Habibi Anugrah

Habibi Anugrah
Rahasia Anugrah


__ADS_3

Bunda Habibah terus mengobrol dengan Ayah yaitu suaminya sendiri, menceritakan kemiripan Habibi dan Anugrah. Sedangkan Habibi masih melihat Anugrah yang masih tidur.


"(Habibi masih melihat wajah Anugrah yang tidur)"


"..." Anugrah masih tidur.


"massyaallah...dia terlihat lebih manis saat tertidur dan ini adalah gadis yang saya lihat di dalam mimpi"


"(mengelus wajah Anugrah)"


"hhmmm..." Anugrah mulai terbangun.


"dia mau bangun" langsung duduk di sampingnya.


"(Anugrah membuka mata perlahan)"


"Huh?" Anugrah bangun dan bingun kenapa dia di selimuti oleh jas.


"(Anugrah mengangkat jas)"


"???"


"anda sudah bangun?"


"(melihat ke arah suara)"


"..." Habibi dan Anugrah bertatapan.


"(Anugrah merapihkan dan melipat jas)"


"(menyodorkan jas kepada Habibi)"


"mmm..."


"terimakasih" tidak melihat wajah Habibi.


"..." Anugrah tidak mau bicara.


"..." Habibi juga tidak bicara.


"...hmm saya harus bicara sekarang..." ucap Habibi dalam hati.


"anuu...nona nurlatifah...saya---"


"aku minta maaf..."


"Heh?!"


"apa?"


"aku bilang aku minta maaf, karena telah marah kepadamu...dan juga berdebat termasuk telah meninggikan suara...memangilmu dengan nama lengkapmu itu pun berteriak, melempar sepatu ke arah kepalamu... Aku minta maaf" menghadap ke arah Habibi sambil menundukkan kepala.


"(Habibi mengedipkan mata beberapa kali,karena tidak percaya)"


"aku sunggu-sunggu minta maaf profesor" Anugrah sedih.


"eekkhh, seharusnya saya yang minta maaf kan?"


"tapi aku juga bersalahkan"


"yaa...saya juga minta maaf...nona nurlatifah"


"(saling menatap)"


"jadi kita impas?" ucap Habibi


"kurasa begitu..." ucap Anugrah.


"..." saling melihat.


"hpmf..." menahan tawa, Habibi dan Anugrah tertawa bermasa.


"(saling melihat)" masih tertawa.


"..." berhenti tertawa.


"(saling tersenyum)"


Di ruang kepala sekolah universitas.


"lihat...Bunda benarkan?" ucap Bunda kepada Ayah (suaminya).


"hm-hm (menganguk) iya...bunda benar, mereka berdua sikapnya mirip hmmm...hehehe lucu sekali" ucap Ayah dari sebrang telepon.


"(Bunda dan Ayah tersenyum melihat Habibi dan Anugrah)" kemnali ke taman kelinci.


Habibi dan Anugrah yang sudah saling bermaad-maafan dan akur kembali, sekarang mereka berdua sedang mengobrol dengan yang sedang mengelus Banny...


"(mengelus Banny di pangkuannya)"


"..." Habibi melihat Anugrah.


"jadi aku adalah orang pertama yang berdebat dengan profesor?"


"iya...itu benar"


"hmm begitu"


"(tersenyum)"


Habibi Anugrah sudah berbaikkan, tapi Habibi tetap menghukum Anugrah untuk tidak ikut pelajaranya, agar semua murid tidak akan merasa kalau Habibi tidak adil, Anugrah menerima hukumman dari Habibi karena ini memang kesalahannya. Habibi senang karena Anugrah benar-benar mengerti dengan maksudnya.


Sudah tiga Anugrah tidak mengikuti pelajaran Habibi, ke esokkan harinya dia di izinkan ikut kembali belajar, pelajaran Habibi, terlihat dari tatapan murid dari Habibi menunjukkan tidak auka kepadanya kecuali Siti dan Adit, dan Toni yang tergoda oleh tubuh Anugrah waktu dia melihat Anugrah yang tubuhnya basah kuyuk oleh air bunga.


Jam pelajaran olahraga...


"hari ini adalah pelajaran olah raga dan kali ini akan belajar memanah, terutama memanah adalah hal yang paling di utamakan di universitas kita, baiklah berdiri di tempat masing-masing dan jangan lupa perlalatan memanah kalian"


"(semua murid mempersiapkan perlalatan memanah masing-masing)"


"..." Anugrah menatap anak panah.


"(Habibi memperhatikan semua murid)"


"Huh!??" melihat ke arah Anugrah.


"(Anugrah masih melihat anak panah)"


"ahheh!!" memegang kepala.


