Habibi Anugrah

Habibi Anugrah
Hadiah ulang tahun yang berkesan


__ADS_3

Tidak terasa 1 tahun telah berlalu dan sudah 2 bulan (kebelakang) Anugrah tinggal di apartemen Habibi, karena Adam dan Gisel yang masih dinas di luar negeri. Hari ini Anugrah bersama teman sekelasnya sedang di kelas karena mengerjakan tugas dari Habibi, sedangkan Habibi sedang rapat di ruang rapat. selesai mengerjakan tugas-tugas semua murid di minta berkumpul oleh satu murid yaitu Adit.


"ok! semuanya... ayo berkumpul"


"(semua berkumpul)"


"apa kalian sudah mempersiapkan untuk kejutannya?"


"iya!" jawab semua orang.


"???" Anugrah binggung.


"..." Adit melihat Anugrah.


"auu! aku lupa memberi tau mu Anugrah"


"hhg?"


"kita semua sedang mempersiapkan kejutan untuk profesor"


"kejutan?"


"kejutan ulang tahun profesor... Anugrah" ucap Siti.


"sungguh! kapan ulang tahunnya?"


"minggu depan" ucap salah satu mahasiswi.


" 7 januari?" ucap Anugrah pelan.


"ya..."


"..." Anugrah terdiam.


"lalu apa rencananya?" tanya Anugrah.


"semua rencana dan tugas-tugas masing-masing kelompok sudah selesai, sekarang tugasmu Anugrah... karena ku sering izin (karena sakit) jadi baru sekarang aku beri tau"


"apa tugas ku?"


"tugasmu... intruksikan para kelinci dan membawa meteka ke taman bunga ok"


"ok..."


semuanya pun mengerjakan tugasnya masing-masing, Habibi yang selesai rapat kembali ke kelasnya, saat Habibi kembali semua muridnya yang tadi berkumpul langsung berpencar dan duduk kembali ke tempat masing-masing dan memeriksa tugas-tugas muridnya.


setelah selesai memeriksa tugas-tugas muridnya Habibi memberi tau pengumuman kepada murid-muridnya.


"baiklah semuanya tolong perhatian, saya punya pengumuman untuk kalian"


"(semua langsung diam dan fokus kepada prof. Habibi)"


"minggu depan tepat tanggal 7 januari universitas kita akan ikut turnamen musik kembali"


"sungguh!?" ucap para murid.


"ya..."


"uwah profesor pasti menang lagi seperti tahun-tahun lalu!"


"ya! profesor pasti menang!"


"(semua murid senang dan bersemagat karena tidak sabar untuk turnamen)"


"..." Habibi murung.


"Huh?!" Anugrah menyadari kalau Habibi murung.


Jam istirahat...


Habibi masih murung... dia duduk di tepi kolam yang ada di taman kelinci, dia menatap air kolam.


"..." Habibi murung.


"(menempelkan bungkus es krim ke pipi Habibi)"


"Ahk! dingin!" menyentuh pipi kanan dan melihat ke samping.


"hayo... ngelamun" ucap Anugrah.


"Anugrah..."


"nii es krim" memberikan.


"terimakasih Anugrah" menerima.


"(Habibi dan Anugrah makan es krim bersama)"


"jadi... apa yang membuatmu murung AHabibi?"


"!??" melihat Anugrah.


"aku tau kau itu berwajah datar, dingin, cuek dan masih banyak lagi, tapi setelah kita dekat dan sekarang sudah jadi teman... aku bisa merasakan emosi mu dan aoa yang kau rasakan, mungkin karena aku sedikit peka"


"..."


"jadi apa yang membuatmu murung AHabibi?"


"saya... takut... Anugrah"


"karena apa?"


"biola..."


"Hah?!"


"setiap tahun saya selalu menjadi juara satu dalam turnamen musik dan itu pun paling banyak dengan biola... tapi tahun ini saya takut! troma! untuk menyentuh biola lagi..."


"..." Anugrah menatap Habibi.


"(memegang tangan Habibi)"


"???" menatap Anugrah.


"aku sudah bilang ini bukan salahmu... aku tau apa yang membuatmu menjadi trauma... karena insiden itu kan..."


"..."


"AHabibi... itu bukan salahmu... iya! memang benar biola milikmu yang mejadi senjata yang telah melukai kepalaku... tapi kumohon... jangan begini, kau tau! aku malah lebih merasa bersalah karena aku biolamu hancur! dan kau menjadi trauma! maafkan aku..." mulai menagis.


