Habibi Anugrah

Habibi Anugrah
Rahasia Anugrah di ketahui habibi


__ADS_3

Flashback/kilas balik mulai... (kejadian Habibi yang merawat Anugrah yang masih koma [2 minggu masih koma] sedang mengobrol dengan Adam)


Di atap gedung rumah sakit...


"(menatap pemandangan kota)"


"..." Adam dan Habibi terdiam.


"Habibi teman ku... Terimakasih sudah mau merawat adik ku... "


"hm (iya) tidak perlu berterimakasih, malahan saya masih merasa bersalah karena kondisi nona nurlatifah seperti ini"


"..."


"Habibi... Apa Anug perna bercerita soal fisik tubuhnya?"


"ya, pernah... Kalau tidak salah, sebelum saya salah paham dengan mu dan nona nurlatifah"


"begitu yaa..."


"..."


"Habibi..."


"hm?"


"jika kau menyukai Anugrah... Aku akan merestui hubungan kalian..."


"apa maksud mu Adam?"


"...hanya jika saja... Kau mau menikah suatu saat nanti dan wanita atau gadis yang akan menjadi pengantin mu adalah Anugrah... Aku akan sangat merestui kalian dan berterimakasih"


"jangan bicara ngawur, Adam kau ini kenapa?"


"intinya aku tidak akan mengizinkan pria lain untuk mendekati Anugrah, tapi kalau kau... Aku izin kan" berbicara serius.


"..."


"tolong jangan biarkan Anugrah tersakiti bahkan oleh mu! Sekali pun!"


"..." menatap Adam.


"aku serius!"


Flashback/kilas balik selesai...


"kenapa kau harus menyukai ku?" Anugrah menatap Habibi dengan sedih.


"apa maksud mu?"


"maafkan aku... Tapi aku tidak bisa menerima perasaan mu"


"emm... Kau tidak perlu menjawabnya sekarang"


"maafkan aku... Aku---"


"hey! Anugrah lihat saya"


"(melihat Habibi)"


"saya hanya mengungkapkan perasaan saya, bukan berarti kau harus menjawabnya sekarang, mengerti!"


"..."Anugrah diam.


Saat Habibi akan mengobrol dengan Anugrah lagi, Ayahnya menelepon dan harus menerima telepon.


"(Habibi sedikit menjauh untuk menerima telepon)"


"(menahan air mata)"


Anugrah yang menahan air matanya, kelelahan dan akhirnya tertidur. Habibi yang selesai menelepon menghampiri Anugrah.


"..." Habibi melihat Anugrah yang tidur.


"hmm..." Habibi tersenyum.


"(Habibi mengendong Anugrah ke kamarnya dan mengistirahan kan Anugrah)"


Seminggu telah berlalu, Anugrah sudah pulang kembali ke rumah Adam dan Gisel, dirinya terlihat menjauhi Habibi malahan menghindarinya. Habibi yang merasakan Anugrah menghindarinya terus berusaha mendekati Anugrah. Setiap Habibi berhasil mengobrol dengan Anugrah, Anugrah malah bersikap acuh tak acuh dirinya bersikap dingin kepada Habibi.


"Drap! Drap! Drap!" Anugrah berlari.


"Anugrah!" pangil Habibi yang mengejarnya.


"pergi! Jangan ikuti aku!"


"(Habibi berhasil menangkap tangan Anugrah dan membawanya ke sebuah lorong)"


"apa maumu!" sentak Anugrah.


"cukup! Berlarinya!" sentak Habibi.


"ada apa denganmu sebenarnya?! Kenaoa kau terus menghindari saya?!"


"..." tidak menjawab.


"dan kenapa sikapmu seperti ini?! Ada apa denganmu..."


"aku tidak mau dekat-dekat dengan mu! Kau tau setelah kita menjadi dekat fansmu! Terus mengganggu ku! Aku tidak menyukainya!"


"kenapa kau tidak bilang kepada saya... Saya akan---"


"untuk apa! Kau tidak akan peduli!"


"!!!"


"apa maksud?"


"kau tidak akan peduli! Kau memang mengatakan kalau kau menyukai ku! Tapi aku membencimu!"


