Habibi Anugrah

Habibi Anugrah
Tinggal bersama di apartemennya prof.Habibi


__ADS_3

Habibi dan Anugrah sedang di balkon apartemen, Anugrah terpukau dengan pemandangan kota yang terlihat di aparteme.


"wow... indah sekalih pemandangan kotanya di malam hari"


"..." Habibi ikut melohat pemandangan kota malam hari.


"oh yaa... nona nurlatifah... Adam tadi menelepon saya"


"apa? kak Adam bilang apa?"


"dia bilang untuk sementara waktu sampai mereka berdua pulang, anda di suruh tinggal di apartemen saya"


"???"


"mereka baerdua khawatir kepada anda terutama setelah insiden kemarin..."


"..." merenung.


"sebagai gantinya anda boleh melakukan pekerjaan rumah tangga saya kok"


"(melihat Habibi)"


"itung-itung anda tidak menumpang gratiskan?"


"(Anugrah tersenyum)"


"baiklah... besok saya akan mengantar anda ke rumah Adam untuk mengambil barang-barang dan kebutuhan anda"


"(Anugrah mengangguk)"


"ini sudah larut... kembalilah tidur... anda masih belum pulih dari epek obat itu..."


"hmm..."


"ada apa?"


"di kasur? atau di sofa?"


"(Habibi berkedip beberapa kali)"


"..." menunggu jawaban.


"di kasur saja, untuk besok nanti saja di pikirkan"


"baiklah... selamat malam profesor"


"hm... selamat malam"


"(Anugrah masuk dan pergi ke kasur untuk tidur)"


Habibi yang juga sudah merasa mengantuk dia pun pergi tidur di sofa (yang bisa menjadi kasur), malam jam 3 pagi Habibi terbangun karena khawatir, takut Anugrah histeris lagi seperti tadi sore. Habibi menghampiri Anugrah dan mengecek kondisinya, saat di cek suhu tubuhnya sudah normal kembali (sudah tidak demam) lalu ia menatap Anugrah.


"(mengelus kepala Anugrah)"


"(mengelus dan menoel-noel pipi Anugrah)"


"(Anugrah sedikit bergerak)"


"hmm... lucu yaa..." tersenyum.


"?!" melihat ke arah bibir Anugrah.


"(menyentuh bibir Anugrah)"


"gulpk" menelan ludah.


"saya tidak tahan..."


"(mendekatkan wajah ke arah wajah Anugrah)"


"cup" mencium.


"klik!" menghentikan waktu.


"(mencium cukup lama)"


percakapkan Habibi mulai


"sebelum kalian akan marah-marah, saya akan jelaskan ok!" menenangkan para pembaca.


"ya... saya memang mencium Anugrah saat dia sedang tertidur..."


"saya tidak tahan ok!"


"kelembutan manis itu... saya mengiginkannya lagi..." telinga memerah.


"tapi masih batas wajar! saya hanya mencium saja tidak lebih"


"ya saya mencuri ciuman, saat Anugrah tidur. dan saat itu saya merasakan perasaan yang aneh..."


"apa mungkin... saya menyukai Anugrah..."


Percakapan Habibi selesai


Pagi hari tiba... Habibi yang masih tidur, terbangun karena aroma harum masakan...


"(mencium aroma harum masakan)"


"(Habibi membuka mata dan bangun)"


"???" melihat ada satu set pakaian dan sepiring kecil kue dengan secangkir teh hangat di meja yang tudak jauh dari tempat Habibi tidur.


"(mengambil secaring kertas yang ada di atas set pakaian)"


"selamat pagi prof.Habibi aku sudah siapkan satu set pakaian (luar) maaf kalau lancang, tadi pago aku bangun untuk mandi dan lupa kalau belum bawa baju milikku jadi aku meminjam bajumu lagi yang ku pakai kemarin sudah di cuci dan di jemur, jadi sekalian saja aku ambilkan pakaian untuk mu entah kau menyukai pilihan ku... oh ya! kalau sudah selesai bersih-bersih minum teh hangat dan makan kuenya aku yang buat, aku ada di dapur memasak sarapan untuk kita aku tunggu di ruang makan" membaca isi surat.


