
Sudah dua bulan Anugrah di rawat di rumah sakit dan di rawat oleh Habibi, seminggu berikutnya Anugrah kembali masuk universitas, Anugrah sudah sehat kembali dan melakukan aktivitas seperti biasanya. Adam kembali meminta Habibi menjaga Anugrah. Habibi menerima permintaan itu di dalam hati pun ia tidak ingin Anugrah kenapa-napa lagi. Hari ini semua orang sedang berkumpul di aula utama di universitas ibu kepala sekolah universitas sedang membari pengumuman. Ibu kepala universitas memberi tau semua Dosen, mahasiswa, mahasiswi kalau tahun ini universitas nya menjadi tamu istimewa di acara amal perusahaan MN (teman perusahaan RCFL) dan akan ikut pesta yang di adakan di kapal pesiar.
Semua orang yang mendengar itu langsung senang dan tidak sabar untuk pergi ke pesta yang ada di kapal pesiar,setelah pengumuman itu semua bubar kembali ke aktivitas masing-masing. Di taman kelinci Anugrah sedang memberi makan kelinci, Habibi yang baru sampai ke taman kelinci, melihat Anugrah yang sedang memberi makan kelinci, ia pun ikut memberi makan kelinci. Setelah selesai memberi makan kelinci mereka berdua mengobrol.
"apa anda akan ikut ke pesta itu nona nurlatifah?"
"...jujur tidak mau..."
"Huh?"
"alasannya aku tidak mau mencium aroma anggur merah... atau minuman mewah lainnya dan masih banyak lagi"
"anda tidak suka?"
"tidak... dan lagi aku takut..."
"karena apa?"
"biasanya akan ada yang mengambil kesempatan dalam kondisi seperti itu... terutama"
"terutama?"
"aku tidak mau berburuk sangka tapi... Aku takut Toni akan macam-macam kepada ku..." Anugrah khawatir.
"Toni scot?"
"iya dia..."
"memang apa yang dia lakukan sampai anda ketakutan nona nurlatifah?"
"(tidak mau berbicara)"
"nona nurlatifah ceritakanlah... Jangan di sembunyikan hm?"
"..."
"saya bukan orang asing lagi... Kita keluarga bukan?"
"haaa..." menghelan napas.
"profesor... Toni benar-benar sudah tidak waras!"
"Hah?"
Anugrah bercerita kalau Toni terus mengangu dirinya, mengodanya, dan masih banyak lagi, bahkan dia sering memberi bunga dan makanan untuknya dengan surat kalau dirinya menyukai Anugrah, Toni juga sering menghadang jalan pulang karena dia ingin Anugrah menjadi pacarnya, Anugrah terus bercerita apa yang dia alami karena Toni, Habibi yang mendengar sangat kesal dan marah, ia mengepalkan tangannya denga kuat, menahan agar raut wajahnya tidak berubah.
Percakapan Habibi mulai
"saat mendengarnya saya sangat kesal! Rasanya saya ingin langsung meninju wajah Toni!"
"pantas saja... Adam terus meminta saya untuk menjaga dan mengawasi Anugrah... Tidak heran Banny dan sebagian kelinci dari taman kelinci selalu mengikuti Anugrah" kelincinya khawatir.
"ya! Saya tau... Ini salah saya lagi! Karena di sibukan dengan persiapan untuk pesta, saya melupakan Anugrah lagi..."
"tapi kali ini tidak lagi!"
"saya tidak akan membiarkan Toni mengangu Anugrah lagi, maka saya benar-benar akan sangat marah!" menatap dengan tajam.
Percakapan Habibi selesai
Setelah menceritakan semua yang di alami Anugrah kepada Habibi, Habibi yang mendengarnya benar-benar marah tapi Habibi mencoba untuk tidak marah di hadapan Anugrah.
"jangan khawatir... Saya akan menjagamu nona nurlatifah"
"(Anugrah menatap Habibi)"
"maksud saya... Adam meminta saya menjaga anda dan Bunda juga menjaga anda..."
