Habibi Anugrah

Habibi Anugrah
Kesalah pahamman


__ADS_3

Di apartemennya tepatnya di ruang kerjanya Habibi ia terua mondar-mandir mengigat ke jadian tadi sore... Tidak mungkin Adam berselingkuh kak Gisel, saya memang pernah dengar kalau Adam keluar kota untuk mengobati pasiennya dan Kak Gisel pergi ke rumah orang tuanya Aaaahhhkkk!!!!" mengacak-acak rambutnya dengan prustasi.


"tapi tidak mungkin nona nurlatifah menjadi plakor?! Aaakkkhhh apa sebenarnya ini!"


"(Habibi prustasi)"


Percakapan Habibi mulai


"siapa juga yang tidak prustasi! Saya yang sedang mencari tau dan penah saran dengan Anugrah, karena dia gadia yang muncul di dalam mimpi saya"


"terus saya menjadi orang luar pertama yang mengetahui kalau Anugrah mengidap penyakit misterius (itu ucap Anugrah sendiri) dan saya menjaga rahasia dirinya"


"kari-kari saya harus melihat! Anugrah berpelukan! Keningnya di cium oleh seorang pria!" sewot.


"apa!? Saya cemburu?! Tidak! Saya tidak cemburu!" mengelak.


"saya tidak mengelak! Atau mengeles"


"yaa kalau itu pacar atau tunangannya saya tidak terlalu mempermasalahkannya yang saya permasalahkan adalah pria itu adalah Adam teman terdekat saya sendiri dan yang saya tau dia sudah menikah! Dan istri Adam adalah kakak sepupu saya!"


"wajar kalau aaya curigakan!"


Percakapan Habibi selesai


Author: "padahal Habibi sebenarnya cemburu dia tidak mau Anugrah menjadi milik orang lain! Anugrah hanya milik dia seorang. Jangan kan begitu melihat Anugrah di dekati pria lai atau ada pria yang mau dekat dengannya Habibi selalu menyuruh para kelinci untuk mengejar dan menjauhkannya dari Anugrah. Bisa di bilang Habibi tidak suka kalau miliknya di sentuh atau di dekati orang lain, hanya boleh dia seorang, orang lain tidak boleh"


Keesokan harinya Habibi bertemu Anugrah di taman kelinci, seperti biasa Anugrah bertemu para kelinci, Habibi menghampiei Anugrah dan menanyakan kondisinya, Anugrah menjawab kalau kondisinya baik-baik saja. Selama mereka mengobrol di dalam hati Habibi terus memikirkan ke jadian kemarin dia terus bertanya-tanya apa yang dia lihat dan pikirkan ini benar atau bukan. Selama jam pelajaran bermulai Habibi terus melihat Anugrah ia terus penah saran dengan hubungan Anugrah dan Adam apa.


Tampa sepengetahuan Anugrah, Habibi terus menggawaai dirinya, dari jam pelajaran mulai maupun di taman kelinci dan juga kelas melukis, sampai pulang dari universitas. Saat Anugrah pulang dirinya djemput kembali oleh Adam, Habibi yang melihatnya benar-benar kesal.


Author: "cieee...Habibi cemburu..."


Sudah dua hari Habibi mengawasi Anugrah dan setiap pulang pasti ada yang menjemputnya dan orang itu adalah Adam, Habibi benar-benar sangat kesal, sekarang Habibi sedang ada di ruang rapat dia bersama Dosen-Dosen lain sedang merapatkan tentang festival bunga dan warna di universitas.


Bunda Habibah selaku kepala sekolah universitas sedang menerangkan apa saja yang akan di lakukan oleh mereka untuk festival bunga dan warna. Habibi yang mengengarkan Bunda tidak terlalu fokus karena di pikirannya terus ada bayangan Anugrah dan Adam temannya, pulpen yang dia pegangpun terus di remas-remas sebagai tempat pelampiasan.


"hay kau tau mahasiswi yang bernama Anugrah nurlatifah?" bisik salah satu dosen.


"iya kenapa?" jawab dengan berbisik-biaik.


"!!!" Habibi tak sengaja mendengarkan.


"bukankah dia cantik dan manis..."


"iya apa lagi saat insiden dia berdebat dengan prof.Habibi yang dimana mereka bash kuyuk oleh air bunga"


"iya-iya! Bentuk tubuhnya sangat bagus walau berbadan kecil"


"(Habibi menatap ke dua Dosen yang ada di pojok meja rapat)"


"(mencengram pulpen dengan keras)"


"Aku penasaran kalau dia tidak memakai setelan pakaian casualnya bagaimana?"


"!!!" Habibi marah.