"ahh?!!" Habibi khawatir.


"Anugrah kau baik-baik saja?" tanya Siti.


"(Habibi tidak jadi menghampiri)"


"iya...hanya pusing sedikit..." masih memegang kepala.


"kau tidak enak badan?" tanya Adit.


"tidak...aku baik" tersenyum.


"yakin?"


"yaa.."


"kalau kau merasa tidak enak badan beritau Siti atau kak Adit ya jangan diam saja, mengerti..."


"iya..."


"(Siti dan Adit kembali mempersiapkan diri)"


"..."


"haaa..." Anugrah menghelan napas.


"???" menatap Anugrah.


"yang tadi aku rasakan itu apa?" kembali memegang kepala


"..." Habibi menatao Anugrah.


Pelajaran memanah pun di mulai Habibi membingbing murid-muridnya sebagian dari murid-murid sudah pandai memanah, hanya belum bisa memanah titik tengah, sebagian lagi belum pandai. Saat Habibi mengabsen nama muridnya yang akan di uji untuk memanah sasaran, nama Anugrah di pangil untuk melakukan ujian.


"nona Anugrah nurlatifah, sekarang giliran anda" ucap Habibi.


"(Anugrah pergi ke tengah lapang panah)"


"anda sudah siap?"


"yaa..."


"Anugrah memulai untuk memanah, ia mengikuti arahan dari Habibi untuk memeulai memanah, semua yang Anugrah lakukan benar tapi saat ia akan melepaskan anak panah, Anugrah merasakan gejala yang ia rasakan saat melihay anak panah tadi.


"sekarang bidik dan tembak!" ucap Habibi.


"haheh!" Anugrah mendapat penglihatan.


"(Anugrah melihat dan mendengar suara gadis kecil yang menangis dan berlari di kejar oleh beberapa orang)"


"nona nurlatifah? Bidik dan tembak!"


"..." Anugrah tidak mendengar


"jangan kejar aku! Siapa pun tolong aku!" penglihatan dan suara gadis kecil di dalam pikiran Anugrah


"nona nurlatifah?!"


"..." Anugrah tidak mendengar.


"(Anugrah hanyut dalam pikiran)"


"kejar gadia kecil itu!" suara seorang pria.


"tolong! Siapa saja tolong aku!" suara gadis kecil.


"apa ini?! Penglihatan apa ini?! Apakah ini sebuah ingatan?!" ucap Anugrah kebinggungan.


"panah gadis kecil itu!" memakai krosbow.


"(gadis kecil terus berlari)"


"(pria berpakaian hitam bersiap memanah gadis kecil memakai krosbow)"


"(seorang wanita mencari gadis kecil)"


"(melesakan panah dari krosbow)"


"Jebb!!" gadia kecil terpanah di punggung.


"Aaaaa!!!"


"Anugrah!!!" teriak wanita (ibu Anugrah).


"Hah!!!" Anugrah terkejut melihatcgadis kecil itu adalah dirinya.


"nona Anugrah nurlatifah" teriak Habibi menyadarkan Anugrah.


"(Anugrah tersadar)"


"(Anugrah melesatkan Anak panah)"


"jeb!" menancap tepat di tengah.


"!!??" Habibi terkejut.


"(semua orang terkejut karena Anugrah berhasil memanah tepat ke sasaran di bagian tengah.


"(Anugrah terengah-engah)"


"nona nurlatifah anda baik-baik saja?" menatap Anugrah.


"Huh?!! Iyaa...aku baik-baik saja..." menunduk.


"lantas kenapa tadi anda melamun?! Saya memangil anda beberapa kali! Tapi anda tidak menyaut!"


"..." Anugrah terdiam.


"anda tau! Saat sedang membidik target harus fokus! Jangan melamun! Itu sangat berbahaya! Bagaimana kalau ada orang yang terluka karena ke cerobohanmu!" ucap Habibi dengan tegas.


"maaf profesor Habibi..."


Habibi terus manasehati Anugrah, Siti dan Adit yang melihat ada yang tidak beres dengan Anugrah, mwmutuskan menghampiri Anugrah yang masih di nasehati profesor Habibi.


"profesor...maaf kalau ini tidak sopan karena aku dan kak Adit menyela tapi izinkan aku bicara dengan Anugrah"


"...lekukan saja..." ucap Habibi dingin.


"terimakasih profesor"


"(Siti dan Adit menghampiri Anugrah)"


"Anugrah..."


"..."


"ada apa Anugrah?! Apa kau baik-baik saja?!"


"..."


"Anugrah... !!?" menyentuh bahu Anugrah dan terkejut.


"!!??" Siti menyentuh lengan Anugrah.


"dingin..."


"Huh?!" ucap Adit dan Habibi.