"iya... Terimakasih..."
"(menatap Anugrah)"
"..."
Percakapan Habibi mulai
"(memalingkan wajah)"
"apa?" melihat para pembaca.
"tidak... Saya tidak geles..."
"..."
"ok! Baiklah saya jujur..."
"saya... Tidak bisa mengetakan kalau saya yang mengatakan kata-kata itu"
"karena...saya...belum..."
"tau... Perasaan apa ini"
"jatuh cinta?"
"itu mungkin saja..."
"kenapa saya mengatakan mungkin? Karena... Mungkin saja perasaan ini bukan jatuh cinta... Melainkan 'obsesi!' mungkin sajakan?"
"karena itulah... Saya tidak mau salah sangka dengan perasaan saya sendiri..."
"dan juga tidak mau menyakiti perasaan Anugrah..."
Percakapan Habibi selesai
Anugrah yang di yakinkan oleh Habibi kalau dia akan di jaga olehnya, Anugrah pun setuju ikut ke pesta yang di adakan di kapal pesiar. Malam perayanan pun tiba, semua murid universitas RCFL yang menjadi tamu sudah datang ke kapal pesiar dan menikmati pesta di kapal pesiar, sedangkan Anugrah menjauh dari keramaian dia sedang menatap laut dan langit malam di bagian dekat moncong kapal.
"..." menatap laut dan langit malam.
"tap tap tap" seseorang berjalan mendekati Anugrah.
"(Anugrah melirik ke arah suara)"
"tidak baik kalau seorang gadis menyendiri terutama di tempat ini"
"profesor..."
"(Banny menatap Anugrah dari pundak Habibi)"
"(melompat)"
"(Anugrah menatap Banny)"
"hmm..." Anugrah dan mengelus Banny di pangkuannya.
"syuuuuuuu..." angin berhembus.
"huuuu...dingin..." ucap Anugrah sambil menatap langit.
"(Habibi melepas mantelnya/jas kedua yang dia pakai)"
"(mendekati Anugrah dan mengenakan mantel kepada Anugrah)"
"Huh?" menatap Habibi.
"anda masih dalam masa pemulihan, jangan terlalu banyak terkena angin... Terutama angin malam"
"terimakasih..."
"(Habibi Anugrah menatap langit bersama)"
"profesor tidak berkumpul dengan yang lainnya?"
"tidak..."
"kenapa tidak?"
"tidak mau..."
"apa kau kesal atau marah kepada salag satu tamu? Atau Dosen? Atau pun murid-muridmu?"
"tidak..."
"singkat jelas padat"
"Huh?" melihat Anugrah.
"cukup menjawab tidak..." melihay Habibi.
"Haaa... Baiklah... Saya tidak terlalu suka keramaian"
"aku mengerti..."
__ADS_1
"(kembali menatao langit malam)"
Habibi Anugrah dan Banny yang menikmati menatap langit malam harus terganggu karena mereka mendengar pengumuman dari Tuan yang mengadakan pesta otomatis mereka harus berkumpul untuk mengikuti pidato.
Saat mereka pergi ke tengah ruangan, Habibi pergi ke arah Bunda dan dosen yang lain sedangkan Anugrah ke arah Situ dan Adit. Bersama Banny yang ada di pundaknya (Habibi meminta Banny menjaga Anugrah)
Selama pidato berlangsung, Toni terus melihat Anugrah dan menatapnya dari atas ke bawah ia benar-benar ingin sekali mencicipi Anugrah (memperkosanya) Toni terus melihat Anugrah dengan tatapan penuh nafsu.
Selesai pidato semua orang kembali menikmati pesta, saat itu Anugrah sedang mencoba hidangan bertema manis, melihat Anugrah sedang sendirian Toni meminta seorang pelayan memberikan jus (yang sudah di campir obat tidur) kepada Anugrah dan berpesan kalau jus ini untuk menghormati pemilik pesta, pelayan yang di bayar oleh Toni pun melakukan apa yang di minta.
