguping percakapan saya dan Anugrah"


"hanya saja saya membiarkan mereka, kalau saat Anugrah yang mengatakan 'sampai saya menemukan calon istri saya' saya tidak membiarkan mereka mendengarnya"


"tapi saat saya melihat mata Anugrah yang sekilas berwarna biru itu... Menandakan kalau saya sudah menandai dia sebagai pasangan saya"


"warna mata Anugrah itu berwarna hitam gelab, sedangkan warna mata saya berwarna biru persis seperti Ayah saya. Tapi dalam keluarga saya jika wanita yang menjadi istri (menantu) keluarga RCFL memiliki warna mata biru bahkan bisa berubah warna menjadi emas itu menandakan kalau wanita itu sudah menjadi angota keluarga RCFL"


"(warna mata Habibi berubah dari biru menjadi emas)" menatap para pembaca.


Percakapan Habibi selesai


Author: "Dalam keluarga RCFL, memiliki warna biru yang dapat berubah warna menjadi emas. Jika pria atau wanita yang menikah dengan keluarga RCFL akan di tandai dengan mata mereka bisa berubah menjadi warna biru atau emas"

__ADS_1


"Keluarga RCFL adalah keluarga yang di hormati dan di takuti oleh semua orang di kota A dan seluruh kota atau dunia, karena kekuatan keluarga Royal Crytal Flower Lily sangat kuat"


__ADS_2