"hmm...mmm..." tertawa kecil.


"(mengambil secangkir teh dan meminumnya)"


"manis sekali..." tersengum dan memuji kelakuan Anugrah.


setelah meminum teh dan memakan kue buatan Anugrah, Habibi langsung mandi selesai mandi Habibi pergi ke arah dapur lebih tepatnya ke ruang makan, saat Habibi turun tangan dia melihat Anugrah selesai memasak dan sekarang sedang menyajikan makana dan menatanya di meja makan.


"(Anugrah menyajikan dan menata makanan)"


"..." Habibi tersenyum dan melihat Anugrah dari atas dan ke bawah.


Percakapan Habibi mulai


"(Habibi senyum-senyum sendiri)"


"hm? ouu... maaf" melihat para pembaca.


"emm... hanya saja... hmhmhm..."


"apa yang Anugrah lakukan... sangat manis"


"kenapa tidak?"


"saya bangun pagi, di maja samping saya sudah ada satu set pakaian, sepiring kecil kue, secangkir teh hangat dan sebuah catatan yang isinya ucapan selamat pagi..." Habibi tersenyum.


"bukankah itu manis dan mengemaskan bahkankue dan teh yang tidak terlalu manis (Anugrah tau kalau Habibi tidak terlalu suka manis) jadi sangat manis"


"saat saya turun tangan, saya melihat Anugrah sedang memasak terus menyajikan makana yang matang menatanya di meja makan"


"Anugrah memakai kemeja biru panjang, celana abu-abu panjang, rambutnya di ikat gelun, dia memakai celemek warna hitam" mengigat Anugrah.


"apa?!! layaknya seperti suami istri?" terkejut dengan yang di ucapkan para pembaca.


"(tersipu malu tapi tersenyum)"


"saya rasa... begitu..." melihat para pembaca.


Percakapkan Habibi selesai


Anugrah selesai menata makanan di atas meja, Habibi yang puas melihat Anugrah dari jauh sekarang berjalan ke arah ruang makan.

__ADS_1


"Huh?!"


"profesor... selamat pagi"


"selamat pagi..."


"emm... kau mendapat pesan dariku?"


"dapat..."


"terimakasih kue dan tehnya... sangat enak..."


"senang kalau kau menyukainya"


"ku lihat kau memakai pakaian yang ku pilihkan..."


"yaa... dan ini sangat cocok perpaduan kemeja putih, sweter abu-abu, celana hitam... terimakasih"


"(Anugrah tersenyum)"


"ayo kita sarapan, aku sudah menyiapkan nya"


"hm..." mengangguk.


Habibi dan Anugrah sarapan bersama yaa Anugrah tidak lupa memberi makan Banny juga. saat Habibi memakan sarapan yang di masak Anugrah rasanya sangat enak bahkan Habibi memuji Anugrah...


"anda pandai memasak yaa..."


"hah? kenapa memangnya?"


"masakan anda enak nona nurlatifah"


"sungguh? terimakasih... tapi bukannya itu memang seharusnya"


"(menatap Anugrah)"


"perempuan memang harus bisa masak"


"yaa itu benar, tapu bukan berarti laki-laki tidak bisa memasak kan?"


"(Anugrah hanya tersenyum)"


"..." Habibi tersenyum.


"saat nanti anda menjadi seorang istri pasti suami anda betah di rumah karena masakan istrinya sangat enak"


"(terhenti)"


"..." Anugrah terdiam.


"Huh??!" melihat Anugrah.


"ada apa? apa saya salah bicara?"


"Hah?! aa... tidak... profesor benar..." mengiyakan ucapan Habibi.


"sebaiknya anda tidak perlu memangil saya profesor terutama bukan di universitas atau pun di hadapan orang lain"


"lalu aku harus memangilmu apa?"


"pangil saja nama saya..."


"eeeemmmmm..."


"cobalah..."


"mmmm..."


"Ha..."


"..." menatap Anugrah.


"Habibi..." wajah Anugrah sedikit merona merah.


"Deg!" Habibi terpanah.


"..."


"emm... aku masih merasa canggung"


"kalau begitu tambahkan 'A' saja"


"AHabibi..."