Pelayan itu menghampiri Anugrah dan memberikan jus juga mengatakan kalau jus itu untuk menghormati Tuan rumah (pemilik pesta), Anugrah menerimanya dan si pelayan pergi, Anugrah meminum jus itu (setengah gelas) setelah beberapa menit, Anugrah merasa pusing ia berjalan mencari Bunda Habibah(tadi Binda Habibah meminta Anugrah menemuinya) Toni yang melihat Anugrah berjalan menjauh dari pesta dan keluar ruangan, di sisi lain Habibi sedang mencari Anugrah karena merasa tidak enak hati /perasaannya tidak enak. Anugrah keluar ruangan dan berjalan menuju pinggir kapal, Banny yang ada di pundak Anugrah mencoba terus membangunkan Anugrah agar tidak tertidur, Habibi yang masih mencari Anugrah di bagian lantai bawah (Anugrah di lantas atas bagian balkon) memutuskan mencari ke arah balkon, saat sampai di sana Habibi melihat Anugrah yang ada di balkon dan terlihat linglung (pusing) Anugrah yang melihat Habibi mencoba memanggilnya, Habibi berjalan ke arah Anugrah, tapi tiba-tiba ada ombak yang mengguncang kapal, Anugrah yang berada di balkon terguncang dan hampir jatuh ke laut...
"(kapal terguncang)"
"(Anugrah kehilangan keseimbangan dan akan jatuh ke laut)"
"(Habibi yang melihat Anugrah akan jatuh)"
"(Habibi menatap Anugrah dan menghentikan waktu sementara)"
"(semua yang di sekitar Habibi terhenti)"
"(Habibi berjalan cepat ke arah Anugrah)"
"Anugrah..." menangkap tubuhnya.
"!??" mencium aroma obat tidur.
"obay tidur?"
"Huh?!!" melihat Toni yang tidak jauh dari Anugrah.
"(menatap Toni dengan kesal)"
"jadi anda pelakunya!"
Habibi mengendong Anugrah (tubuh Anugrah terlepas dari hentian waktu saat Habibi menyentuh pundaknya) dan akan pergi, sebelum pergi Habibi mengerjai Toni dia memindahkan Toni tepat di depan kolam renang kapal pesiar otomatis nanti dia akan katuh ke kolam. Habibi mentelepot dirinya dan Anugrah pergi dari kapal pesiar, seketika Habibi waktu kembali berjalan dan semua orang yang terhenti kembali bergerak, Toni jatuh ke kolam renang dan semua orang mentertawakan dirinya.
Di apartemen Habibi...
Habibi bertelepot ke apartemennya, karena Adam dan Gisel sedang pergi ke kota E untuk mengurus pasien mereka jadi Anugrah sendirian di rumah, Habibi memilih membawa Anugrah ke apartemennya. Habibi membawa Anugrah ke kamarnya dan menidurkan Anugrah di tempat tidurnya.
"(menidurkan Anugrah)"
"(Anugrah bergerak karena kurang nyaman)"
"..." Habibi menatap wajah tidur Anugrah.
Percakapan Habibi mulai
"cantik yaa..."
"itulah yang terlintas di kepala saya..."
"malam itu Anugrah sangat cantik..."
"dia memakai gamis berwarna biru dengan ada pita di bagian belakang punggungnya tepat di bagian pinggang, memakai kerudung yang di tata berbentuk bunga mawar di bagian kanan kepalanya, meski kerudung ditu di tata dengan bentuk bunga kerudung itu tetap menutup bagian dada dan bokong Anugrah (kerudungnya panjang), ia hanya memakai make up yang natural tidak tebal dan memakai sepatu hak rendah" mebayangkan Anugrah.
"dan saat saya menidurkan Anugrah yang sedang tidur"
"haaa..." menghelan napas.
"masyaallah... betapa cantiknya dia yang sedang tidur" mengigat Anugrah.
"tapi untungnya saya sadar, kalau tidak mungkin saya akan berbuat yang tidak-tidak!"
"Blusss" telinga Habibi memerah.
"Huh?! Telinga saya memerah?" menyentuh telinga.
