
keesokan harinya Anugrah terbangun dari tidurnya dan demamnya juga sudah turun...
"(membuka mata perlahan)"
"..."
"(melihat ke samping kanan)"
"Zzzzzzz..." Habibi masih tidur.
"(mengerakkan tangan pelan)" tangan yang di gengam Habibi.
"emm... mmm" Habibi terbangun.
"Huh? kau sudah bangun..." mendekat.
"(menyentuh kening dan pipi Anugrah)"
"..."
"demam mu sudah turun..." tersenyum.
"(Anugrah memalingkan wajahnya)"
"???"
"ada apa Anugrah?"
"..."
"Anugrah..."
"yyy...yang... kemarin... mmaallaamm... emm makmaksuud nya! apa?" wajah Anugrah memerah.
"kemarin malam?"
"(mengigat)"
"[Habibi mencium Anugrah]"
"ohh... ammm..." telinga Habibi memerah setelah mengingat kejadian semalam.
"yaa... itu... hadiah dari saya"
"bluss" wajah Anugrah semakin memerah.
"(mulai menagis)"
"ekh! Anugrah kenapa kau menagis?" Habibi panik.
"Anug..." membalikkan tubuh Anugrah untuk menghadap dirinya.
"(menghapus air mata Anugrah)"
"Anugrah..." ucap Habibi lembut.
"(masih terisak-isak)"
"ada apa? kenapa kau menagis?"
"..."
"katakan sesuatu... jangan diam saja"
"..."
"mau memberitau..."
"(mengangguk)"
"itu... itu..."
"itu apa?"
"itu adalah... ciuman pertama ku" wajah semakin memerah.
"(menutup wajah dengan kedua tangan)"
"ciuman pertamamu..."
"(mengangguk)" sambil menatap, mengintip dari balik tangan.
"aduhh... imut yaa..." ucap Habibi dalam hati.
Percakapan Habibi mulai
"hhhmmm...hehehe...." menahan tawa.
"ah maaf... saya tidak tahan"
"habisnya... Anugrah... imut sekali"
"padahal itu bukan ciuman partama kami" Habibi tersipu"
"Anugrah-Anugrah..." tersenyum.
Percakapan Habibi selesai
"benarkah? itu ciuman pertamamu?" pura-pura tidak tau.
"(mengangguk)"
"(Habibi menahan tawa)"
"amm... maaf Anugrah... saya tidak tau"
"(masih terisak-isak)"
"berhentilah menangis Anugrah..."
"..."
"Anugrah..."
"(melihat ke arah Habibi)"
"sebenarnya... itu juga ciuman pertama saya..." Habibi tersipu.
"apa?! itu juga pertama untukmu?"
"iya... kau tidak percaya?"
"..."
"apakah... kau sungguh tidak percaya..." mendekat.
"aku percaya..."
"hm?"
"kak Adam, kak Gisel, dan Bunda pernah cerita kalau kau memang tidak pernah berpacaran... dengan wanita manapun..."
"..." menatap Anugrah.
"jadi... aku percaya" melihat Habibi.
"...kalau begitu... kita impaskan..."
"..."
"apa kau... tidak suka saya mencium mu?"
"hah!... bukan begitu... ma-makksudd kuu... a-akkuu..." gugup.
"kau apa?"
"han... hanyya..."
"hanya?"
"hanya... masih tidak rela..." menatap Habibi dengan malu.
"hm..." tersenyum.
"mau mengulaginya lagi?" menatap Anugrah.
__ADS_1
"?!!" menatap Habibi.
"(Habibi mendekati wajah Anugrah)"
"..." Anugrah membeku.
"(1 cm lagi akan berciuman)"
"Habibi!!!" pangil Adam kencang.
"(terhenti)"
"Habibi kau di dalam kan! buka pintu apartemenmu sekarang!" ucap Adam ke pesan suara di pintu.
"...mengganggu saja..." ucap Habibi dalam hati.
"(Habibi menghampiri pintu)"
"haaaa..." menghelan napas.
"aku selamat..."