"kulan..."


"ehhhehehe..." tertawa kecil.


"kurasa aku akan mencoba membiasakannya" tersenyum.


"hm (iya)"


"kalau begitu kau juga jangan memanggil ku nona nurlatifah"


"..."


"panggil namaku?"


"Anugrah..."


"kahh (iya)" tersenyum.


"(tersenyum bersama)"


selesai sarapan Anugrah di antar Habibi ke rumahnya Adam untuk mengambil kebutuhan juga pakaiannya dan perlengkapan Anugrah, karena akan tinggal sementara di apartemen Habibi (Adam dan Gisel khawatir terjadi sesuatu kepada Anugrah kalau di rumah sendirian) selesai mengambil semua barang milik Anugrah mereka berdua kembali ke apartemennya Habibi.


karena apartemen Habibi tidak adak kamar tamu otomatis Anugrah akan tidur lagi di kamar Habibi, awalnya Habibi mengalah membiarkan Anugrah tidur di kasurnya, tapi Anugrah menolak dia memilih tidur di sofa karena dia tamu atau lebih tepatnya menumpang tinggal di apartemen Habibi sampai Adam dan Gisel pulang dari dinas mereka.


Habibi mengiyakan keinginan Anugrah (karena dia tidak mau berdebat dengannya) dan untungnya sofa yang ada di dalam kamar Habibi itu bisa memanjang keperti kasur. karena hari ini hari minggu Anugrah yang sudah memakai miliknya (tentu saja pakai kerudung) sekarang ia sedang mencuci pakaian Habibi yang dia pinjam, salain itu Anugrah melakukan pekerjaan rumah tangga Habibi, sedangkan Habibi ada di ruang kerjanya (melihat tugas-tugas muridnya) dan mengawasi Anugrah lewat layar komputer (Anugrah sedang beres-beres) sambil bersenandung lagu yang sering di mainkan oleh Habibi.


"(Habibi tersenyum melihat apa yang Anugrah lakukan)"


"hmm... rasanya benar-benar seperti sepasang suami istri" tersenyum malu.


"..." melihat Anugrah terus.


"(Anugrah sedang merapikan piring yang sudah di cuci)"


"buzz... buzz... buzz" Hp Anugrah bergetar.


"(mengambil Hp)"


"kak Adam" tersenyum.


"(Anugrah memakai hearphone bluetooth kecil di satu telinganya dan membluetooth kan panggilan Adam)" tangannya masih sibuk.


"halo assalamualaikum... iya kak Adam?"


"Waalaikumsalam...hey sayang bagaimana kabarmu?"


"sayang?!!" Habibi mendengarkan percakapan Anugrah dan Adam, lebih tepatnya menyadap Hp Anugrah (untuk berjaga-jaga kalau Anugrah jauh darinya, dia akan tau keberadaan Anugrah dengan cepat).


"Habibi merasa cemburu atau kesal karena Adam memangil Anugrah dengan pangilan sayang)"


"alhamdulillah sehat... kak Adam dan kak Gisel bagaimana kabarnya?"


"alhamdulillah kami sehat-sehat sayang" ucap Gisel.


"ohh... louse speker rupanya" ucap Habibi mengetahui ternyata Anugram mengobrol dengan kedua kakaknya.


"syukurlah kalau begitu... bagaimana kota E?"


"ramai dan sibuk seperti biasanya..."


Anugrah terus mengobrol dengan Adam dan Gisel sambil beres-beres rumah, sedangkan Habibi senang melihat interaksi Anugrah dengan Adam Gisel tapi di dalam hati dia merasa cemburu juga.


selesai memgobrol dengan Adam Gisel, Anugrah menyelesaikan pekerjaannya dan sekarang dia sedang bersantai di sofa ruang tamu (apartemen Habibi besar dan luas hampir mirip rumah yang di tinggali untuk satu orang/memang Habibi tinggal sendiri) karena lelah Anugrah tertidur di sofa, Habibi yang melihat itu langsung pergi menghampiri Anugrah dengan membawa selimut untuk menyelimuti Anugrah. saat sampai di ruang tamu Habibi melihat Anugrah tidur dengan tidak nyaman, ia pun membentulkan posisi tidur Anugrah, Habibi membaringkan Anugrah di sofa meletakan bantal di bawah kepalanya dan menyelimuti Anugrah (tadi Anugrah tidur di sofa posisi duduk miring dan tangan kanan menyangga kepalanya).

