Habibi Anugrah

Habibi Anugrah
Biola


__ADS_3

Percakapan Habibi mulai


"..." Habibi murung.


"haaaa..." menghelan napas dengan berat


"aaa...maaf, sebenarnya saya kurang bersemangat..."


"Hah? apa alasannya?"


"alasannya..."


"haaa..."


"saya sangat menyukai biola...sangat-sangat suka... Terutama itu akan terus mengigatkan saya kepada sahabat saya yang sudah tiada...tapi karena biola juga...saya jadi terpuruk"


"..." Habibi terdiam.


Percakapan Habibi selesai


Hari yang cerah dengan langit biru dan sedikit berawan, angin yang berhembus dengan sejuk, suasana damai. Di taman kelinci universitas Habibi sedang bermain biola dengan lagu biasa yang ia mainkan (lagu mine versi indonesia, penyayi petra sihombing) semua kelinci berkumpul di sekitar Habibi dan menikmati alunan lagu yang di mainkan dengan biola.


"(Habibi bermain biola)"


"tap tap tap" Anugrah datang ke taman kelinci.


"Huh?"


"hmm..." Anugrah tersenyum.


Anugrah yang baru selesai kelas kesenian langsung pergi ke taman kelinci, sesampai di sana ia melihat Habibi yang sedang bermain biola, Anugrah duduk di rumput bersama para kelinci mendengarkan alunan lagu yang di mainkan oleh Habibi dengan biola.


"(Habibi selesai bermain biola)"


"ehk!? Nona nurlatifah?"


"ehee... Assalammualaikum profesor"


"waalaikumsalam"


"dari tadi?" tanya Habibi kepada Anugrah.


"baru sampai...baru selesai kelas kesenia..."


"hmm..."


"(Anugrah menatap biola milik Habibi)"


"???"


"ada apa nona nurlatifah?"


"emm...tidak ada hanya saja"


"hanya saja apa?"


"aku penasaran...biolamu itu terbuat dari apa?"


"biola saya?"


"iya..."


"anda ingin tau?"


"yaa...kalau boleh..."


"(tersenyum) baiklah saya akan beritau tapi dengan satu syarat"


"apa itu?"


"jaga rahasia saya"


"baiklah..."


Habibi yang mulai mempercayai Anugrah (karena Adam sudah cerita saat Anugrah dan meminta Habibi untuk menjaga Anugrah di universitas) Habibi menceritakan soal biola miliknya.


"biola saya ini terbuat dari kayu seperti biola kebanyakkan..."


"???" Anugrah binggung.


"bingung?" melihat ke arah Anugrah.


"iiyyaa..."


"awalnya biola ini dari kayu...tapi berubah menjadi kristal begini"


"kok bisa?"


"ahk?! anda percaya?"


"iya...memangnya kau berbohong?"


"tidak! saya tidak berbohong..."


"yaudah lanjutkan ceritanya"


"hm..."


"biola saya yang dari kayu menjadi kristal karena hubungan persahabatan dengan sahabat saya"


"sahabat? "


"iya...sahabat saya..." mengigat sahabatnya.


"(Anugrah terus mendengarkan) "


"saat itu saya berusia 12 tahun dan sahabat saya 7 tahun, saya sedang kesal karena anak dari teman perusahaan Ayah terus mengganggu! Dan orang tua anak itu termasuk tamu yang lain terus membuat saya kesal"


"(Anugrah masih mendengarkan)"


"saking kesalnya saya yang sedang bermain biola, sengaja memainkan biola dengan kasar! Sampai semua senarnya putus! Setelah itu saya langsung pergi dari tempat itu"


"pergi kemana? "


"saya pergi ke taman yang biasa saya jumpai sahabat saya di sana"


"saya terus bergerutuh kesal karena apa yang terjadi, saat sedang menggerutuh, sahabat saya datang bersama Banny (kelinci) dia menghampiri saya"


"ehk! Tunggu... Maaf kalau ke potong... Banny bukan kelinci milikmu?"


"bukan! Itu nanti saja di ceritakannya"


"oh... Baiklah lanjutkan..."