"dingi?" Adit menghampiri Anugrah.


"Anugrah lihat wajahku! Anugrah!"


"aku baik Siti" Anugrah masih menunduk.


"tidak kau tidak baik! Lenganmu dingin! Sekarang lihat wajahku!"


"(menggelwngkan kepala)"


"(Siti mulai kesal)"


"Anugrah!" Siti mengangkat kepala Anugrah yang menunduk.


"(Siti, Adit dan Habibi terkejut)"


"Anugrah wajahmu sangat pucat!" khawatir.


"(Habibi menatap dwngan khawatir)"


"aku baik Siti aku baik"


"tidak! Kau tidak baik! Wajahmu pucat tubuhmu dingin!" ucap Adik.


"Anugrah kalau kau tidak enak badan atau sakit kenapa kau tidak bilang?!"


"ya! Kenapa kau tidak bilang! Atau kau katakan saja kepada profesor kalau kau tidak enak badan atau sakit"


"aku sungguh baik"


"diam!" ucao siti.


"..." Anugrah diam.


"profesor aku minta izun untuk mengantar Anugrah ke UKS"


"baiklah...pergilah sekarang bawa dia ke UKS" ucap Habibi dingin.


"terimakasih ayo Anugrah kita ke UKS"


"Tapi siti..."


"menurutlah!"

__ADS_1


"..."


"kami permisi" Siti dan Anugrah pergi.


"anda bisa menjelaskan apa yang terjadi tuan aditiya?" menatao dingin Adit.


"iya profesor"


"Anugrah sebenarnya berfisik lemah, dia tidak boleh kelelahan atau pun banyak pikiran"


"sejak kapan?"


"kalau yang di katakan kakaknya sihh sejak dari kecil"


"kakak? Nona nurlatifah punya kakak?"


"yaa lebih tepatnya sihh kakak sepupu"


"orang tuanya?"


"yang aku tau orang tuan Anugrah sedang berkerja di luar negeri.."


"..." Habibi penasaran.


Di UKS...


"sekarang kau istirahatlah Anugrah..."


"Siti sunggu aku baik-baik saja"


"Anugrah istirahat saja sekarang tidurlah...aku todak akan pergi sebelum kau pulih"


"..."


"Anugrah...aku dan kak Adit khawatir kepadamu... Kami benar-benar khawatir! Kau---" mulai berkaca-kaca mata.


"maaf... Siti karena membuatmu dan kak Adit khawatir...aku hanya lelah..."


"akhirnya kau mengaku..."


"(tersenyum)"


"sempat-sempatnya tersenyum..."


"hehehe..." Anugrah tertawa.


"hmm hahaha" siti tertawa.


Jam pelajaran olahraga selesai, semua murid bubar. Habibi yang sudah menganti pakaiannya menjadi setelan jas (tadi pakai pakaian olahraga) ia pergi ke UKS merasa khawatir kepada Anugrah, sesampai di UKS, Habibi meminta Siti yang menjaga Anugrah untuk pergi dan melanjutkan excullnya, Siti hanya bisa menurut ia pun berpamitan dan oergi.


"..." Habibi menatao Anugrah yang tidur.


"(Anugrah tertidur dengan pulas)"


"(Habibi menyentuh kening Anugrah)"


"ahk! Panas... Dia kena demam"


"(Habibi mengambil pengompres dan mengompres dahi Anugrah)"


"..."


"hmm..." menatap Anugrah.


Percakapan Habibi mulai


"kenapa saya merawat Anugrah? Karena itu permintaan dari Bunda"


"kebetulan saat itu perawat atau dokter yang seharusnya ada di UKS, sedang pergi ke rumah sakit dulu, ya ada keperluan"


"..."


"dan kalau bunda sedang rapat dengan Dosen-Dosen lainya, seharusnya saya juga ikut tapi karena Bunda meminta saya menjaga Anugrah, ya sudah saya lakukan...lagi pula saya tetap bisa mendengar rapat itu dengan kemampuan special saya (mempertajamkan pendengaran) disisi lain saya dan Bunda juga selalu ada du ruang UKS untuk merawat murid yang terluka atau sakit"


"hmm? Kenapa saya mengerti soal medis?"


"alasan saya mengerti soal medis"


"tidak! Bukan hanya karena saya mempelajari ilmu medis... Tapi sebelum saya menjadi Dosen di universitas, saya dulu seorang Dokter... Itu jawabannya..tidak ada lagi"


Percakapan Habibi selesai


Habibi yang menunggu Anugrah yang sedang beristirahat sambil membaca buku novel. Di saat Habibi fokus mendengar rapat, fokusnya buyar karena Anugrah yang bernapas terengah-engah.