"pasti dia terlihat sangat sexy..."


"(pulpen patah menjadi dua dan suaranya sangat keras)"


"..." Bunda terhenti berbicara.


"(semua orang melihat ke arah Habibi)"


"prof.Habibi ada apa?" ucap ibu kepala sekolah unipersitas/Bunda.


"(semua orang merasa ketakutan merasakan aura kekesalan Habibi)"


"maaf ibu kepala sekolah universitas, sepertinya saya sedang banyak pikiran, saya izin keluar... Permisi" Habibi menatap sinis kepada dua Dosen yang berada di pojok meja rapat lalu pergi.


"mmm...apa yang membuat Habibi sangat kesal dan marah ini sudah lima hari dia seperti ini" ucap Bunda dalam hati dan mengelengkan kepala.


Saat Habibi berjalan pergi menjauhi ruang rapat, ia melihat Anugrah berlari ke arah gerbang universitas, tampa pikir panjang Habibi pergi mengikutinya, sesampai di gerbang universitas kekesalan Habibi memuncak saat melihat Anugrah bersama dengan Adam, Habibi langsung menghampiri mereka berdua.


"(mengelus kepala Anugrah)"


"..." Anugrah tersenyum.


"Tuan Adam nasrullah! Nona nurlatifah!" ucap Habibi kencang.


"(melihat ke arah Habibi)"


"Habibi..." ucap Adam senang.


"profesor..." menunduk hormat.


"(mendekati mereka berdua)"


"hey lama tak berjumpa teman"


"jangan mencoba mendekat!"


"Hah? Ada apa denganmu?"


"(menatap sinis ke arah Anugrah)"


"Hah?!" Anugrah ketakutan.

__ADS_1


"Hey! Hey! Kenapa kau menatap Anug seperti itu?!" Adam kesal.


"Anug? Oh jadi itu nama pangilan sayang anda kepada nona nurlatifah"


"tunggu kalian berdua saling kenal? " Anugrah binggung.


"iya kita saling kenal Anug... Habibi ini adalah temanku"


"Tuan Adam nasrullah apa hubungan anda dengan nona nurlatifah?" Habibi menahanbkekesalanya.


"Hah?"


"bukankah anda seharusnya merasa malu!"


"Hah? Malu? Malu kenapa?" Adam binggung.


"dan untuk anda nona nurlatifah anda jiga seharusnya tau kalau yang anda lakukan ini tidak baik!"


"Hah??? Maaf! Gimana??"


"Habibi ada apa sebenarnya ini?"


"yang saya maksud adalah anda sekarang sedang berselingku di belakang kak Gisel!" Habibi marah.


"Hah! Kapan aku berselingkuh dari Gisel?! Membayangkannya saja tidak akan pernah!"


"lalu apa yang saya lihat ini?!"


"anda dan nona nurlatifah bermanja-manjaan di depan umum!"


"bukankah itu wajar"


"wajar bagaimana? Anda ini tidak tau malu!" teriak Habibi.


Habibi dan Adam berdebat di hadapan Anugrah mereka terus bertengkar karena masalah Adam dan Anugrah, tampa mereka ketahui semua orang di universitas melihat mereka termasuk Bunda, perkelahian pun tidak bisa terelakkan! Untuk pertama kalinya Habibi dan Adam berkelahi, mereka berkelahi di dalam universitas.


Semua orang menyaksikan perkelahian itu dan semua orang menatap Anugrah, sebagaian dari mereka berbisik dan ada juga yang tidak malahan blak-blakan mengatakan kalau ini salah Anugrah, Anugrah yang mendengar omongan semua orang kalau mengira Adam dan Habibi merebutkan dirinya, Anugrah melihat sebuah kertas besar dia mengambil kertas itu dan mulai melipat-lipat kertas itu membentuk kipas kertas.


Semua orang terus mengatakan hal-hal jelek tentang Anugrah, terutama sekarang mereka melihat Anugrah sibuk membuat kipas kertas raksasa, Anugrah yang mendengarnya tidak mempedulikannya.


Setelah kipas kertanya jadi, Anugrah pergi ke arah Habibi dan Adam yang berkelahi di tengah lapang, sesampai Anugrah di tempat mereka berkelahi, sekarang meraka sedang menarik kerah baju satu sama lain.


"mengaku saja Tuan Adam nasrullah!" teriak Habibi.


"aku sudah bilang aku tidak selingkuh! Kau yang salah!" teriak Adam.


"Drap! Drap! Drap!" Anugrah berlari.


"(Anugrah melompat)"


"Aduh!!" ucap mereka bersamaan dan terjatuh bersama.