"apa?! eee... Tidak! Saya tidak tersipu malu..." menjawab para penbaca.
""saya mengatakan yang sebenarnya!"
"..." para pembaca tidak percaya.
"ok! baiklah... Jujur!"
"sebenarnya... Saat itu... Saya dan Anugrah..." tergagap.
"(mengigat kejadian itu)" telinga semakin berwarna merah.
Percakapan Habibi selesai
"..." masih menatap.
"(Anugrah yang tertidur)"
"Huh!" Habibi tersadarkan.
"(Habibi mencoba melepas tangannya perlahan, yang menjadi bantalan tidur Anugrah)" tangan kirinya.
"(Habibi tergelincir)" jatuh ke arah Anugrah.
"..."
"Cup" bibir Habibi mendarat di bibir Anugrah.
"(Habibi yang mencium Anugrah, menatap Anugrah)" karena terkejut.
"(mata Habibi melebar karena terkejut)"
"(Anugrah yang merasakan ada sesuatu di bibirnya, membuka mata perlahan dan melihat)" setengah sadar.
"(Habibi masih mencium Anugrah dan menatapnya)"
"..." saling melihat.
"(Habibi melihat Anugrah bangun, mengedikan matanya dengan pelan dan tersadar)"
"..." melepas ciuman dan sedikit menjauh.
"(mengedipkan mata dan menatap Anugrah)"
"apa kau sudah tidak waras..." ucap Anugrah menatap Habibi tapi masih setengah sadar.
"nona nurlatifah saya---" terpotong.
"sthhh..." meletakan jari telunjuk di bibir Habibi.
"(Habibi terdiam dan menatap Anugrah)"
"saat seseorang tidur jangan di gangu... Tapi kau malah lebih buruk... Kau masuk ke dalam mimpiku... " masih setengah sadar.
"(Habibi masih menatap)"
"saat kau ada di dalam mimpi... Tidak boleh banyak bicara" melepas telunjuk dari bibir Habibi.
"apa mungkin... Aku sudah tertarik kepada pria..."
"(Habibi menatap dan mengedipkan mata)"
"badanku sangat lelah... dan sekarang aku malah bermimpi erotis"
"..." Habibi mendengarkan Anugrah yang bicara nelantur.
"tapi kenapa harus prof.Habibi yang muncul di dalam mimpiku... Apa aku menyukaimu..." menutup mata perlahan.
"Deg!" Habibi menatap Anugrah.
"(mencoba melepas lengan kembali)"
"..." kembali bertatapan dengan Anugrah, karen terbangun lagi.
"dingin... Habibi..." sambil menarik jasnya Habibi.
"Deg!"
"(Habibi tertarik dan Anugrah tertidur/bersandar di pundak kiri Habibi)"
"..." melirik Anugrah, memastikan sudah tidur kembali.
"(menarik selimut dan menyelimuti Anugrah)"
"(berhasil melepaskan lengan)" yang jadi bantalan tidur Anugrah.
"..." menatap Anugrah.
Percakapan Habibi mulai
"yaa... Saya mencium Anugrah" telinga memerah.
__ADS_1
"walau tidak sengaja tapi tetap saja... Saya sudah mencium dia dan saya tidak bisa melupakannya"
"apa lagi saat Anugrah bicara melantur, kalau dia mulai menyukai saya, awalnya saya tidak terlalu memikirkannya karena Anugrah setengah sadar...."
"tapi anehnya saya merasa... Kalau Anugrah benar-benar menyukai saya..."
"(menyentuh bibir)"
"blusss" telinga semakin memerah dan wajah Habibi memerah juga.
Percakapan Habibi selesai
Setelah menidurkan Anugrah, Habibi langsung menelepon Ayah dan Bunda, Adam dan Gisel. Habibi memberi tau kalau dia pulang ke apartemennya dan membawa Anugrah ke sana karena tadi di oesta ada yang mencoba untuk memperkosa Anugrah bahkan obatvtidur yang di berikan ke Anugrah memiliki dosis yang cukup tinggi, kemungkinan bisa di bilang Anugrah akan tertidur selama 5 hari.