"(Anugrah terengah-engah seperti berlari)"


"nona nurlatifah! Ada apa? Anda bisa mendengar saya?!"


"(Anugrah tidak mendengar)"


"Tidak! Menjauh! Jangan! Kejar aku!" mengigau.


"nona nurlatifah sadar!"mencoba mebangunkan.


"...Aaaaab!!!..." Anugrah terbangun.


"!!!" Habibi terkejut.


"(Anugrah terengah-engah)"


"nona nurlatifah..."


"Aaaaa!!! Menjauh! Menjauh!" Anugrah histeris.


"hey! hey! tenang-tenang! Ini saya prof.Habibi"


"heeg...heeg...heeg" menatap dan menurunkan tangan dari kepala.


"tenang ini saya..." menenangkan Anugrah.


"haaa...haaa...haaa..."


"tenang...tarik napas perlahan-lahan dari hidung dan hembuskan perlahan lahan dari mulut"


"(Anugrah melakukan apa yang Habibi bilang)"


"sudah merasa lebih tenang?"


"iiyyaa..."


"(menyodorkan segelas air) minumlah..."


"terimakasih...(menerima segelas air)"


"(meminum air)"


"haaa..."


"mau menceritakan apa yang terjadi?"


"(mengagukkan kepala)"


Anugrah menceritakan kalau dia melihat seorang gadis kecil sedang di kejar oleh segerombolan orang berpakaian hitam dan gadis kecil itu di panah menggunakan panah krosbow dari belakang anehnya gadis itu adalah dirinya sendiri.


"anda mungkin bermimpi buruk karena sedang demam" jawab Habibi.


"tapi itu seperti nyata dan seperti sebuah ingatan auu!!" Anugrah memegang kepalanya karena sakit.


"hey tenanglah...sudah saya akan memeriksa kondisimu"


Habibi memeriksa kondisi Anugrah, setelah di periksa ternyata Anugrah mengalami benturan di kepalanya itulah akibat kenapa kepalanya sakit dan apa yang di lihat oleh Anugrah hanya sebuah halusinasi di karenakan sedang demam. Habibi menyuruh Anugrah untuk pulang dan beristirahat di rumah awalnya Anugrah menolak tapi Habibi terus memberitau Anugrah untuk menurut, setelah excull Siti dan Adit selesai, Habibi memanggil mereka dan menyuruh mereka untuk mengantar Anugrah pulang.


Jam pulang...


"Banny ayo kita pulang" Habibi ada di taman kelinci.


"ekh?"


"anda dan semua kelinci yang lain tidak memakan makanan kalian?"


"(Banny dan semua kelinci sedih)"


"sepertinya mereka bersedih karena nak Anugrah sakit Tuan muda..." ucap pak toto yang datang ingin memberi makan kelinci.


"sejak dari kapan mereka begini?"


"sejak dari pagi Tuan muda...saat mereka semua melihat nak Anugrah menuju ruang UKS, mereka seakan bisa merasakan kalau nak Anugrah sedang tidak enak badan"


"...jangan khawatir dia akan baik-baik saja..." menenangkan Banny dan semua kelinci.


"(Habibi memikitkan Anugrah)"


Dua hari kemudian...Anugrah sudah membaik memutuskan akan kembali bersekolah, setelah mandi ia sedang berdiap akan tetapi...


"...haaa..." menghelan napas.


"pantas saja" mengelap kepala dengan tisu.


"ternyata kumat lagi...tidak aku akan baik-baik saja" membuang tisu.


"(tisu yang di buang di satu keresek di penuhi bercak darah)"


"..." Anugrah meminum obat.


"haaa...waktunya berangkat ke universitas"


Di universitas di tepatnya taman kelinci...


"(semua kelinci termasuk Banny tidak mau makan)"


"ayo kalian harus makan, kalian bisa sakit nanti..." bujuk Habibi.


"haaa..." mengelan napas berat.


"(Anugrah memasuki taman kelinci)"


"semenjak nona nurlatifah sakit, semua kelinci dan Banny tidak nafsu makan"


"hmm(mencium aroma) harum bunga lily?"


"Assalammualaikum profesor..."


"(berbalik)"


"..." saling menatap.


"waalaikumsalam... nona nerlatifah?"


"(Banny dan semua kelinci melihat ke arah Anugrah)"


"(Banny dan semua kelinci melompat pergi ke arah Anugrag)"


"hey Banny dan kalian semua" menangkan Banny yang melompat ke arah Anugrah.


"(semua kelinci langsung menghampiri Anugrah)"


"anda sudah sembuh?"


"alhamdulilah sudah?"


"sukurlah..."