"Deg!"


"kai bilang kau akan selalu ada untuk ku! Buktinya tidak! Aku sudah muak! Terutama mendengar ocehan semua orang yang membicarakan ku! Kau takan mengerti"


"..."


Habibi dan Anugrah terus berdebat dan pada akhirnya...


"jadi sekarang apa yang akan kau lkukan?!" ucap Habibi dingin.


"aku akan melupakan mu! Untuk selamanya!"


"Brak!" mengurung Anugrah dengan kedua tangannya ke dingding.


"(mendekatkan wajah ke wajah Anugrah)"


"jadi kau akan melupakan saya?"


"ya!!!" ucap Anugrah serius.


"kalau begitu cobalah lupakan saya!"


"Cup" mencium Anugrah.


"Deg!" Anugrah terkejut.


"(sedikit menggigit bibir bawah bagian kanan Anugrah)" memberi tanda.


"(melepas ciuman)"


"..." menatap wajah Anugrah.


"hmp!" tersenyum miring.


"Tap! Tap! Tap!" Habibi berjalan meninggalkan Anugrah.


"(Anugrah bersandar ke tembok dan merosot ke bawah)"


"(menyentuh bibir)"


"kenapa kau lakukan ini..." menyentuh tanda yang di buat Habibi.


"(mulai menangis)"


"andai kau tau... Saat aku mengatakan semua itu... Itu sangat menyakiti diriku juga... Hist... Tapi kenapa kau mencium ku... Dan memberi tanda 'Kepemilikkan' mu..."


"(menutup wajah dengan kedua tangan dan menangis)"

__ADS_1


"maafkan aku... maafkan aku... AHabibi... Maaf"


1 Bulan telah berlalu Habibi dan Anugrah sudah tidak saling bicara, tapi Habibi masih terus mengawasi Anugrah dari kejauhan. Hari ini kelas Habibi mendapat tugas dari Ibu kepala sekolah universitas untuk membantu petani kebun buah, sayur, dan bunga yang ada di bagian timur kota, sedangkan kelas lain mendapat tugas lain. Selama di perkebunan semua murid-muridnya Habibi mendapat tugas masing-masing sedangkan Habibi membantu petani bersama mahasiswa yang membantu petani, memindahkan kotak-kotak yang berisi hasil panen buah-buahan, sayur-sayuran, dan beberapa bunga.


"tap tap tap" Anugrah berjalan ke arah kebun apel.


"(Anugrh duduk di bawah pohon apel, bersandar ke pohon)"


"haaaa... (menghelan napas) aku kelelahan... Sebaiknya aku istirahat sebentar" meletakan bunga-bunga yang baru di panen di pangkuannya.


Anugrah yang ke bagian tugs memetik bunga, karena kelelahan Anugrah memutuskan beristirahat di bawah pohon apel, sakinh kelelahan Anugrah ketiduran.


"Zzzz..." Anugrah tertidur.


"haaa... Lelah sekali... Tapi aku harus menyelesaikan tugasku" ucap Adit.


"huh?!"


"bukan kah itu Anugrah? Sedang apa dia tidur di sana? Ini berbahaya... Bagaimana kalau Toni melihat ini! Dia pasti mengambil kesempatan ini, aku akan membangunkan dia" menghampiri Anugrah.


Saat Adit akan menghampiri Anugrah untuk membangunkan dirinya, Adit melihat prof. Habibi menghampiri Anugrah dan tepat berdiri di hadapannya lalu berlutut di hadapan Anugrah, Adit yang melihatnya langsung bersenbunyi dan tidak jadi menghampiri, saat Adit akan pergi dia melihat prof. Habibi mendekati wajahnya ke Anugrah.


"(Habibi mendekati wajah Anugrah yang tidur)"


"Cup" Habibi mencium Anugrah dengan lembut.


"!!??" Adit terkejut.


"..." Habibi melihat ke arah belakangnya, ke arah Adit.


"(Adit sangat terkejut sampai tidak bisa Bicar)" keluat dari persembunyian nya.


"stssss..." meletakan jari telunjuk di bibir dan menutup mata kanan.