"Huh!!!"


"Anugrah jangan menangis" menghapus air mata.


"maaf... terimakasih..." ucap Habibi.


"..." Anugrah menatap Habibi.


"karena sudah mau bertanya... mendengarkan... dan..."


"dan?"


"dan ada disini... terimakasih... maaf karena membuatmu menangis"


"kau harus kuat! aku percaya kau bisa mengalahkan ketakutanmu"


"(tersenyum) tapi tetap saja masih ada yang menganjal" murung kembali.


"(Anugrah mengambil sesuatu)"


"AHabibi... lihat ini"


"selembar baun?" daun kecil.


letakan tanganmu di atas tanganku yang ada daun. setelah aku suruh"


"sekarang pagang daun ini"


"(memegang daun)"


"luapkan semua ketakutan dan trauma mu ke daun itu"


"(melakukan ap yang Anugrah minta)"


"sudah?"


"hm... "


"sekarang letakan daun itubdi atas tanganku dan tanganmu di atas tanganku"


"(melakukan apa yang Anugrah minta)"


"sekarang kau pergilah rasa takut! trauma! kegelisahan! AHabibi"


"..." Habibi merasa lucu dan gemas dengan kelakuan Anugrah.


"huuuu..." meniup.


"sekarang buka tanganmu"


"(membuka tangan dan melihat daun di tangan hilang)"


"hah? kemana daunya?"


"hilang... dan sekarang semua rasa takut, trauma, kegelisahanmu sudah hilang"


"bagaimana bisa?" Habibi kebingungan.


"tidak tau" mengangkat bahu dan kedua tangan ke atas.


walau bingung tapi Habibi kembali merasa tenang setelah bersama Anugrah.


Jam pulang...


Anugrah pulang lebih dulu, Habibi akan pulang telat karena rapat lagi. saat di apartemen Anugrah sedang mencoba memperbaiki sesuatu.


"hahh... masih belum bisa!"


"..."


"tunggu sebentar, apa aku harus mengunakan seluruh kekuatan itu?"


"..." berpikir.


"baiklah aku akan melakukannya! aku tidak boleh menyerah!"


"(meletakan tangan di atas benda yang sedang ia perbaiki)"


"aku tau... aku tidak mau mengunakan kekuatanmu... tapi untuk kali ini pinjamkan aku kekuatanmu lebih besar lagi... aku ingin memperbaiki biola ini... yang di penuhi kenanga AHabibi dan sahabatnya..."


Anugrah memfokuskan kekuatan yang dia miliki untuk memperbaiki niola milik Habibi (yang rusak karena insiden itu) Anugrah terus memfokuskan kekuatan misterius yang dia miliki.


"(biola yang terbagi dua dan hancur itu kembali utuh)"


"hahh! alhamdulillah biolanya utuh kembali... ini berhasil" memeluk biola.


"aku bisa merasakannya... kebesamaan, kebahagiaan, kesenangan, keceriaan, dan masih banyak lagi perasaan AHabibi dengan sahabatnya dari biola ini..." menutup mata dan memeluk biola dengan erat.


"(Anugrah meneteskan air mata)" merasakan perasaan Habibi dan sahabatnya dari biola kristal.


"(darah menetes dari hidung Angurah)"


"akkhh!!" merasakan sakit.


"(menyentuh hidungnya)"


"!!!"


"(meletakan biola)"


"(memasukan tangan ke dalam kerudung dan menyentuh kepala)"


"hahhkk!!"


"darah... apa aku terlalu memaksakan diri lagi... ok! aku tau ini konsekuensinya jika aku mengunakan kekuatanmu"


"sebaiknya aku membersihkan ini sebelum ahabibi pulang"


"(pergi membersihkan darah di kamar mandi)"


setelah membersihkan diri Anugrah langsung merapihkan biola milik Habibi (mengelap dan memasukkan nya ke kotak atau tempat biola) setelah selesai, Anugrah pergi ke dapur dan memasak makan malam untuknya dan Habibi. Habibi pulang tepat jam 8 malam, saat Habibi masuk ke apartemennya dia mencium harum wangi masakan Anugrah. Habibi menyapa Anugrah yang ada di dapur, Anugrah menyambut dan menyapa balik. Habibi pergi ke kamar untuk mandi dan berganti pakain selesainya Habibi datang ke ruang makan, Anugrah yang sudah selesai masak dan dia sedang menyajikan makanan, Habibi membantu Anugrah menyajikan makanan, setelahnya mereka makan bersama.