"seperti saya bilang tadi, sahabat saya menghampiri saya dia mengambil biola saya, bertanya apa saya suka bermain biola"


"saya menjawab iya, duq mengatakan kalau dia juga suka dengan biola, dia meminta saya untuk mengajari dirinya bermain biola, tapi... Mungkin karena saya masih kesal kepada semua orang yang di tempat berkumpul, saya tudak terlalu mendengarkan apa yang di katakan oleh sahabat saya"


"..."


"saya menghargai dia akan merajuk! Katanya 'dari tadi berbicara tapi tidak di dengar oleh saya' dia malah duduk di samping saya dan bertanya apa yang terjadi"


Kejadian di masa lalu mulai


"..." Habibi kecil masih kesal.


"sedang kesal? " ucap sahabat Habibi atau gadis kecil.


"hm (iya)" jawab singkat.


"marah?"


"hm"


"ehk! Tunggu! Bagaimana kau tau?" Habibi kecil binggung.


"tentu saja tau... Karena terlihat dari wajahmu..."


"(menatap wajah sahabatnya)"


"mau menceritakannya?"


"hm"


Habibi kecil menceritakan apa yang membuat dia kesal dan marah kepada sahabatnya...


"ohh... Jadi begitu..."


"..."


"wajar sihh kalau kau marah..." ucap sahabat Habibi.


"amm... Maaf..." Habibi meminta maaf.


"kenapa meminta maaf?"


"karena saya tidak mendengar apa yang kau bicarakan tadi, kau malah melihat dan jadi melihat dan mendengar gerutuhan saya..." Habibi kecil murung.


"tidak apa... Bukan kah ini namanya sahabat..."


"Huh?! " melihat sahabatnya.


"di saat aku sedih dan butuh bantuan Aa ada, sekarang di saat Aa butuh orang untuk mendengar Keluhan Aa... Aku ada" tersenyum ke arah Habibi.


"Deg! " wajah sampai telinga memerah.


"(menundukan kepala karena tersipu malu)"


"Aa... Ajari aku main biola"


"..."


"kenapa diam? Tidak mau yaa... " sedih.


"bukan tidak mau... Semua senar biolanya sudah putus dan saya tidak membawa senar cadangan..."


"oohh... Kalau soal itu mudah..."


"(mencabut beberapa helai rambutnya)"


"apa yang kau lakukan?" tanya Habibi kecil.

__ADS_1


"(memberikan empat helai rambut panjangnya ke Habibi)"


"pakai rambutku..."


"(Habibi binggung) rambut tidak bisa menjadi senar"


"bismilah... Bisa..." tersenyum menyakinkan Habibi.


"(Habibi ragu, tapi tetap melakukan apa yang di minta oleh sahabatnya)"


Habibi mengambil rambut (empat helai rambut) milik sahabatnya dan memasangkan ke empat helai rambut sahabatnya di pasang di tempat senar biola dan sebuah ke ajaiban terjadi saat empat empat helai rambut sahabatnya di pasang di masing-masing tempat senar, rambutnya dan senar yang putus itu menyatu dengan rambut sahabatnya, Habibi yang terkejut melihatnya langsung menatap sahabatnya sedangkan sahabatnya hanya tersenyum.


"ternyata kau juga punya ke istimewa seperti saya" Habibi kecil tersenyum.


"ehem" sahabat tersenyum.


Habibi langsung mengajari sahabatnya bermain biola, posisi Habibi ada di belakang sahabatnya dan membimbing sahabatnya, saat di mainkan suara yang di hasilkan begitu indah dan merdu (seakan-akan senar biolanya tidak putus {tadinya kan senarnya putus}) saat mereka berdua memainkan biola bersama dan keajaiban pun kembali terjadi biola milik Habibi berubah dari biola kayu menjadi kristal


"subhanallah... Biolanya berubah menjadi kristal" ucap sahabat Habibi.


"subhanallah... Indahnya... Apa artinya ini? "


"hmm... Mungkin ini karena ketulusan kita berdua"


"mungkin saja"


"(Habibi dan sahabatnya tersenyum bersama)"


Habibi dan sahabatnya kembali bermain biola bersama, Habibi yang menekan kunci not senar dan sahabatnya yang mengesek senar dengan tongkat biola. Lagu yang mereka mainkan adalah mine versi indonesia penyanyi petra shiombing. Mereka terus bermain dan tersenyum bersama.