"(Adit menggangguk)"


Habibi menatap isarat untuk tidak berisik dantidak memberitau ini, merahasiakan kejadian yang dia lihat, Adit yang mengerti langsung menggangguk.


"..." menatap Anugrah.


"Cup" mengecup kening Anugrah.


"(Habibi pergi berjalan menjauhi Anugrah)"


Setelah prof. Habibi pergi Adit mendekati Anugrah dan membangunkan dia, Anugrah yang bangun langsung di ajak Adit kembali ke tempat petani dan prof. Habibi. Di perjalanan kembali Adit terus berpikir apa yang dia lihat.


"kenapa profesor mencium Anugrah? Dan di menunjukan kasih sayang dan perhatian Kepad Anugrah" ucap Adit dalam hati kebinggungan.


Semua orang (murid-muridnya Habibi) sudah me yelesaikan tugas-tugas mereka, sekarang mereka sedang beristirahat, makan bersama, bercada gurau. Saat ini mereka sedang melakukan sebuat permainan "hukuman atau tangtangan dwngan mengunakan papan yang ada anak panahnya di tengah" semua bersenang-senang dan semarang adalah girilan Anugrah memutar anak panah.


"(Anugrah memutar anak panah)"


"(anak panah berputar)"


"hukumman! tangtangan!" ucap teman-teman sekelas.


"(anak lanah berhenti di kata hukumman)"


"iyaa!! Anugrah dapat hukumman!"


"haaa... " Anugrah mengeluh.


"apa yaa... Hukumman yaa..." ucap teman-teman.


"akh! Aku dapat hukumman nya" ucap Siti melihat Anugrah.


"apa itu Siti?" Anugrah melihat Siti.


"hukummanya kau harus bernyayi lagu yang menunjukkan perasaanmu kepada orang yang kau sukai"


"..." Anugrah terdiam.


"(Habibi yang mendengar langsung menatap Anugrah)"


"bagaimana?"


"baiklah..."


"kak Adit minjem gitarnya dong"


"(Anigrah memetik senar gitar)"


"(menutup mata dan menarik napas lalu menghembuskan nya)"


Anugrah mulai bernyayi sambil tangannya bernyayi gitar, lagu yang dia nyayikan "Takan terganti" Anugrah bernyayi dengan begitu merdu (matanya masih menutup) Siti, Adit, dan semua teman-teman nya bahkan petani berserta orang-orang yang ada di mebun itu sangat terpukau dengan suara Anugrah, sedangkan Habibi tetus menatao Anugrah dengan tatapan penasaran.


"(Anugrah bernyayi)"


"..." menatap Anugrah.


"sebenarnya apa yang kau sembunyikan Anugrah? Saya merasa semua yang kau katakan waktu itu adalah kebohongan... Kau tidak membenci saya... Saya bisa merasakannya kau berbohong! Lantas apa yang kau sembunyikan?" ucap Habibi dalam hati.


"tes" air mata menetes.


"Huh?!" Habibi terkejut.


"(semua orang terkejut)"


"(membuka mata perlahan)"


"Anugrah... Kenapa kau menagis..." ucap Habibi menatap Anugrah.


"(Anugrah bernyayi dan ternyata meneteskan air mata)"


"..." Habibi terus menatap Anugrah.


Anugrah bernyayi dirinya sangat menghayati lagu yang dia nyayikan sampai menagis. Tapi dia menatap ke arah Habibi dan terus meneteskan air mata, seakan-akan lagu itu adalah isi hati Anugrah yang sedang dia ungkapkan kepada Habibi di hadapan semua orang. Habibi yang merasakan ada yang tidak beres dengan kondisi Anugrah terus menatap Anugrah dengan tatapan tanda tanya.


"(Anugrah yang bernyayi menatap ke arah Habibi)"


"apa ini? Kenapa rasanya... sangat sakit dada saya..." ucap Habibi dalam hati.


"apa maksud dari tatapan matamu? Anugrah..."


"(Anugrah selesai bernyayi)"


"Prok! Prok! Prok!" semua orang bertepuk tangan.


"(Anugrah menghapus air mata)"


"wow Anugrah kau menyayi sampai menangis, kau baik-baik saja?" tanya Siti.