Habibi membuka pintu apartemennya, Adam yang dari tadi mengebel pintu, karena tidak ada jawaban, dia mengunakan micropon (pesan suara) yang ada di samping tombol bell. setelah di persilahkan masuk Habibi dan Adam berdebat karena Habibi yang lambat membuka pintu, perdebatan itu terus berlanjuy kalau saja Gisel tidak menjewer telinga mereka berdua pasti perdebatan mereka akan sangat panjang.
Adam dan Gisel pergi ke arah kamar Habibi memeriksa kondisi Anugrah, saat masuk ke kamar Habibi, Anugrah sedang duduk bersandar ke kepala tempat tidur. Adam dan Gisel menghampiri Anugrah, Adam memeriksa kondisi Anugrah. Habibi yang datang ke kamar sambil membawa 4 cangkir teh.
karena kondisi Anugrah yang sudah membaik, Adam memutuskan mengajak Anugrah kembali pulang ke rumahnya, awalnya Habibi menolak saat mendengar kalau Anugrah akan pulang, mendengar Habibi mengatakan tidak setuju Adam dan Gisel saling melihat, merasa heran dengan Habibi.
Habibi menjelaskan kalau apartemennya tidak terlalu jauh dari universitas, jadi Anugrah tidak akan terlalu jauh kalau berangkat. awalnya Adam sedikit setuju tapi sesuai permintaan Adam, Anugrah hanya akan tinggal bersama Habibi sampai dirinya dan Gisel pulang dinas.
pada akhirnya Anugrah di ajak pulang, Gisel membantu Anugrah membereskan pakaian dan barang-barang nya sedangkan Adam dan Habibi membawa lalu memasukkan barang-barang Anugrah ke dalam mobil Adam, selesai beres-beres Anugrah berpamitan kepada Habibi.
"(Habibi dan Anugrah saling berhadapan)" mengatar kepergian Anugrah.
"aku pamit pulang AHabibi... Terimakasih sudah mengizinkan ku tinggal bersamamu... Maaf kalau aku merepotkan mu selama ini..."
"hm..." mengiyakan semua yang Anugrah katakan.
"..."
Setelah berpamitan dan mengantar kepergian Anugrah, saat Habibi kembali ke dalam apartemennya, di dalam apartemen Habibi merasa kesepian.
"..." Habibi merasa sepi.
Percakapan Habibi mulai
"bagaimana tidak sepi... Sejak Anugrah tinggal bersama saya di apartemen saya, yang biasanya sepi... Menjadi sedikit ramai dengan keberadaan Anugrah dan sekarang sepi lagi... Mungkin karena sudah terbiasa dengan keberadaan Anugrah di apartemen saya, rasanya... Sangat menyenangkan saat dia bersama saya di apartemen, sejak Anugrah pulang... apartemen saya jadi sepi... " sedih.
"..."
"yaa... Setidaknya kami masih bisa bertemu di universitas" tersenyum kecil.
Percakapan Habibi selesai
Di rumah Adam-Gisel...
Anugrah sedang menyisir rambutnya (habis mandi) sambil berkaca.
"(menyisir rambut)"
"(memakai krim wajah untuk malam hari)"
"(tangan menyentuh bibir)"
"..."
"(mengigat kejadian saat Habibi mencium dirinya saat hari ulang tahun dan kejadian tadi pagi saat Habibi akan menciumnya lagi)"
"bluss" wajah memerah.
"(menutup wajah dengan kedua tangan)"
"sepertinya...aku tidak bisa melupakannya..." malu.
"..." terdiam sejenak.
"aakkhh!!" kepala merasa sakit.
"(menahan rasa sakit)" memegang kepala.
"(menatap pantulan diri ke cermin)"
"..."
"(melihat telapak tangan setelah memegang kepala)"
"darah lagi... Aku harus membasuh darah ini dan memberi obat" pergi ke kamar mandi.
Keesokan harinya... Kelas Habibi pergi bertamasya ke taman hiburan, Habibi membeti hadian kecil tanda terimakasih untuk semua murid-muridnya yang menyiapkan kejutan ulang tahun untuknya. Di dalam buss semua murid (mahasiswa-mahasiswi) Habibi ada yang bercanda, ada yang bernyayi, ada yang bermain game online bersama dan masih banyak lagi, Habibi yang duduk di samping supir melihat ke arah kaca sepion (melihat murid-muridnya) pandangannya melihat Anugrah yang sedang menatap keluar jebdela dan tatapannya menatap lurus ke depan.