Kejadian masa lalu selesai


"itulah cerita kenapa biola milik saya berubah dari biola biasa menjadi biola kristal"


"hm-hm" Anugrah menganggukan kepala.


"ada petanyaan?"


"jujur terdengar aneh... Tapi di sisi lain, karena sahabat profesor terlahir dengan ke istimewaan... Aku percaya"


"terimakasih karena anda percaya... Saya tidak pernah menceritakan ini kepada siapa pun (orang luar) anda adalah orang lain yang mendengarkan cerita saya"


"aku akan menjaga rahasia ini"


"terimakasih"


"kalau boleh tau... Sahabatmu ada dimana sekarang?" padahal Anugrah sudah tau kalau sahabat Habibi sudah meninggal.


"(menatap Anugrah) sahabat saya...sudah meninggal dan itu sudah 12 tahun yang lalu" merasa sedih.


"app! Maafkan aku... aku tidak tau... " merasa bersalah.


"tidak apa-apa tidak usah di pikirkan"


"dan lagu yang selalu saya mainkan adalah lagu yang kami mainkan waktu itu"


"kalau boleh tau judul lagunya apa?"


"mine penyayinya petra shiombing, mine versi indonesianya"


"mmm...aku suka, lagunya sangat indah"


"apa anda mau saya menyayikan lagu mine?"


"apa boleh?"


"yaa itu pun kalau anda mau"


"boleh kalau begitu"


Habibi memainkan kembali biola, dengan lagu yang sama yaitu mine, tapi kali ini dia juga bernyayi, menyayikan lagi mine. Anugrah yang mendengarkan ikut bernyayi mereka bernyayi bersama dan semua kelinci mendengarkan mereka berdua bernyayi, di ruang kepala sekolah universitas Bunda yang melihat Habibi Anugrah bernyayi bersama merekam momen itu dan senyum-senyum karena senang melihat putranya Habibi dan Anugrah Bunda juga mengirim rekamannya kepada Ayah (suaminya) Tuan maulana yang di kantor, melihat rekaman dari Bunda, Ayah pun senang dan senyum-senyum melihat putranya bersama adik dari Adam.


Percakapan Habibi mulai


"bukan kah itu manis?"


"saat itu saya sangat bahagia bisa bermain biola dan bernyanyi dengan Anugrah" tersenyum.


"tapi..." murung.


"insiden itu membuat saya menjadi..." kata-kata terpotong.


Percakapan Habibi selesai


Habibi sedang mengajar di ruang musik, saat mengajar tiba-tiba kepala sekolah universitas memberikan pengumuman untuk semua Dosen berkumpul di ruang rapat, Habibi meminta ke semua muridnya untuk berlatih sendiri sedangkan dia akan pergi rapat. Setelah pergi murid-muridnya melakukan apa yang di perintahkan oleh prof.Habibi, jam pelajaran pun selesai, semua murid bubar.


Anugrah yang kebagian membereskan ruang musik masih di sana setelah selesai beres-beres Anugrah akan oergi akan tetapi Ardiyuno dan dua temannya masuk kembali ke ruang musik (menunggu Anugrah sendirian di ruang musik) saat masuk Ardiyuno langsung membully Anugrah dia marah-marah dan kesal kepada Anugrah kedua temannya pun ikut mengatai Anugrah.


Anugrah yang tidak terima di bully, di kata-katai oleh Ardiyuno dan kedua temenya membalas perkataan, bahkan Arsiyuno dan dua temanya langsung main fisik, Anugrah yang berfisik lemah tidak bisa menahan pukulan Ardiyuno dan kedua temannya, meskipun ke sakitan Anugrah tetap membela diri.


Di sisi lain Habibi dan Bund yang selesai rapat pergi ke arah ruang musik karena Habibi meninggalkan biolanya di meja yang ada panggung sedangkan Bunda ingin mengajak Anugrah minum teh.


Percakapan Habibi mulai


"awalnya saya mengira ini hanya pembullyan biasa yng selalu di lakukan Ardiyuno swill! Dan dia sudah di beri banyak kesempatan untuk memperbaiki diri tapi kali ini saya benar-benar marah kepadanya!"


"insiden ini yang membuat saya yang tadinya menyukai biola menjadi troma akan biola"


Percakapan Habibi selesai


Habibi dan Bunda Habibah membuka pintu ruang musik dan...