Mendengar itu Ayah, Bunda, Adam dan Gisel sangat terkejut dan mereka sangat marah kepada orang yang melakukan semua itu, Habibi menenangkan mereka berempat dan mengatakan kalau dia sudah memberi obat penawarnya dan kemungkinan besok Anugrah akan bangun. Ayah, Bunda, Adam dan Gisel langsung merasa tenang setelah mendengar penjelasan Habibi. Adam meminta Habibi menjaga Anugrah karena mereka belum bisa pulang, setelah urusan di kapal pesiar selesai besok mereka akan ke apartemen Habibi.
"(selesai telepon)"
"..."
"(melihat Anugrah yang tidur)"
"..."
"(menyentuh bibir sendiri)"
"bibirnya sangat lembut dan manis" ucap Habibi pelan.
"...tidak di sangka ciuman pertama saya bersama Anugrah..." telinga Habibi memerah.
"ehk!" tersadar.
"(Habibi pergi ke arah kamar mandi untuk mandi)"
Setelah selesai mandi Habibi menghampiri Anugrah dan mengecek kondisinya, saat di cek kondisi Anugrah sudah lebih baik penawar yang di suntikan ke tubuh Anugrah sudah menetralkan obat tidur berdosis tinggi itu.
Habibi meminta Banny tidur di samping Anugrah berjaga-jaga, sedangkan dirinya tidur di sofa yang ada di kamarnya (aofanya panjang seperti kasur) tepat tengah malam Habibi terbangun karena Anugrah meminta air minum (agak setengah sadar) Habibi mengambilkan air minum dan menghampiri Anugrah, Habibi mebangunkan Anugrah.
Anugrah yang setengah sadar bangun dan di bantu duduk oleh Habibi, Habibi membatu Anugrah (meminumkan) minum air setelah selesai Habibi mengecek suhu tubuh Anugrah dan ternyata dia terkena demam.
"bagaimana ini? Nona nurlatifah demam"
"yang membuat saya bingung adalah dia sedang memakai gamis dan pasti tidak nyaman dalam kondisi sedang demam"
"jika minta tolong Bunda atau kak Gisel... Pasti mereka sedang istiraha karena lelah" Habibi kebinggungan.
"..." menatap Anugrah.
"blusss" telinga Habibi memerah.
"tidak ada pilihan lain... Saya yang harus melakukannya"
"gluk"menelan ludah.
Habibi mereduokan lampu kamarnya setelah itu Habibi perlahan-lahan membuka kerudung Anugrah (karena banyak jarum pentul dan peniti di kerudungnya) selesai kerudung di lepas selanjutnya ciput ninjanya, sekarang Habibi menyandarkan Anugrah ke arahnya (posisinya seperti Habibi memeluk Anugrah) Habibi menurunkan leseleting gamis Anugrah (leseleting punggung) dengan perlahan melepas gamis itu dari tubuh Anugrah selasai melepas gamis, Habibi juga melepas stoking celananya pelan-pelan dengan tidak melihat ke arah Anugrah. Sekarang Anugrah hanya memakai tentop berlengan pendek dan celana pendek, rambut Anugrah yang di gelun juga di lepas dan di uraikan.
Habibi membawa pakaiannya Anugrah ke ruang londri untuk di cuci, selesai mencuci dan mengeringkan baju Anugrah, Habibi kembali ke kamarnya sambol membawa baskom berisi air hangat dan handuk, dengan hati-hati Habibi mengelap tubuh Anugrah, selesai membersihkan tubuh Anugrah ia meletakan kembali baskom berisi air dan handuk ke kamar mandi, Habibi mengambil pakaian miliknya dan mengenakan kepada Anugrah, selesai Anugrah berpakaian Habibi menterangkan kembali lampu kamarnya.
Habibi mengompres kening Anugrah dengan handuk (kecil) basah Habibi mengengam tangan Anugrah dan menatapnya...