"aku baik hanya terlalu menghayati" ucap Anugrah tersenyum.


"senyum paksa..." ucap Habibi dalam hati, melihat Anugrah.


"(Anugrah pergi)"


"Habibi yang melihat Anugrah pergi langsung mengikutinya tampa sepengetahuan nya dan semua orang. Bukannya ke toilet, Anugrah berlari ke arah kebun bunga, Habibi mengikuti dirinya. Selama mengikuti Anugrah, Habibi mengunakan kekuatannya yaitu membuat tubuhnya tidak terlihat, Anugrah terus berlari sampai di tengah-tengah kebun bunga mawar putih dan lily putih.


"(Anugrah berhenti)"


"(Habibi terhenti tepat di belakang Anugrah, sedikit dari Anugrah berdiri)"


"Brughk!" Anugrah menunduk kan diri di tanah.


"(hujan turun dengan deras)"


"hist... hist... hist" Anugrah mulai menangis.


"Anugrah?"


"(Anugrah menangis sejadi-jadi nya)"


"..." menatap langit.


"aku tau! Aku sudah pasrah dengan apa yang terjadi! Aku sudah menerimanya! Aku iklas menerima semua ini!" menatap langit dengan menangis.


"..." Habibi kebingungan.


"Tapi kenapa? Kenapa! Kenapa engkau membiarkan hati ini merasakan rasa suka, menyukai, dan cinta..."


"..." Habibi terus mendengarkan ocehan Anugrah.


"aku sudah pasrah dengan semua ini"


"pasrah? Apa maksudnya?" Habibi bingung.

__ADS_1


"(mencengram baju di bagian dada)"


"aku ingin hidup!!!" Anugrah teriak.


"!!!" Habibi terkejut.


"Aku ingin hidup lebih lama! Aku memohon kepadamu... Izin kan aku hidup lebih lama lagi! Aku... Aku tidak ingat meninggal mereka!"


"..." Habibi terdiam.


"Aku tau! Engkau memberiku anugerah yang engkau titipkan kepadaku... Yaitu Kristal yang ada di otak belakang ku..."


"!!!" Habibi sangat terkejut.


"aku menerima kalau sudah di vonis! Hidup ku hanya hitungan waktu"


"(Habibi memegang dadanya karena tidak kuat mendengar pengungkapan Anugrah)"


"Aku menerimanya dengan iklas... Tapi kenapa... Aku harus merasakan perasaan ini..."


"engkau pun tau siapa pria yang aku sukai dan yang aku sakiti perasaannya..."


"(Anugrah menangis)"


"Aku... Aku..."


"..." Habibi masih mendengarkan.


"Aku menyukaimu Habibi!!!" menangis dan menunduk mencengram baju dengan sangat erat.


"Deg!"


"tes" Habibi meneteskan air mata.


"aku tidak mau menyakiti perasaannya... Tapi bagaimana... " terpotong.


"maafkan aku... Mengatakan semua itu..."


"..." menatap Anugrah.


percakapan Habibi mulai


"(memegang kepala)"


"jadi itu... Rahasiamu yang belum saya ketahui dan itu juga alasan mengatakan semua itu"


"apa?" melihat para pembaca.


"tentu saja sakit! Malahan sangat sakit!"


"Bagaimana tidak sakit! Saya mengetahui alasan Anugrah mengatakan kalau dia membeci saya! Meminta saya untuk tidak boleh menyukainya dan masih banyak lagi yang dia katakan"


"dan ternyata alasannya karena dia sudah di vonis akan meninggal" Habibi menangis tapi menahan air mata.


"penyakit misterius yang dia miliki adalah adanya sebuah kristal yang tertanam di otak belakangnya"


"sangat sakit mengetahuinya dari orang yang kau sukai!"


"dan yang saya tau! Otak sangat patal jika sudah terkena kangker! Tapi ini ada sebuah kristal di otaknya!"