"..." Anugrah menatap keliar jendela.
"ada apa dengan Anugrah? Kenapa dia seperti itu sejak dari berangkat"
"..."
Sesampai di taman hiburan, semua turun dari buss, Habibi mengizinkan semua murid-muridnya bermain atau jajan di taman hiburan (semua di bauar oleh Habibi) semua murid mbuat kelompok, lalu berpencar sedangkan Anugrah yang berkelompok dengan Adit-Siti sedang tidak bersama mereka, ia pergi ke toilet selesai dari toilet ternyata Banny sudah menunggunya.
"ow! Banny... Ada apa?" mengendong Banny.
"(Banny menunjukkan kakinya ke arah taman bunga yang ada di taman hiburan)"
Anugrah menurunkan Banny, Banny mengajak Anugrah untuk mengikuti dirinya, Anugrah mengikuti Banny ke taman hiburan bagian yang dibpenuhi oleh bermacam bunga, sesampai di taman bunga Anugrah mendengar suara biola yang familiar.
"inikan lagu mine..." mengikuti suara biola.
"(suara biola)"
"Ahabibi..."
"(berhenti main biola)"
"..." membuka mata dan melihat ke arah Anugrah.
"(meletakan biola)"
"hey... Kemari duduk di samping saya" menepuk bangku di sebelahnya.
"(Anugrah duduk di samping Habibi)" di tengah-tengah mereka ada Banny.
"ada apa kau memanggil ku?" masih canggung.
"saya ingin memberikan ini..." mengambil kotak hadiah.
"ini... " memberikan.
"apa ini?"
"hadiah ulang tahun untukmu"
"boleh ku buka?"
"hm..." mengangguk.
"(membuka hadiah dari Habibi)"
"Hahh... Sebuah suling..." merasa senang.
"kau suka?"
"sangat suka..." tersenyum.
"..."
"mulai hari ini dan seterusnya kau tidak perlu memakai alat musik yang ada di ruang musik lagi..."
"terimakasih" tersenyum.
"(melihat tangan Habibi memakai plaster)"
"kenapa tanganmu?" memegang tangan Habibi.
"hanya tergores sedikit..." membiarkan Anugrah memegang tangannya.
"..." menatap Habibi.
__ADS_1
"kau sudah berusaha keras untuk memperbaiki biola saya... Terimakasih... Suling yang saya hadiahkan untukmu... Itu buatan saya sendiri"
"!!!" Anugrah terkejut.
"itu sebabnya tangan saya tergores..."
"..."
"mengapa saya memberimu suling?"
"(mengangguk)"
"karena saya suka saat melihatmu bermain suling dari kelopak bunga lily, saya terpukau dengan dirimu yang bermain suling" tersenyum dan menatap Anugrah.
"(wajah Anugrah memerah)"
"..." memalinhkan wajah karena malu.
"imut yaa..." ucap Habibi dalam hati.
"Anugrah... Mainkan satublagu untuk saya"
"(melihat Habibi)"
Anugrah bersiap untuk memainkan suling. Anugrah bermain lagu karna su sayang, alunan musik yang Anugrah mainkan dengan suling begitu merdu dan suasana di taman itu juga sangat mendukung. Taman yang di penuhi bunga, suasana damai, tenang yang terdengar alunan suling yang yang Anugrah mainkan dan angin berhembus sepoi-sepoi, saking merdunya Anugrah bermain suling, Habibi menutup mata dan menikmati nya, tampa di sadari Habibi tertidur dan jatuh ke pangkuan Anugrah. Anugrah yang terkejut berhenti memainkan suling, ia akan membangun Habibi.
Tapi saat Anugrah melihat wajah tidur Habibi (Habibi tidurnya terlentanmenghadap Anugrah, tadi tidurnya menyamping) terlihat kalau dirinya lelah bahkan alis dan dahinya hampir menyatu (alisnya menyatu dan ada kerutan di dahinya) Anugrah tidak jadi mebangunkan Habibi karena kasihan, dia membiarkan Habibi tertidur di pangkuannya.