"(Anugrah mengelus Banny dan duduk di kelilingi oleh kelinci)"


"hmm..." Habibi tersenyum.


Jam pelajaran di mulai, Habibi mengajar seoerti biasa dan Anugrah mengikuti pelajaran seperti biasannya, tapi tampa sepengetahuan Anugrah, Ardiyuno menatap dirinya dengan benci.


Jam istirahat...


"kau mau melakukan apa Ardiyuno?" tanya salah satu cewek.


"gue bener-bener kesel sama si Anugrah! Gue harus buat dia nyesek karena udah ngedeketi prof.Habibi!" Ardiyuno kesal.


"terus lou mau apa?"


"kita akan beri sii Anugrah itu pelajaran!" menyeringai.


Ardiyuno dan dua temannya pergi mencari Anugrah untuk membullynya di sisi lain Habibi juga sedang mencari Anugrah, sedangkan Anugrag sedang berada di toilet wanita.


"haaa...haaa..." terengah-engah.


"(menahan rasa sakit)"


"aku tidak boleh sampai sakit lagi"


"(menghapus darah dari kepala)"


Setelah selesai Anugrah keluar dari toilet, baru menjauh dari toilet Ardiyuno dan ke dua temannya menghampiri, saat Ardiyuno akan bertanya kepada Anugrah, Habibi muncul dari arah belakang mereka berempat.


"nona nurlatifah..."


"(melihat ke arah prof.Habibi)"


"ternyata anda di sini..."


"iya profesor..."


"semua kelinci mengamuk karena anda tidak ada, cepat pergi ke taman kelinci dan tenangkan mereka"


"baik profesor..."


"huh?!!"


"tunggu nona nurlatifah..."


"yaa..."


"apa di ujung kerudung depanmu itu darah?"


"!!!"


"ahh...ini...bukan ini hanya cat merah, tadi aku tidak sengaja terkena cat di ruang lukis" tersenyum.


"(mengangkat sebelah alisnya) anda tidak menyembunyikan sesuatukan?"


"tidak..."


"yasudah cepat pergi!"


"baik..." Anugrah pergi.


"dan untuk kalian bertiga! Kembali ke kelas yang (lain) atau ke excull yang kalian ikuti" ucap Habibi tegas.


"(Ardiyuno dan ke dua temannya pergi)"


"mmm...kenapa saya merasa Anugrah nurlatifah merahasiakan sesuatu" ucap Habibi dalam hati.


Saat jam pelajaran prof.Habibi di mulai kembali, Anugrah terus menahan rasa sakit di kepalanya, pelajaran terus berlanjut dan 3 jam telah berlalu semua murid bubar, saat Anugrah akan pergi ke taman kelinci, Ardiyuno menarik lengan Anugrah dengan keras dab kencang membawa pergi menjauh, Habibi yang melihat itu langsung mengikuti.


"Brukg!!" Anugrah di hempaskan ke dingding dengan keras.


"ada apa denganmu Ardiyuno?!"


"diam! Gue benci sama loe! Loe jadi cewek jangan kecentilan deh! Loe tu udah ngegoda gebetan gua!" ucap Ardiyuno kesal dan marah.


Anugrah yang merasa tidak mengoda gebetan Ardiyuno, menepis semua perkataannya, sebaliknya Ardiyuno terus membacottin Anugrah karena mengeles.


"memangnya siapa orang yang kau sukai?!" teriak Anugrah.


"prof.Habibi!" ucap Ardiyuno.


"Deg!"


"(Habibi melihat dari kejauhan)" baru sampai dan mendengar yang Ardiyuno ucapkan.


"prof.Habibi..."


"ya! Dia orangnya! Padahal aku terus mencoba melakukan segala cara agar kau di benci olehnya! Tapi kau selalu saja berhasil mengambil perhatiannya!" Ardiyuno marah.


"(Habibi menggeretakkan gigi)"

__ADS_1


Ardiyuno dan kedua temannya terus memojokkan Anugrah, sampai kepala Anugrah di benturkan dengan keras ke dingding, di saat Anugrah akan di siram menggunakan cat, air kotor, dan sampah kertas. Habibi yang sudah sangat kesal dan marah, tampa ia sadari aura kekuatannya meluap mengakibatkan seluruh kaca jendela yang ada di universitas pecah berkeping-keping dan semua lampu padam danpecah.


"(Habibi menatap dengan marah)"


"(semua kaca pecah, lampu padam dan pecah termasuk di tempat Anugrah sekarang)"


"Aaaa!!!" Ardiyuno dan kedua temanya berteriak menjatuhkan ember cat, air kotor, sampah kertas.