keesokan harinya di universitas Habibi mengajar seperti biasa dan juga dia letihan main biola (dengan biola lain) di taman kelinci, dengan di temani Anugrah, Anugrah memberi makan kelinci. Anugrah melihat Habibi yang masih merasa gelisah, Anugrah memberi semangat dengan cara tersenyum ke arahnya, Habibi yang melihat itu merasa tenang dan kembali fokus berlatih biola. selama Habibi dan Dosen-Dosen yang ikut turnamen atau kontes musik berlatih, Anugrah dan teman-teman sekelasnya mempersiapakan kejutan untuk hari ulang tahun Habibi.


Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba, semua orang sudah ada di ruang Aula (turnamen di adakan di universitas RCFL) Anugrah yang merasakan kepalanya sakit lagi (akibat dia mengunakan kekuatan misteriusnya) sekarang dia ada di dalam toilet sedang mengobati dan mengelap darah yang keluar dari kepalanya.

__ADS_1


"huuu... sudah tidak ada lagi darah yang keluar..."


"sekarang aku harus pergi ke Aula" membereskan perban, obat, kapas, tisu yang dia pakai untuk mengobati dan mengelap darah yang keluar dari kepalanya.


semua kontestan sudah tampil tinggal Habibi yang belum dan sekarang gilirannya untuk tampil, Habibi naik ke panggung dan saat di atas panggung Habibi melihat kesana-kemari mencari keberadaan Anugrah di bangku penonton (bagian kelasnya Habibi) tapi Habibi tidak menemukan keberadaan Anugrah. saat tau Anugrah tidak ada Habibi merasa gelisah karena khawatir kepada Anugrah, tapi saat dia mempertajam pendengarannya ia mendengar dari Siti dan Adit yang mengobrol membahas kemana Anugrah pergi, Siti mengatakan kalau Anugrah bilang kepadanya pergi ke toilet karena kebelet, mendengar itu (Anugrah baik-baik saja) membuat Habibi merasa lega.


Habibi langsung memulai bermain biola, Habibi bermain lagu Broken Angel saat dia bermain semua penonton bertepuk tangan dan terdiam mendengarkan alunan musik dari biola yang Habibi mainkan.


Bunda Habibah menyambut kedatangan Adam dan Gisel yang baru saja pulang dan langsung pergi ke acara ini, Adam menanyakan Anugrah dimana Gisel pun bertanya hal yang sama, Bunda menjawab kalau Anugrah pergi ke toilet.


Habibi terus fokus bermain biola tapi saat dia menutup mata untuk memfokuskan permainannya sekelebat ingatan mengenai insiden yang membuat Anugrah terlukan di bagian kepalanya di akibatkan di pukul oleh biola miliknya dan Habibi yang mengendong Anugrah yang terluka parah dan berlumuran darah, Habibi membuka matanya dan tidak sengaja mengeser senar biola dengan kasar dan membuat nada yang yaring.


Habibi berhenti main biola dia terdiam, semua penonton saling bertanya-tanya apa yang terjadi. Bunda Habibah yang melihat Habibi berhenti bermain tau kalai Habibi teringat insiden itu.


"..." Habibi menatap ke arah atas (bangku VIP) melihat Bunda, Adam, dan Gisel).


"..." Bunda, Adam, dan Gisel menatap Habibi.


"..." Habibi menatap murid-muridnya.


"(semua murid Habibi hanya diam)"


"..." Anugrah yang baru masuk melihat apa yang terjadi.


"maafkan saya... saya tidak bisa melanjutkan permainan saya" ucap Habibi, menyentuh mic yang ada di pipinya.


"tap... tap... tap" Habibi berjalan pergi dari panggung.


"(suara biola)"


"Huh?! " Habibi berbalik mencari suara biola dari bangku penonton.


"(semua penonton mencari sumber suara)"


"..." Habibi masih mencari.


"(suara biola lagu humko humise churalo)"


lampu sorot langsung menyorot ke arh seseorang yang bermain biola dari arah pintu masuk penonton, semua orang terkejut begitu juga dengan Habibi.


"(berjalan ke arah panggung dengan masih bermain biola)"


"Anugrah..." ucap Habibi, yang terdengar oleh semua orang karena mic yang di pipi Habibi.