Anugrah menyentuh dahi dan alis Habibi, ia mengelusnya agar tidak berkerut. Anugrah kembali bermain suling, Habibi yang terbangun karena tadi Anugrah menyentuh keningnya tersenyum dengan apa yang Anugrah lakukan.
Author : "yaa... Terus kau menatap Anugrah yang main suling, Anugrah nya sendiri lagi bermain suling dengan menutup mata..."
Percakapan Habibi mulai
"iya... Saya mang sengaja berduaan dengan Anugrah itu pun bertiga sebenarnya, Banny tepat ada di samping kanan Anugrah dan saya di samping kirinya"
"saya sangat suka dengan keberadaan Anugrah, begitu sejuk dan tenang saat bersamanya dan... Dia sangat harum bunga lily... Tampa sepengetahuan Anugrah saya menghentikan waktu sementara agar saya bisa terus bersama dirinya..."
"(tersenyum)" mengigat momen.
Percakapan Habibi selesai
Sore hari pun tiba, Habibi yang tertidur di pangkuan Anugrah bangun, dia membangunkan Anugrah dengan pelan (Anugrah ketiduran) sebelum Habibi membangunkan Anugrah, dia mencuri ciuman dari Anugrah setelahnya baru ia membangunkan Anugrah.
Author: " ahhh... Semprul! Nyosor terus macam bebek"
Setelah Anugrah bangun Habibo mengajak Anugrah untuk berkumpul dengan yang lainnya di gedung A, tapi Anugrah mengatakan kalau dia ingin ke toilet, Habibi menyiruh Banny untuk tetap bersama Anugrah sedangkan dirinya duluan ke gedung A.
Selesai dari toilet (kepala Anugrah mengeluarkan darah lagi, lalu meminum obat dan menghapus darah) Anugrah bersama Banny pergi ke gedung A, Banny tepat duduk di atas pundak Anugrah, sambil menatap sinis kepada semua orang yang ada di taman hiburan (isting Banny mengatakan kalau ia merasakan ada yang mencoba melukai Anugrah) Anugrah menghampiri Siti dan Adit. Habibi dan murid-muridnya makan malam bersama, makanan yang tersaji begiru banya di atas meja makan, semua menikmati makan malam bersama.
Anugrah pergi keluar (setelah selesai makan) tepat ke arah taman bunga yang ada di samping gedung A, Anugrah menatap bunga-bunga di sana dengan Banny yang ada di pundaknya. Anugrah mbiarkan angin berhembus menerpa dirinya dan menikmati suasana di sana, dari kejauhan Habibi memandangi Anugrah dari ke jauhan Anugrah mengeluarkan sulingnya yang ada di tas suling (tas sulingnya model selempang/soren yang di buat Habibi) Anugrah bermain suling dengan merdu, Habibi yang mendengarnya langsung hanyut memdengarnya, Habibi mutuskan untuk menghampiri Anugrah sambil bermain biola, berkalan ke arah Anugrah. Anugrah yang mendengar alunan biola langsung melohay ke arah suara dan dia melihat Habibi berkalan sambil bermain biola. Beberapa saat mereka saling bertatapan dan akhirnya mereka kbali bermain alat musik bersama dan lagu yang mereka mainkan adalah mine lagi yang selalu di mainkan oleh Habibi.
"(bermain musik bersama)"
"hmm..." tersenyum bersama.
"(suara biola dan suling yang berpadu menjadi satu)"
Selama Habibi mengajak murid-muridnya berlibur di taman itu, dia terus melakukan pendekatan kepada Anugrah, sedangkan Anugrah sendiri menanggapinya dengan biasa saja karena Anugrah berpikir Habibi hanya menunjukan perhatian untuknya.
Di sisi lain Toni ston juga sedang berusaha mendekati Anugrah, Toni caper kepada Anugrah di setiap saat, Siti yang tidak suka Toni yang mencari perhatian Anugrah Siti terus menegur Toni untuk tidak mengoda Anugrah, Adit sendiri jiga kesal kepada Toni dia terus-terusan mengangu Anugrah. Habibi yang melihat itu pun sangat kesal dan cemburu ia tidak suka Anugrah di dekati oleh pria lain.
Sekarang semua murid sedang bersenang-senang kembali, sedangkan Anugrah sedang di ikuti oleh Toni, dia terus mengikuti Anugrah sambil terus mengatakan kalau dirinya menyukai Anugrah sedangkan Anugrah tidak menanggapinya.