"(semua orang di universitas teriak dan berlarian)"


"Asstakpirullah...aura ini.. Habibi sedang kesal dan marah, tapi apa yang membuatnya semarah dan sekesal ini?!" ucap Bunda.


"(Bunda/kepada sekolah universitas mengumumkan agar semua orang pergi ke aula (karena takuynya Habibi semakin lepas kendali) memperingati sebuah getaran misterius (bohongnya) agar tidak ada yang tau)"


Di saat Ardiyuno dan kedua temannya panik (karena di ruangan mereka berada sekarang) semua benda-benda di sana bergerak oleh Habibi yang mengendalikan, Anugrah mengambil kesempatan itu untuk kabur dari sana, melihat Anugrah sudah kabur Habibi langsung mengejarnya. Anugrah berlari ke arah taman bunga, tampa seoengetahuannya Habibi mengikutinya dari belakang, di saat Anugrah berlari ke arah taman bunga kondiai di luar sedang hujan deras.


"Drap! Drap! Drap!" Anugrah berlari.


"(menahan rasa sakit di kepala)"


"gbrugk!" Anugrah jatuh.


"Hah!??" Habibi khawatir.


"(Anugrah mencoba melepas kerudungnya)"


"(kerudung terlepas) hahhh...haaa..." terengah-engah.


"!!!" Habibi terkejut.


"..." menatap Anugrah.


"ya Allah...aku memohon dengan turunnya hujan ini yang membasahi kepala sampai tubuhku ini akan menghilangkan rasa sakit di kepalaku ini..." Anugrah menahan sakit.


"(darah terus mengalir dengan air hujan di kepala Anugrah)"


"!!!" Habibi terdiam.


Percakapan Habibi mulai


"..."


"piliing saya benar... Anugrah menyembunyikan sesuatu, saya sudah curiga saat melihat bercak merah di kerudungnya"


"waktu itu kan saya langsung bertanya apa itu darah atau bukan, tapi dia malah berbohong"


"tapi yang membuat saya terkejut adalah saat Anugrah melepas kerudungnya, kepalanya terus mengeluarkan darah karena hujan yang deras darah yang ada di kepala Anugrah mengalir bersama air hujan dan itu tidak sedikit..."


"banyak! Sangat banyak!"


Percakapan Habibi selesai


Karena khawatir Anugrah ke habisan darah (darah di kepalanya terus keluar) Habibi menghampiri Anugrah.


"(suara hujan deras)"


"..." Anugrah menenangkan diri dar rasa sakit di kepalanya.


"tap tap tap" berjalan perlahan ke arah Anugrah.


"(Anugrah menutuo mata dan menikmati air hujan yang membasahi dirinya)"


"..." Anugrah melihat ke atas, menanggahkan kepala.


"(Habibi melepas jasnya)"


"(memakaikan ke tubuh Anugrah)"


"Huh?!"


"(bertatapan)"


"(mengambil kerudung Anugrah dan memasangkan di kepala Anugrah)" kerudungnya segi empat.


"(saling bertatapan)"


"tidak baik seorang gadis melepas kerudungnya walau pun di sekitarnya tidak ada pria yang bukan muhrimnya... Bagaimana jika tiba-tiba muncul pria yang bukan muhrimmu" memasangkan kerudung Anugrah.


"..." Anugrah masih menatap.


"selesai...kerudungnya sudah terpasang kembali" menatap Anugrah.


"(mata Anugrah mulai berkaca-kaca)"


"ikut saya...jelakan nanti saja..." mengajak Anugrah berdiri lalu mengangdeng tangan Anugrah.


"tap tap tap" berjalan pergi dari taman bunga.


"(Anugrah nasih menatap Habibi dengan mata di penuhi air mata)"


Habibi mengajak Anugrah pergi dari taman bunga, mereka pergi ke arah tembok yang ada gambar bunga mawar,saat di hadapan tembok itu Habibi meletakakan tangannya di tengah gambar bunga mawar dan tembok itu terbuka, Habibi dan Anugrah masuk ke dalam tembok itu, setelah masuk tembok itu tertutup kembali. Mereka berdua mengikuti lorong di dalam tembok itu, sampai mereka melihat sebuah pintu, Habibi membuka pintu itu dan ternyata tembus ke ruangan atau kantor pribadi miliknya, Habibi melepas gandengan tangannya lalu berjalan ke arah lemari, ia mengambil Handuk dan setelan pakaian dan kembali ke arah Anugrah.


"(menyodorkan Handuk dan pakaian)"


"(Anugrah menerima)"


"masuklah ke pintu berwarna putih itu...bersihkan dirimu(mandi) dan pakai pakaian ini sementara waktu" ucap Habibi.


"..." menatap Habibi.


"saya akan mandi di ruang lain" berjalan ke pintu yang ada di balik rak buku.