Anugrah terus berjalan ke arah panggung sambil bermain biola ia naik ke panggung dan berjalan mendekati Habibi.


"(berhenti di hadapan Habibi dan bermain biola)"


"..." Habibi menatap Anugrah.


"(Anugrah tersenyum ke arah Habibi)"


"aku tau kau... terigat insiden itu"


"!!!" Habibi terkejut Anugrah mengetahuinya.


"tapi itu sudah berlalu..."


"..." Habibi terdiam.


"(Anugrah menatap Habibi)"


"itu tidak akan pernah menghilang dari ingatan saya"


"..."


"benar! itu tidak akan hilang dari ingatanmu... bahkan ingatanku..."


"huh!?"


"..." Habibi mendengarkan.


"maka dari itu jangan kau lupakan" ucap Anugrah serius.


"..."


"aku memang memintamu untuk melupakannya... tapi kau malah terus teringat dengan insiden itu..."


"..."


"maka dari itu jangan memaksakan untuk melupakannya karena itu akan melukai mu..."


"..."


"AHabibi..."


"(menatap Anugrah)"


"aku pun tidak akan melupakan insiden itu..." ucap Anugrah lalu tersenyum.


"Deg!"


"aku akan terus mengingat insiden itu..."


"..." mata Habibi mulai berkaca-kaca.


"jadi kau tidak sendirian mengigat insiden menakutkan itu..."


Bunda Habibah, Adam, Gisel, semua murid Habibi dan semua penonton mendengar apa yang Anugrah obrolkan dengan Habibi karena suaranya juga terekam mic di pipi Habibi.


"(mengerakkan tangannya meminta Habibi menunduk dan mendekat)" Habibi dari tadi mengobrol dengan Anugrah sedikit membunkuk karena Anugrah pendek.


"(melakukan yang di minta Anugrah)"


"???"


"(Anugrah meletakan jari telunjuk dan ibu jarinya di masing-masing sidut bibir Habibi)"


"!??"


"(Anugrah mendorong pelan ujung bibir Habibi dan terbentuk senyuman)"


"Huh?!"


"aku sudah pernah bilang kan... kau lebih tampan saat tersenyum" Anugrah tersenyum ke arah Habibi sambil mengedipkan satu matanya.


"blussss" telinga Habibi memerah.


"(Anugrah menjauh sedikit dan mulai bermain biola lagi)"


Percakapkan Habibi mulai


"saat itu saya... benar-benar kagum dengan Anugrah, dengan keberanian nya dia bermain biola dari arah bangku penonton berjalan ke arah saya yang ada di panggung, tidak peduli dirinya di cemooh ole semua orang, dengan tersenyum terus berjalan ke arah saya" terkagum.


"menenangkan saya karena yang gelisah, dia taubkalau saya mengigat insiden itu... dia mengatakan kalau dia juga tidak akan melupakan insiden itu... dia akan terus mengigatnya" terharu.


"dan yang membuat saya semakin tertarik kepadanya adalah... Anugrah yang bermain biola sambil menari dan dia terlihat sangat mempesona"


Percakapan Habibi selesai


Anugrah yang bermain biola sambil menari membuat semua oenonton terpukau, Bunda Habibah, Adam dan Gisel langsung tersenyum melihat apa yang Anugrah lakukan.


Habibi tersenyum lebar dia pun bermain biola kembali, Anugrah yang melihatnya tersenyum lebar dan mengajak Habibi berduet, Habibi dan Anugrah bermain biola dengan begitu merdu dan jerennya, semua orang yang menonton bertepuk tangan da bersorak-sorak.


Habibi Anugrah bermain lagu romantis dari film india Radha Krisna bersama sambil menari, terlihat mereka juga tersenyum, semua orang terkejut melihat The cold face tersenyum, semua penonton wanita langsung histeris melihat Habibi tersenyum, semua penonton pria terpesona dengan Anugrah. mereka bermain sampai lagu selesai, saat lagu selesai mereka saling berhadapan dan bertatapan.


"(saling berhadapan dan menatap)"


"(tersenyum bersama)"


"prok! prok! prok! prok!" penonton bertepuk tangan.


selesai melakukan penampilan itu Bunda, Adam, Gisel dan murid-muridnya Habibi menghampiri mereka berdua di belakang panggung, Bunda langsung memeluk Habibi Anugrah dan mencium pipi mereka, setelah melepas oelukan Bunda mengengam tangan Anugrah dan berterimakasih dengan menagis haru, Anugrah menenangkan Bunda dan menghapus air mata Bunda.