"(Habibi prustasi)"


Percakapan Habibi selesai


Habibi yang mendengar semua yang dia pertanya-tanyakan selama ini sudah terjawab oleh Anugrah sendiri, dia menghilangkan kekuatan menghilangatau tidak terlihatnya dan muncul dari arah depan Anugrah (berjalan ke arah depan Anugrah, seakan-akan dia muncul dari depan) Habibi berjalan ke arah Anugrah.


"tap... tap... tap" berjalan ke arah Anugrah dan mendekatinya.


"(berhentidi hadapan Anugrah)"


"Huh? Huh!" Anugrah berhenti menangis dan terkejut melihat Habibi.


"(berlutut di hadapan Anugrah)"


"..."


"(Habibi menangis di hadapan Anugrah)"


"kau... Di aini... Apa kau mendengar semua---" terhenti.


"(memeluk Anugrah)"


"Hah! Hist... Hist... Hist..." Anugrah membalas pelukan Habibi dan menangis.


"(melepas pelukan dan menatap Anugrah)"


"Cup" mencium mata Anugrah.


"Hah?"


"(saling menatap)"


"Cup" mencium Anugrah.


"Deg!"


"(hanyut dalam ciuman Habibi)"


Habibi mengendong Anugrah dan bertelepot ke apartemennya, Anugrah kebinggungan (setelah ciuman mereka selesai) kenapa dia ada di apartemen Habibi, Habibi memberikan habduk dan pakaian ganti dan menyuruhnya mandi. Setelah Habibi dan Anugrah mandi (bergantian mandinya) sekarang mereka sedang ada di kamar Habibi.


"(meletakan cankir teh)"


"..." sama-sama diam.


"apa semua yang saya dengar itu benar?" melihat ke arah Anugrah.


"iya..." melihat ke arah Habibi.


"..."


"itu benar..."


"kenapa kau tidak memberitau saya..."


"apa aku sangguo memberitau mu?!"


"..."


"tetap saja... Seharusnya kau memberitau saya"


"..." Anugrah diam.


"tidurlah... Kita bahas sisahnya besok"


"tapi..."


"Anugrah tolong..."


"..."


Anugrah tidur di tempat tidur Habibi, setelah dia tertidur, Habibi mengelus wajahnya dan mengecup pipinya. Habibi kembali ke perkebunan (bertelepot) Habibi membereskan urusan di sana setelah selesai Habibi dan murid-muridnya kembali pulang (malah hari berangkat, setelah hujan reda) Siti dan Adit bertanya kepadanya dimana Anugrah, Habibi menjawab kalau Anugrah pulang lebih dulu dan di jempit.


Sesampai di universitas (subuh) semua murid kembali ke rumah masing-masing behitu juga dengan Habibi. Sesampai di apartemen Habibi menghampiri Anugrah yang sedang tidur.Habibi memutuskan tidur di samping Anugrah sambil memegang tangannya (Anugrah tidur di sebelah kan tempat tidur, Habibi tidur di sebelah kiri di luar selimut) setelah menatap wajah tidur Anugrah Habibi tertidur.


Keesokan harinya tepat hari itu adalah hari minggu, Habibi bangun dan melihat Anugrah msih tidur karena kelelahan menangis, Habibi mencium Anugrah lalu menelepon Adam dan Gisel mengajak mereka berjoging. Adam dan Gisel setuju, Habibi langsung bersiap-siap. Selesai siap-siap, Habibi memasak sarapan untuk Anugrah dan meminta Banny untuk menjaga Anugrah karena dia akan bertemu Adam dan Gisel untuk membicarakan soal Anugrah.


Habibi berangkat, ia bertemu Adam dan Gisel di taman kota dan mengobrol...


"jadi Anug ada di apartemen mu? Apa dia baik-baik saja?" Adam khawatir.


"iya...dia baik-baik saja, hanya kelelahan jadi saya membawanya ke apartemen saya"


"apa sakit dia kumat lagi?" tanya Gisel.


"mungkin..."


"Adam ada yang ingin saya tanyakan!"


"tanyakan apa?"


"(menatap Adam dengan serius)"


"mengenai kristal yang ada di kepala... Tidak lebih tepatnya di otak Anugrah"


"!!!" Adam dan Gisel terkejut.


"..." masih menatap Adam.

__ADS_1


__ADS_2