Setelah mandi Habibi kembali keruangannya dan membuat dua cangkir teh di bagian dapur (ruang pribadi Habibi mirip apartemen miliknya, luar) setelah selesai membuat twh Habibi melihat Anugrah yang keluar dari kamarmandi dengan memakai pakaiannya.


"(Anugrah melihat Habibi)"


"(Deg!) imutnya...dia benar-benar tengelam di dalam pakaian saya(pakaiannya kebesaran)" ucap Habibi dalam hati.


"blussh" wajah Anugrah memerah.


"blusshhsss" telinga Habibi memerag dan mengalihkan pandangan.


Percakapan Habibi mulai


"Ok! Ok! Sebelum kalian marah-marah kepada saya, saya akan katakan"


"itu hal wajar bagi seorang pria...yaa gimana gak wajar melihat seorang gadis atau wanita yang memakai pakaian milikmu (seorang pria) dan pakaiannya kebesaran untuk sii wanita atau gadis, otomatis.. Dia akan terlihat imut tenggelam dalam pakaian milikmu..."


"terutama kalau pakaiannya komplit atau tidak (hanya pakai atasan saja)"


"Anugrah memakai sweter abu-abu milik saya dan celana trenung olahraga berwarna hitam, jangan berpikir saya memberikan kemeja putih dan celana yang tidak akan muat di pakai oleh Anugrah, celana trening olahraga yang saya berikan modelnya tali kerut, jadi bisa di kerutkan? Dan celana itu akan muat untuk yang bertubuh kecil maupun besar"


"apa alasa?" menjawab komentar pembaca.


"tidak! Saya tidak beralasan!"


"Huh? Kalau tadinya di kasih kemeja?"


"(menatap para pembaca)"


"dengar! Saya tau apa yang kalian pikirkan! Yaitu kalau tadinya Anugrah memakai kemeja putih dan tidak memakai celana panjang..." menatap pembaca.


"hmm...kalian semua nakal!"


"jangan coba-coba membayangkan Anugrah seperti itu" memperingati.


"...hmm(tersenyum) tapi mungkin...kalau saya sudah menghalalkan Anugrah..."


"boleh di coba..." mengerakan alis ke atas lalu ke bawah.


"dia pasti terlihat sangat sexy..." memberatkan suaranya.


Percakapan Habibi selesai


Habibi menghampiri Anugrah dengan membawa dua cangkir teh, ia meletakkan di meja yang dimana Anugrah sedang duduk di sofa, lalu Habibi pergi mengambil kotak P3K dan meletakannya di meja.


"(duduk di smping Anugrah)"


"..."


"silahkan di minum tehnya"


"(Anugrah mengambil secangkir teh dan meminumnya)"


"Huh? (meminumnya)"


"(tersenyum)"


"clik" meletakan cangkir teh.


"..."


"nona nurlatifah..."


"(melihat Habibi)"


"tunjukan kepala anda kepada saya...saya akan memeriksa kepalanya" masuk mode seorang dokter.


"(membuka Handuk yang menutupi kepala)"


Habibi berdiri dan mendekati Anugrah, ia mulai memeriksa kepala Anugrah, Anugrah yang memiliki rahasian mencoba menyembunyikannya tapi Habibi yang tau kalai Anugrah menyembunyikan sesuatu langsubg menegurnya.


"jangan coba menyembunyikan sesuatu di hadapan saya" ucao Habibi dingin.


"Deg!"


"saya sudah curiga, noda merah di kerudungmu itu bukan cat merah tapi darahkan?"


"..."


"jujur saja nona nurlatifah jangan coba-coba merahasiakan sesuatu dari saya?"


"..."


"katakan apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa anda berlari ke arah taman bunga padahal anda sendiri tau kondisi sedang hujan deras! Dan apa anda tidak mendengar pengumuman dari ibu kepala sekolah universitas untuk berkumpul di aula?" membahah hal lain agar Anugrah tidak curiga.


"..."


"jangan hanya diam saja! Katakan sesuatu" sedang mencari bekas luka di kepala Anugrah.


"..."


"ahk! Ini dia lukanya, ternyata ada tepat di puncak kepalamu" sedang mengobati luka.


""stkk! Auuww!!"


"tahan sebentar! Saya sedang mengobatinya"


Saat Habibi mengobati kepala Anugrah ia di buat terkejut karena luka yang mengeluarkan darah bukan hanya di puncak kepala Anugrah saja ternyata di samping kepalanya mau yang kanan atau kiri juga memiliki luka yang sama seperti puncak kepala Anugrah, Habibi mengobatinya juga dan memasangkan perban di kepala Anugrah.