"tidak perlu berterimakasih Bunda... ini juga kesalahan ku... karena aku profesor terus teringat insiden itu... maafkan aku" melihat ke arah Habibi.


"(mendekati Anugrah)"


"Anugrah nurlatifah" menegang kedua tangan.


"..."


"Terimakasih... karena tidak akan melupakan insiden itu juga..." tersenyum.


"hmm..."


"(mendekat dan sedikit menunduk)"


"cup" mengecup kening Anugrah di hadapan semua orang.


"Huh?!" Anugrah terkejut.


"Hah??!!" semua terkejut.


"blusss" wajah Anugrah memerah.


"hmm..." Habibi tersenyum.


"(Anugrah merasa canggung)"


"Habibi! kau nakal!"goda Bunda.


"..." melihat Bunda.


"wahh... ternyata kau bisa main sosor juga kaya bebek" goda Adam.


"..." melihat Adam.


"mmhhmm... Habibi..." gida Gisel.


"..." melihat Gisel.


"apa?" ucap Habibi.


"hpfm... hahaha..." tertawa bersama.


"..." melihat Anugrah.


"(Anugrah tertawa dengan wajah di tutup ke dua tangannya)"


"(Habibi tertawa kecil)"


Toni melihat kedekatan Habibi dan Anugrah merasa kesal.


Pengumuman pemenang turnamen...


saat pengumuman pemenang akan di sebut siapa yang akan menang, semua peserta merasa tegang.


"pemenang untuk tahun ini adalah..."


"(menunggu)"


"Habibi maulana royal crystal flower lily" ucap mc.


"(semua murid Habibi dan penonton bersorak gembira dan juga bertepuk tangan)"


"tunggu dulu!" ucap Habibi.


"(semua orang terdiam)"


"tahun ini saya bukan penenangnya..."


"(semua orang terkejut dan bingung)"


"kenapa saya mengatakan ini... karena saya seharusnya di eliminasi, saya berhenti bermain biola di tengah-tengah pertandingan dan tidak melanjutkan... otomatis saya di eliminasi, tidaj adil bagi peserta yang lain jika saya yang menang... jadi tolong kalian cari pemenang yang sebenarnya dari peserta yang mengikuti lomba secara adil"


"(semua bingung)"


"saya akan memberi tau alasan kenapa saya berhenti main biola di tengah-tengah"


"(melihat ke arah Anugrah dan mengulurkan tangan)"


"..." Anugrah yang melihat itu, langsung melihat ke arah Bunda, Adam dan Gisel.


"(mereka bertiga mengangguk, mengiyakan)"


"(Anugrah berjalan ke arah Habibi dan menerima uluran tangan Habibi)"


"(Habibi mengandeng tangan Anugrah)"


"alasan saya tidak bisa bermain biola karena 1 tahun yang lalu ada insiden dimana salah satu mahasiswi saya harus koma, di karenakan kepalanya di pukul dengan biola milik saya sendiri"


"(semua terkejut)"


"dan kalian semua tau kalau biola milik saya terbuat dari kristal otomatis sangat keras"

__ADS_1


"dan mahasiswi saya yang menjadi korban itu adalah gadis ini... yang kalian lihat sekarang, yang tadi bermain biola smbil menari" melihat ke arah Anugrah.


"(Anugrah melihat Habibi)"


"dialah mahasiswi saya yang mengalami insiden itu dan karena insiden itu... saya jadi teroma dan tidak mau bermain biola lagi"


"..."


"tapi... karena gadis ini datang kepada saya dengan cara bermain biola dari arah masuk bangku penonton, tidak peduli kalian semua mencemooh dirinya, membicarakan dirinya, atau apapun yang kalian lakukan tadi, dia tetap berjalan ke arah saya dan dirinya menyemagati saya untuk tidak terlalu memikirkannya"


"..." menatap Anugrah.


"dan yang membuat saya kagum kepadanya adalah... dia mengatakan 'itu sudah berlalu, itu tidak akan hilang dari ingatan saya bahkan ingatan dirinya, maka dari itu jangan memaksakan untuk melupakannya karena itu akan melukai saya, dirinya pun tidak akan melupakan insiden itu, karena dirinya pun tidak akan melupakan insiden itu, dirinya juga akan terus mengigat insiden itu' kata-katanya itu yang membuat saya sangat kagum kepadanya"


"dia memaafkan, menerima dan tidak akan melupakan semua itu agar saya tidak merasa bersalah kepadanya" menatap Anugrah.