"(Ardiyuno mengambil biola prof.Habibi)"


"(Anugrah mencoba berlari)"


"rasakan ini wanita ******!" teriak Ardiyuno.


"brukkgg" kepala Anugrah di pukul dengan keras mengunakan biola.


"!!!" Habibi dan Bunda Habibah terkejut melihat yang di lihat.


"(biola retak dan patah menjadi dua)"


"kreekkk" suara retakan.


"Ardiyuno swill!!!" teriak Habibi.


"(melihat ke arah prof.Habibi)"


"tes...tes...tes" darah menetes.


"kau..." ucap Anugrah dengan suara lemah.


"(melihat ke arah Anugrah) "


"kau! Memukulku dengan biola profesor!" Anugrah yang kepalanya bercucuran darah dan hidung, mulut.


"Anugrah! " Bunda Habibah berlari ke arah Anugrah.


"biola...kesayangan profesor..." Anugrah yang mulai merasa akan pingsan.


"dia masih bisa berdiri! Padahal kau memukul kepalanya dengan keras!"


"(Habibi melotot dan mengeluarkan aura amarahnya)"


"A-Ardiyuno... Biola profesor kan terbuat dari kristal!"


"profesor aakkuu..."


"(Habibi menggunakan kekuatan istimewanya, membuat Ardiyuno dan ke dua temannya tidak bisa bergerak)"


"(Anugrah jatuh)"


"Anugrah!" Bunda Habibah menangkap Anugrah.


"..." Anugrah pingsan.


"Anugrah! " Teriak Bunda.


"Habibi! Cepat bawa Anugrah ke rumah sakit!"


"(Habibi melihat dan pergi ke arah Bunda)"


"Anugrah kehilangan banyak darah! Cepat bawa dia ke Adam! Biar Bunda yang mengurus Ardiyuno!"


"(Habibi mengambil Anugrah dari oelukan Bunda dan mengendongnya)"


"cepat!"


"(Habibi bertelepot)"


"..." Bunda menatap Ardiyuno dan kedua temannya.


"(mata Bunda Habibah menyala)"


Di rumah sakit Adam dan Gisel merasa tidak enak Hati kepada Anugrah...


"ahh kenapa perasaanku tidak enak" ucap Adam.


"sayang ada apa?"


"sayang perasaanku tidak enak ke Anugrah"


"aku juga rasanya terjadi sesuatu dengan Anugrah"


"(Habibi sampai di rumah sakit)"


"Drap! Drap! Drap" Habibi berlari.


"Adam!" teriak Habibi.


Adam dan Gisel yang ada di lobi rumah sakit mendengar suara Habibi langsung pergi ke arahnya...


"Habibi? ada apa---Hah!!!" Adam terkejut.


"Anugrah!" melihat Anugrah pinsan dan berlumuran darah.


"(menghampiri Habibi dan Anugrah)"


"apa yang terjadi?! Kenapa Anugrah bisa seperti ini!" ucap Adam.

__ADS_1


nanti saja saya jelaskan! Sekarang lebih penting menyelamatkan nona nurlatifah!"


"sayang siapkan ruang operasi!"


"baiklah"


"cepat bawa Anugrah ke ruang operasi!"


"ruang operasi?"


"iya! Cepat Habibi! "


Gisel yang pergi menyiapkan ruang operasi dan perlalatan untuk mengoperasi Anugrah, Adam dan Habibi pergi ke arah ruang operasi. Sesampai di ruang operasi Adam dan Gisel langsung melakukan pengobatan kepada Anugrah. Adam meminta Habibi untuk membatunya juga (Habibi kan juga dokter) saat pengoperasi di mulai Anugrah terus mengeluarkan banyak darah...


"Adam! Anugrah terus mengeluarkan banyak darah!"


"bagaimana... Apa persediaan darah Anugrah masih ada?"


"sudah habis!"


"apa golongan darah nona nurlatifah?" ucap Habibi.


"golongan darah Anugrah sangat langkah..."


"apa memangnya?"


"A+ biru!"


Author : golongan darah A+ biru di cerita Habibi Anugrah adalah darah yang langkah dan spesial, hanya orang-orang tertentu yang memilikinya tidak banyak yang memiliki darah ini.


"gunakan darah saya Adam!"


"(melihat Habibi)"


"saya golongan darah A+ biru!"