"(memasangkan perban)"


"rambutnya sangat indah...panjang lurus berwarna hitam gelap seperti malam hari, bertubuh munggil, berwajah bulat, mata yang lebar, kulit putih, pipi sedikit tembem, bibir mungil berwarna pech alami (berwarna merah muda/pink alami karena kulit putihnya) punya gigi kelinci yang lucu dan hhhmmmm (menghirup aroma tubuh Anugrah) harum tubuhnya seperti bunga lily" ucap Habibi dalam hati.


"sudah selesai" Habibi kembali duduk di samping Anugrah.


"terimakasih"


"anda masih tidak mau memberi tau apa yang terjadi?"


"..."


"apa anda di bully?"


"(melihat ke arah Habibi)"


"apa yang saya katakan benar?"


"tidak! Aku hanya..."


"hanya apa?!"


"aku akan bercerita...tapi berjanjilah kau ak! Maksudku profesor tidak akan memberi tau siapapun..."


"baiklah...saya akan menjaga pripasi dari pasien saya"


"Hah?!"


"sekarang posisinya saya adalah dokter yang akan menjaga pripasi dari pasiennya, dan juga Dosen yang akan menjaga rahasia muridnya, dengan satu syarat anda percaya kepada saya"


"(mengangukan kepala)"


"jadi?"


"ini memang kondisi tubuhku... Aku sudah berfisik lemah dari sejak lahir jika aku kelelahan atau terlalu banyak pikiran kondisiku akan memburuk seperti ini, aku sendiri tidak tau apa yang mendasari penyakitku ini, intinya aku mengalami gejala penyakit misterius yang dimana kepalaku akan terus mengeluarkan darah di saat kondisi tidak tertentu atau aku kelelahan mau pun mencoba mengigat sesuatu"


"...mengigat seseatu? Maksud anda, anda hilang ingatan?"


"yaa...ingatanku hilang sebagian dan waktu pelajaran olahraga memanah dan profesor merawatku di UKS, apa yany ku katakan waktu itu terasa nyata...aku tidak tau itu ingatanku! Atau penglihatan, tapi saat melihat itu kepalaku benar-benar sakit"


"..." menatap Anugrah.


Anugrah terus bercerita dan Habibi mendengarkan tidak terasa sudah 1 jam Anugrah ada di ruang pribadi Habibi, Anugrah yang sudah memakai kembali pakaian miliknya (selama memakai pakaian Habibi, pakaian Anugrah di cuci dan di keringkan lalu jemur) Habibi mengantar Anugrah keluar universitas lewat jalan rahasia.


"anda yakin tidak mau di antar?"


"tidak terimasi, ohya terimakasih sudah meminjamkan pakaianmu profesor, setelah pakaianku kering aku mencuci pakaian yangvtadi ku pakai mengkin seharusnya sudah kering (pakai pengering pakaian) dan terimakasih sudah mau mengobati luka ku"


"hm...tidak masalah"


"baiklah sampai jumpa lagi profesor"


"ya... Hati-hatilah"


"Assalammualaikum" sambil mencium tangan Habibi.


"waalaikumsalam"


"(Anugrah berjalan menuju halte bus"


"(Habibi masih melihat anugrah)"


"..." Anugrah menunggu seseorang.


"piin piin" suara kelakson mobil.


"Heh? Ada mobil yang menjemput dia?"


"(seseorang keluar dari mobil dan menghampiri Anugrah)"


"..." Habibi penasaran.


"apa pria itu pacarnya? Kalau iya wajar saja kalau dia tidak mau di antarkan pulan" masih melihat Anugrah.


"tapi kok saya rasanya tidak suka melihatnya" merasa cemburu.


"(Anugrah mencium tangan pria yang menjemputnya lalu memeluknya)"


"gggmmm...kenapa harus peluk-pelukan segala sii!" mulai kesal.


"HAH!!?"


"(pria mencium kening Anugrah mengelus kepala Anungrah dengan lembut)"


"tadi peluk-pelukan?! Terus cium kening?! Bisa kan tidak di depan umum!" Habibi sewot.


"(pria mengajak Anugrah masuk ke dalam mobil)"


Habibi yang melihat Anugrah bersama seorang pria yang dia kira adalah pacarnya Anugrah, merasa cemburu melohat kemesraan mereka, tapi saat Habibi melihat wajah sang pria (dari tadi yang terlihat dari belakang) betapa terkejutnya Habibi karena pria itu adalah temanya sendiri.


"!!!" Habibi terkejut.


"(mobil melaju pergi)"


"Adam..."


"tapi bukankah dia sudah menikah?"


"apa hubungan Adan dan nona nurlatifah?!"


"..." penasaran.

__ADS_1


__ADS_2