"(mata Habibi berkaca-kaca)" tersenyum.


"..." Anugrah membalas senyuman.


setelah menjelaskan yang terjadi, MC acara, para juri dan semua penonton menerima keputusan Habibi dan yang memenangkan turnamen adalah orang lain. Selesai acara semua bubar, tersisah Habibi dan murid-muridnya termasuk Ayah (yang baru datang) Bunda, Adam dan Gisel.


tapi anehnya Habibi tidak menemukan keberadaan semua orang, saat mencari orang-orang, Banny menghampiri Habibi dengan membawa sepuncuk surat di ikat di punggungnya. Habibi mengambil dan membaca isinya.


isi surat itu sebuah petunjuk untuk nya pergibke taman bunga, Habibi pergi ke taman bunga bersama Banny, Habibi mencari keberadaan semua orang tapi tidak menemukan siapa-siapa, saat menuju taman bunga Habibi juga tidak menemukan siapa-siapa dan suasana disana gelap dan sunyi, sampai akhirnya...


"(Habibi melihat ke kanan ke kiri tidak menemukan apa-apa)"


"klik!" semua lampu menyala.


"kejutan!!!" ucap semua orang.


"!!!" Habibi terkejut.


"selamat ulang tahun prof.Habibi" ucap semua muridnya.


"selamat ulang tahun Habibi" ucap Ayah, Bunda, Adam, dan Gisel.


"oouu... manis sekali... kalian semua merencanakan semua ini?"


"ya!!!" jawab semua.


"terimasih..."


"(semua tersenyum dan tertawa)"


"(Anugrah mengintruksikan para kelinci untuk melakukan sesuatu)"


"(semua kelinci berkumpul dan membentuk kelinci besar)"


"oooouuuu...." Habibi kegemesan.


Habibi menikmati perayaan ulang tahunnya bersama semua orang dengan sangat gembira dan meriah.


larut malam...


tidak terasa waktu sudah berlalu semua murid Habibi pulang, yang tersisah hanyala Ayah, Bunda, Adam dan Gisel.


"(sedang mengobrol)"


"Anugrah dimana?" tanya Habibi menyadari Anugrah tidak ada.


"Anugrah sedang membawa semua kelinci ke taman kelinci" ucap Gisel.


"sendirian?" Habibi khawatir.


"tidak dia bersama Banny" ucap Ayah.


"..."


"ohya! apa kaubsudah mengucapkan selamat kepada Anugrah?" ucap Adam.


"ucapan selamat untuk siapa adam?"


"Hah?! apa Anug tidak memberitau mu?"


"soal apa?"


"haaahhh... Anugrah-Anugrah, pasti dia lupa... saking sibut mengurus persiapan bersama teman-teman sekelasnya" ucap Bunda.


"???"


"temanku Habibi... hari ini adalah hari ulang tahun Anugrah juga"


"!!?? apa?! hari ini ulang tahun Anugrah juga?!"


"ya!" jawab mereka berempat.


"kami sudah mengucapkan selamat dan memberi hadiah kepadanya, tinggal dirimu yang belum" ucap Ayah.


"..."


"pergilah temui Anugrah danberi ucapan selamat kepadanya"


"(Habibi pergi ke taman kelinci dan mencari Anugrah)"


Taman kelinci...


Anugrah sedang menghirup harum bunga lily di taman kelinci.


"..."


"Anugrah!" panggil Habibi sambil menghampiri Anugrah.


"AHabibi..."


"(Habibi menghampiri Anugrah dan sekarang ada di hadapan Anugrah)"


"Anugrah saya---"


"tunggu... aku punya hadiah untukmu"


"..."


"(mengambil hadiah)"


"ini..." memberikan hadiah.


"apa ini?"


"bukalah..."


"(membuka hadiah dan ternyata tas biola milik Habibi)"


"..."


"(membuka tas biola)"


"Hah!!!"


"iiinnniii... biola milik saya!? tapi bagaimana? bukannya ini sudah hancur dan---" melihat Anugrah.


"selamat ulang tahun AHabibi..."


"..."