"(semua orang bengong)"


"siapa yang memukul!" ucap mereka bersama sambil memegang kepala.


"Huh!??" Habibi dan Adam terdiam.


"(Anugrah menatap kesal ke arah mereka berdua)"


"dasar konyol! Seperti anak kecil saja! Berkelahi karena kesalah pahamman!" tetiak Anugrah keoada Habibi dan Adam.


"ini semua terjadi karena kesalah pahamman, seharusnya di bicarakan dengan tenang! Bukan main baku hantam!"


"nona nurlatifah nada bicara anda!" ucap Habibi.


"pelak!" memukul kaki Habibi dengan kipas kertas)"


"auukk!"


"tapi dia duluan yang mulai Anug..."


"pelak!" memukul kaki Adam dengan kipas kertas.


"auk! Sakit Anug"


"kalian akan diam atau aku pukul lagi dengan kipas kertas!"


"(Anugrah menatap dengan aura yang menekan)"


"..." Adam dan Habibi terdiam.


"Anugrah nurlatifah..." pangil Bunda Habibah.


"(melihat Bunda)"


"(menghampiri)"


"tenang duluna..." mendekati Anugrah.


"Bunda Habibah" ucap Adam.


"Adam..."


"ibu kepala sekolah universitas dan kak Adam saling kenal?"


"kakak??" ucap Habibi dan Bunda bersamaan.

__ADS_1


Bunda Habibah mengajak Habibi, Adam, Anugrah ke pinggir lapang (dari tempat Habibi dan Adam berkelahi)" Bunda mengobati Habibi sedangkan Anugrah mengobati Adam.


"apa! Kalian ini sodara sepupu?" ucap Bunda dan Habibi.


"iya kami ini sodara sepupu..." jawab Adam.


"jadi maksud anda itu hal wajar adalah..." ucap Habibi terputus.


"iya wajarkan kakak laki-laki memanjakan adik perempuannya!"


"jadi saat nona nurlatifah memeluk anda itu"


"itu karena, tepat di hari itu kak Adam baru saja pulang dari luar kota, itu kali pertama lagi aku bertemu dengan kak Adam"


"..."


"Anugrah tinggal bersama ku dan Gisel, selama aku keluar kota Gisel bersama Anugrah"


"(semua orang mendengarkan dan duduk di samping lapangan)"


"memangnya orang tua mu kemana Anugrah?" tanya Bunda.


"orang tua ku sedang di luar negeri urusan pekerjaan..."


"..." habibi terdiam.


"jadi semua ini adalah kesalah pahamman" ucap Anugrah.


"saya minta maaf Adam.."


"yaa tidak papa...maklum kok kalau kau marah begitu, kau hanya tidak ingin aku sampai melakukan kesalahankan? Yaa lebih tepatnya selingkuh dari Gisel kan?"


"Hm..." menganguk.


"dan kau tidak ingin Anug menjadi seorang yang merebut suami atau pria yang sudah punya pasangan kan?"


"(Anugrah menatap Habibi)"


"..." Habibi diam karena merasa bersalah.


"mmm...hahahaha" Bunda tertawa.


"Bunda..." ucap Habibi.


"aaa...maaf Bunda tidak tahan..."


"tapi kenapa Bunda merasa ada hal lain dari kesalah pahamman ini"


"apa itu Bunda Habibah?"


"dia sudah kesal dan marah dari kejadian melihat kalian berduansampai hari ini...itu artinya sudah 5 hari"


"5 hari?"


"iya Anugrah..."


"maksud Bunda ada hal lain dari kesalah pahamman ini? Langsung ke intinya saja"


"(menatap Habibi)"


"Habibi apa kau cembiru melihat Anugrah di dekati oleh pria lain?"


"Deg!"


"Hahh?!" ucap Adam dan Anugrah.


"..." Habibi terdiam.


"apa Bunda benar?" mengoda Habibi.


"apa benar Habibi kau cemburu kalau Anug di dekati pria lain?" Adam penasaran.


"tidak! Saya hanya---"


"hanya apa?" goda Bunda.


"hanya khawatir!"


"khawatir? Atau kahwatir?" goda Bunda dan Adam.


"(Habibi tidak bisa bicara karena malu)"


Percakapan Habibi mulai


"(Habibi duduk dengan satu tangan memegang kepala)"


"Ok! Kalian benar! Saya sedang cemburu, saya tidak mau Anugrah di dekati pria lain..."


"(merasa malu)"


"apa?? Hmm mungkin saja kalian benar..."


"kalu saya...mulai jatuh cinta kepada Anugrah..."


"(tersenyum)"


Percakapan Habibi selesai

__ADS_1


__ADS_2