"benarkah?"


"iya!"


Habibi mendonorkan darahnya untuk Anugrah dan benar saja darah Habibi sama dengan Anugrah, pengoperasian pun kembali di mulai. 1 jam berlalu... Akhirnya Anugrah selamat dari masa kritis, Anugrah sudah di pindahkan ke ruang rawat inap...


"(Anugrah berbaring di tempat tidur)"


"..." Habibi menatap Anugrah.


Percakapan Habibi mulai


"ya! benar!"


"alasan saya teroma, terpuruk karena biola adalah saya harus menyaksikan Anugrah di pukul kepalanya dengan biola dan biola yang di gunakan adalah biola milik saya! Menyaksikan insiden itu di depan mata kepala saya sendiri!"


"(menutup wajah dengan satu tangan)" prustasi.


"Anugrah..."


Percakapan Habibi selesai


Di rumah sakit, ruang rawat inap/ruang khusus Anugrah... Adam, Gisel, dan Habibi sedang menatap Anugrah yang terbaring koma...


"(megenggam tangan Anugrah) padahal kakak tidak mau melihatmu seperti ini lagi...bukankah kau juga mengatakan kau tidak mau kakak melihatmu dalam kondisi seperti ini lagi... " ucap Adam yang khawatir.


"kepalamu di perban...wajahmu pun memakai perban...selang impus terpasang kembali di tanganmu..." termenung.


"(Gisel mendekati Adam dan menenangkan Adam)"


"..." Habibi terdiam.


"Habibi... Apa yang terjadi! Kenapa kau membawa Anugrah dalam kondisi berlumuran darah dan penuh dengan luka! Dan kepingan-kepingan kristal apa yang tadi ku cabut di kepala Anugrah!" melihat Habibi.


"(Habibi menunduk)"


"Habibi!"


"Brughk!" Habibi berlutut di hadapan Adam.


"maafkan saya Adam! Hukum saya Adam! Hukum saya!"


"..."


"saya bersalah! Hukum saya Adam!"


"(Adam menatap Habibi)"


"ceritakan apa yang terjadi kepada Anugrah! Soal menghukummu nanti saja"


Habibi menceritakan apa yang terjadi kepada Anugrah sampai seperti ini, Adam dan Gisel yang mendengar cerita langsung kesal kepada Ardiyuno. Habibi mendapat telepon dari Bunda, Bunda menayakan kondisi Anugrah, Habibi menjelaskan kondisi Anugrah kepada Bunda, saat mendengar kalau Anugrah koma Bunda merasa sedih, Bunda meminta Habibi dan Adam pergi ke universitas untuk menyelesaikan masalah ini. Habibi dan Adam berpamitan kepada Gisel mereka berdua akan pergi ke universitas sedangkan Gisel menjaga Anugrah.


Sesampai di universitas Habibi dan Adam pergi ke arah tempat hukuman yang ada di bagian barat universitas, sampai di ruang hukuman ternyata orang tua dari Ardiyuno dan orang tua dari kedua temannya sudah datang Ardiyuno yang melihat kedatangan Habibi langsung berlari ke arahnya dan membela diri kalau Anugrah yang memulai pertengkaran, Bunda Habibah yang menunjukan rekaman cctv dan memperlihatkan kepada semua orang di sana kalau Ardiyuno lah yang melakukan pertengkaran.


Semua bukti sudah di perlihatkan Ardiyuno tidak bisa mengelak lagi, Adam yang tidak terima adiknya terluka parah malahan sampai koma, Adam menuntut Ardiyuno ia ingin Ardiyuno di masukan penjara karena telah melukai adiknya samapi koma sebaliknya orang tua dari ardiyuno tidak terima.


Karena terus tidak terima, Adam menuntut mereka semua yang terlibat dalam inside yang membuat Anugrah terlukan sampai koma. Ardiyuno menanyakan siapa Anugrah sebenarnya dan dia mengatakan Anugrah memang pantas terluka karena dian seorang ****** yang merebut prof.Habibi darinya. Bunda Habibah menampar Ardiyuno karena berani-beraninya menyebut Anugrah seorang ******, dan Bunda Habibah mengatakan....