"aku berusaha keras untuk memperbaiki nya... selama ini aku selalu memperbaiki biola itu..."


"..." Habibi menatap Anugrah.


"aku tidak bisa membiarkan semua kenangan mu, kegembiraan, keceriaan, kebersamaan, seyum, tawa, dan masih banyak lagi yang aku rasakan dari biola itu... semuanya tentang mu dan sahabat mu..."


"..." menatap Anugrah.


"aku tidak bisa merenggutnya dari mu... karena insiden itu... karena itu aku meminta biola mu untuk ku perbaiki"


"..."


"akhirnya biola itu kembali utuh... dan ini hadiah ku untuk mu..." tersenyum.


"..."


"memperbaiki dan mengembalikan biola mu"


"(Habibi menatap biola)" dan tampa di sadari Habibi meneteskan air mata.


"terimakasih Anugrah" memeluk erat biola itu"


"(Anugrah tersenyum)"


"(meletakan biola)"


"terimakasih Anugrah terimakasih " memeluk Anugrah.


"..." Anugrah membalas pelukan Habibi.


Habibi yang masih dalam suasana haru memeluk Anugrah dengan erat, merasa sesak Anugrah menepuk punggung Habibi, memberi kode kalau dia sesak, Habibi melepas pelukannya dan menatap Anugrah.


"saya juga punya hadian untuk mu..."


"???"


"selamat ulang tahun Anugrah" ucap Habibi lembut.


"Hah?"


"(tersenyum)"


"Cup" Habibi mencium Anugrah.


"!!!???" Anugrah terkejut.


Habibi mencium Anugrah dengan lembut, lama kelamaan Habibi memperdalam ciumannya dan tampa di sadari ******* bibir dan meresap bibir Anugrah dengan lembut. Anugrah yang terkejut hanya terdiam.


Percakapan Habibi mulai


"(Habibi tersipu)"


"saya terbawa suasana ok! tampa saya sadari langsung mencium Anugrah"


"jadi... yaa begitulah..." malu sama kelakuan sendiri.


Percakapan Habibi selesai


Habibi memeluk Anugrah dengan erat dan memperdalam ciumannya sampai beberapa detik kemudian...


"(melepas ciuman)"


"..." saling menatap.


"(Habibi tersenyum)"


"blusss..." wajah Anugrah memerah.


"hmm..."


"..." Anugrah terdiam.


"wajahnya memerah... mengemaskan yaa..." ucap Habibi dalam hati.


"(Anugrah pingsan)"


"ehk! Anugrah?"


"(Anugrah pingsan dalam pelukan Habibi)"


"Anugrah! Anugrah! bangun!"


Habibi mencoba membangunkan Anugrah dengan cara menepuk-nepuk pipinya Anugrah. saat menyentuh pipi dan dahi Anugrah ternyata Anugrah terkena demam, Habibi langsung mengendong Anugrah ia bertelepot ke apartemennya, Habibi menelepon Bunda kalau dirinya bertelepot ke apartemennya bersama Anugrah dan memberi tau kalau Anugrah terkena demam. Bunda yang memdengarnya, Bunda langsung mberitau Ayah (suaminya) Adam dan Gisel. mereka berempat langsung pergi ke apartemennya Habibi, sesampainya mereka melihat kondisi Anugrah berbaring di tempat tidur Habibi. Adam mendekati Anugrah, dia mengecek kondisi Anugrah.


benar saja Anugrah benar-benar demam, Adam mengira Anugrah pasti kelelahan dengan acara hari ini dan persiapan ultah Habibi.


setelah selesai melihat kondisi Anugrah, semua memutuskan pulang, Adam meminta Habibi menjaga Anugrah setelah kondisinya sudah sembuh Adam dan Gisel akan menjemput Anugrah untuk pulang kembali ke rumah mereka, Habibi mengiyakannya.


Tengah malam...


karena khawatir kepada Anugrah, Habibi terus memengang tangan kanan Anugrah, sambil menganto kompresan kening Anugrah dengan yang baru. Tidak terasa malam sudah sangat larut karena dirinya juga kelelahan Habibi tertidur di samping Anugrah dengan tangan masih memegang tangan Anugrah.


"zzzzzzz..." Habibi tertidur di samping Anugrah.


"(Anugrah yang tidur pulas)"


"(tidak melepas gengaman tangn)"


"Anugrah..." ucap Habibi dengan lembut dalam tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2