"mungkin ini efek pentrokan obat tidur dosis tinggi itu dengan penawarnya, tubuh Anugrah sangat panas"
"..." Anugrah tidur dengan pulas.
"saya akan membuat anda menyesal Tono ston! Karena sudah membuat Anugrah sampai seperti ini!" ucap Habibi dengan kesal.
Waktu berlalu dan sudah pagi hari, Habibi masih merawat Anugrah mendengar pintu apartemennya di bell Habibi menghampiri pintu dan melihat dari kamera, ternyata Bunda yang datang, Habibi mempersilahkan Bunda masuk dan langsung mengajaknya ke kamar untuk melihat Anugrah.
Bunda langsung menagis melihat kondisi Anugrah bercampur kesal dan marah kepada pria mana yang telah melakukan ini kepada Anugrah, Habibi menjelaskan kalau Toni ston pelakunya dan Habibi pun menjelaskan kalau ia sudah menyiapkan rencana untuk memberi pelajaran kepada Toni.
Hari pun sudah menjelang sore...
"(tangan Anugrah bergerak)"
"(membuka mata perlahan-lahan)"
"..." Anugrah sadar.
"dimana ini?" melirik sekeliling.
"(Anugrah bangun)"
"pup" kompresan jatuh.
"huh? Kompresan? Ehk!?"
"Aku pakai baju siapa?! Aku di tempat tidur siapa?! Aku ada di rumah siapa?!" Anugrah panik.
"(Anugrah mulai menagis)"
"nona nurlatifah..."
"hah! Suara profesor"
Habibi dari dapur yang mendengar suara seseorang menangis langsung menghampiri kamar. Saat Anugrah melihat Habibi menghampirinya, Anugrah memeluk Habibi dan menagis keras, Habibi yang tidak mengerti apa yang terjadi ia mencoba menenangkan Anugrah, Habibi mengelus kepala Anugrah dan punggungnya menenangkan, sedangkan Anugrah semakin erat memeluk Habibi, tubuhnya gemetar ketakutan. 5 menit berlalu Anugrah sudah tenang...
"sudah lebih tenang?" melepas pelukan.
"(Anugrah mengangguk)"
"jangan khawatir... Anda aman di sini... Ini apartemen saya"
"apartemenmu?"
"iya..."
"jadi baju yang ku pakai" meremas baju.
"itu pakaian saya"
"apakah kau yang menganti pakaianku?"
"iya..."
"blusss" wajah Anugrah memerah.
"tapi saya tidak melihat apa-apa"
"saat saya akan menganti pakaian anda, lampu kamar ini saya redupkan dan saya tidak melihat ke arah anda"
"sungguh?"
"iya..."
"anda demam dan pasti tidak nyaman saat demam memakai gamis"
"maaf... Terimakasih..."
"hmm...
"apa anda ingat sebelum pingsan, anda memakan atau meminum sesuatu?"
"(Anugrah mengingat-ingat)"
"ahk! Ada"
"apa?"
"aku meminum jus tapi hanya setengah gelas setelahnya kepalaku pusing, aku berjalan mencarimu saay melihatmu aku sudah tidak ingat apa-apa lagi"
"yang terpenting anda baik-baik saja sekarang"
"apakah jus itu di campur obat bius?"
"kemungkina ya!"
"!!!"
"obat tidur yang berdosis sangat tinggi dan anda seharusnya tertidur selama 5 hari"
"(Anugrah terkejut)"
"tapi karena saya sudah memberi penawarnya, anda pun bisa bangun sekarang"
"..."
"apa anda lapar?"
"(melihat Habibi)"
"saya sudah memasak makanan untuk anda... Mau makan?"
__ADS_1
"(Anugrah mengangguk)"
Habibi membatu Anugrah berdiri dan mereka berdua pergi ke arah meja makan, Habibi dan Anugrah makan bersama. Selesai makan Habibi mengajak Anugrah berkeliling apartemennya, Anugrah melihat semua tempat di apartemen Habibi sekarang mereka sedang ada di balkon luar apartemen Habibi.