"(Toni menarik tangan Anugrah)"
"brakg!" mendorong ke tembok.
"(menatap)"
"Anugrah sayang... Aku sangat menyukai mu... Kau harus menjadi milikku!" mencengram kedua tangan Anugrah.
"lepaskan aku Toni! Apa yang ingin kau lakukan!? Lepaskan aku!" teriak dan menberontak.
"(Toni mendekat akan mencium Anugrah)"
"(Anugrah terus memberontak)"
Anugrah terus memberontak tapi Toni mencengram tangan Anugrah dengan kuat, saat Toni hampir mencium Anugrah, seketikah waktu terhenti. Ternyata sendaring tadi yang di kejar Toni, Habibi melihat itu dan mengikuti mereka saat Habibi sampai ia melihat Anugrah yang akan di cium Toni, Habibi sangat kesal dan marah ia langsung menghentikan waktu.
Habibi mendekat dan memindahkan Toni ke tempat barang ronsokan kardus sedangkan Anugrah ia bawa ke taman bunga dan menidurkan Anugrah di pangkuannya, saat waktu kembali bergerak, Toni jatuh ke tumpukan kardus dan bingung kenapa dia ada di sana sedangkan Anugrah tertidur dengan lelap, Habibi mengelus-elus kepalanya dengan sayang.
"(Anugrah membuka mata perlahan)"
"kau bangun?" ucap Habibi lembut.
"AHabibi?!" bangun dari pangkuan.
"..."
"bagaimana aku ada di sini?"
"tadi saya melihatmu di kejar Toni ston dan saat saya mengikuti kalian, kau pingsan sedangkan Toni jatuh pingsan terbentur ranting pohon yang agak sedanggan... Mungkin kau pingsan karena kepalamu sakit lagi" bohongnya.
"haaa... " menghelan napas sambil meletakan kedua tangan di dada.
"Anugrah..." ucap Habibi menatap Anugrah.
"hm?"
"jangan biarkan Toni ston atau pria mana pun mendekatimu!"
"???"
"pengecualian Tuan Aditian boleh karena dia memgangap mu adiknya"
"tapi pria lain tidak boleh!" ucap Habibi dengan tegas.
"tapi kenapa? Nada bicaramu juga berbeda?"
"..."
"aku memang tidak terlalu suka kalau para pria mendekati ku dengan cara membuat ku takut atau pemaksaan... Tapi kalau niat mereka baik tidak apa-apa kan?"
"tidak boleh! Saya tidak izinkan kau dekat dengan pria lain!"
"kenapa kau mengaturku?"
"pokoknya tidak boleh! Ya tidak boleh! Mengerti!"
"Tunggu sembentar! Alasannya apa?!"
"saya tidak suka! Kalau kau di dekati pria lain!"
"tidak suka? Tidak suka bagaimana?"
"..."
"jangan mengaturku!"
"pokoknya kau tidak boleh di dekati oleh pria lain! Saya tidak suka!"
"kau ini sebenarnya kenapa?!"
"(memegang pundak Anugrah)"
"karena saya cemburu!" ucap Habibi lantang.
"Deg!" Anugrah terkejut.
"saya tidak suka saat kau di dekati pria lain! Jangankan di dekati, saat mahasiswa saya yang lain mencob akrab dengan mu saya tidak suka!" ucap Habibi serius.
"..." Anugrah terdiam.
"saya cemburu! Itu alasannya!"
"(Anugrah masih diam)"
"jadi jangan biarkan ada yang mencoba mendekati mu!"
"..."
"saya benar-benar tidak menyukainya"
Habibi yang mengungkapkan kalau dirinya tidak suka Anugrah di dekati pria lain, bahkan Habibi mengakui kalau dirinya cemburu. Anugrah yang mendengarkan itu begitu terkejut, di dalam kepalanya dia bertanya-tanya kenapa Habibi begitu, di sisi lain Anugrah merasa khawatir kalau pengungkapan Habibi adalah rasa suka atau cinta kepadanya.
__ADS_1
"apakah Habibi jatuh cinta kepada ku?" ucap Anugrah dalam hati dengan khawatir.