__ADS_1


"(Habibi menatap Anugrah yang tidur)"


"zzzzz..." Anugrah tidur.


"(Habibi melihat sekeliling ruangan)"


"semuanya terlihat bersih dan rapih... tidak di sangka cara membersihkan ruangannya mirip dengan saya... hanya satu yang membedakannya"


"Anugrah menambahkan bunga lily di setiap ruangan (setiap ruangan ada vas bunga berisi bunga lily) semua ruangan di apartemen saya harum bungan lily... bunga favorit saya"


"terimakasih Anugrah" mendekati wajah Anugrah.


"Cup" mencium bibir Anugrah.


"(Habibi tersenyum)"


1 jam kemudian...


Anugrah terbangun dari tidurnya ia duduk dan mencium harum wangi masakan, Habibi yang baru selesai membuat makan siang.


"kau sudah bangun?" ucap Habibi sambil membawa dua mangkok mie ayam.


"akk! aku ke tidurannya... maaf..."


"tidak perlu minta maaf... apa kau lapar?" meletakan mie ayam di meja.


"(menatap mie ayam)"


"ayo kita makan siang sambil nonton TV"


"ehem..." menganggukan kepala.


Habibi dan Anugrah juga Banny sedang nonton TV sambil makan mie ayam, mereka menikmati mie ayam bersama-sama (kecuali Banny dia makan wortel) tapi yang paling menikmati momen ini adalah Habibi dia terus melihat ke arah Anugrah (curi-curi pandang) di saat Anugrah yang menonton TV dan fokus makan, Anugrah terlihat imut saat makan menurut Habibi.


"(Anugrah ke pedesan)"


"AHabibi boleh minta tisu... aku kepedesan..." menunjuj kotak tisu yang ada di samping kiri Habibi.


"(Habibi menatao kotak tisu dan memindahkan/mengesernya ke samping kanan Anugrah)"


"(Anugrah selesai minum)"


"?!!" melihat ke samping.


"kok kotak tisunya ada di sini? bukannya tadi ada di samping mu?"


"!!?" Habibi tersadar.


"amm... tidak dari tadi kotak tisunya memang di samping dirimu Anugrah"


"ahk?! masa? perasaan tadi itu di sana"


"tidak itu dari tadi di situ... sudah katanya mau pakai tisu karena kepedasan"


"saya minta juga tisunya sata juga kepedesan nii"


"(Anugrah yang masih binggung mengambil tisu dan mengelap mulutnya yang kepedesan karena mie ayam nya terlalu pedas)" dan memberikan kotak tidu kepada Habibi juga.


"aduhh... saya lupa! Anugrah kan tudak tau kalau saya punya kekuatan... hampir saya... saya harus lebih hari-hati lagi" ucap Habibi dalam hati.


selesai makan siang Anugrah mencuci mangkok sedangkan Habibi sedang menerima telepon dari Ayahnya yang meminta Habibi datang ke kantor karena dia membutuhkan bantuannya.


"..." Habibi terdiam.


"ada apa AHabibi?"


"Ayah meminta saya untuk pergi ke kantor nya dia butuh bantuan saya"


"kalau begitu pergilah..."


"Hah?"


"bukankah Ayahmu memintan mu pergi ke kantornya? pergilah..."


"..." menatap Anugrah.


"jangan khawatir apartemen mu tidak akan menjadi kapal pecah saat kau kembali nanti... " ucap Anugrah sambil mengedipu satu matanya.


"hahaha... lucu sekali..."


"(Anugrah tersenyum)"


"baiklah saya akan pergi say---" terputus.


"(menatap Habibi)"


"maksud saya kau tetap di sini, kalau mau keluar ke supermarket atau minimarket hati-hati dan..."


" jangan sampai ada yang tau kalau aku keluar apartemen mu kan AHabibi..." sambung Anugrah.


"hm..."