"Anugrah nurlatifah adalah putriku! Dia sudah seperti putriku sendiri! Dia adik dari Adam nasrullah suami dari Gisel wirupa RCFL purti dari keluargaku! Otomatis Anugrah juga adalah bagian dari keluarga RCFL!" menjelaskan dengan sangat marah.


"(Ardiyuno, kedua orang tua , kedua temannya dan orang tua mereka terkejut)"


"seharusnya kalian tau! Siapa pun yang mengusik keluarga Royal crytal fower lily apa akibatnya?!!"


"(mata Bunda menyala dan menatap sinis kepada Ardiyuno, orang tuanya, kedua temannya dan orang tua mereka)"


"(semua orang gemetar ketakutan)"


Ardiyuno yang terus tidak terima terus mengoceh, Habibi yang sudah muak dan sangat marah langsung mengunakan kekuatan istimewanya.


"(Ardiyuno tidak bergerah, kepalanya di cengkram oleh Habibi)"


"(mata Habibi menyala dan berubah warna menjadi emas)"


"ini perintah!"


"mulai dari hari ini dan seterusnya anda tidak akan mengigat dan mengenal saya maupun semua orang disini! Anda akan lupa! Untuk selamanya! Dan hukuman untuk anda!"


"anda akan terus di hantui oleh rasa takut yang anda berikat kepada orang-orang yang anda bully selama ini, semua ketakutan mereka akan anda rasakan!"


"(ingatan Ardiyuno di manipulasi okeh Habibi)"


"dan untuk kalian juga sama!" mengunakan kekuatannya juga kepada orang tua Ardiyuno, kedua temannya dan orang tua mereka berdua juga


"Habibi..." ucap Bunda Habibah dan Adam.


"mulai sekarang mereka tidak akan menggunakan kita lagi"


Adam yang masih tidak terima, karena Ardiyuno menjadi seperti ini, Bunda Habibah juga setuju, Bunda Habibah menyuruh anak buahnya untuknya mengirim Ardiyuno dan yang lainnya keluar negeri dan Memperjar mereka semua. Setelah anak buah Bunda melaksana tugasnya, Habibi menghada ke Adam.


"Adam... Hukum saya! Saya akan menerima hukuman apapun itu! Saya telah lalai anda meminta saya menjaga nona nurlatifah tapi malah" Habibi menunduk dan tidak melanjutkan kata-katanya.


"(Adam menatap Habibi)"


"Adam..."


"tidak Bunda Habibah... Habibi sensiri yang meminta aku menghukumnya"


"..."


"kau meminta aku menghukummu kan? Habibi..."


"ya"


"baik aku akan menghukummu"


"(Habibi menungu)"


"hukummanmu adalah... "


"..."


"kau harus merawat Anugtah sampai dia suyuman dan sembuh!"


"Huh?!!"


"itu hukummanmu! Kau menerimanya atau tidak!"


"saya menerima hukummanmu Adam"


"kau harus merawat Anugrah samapi dia siyuman dan sembuh"


"baiklah..."


Percakapan Habibi mulai


"Adam memberikan saya hukumman yaitu saya harus menjaga dan merawat Anugrah samai siyuman dan sembuh"


"(tersenyum)"


"saya menerima hukumman itu dan melaksanakannya"


"..."


"dan selama saya merawat Anugrah, tumbuh beni-beni rasa suka saya kepada Anugrah"


"..." mebayangkan Anugrah.


"apa? Jatuh cinta kepada Anugrah?"


"Hmmm..."


"mungkin saja... Itu benar" tersenyum.


"(melihat para pembaca)"


Percakapan Habibi selesai


Habibi yang di minta Adam (hukumman yang di berikan Adam) merawat Anugrah sampai siyuman dan sembuh, Adam memindahkan Anugrah ke ruangan atau kamar khusus yang selalu menjadi kamar inap Anugrah. Setelah mengajar di universitas Habibi pergi ke rumah sakit dan merawat Anugrah di ruang kamar inap khususnya.


Habibi selalu mengecek kondisi Anugrah dan dia selalu duduk di samping tempat tidur Anugrah sampai membaca buku, terkadang Habibi menatap wajah Anugrah yang masih belum siyuman, Habibi selalu teringat-ingat insiden dimana kepala Anugrah di pukul dengan biola miliknya.


"(mengelus dan menatap wajah Anugrah)"


"Anugrah..."

__ADS_1


__ADS_2