"aku tidak akan membiarkan ada yang mengetahui tempat nyamanmu..."


"hm..."


Habibi pergi ke kamar untuk berganti pakaian, setelah selesai Habibi akan pergi, saat akan oergi ternyata Anugrah mengantarnya sampai pintu dan mengucapkan selamat jalan. setelah di parkiran mobil, di dalam mobil Habibi tersenyum mengingat apa yang Anugrah lakukan...


"ahhh... manis sekali... Anugrah-Anugrah..." tersenyum.


Habibi pergi ke kantor Ayahnya dan membantu urusan kantor, sedangkan Anugrah dan Banny melakukan aktivitasnya (membereskan rumah, selesai membereskan rumah Anugrah sedang di kamar (Banny tidur di ruang tamu) Anugrah sedang memperbaiki sesuatu.


"Aou!" kesakitan.


"fokus... aku harus fokus... aku tidak boleh gagal! ini sangat berarti baginya... aku harus bisa memperbaiki ini"


"(Anugrah kembali memperbaiki sesuatu)"


waktu berlalu dan sekarang sudah jam 8 malam, Anugrah sedang memasak makan malam, selesai memasak Anugrah mendapat telepon dari Habibi dia mengatakan akan pulang terlambat dan menyuruh Anugrah beristirahat dan meminum obatnya. Anugrah nmenurut ia pun makan malam bersama Banny, minum obatnya dan sekarang sedang membaca novel di ruang tamu bersama Banny di samping nya.


jam 10 malam kemudian...


Habibi pulang ia sangat lelah, saat masuk apartemennya (setelah memasukkan paswort) ia binggung melihat lampu ruang tengah masih menyala, saat dia pergi ke ruang tengah, Habibi melihat Anugrah tertidur di sofa dengan wajahnya tertutup buku novel, Habibi berjalan ke arah Anugrah dan ia juga melihat di meja mkana ada makanan yang di hangatkan di atas penghangat makanan (berbentuk seperti tatakan/talenan bertenaga matahari) Habibi berlutut di hadapan Anugrah dan mengambil buku yang menutupi wajah Anugrah.


"(mengambil buku)"


"Zzzzzzz..." Anugrah tidur pulas.


"(menatap wajah tidur Anugrah)"


"hmm..." tersenyum


"(mengelus wajah Anugrah dan menoel-noel pipi Anugrah dengan gemas)"


"cup" mengecup kening Anugrah.


"(tersenyum)"


"hmmmmmm...." Anugrah yang tidur tersenyum.


Habibi mengendong Anugrah dan membawanya ke kamar dan menidurkannya di sofa (yang seperti tempat tidur) lalu menyelimutinya. setelahnya dia pergi untuk mandi, Habibi melihat di tempat tidurnya sudag tersedia dua set pakaian, yang satu piyama (baju tidur) dan satunya lagi pakaian santai dan sebuah pesan kertas kecil di tengah-tengah pakaian itu.


"AHabibi... kalau sudah pulang cepat mandi dan makan malam, aku sudah memasak dan menghangatkan makananya di meja makan, satu lagi aku sudah menyiapkan pakaian ganti untuk mu... maaf kalau lancang lagi, aku tidak tahu apa yang akan kau pakai jadi aku sediakan dua set pakaian piyama dan baju santai" membaca isi pesan dari Anugrah.


"(Habibi melihat ke arah Anugrah)"


"hmm..." tersenyum.


Habibi mengambil piyama danboergi untuk mandi, selesai mandi dia pergi ke ruang makan dan memakan masakan buatan Anugrah, selesai makan Habibi bersiap untuk tidur tapi saat dia masuk kamar dan melihat Anugrah ia mendekatinya dan seperti waktu itu Habibi mencuri ciuman saat Anugrah tidur, setelahnya dia pergi tidur.


"hari yang menyenangkan..." ucap Habibi dalam hati.


"(Habibi tertidur)"


"Zzzzzzz..." Anugrah tidur lelap.


Habibi dan Anugrah tidur dengan lelap dan terlihat mereka tersenyum di dalam tidur mereka, mereka bermimpi indah.

__ADS_1


__ADS_2