Habibi Anugrah

Habibi Anugrah
Kembalinya senyum dan tawa


__ADS_3

Langit cerah berawan... suana tenang... angin yang sejuk berhembus, Anugrah sedang mempersiapkan diri untuk beranhkat ke universitas. Setelah selesai Anugrah turun ke lantai satu dan bertemu kedua kakaknya.


"selamat pagi kak Adam...kak Gisel..." sapa Anugrah.


"selamat pagi Anug..." jawab mereka berdua.


"kau sudah membawa semua yang dibperlukan?" tanya Gisel.


"sudah kak..."


"sudah minum obat?" tanya Adam.


"sudah dokterku yang tampan..." ucap Anugrah mengoda Adam.


"isst! Pagi-pagi udah gombal!" ucap Adam.


"atau mau ku pangil jelak"


"Anug..."


"hmhehehe...sudah-sudah kalian ini" ucap gisel gemas dengan kelakuan suami dan adik iparnya.


"baiklah ayo kita berangkat, pasti Bunda Habibah sudah menunggu"


"ayo" jawab Anugrah dan Adam.


Di perjalanan ke universitas, di dalam mobil Anugrah bertanya.


"ohyaa...kak aku mau tanya seseatu..."


"tanya apa?" jawab bersamaan.


"kalau kak Adam adalah teman dekat prof.Habibi... Kak Gisel siapanya ibu kepala sekolah universitas?"


"kak Gisel adalah kakak sepupu jauh dari Habibi, kakak putri dari sepupu Bunda Habibah..."


"ohh...begitu"


"hihihih...hihihi" Gisel tertawa.


"kenapa kamu tertawa sayang?"


"yaa...walau sudah empat hari yang lalu...tapi tetap saja"


"apa?"


"aku tidak percaya Habibi mengira kau berselingkuh dan selingkuhannya adalah Anugrah hahaha..."


"sayang!" ucap Adam.


"kakak!" ucap Anugrah.


"maaf...tapi itu membuktikan kalau Habibi tidak mau orang-orang yang dia sayangi disakiti atau tersakiti..."


"apa prof.Habibi pernah tersakiti kak Gisel?"


"Huh?!!" Gisel dan Adam bersamaan.


"kenapa kau tanya begitu Anugrah?"


"karena aku merasa dia Dingin, Cuek, Tegas dan masih banyak lagi... Karena tersakiti atau kehilangan sesuatu bahkan mungkin seseorang yang sangat berharga baginya... Itu yang kurasakan saat mengobrol bersama prof.Habibi di taman kelinci"


"itu benar Anug... Habibi kehilangan seseorang yang paling berharga baginya" ucap Adam dengan nada sedih.


"..."


"kau benar-benar pekah yahh Anugrah..." ucap Gisel.


"...siapa orangnya?..."


"seorang sahabat...yang paling berharga baginya..." ucap Adam.


"sahabat?"


"iya Anug... Sahabat, Habibi menjadi seperti ini karena dia kehilangan sahabatnya" ucap Gisel.


"kemana memangnya sahabatnya?"


"..." Adam, Gisel terdiam.


"kak Adam? kak Gisel?"


"sahabatnya sudah tiada..." ucap mereka bersamaan.


"Huh!!!"


"(Anugrah murung)"


Di universitas... Semua orang yang sudah mempersiapkan perwarna dari bunga dan bunga-bunga yang di pakai untuk festival warna dan bunga, tinggal menunggu tamu-tamu (orang dari para Dosen-Dosen maupun mahasiswa dan mahasiswi.


"(Bunda mengawasi)"


"ibu kepala sekolah universitas semua persiapan sudah selesai" ucap prof.Habibi menghampiri.


"bagus...kita tinggal menungu tamu-tamu iyakan?"


"iya..."


"Habibi..."


"ada apa Bunda?"


"ini sudah dua belas tahun kan..."


"Hah?"


"kau tidak pernah lagi menyukai warna...bunga...tersenyum...bahkan tertawa, semenjak kau kehilanggan sahabatmu..." Bunda sedih.


"Bunda..." mendekati Bunda dan memegang tangannya.


"sudahlah...jangan di pikirkan Habibi tidak mau membahasnya"


"meski Bunda meminta...kau tetap tidak mau kan! Ikut serta dalam festival ini" cemberut.


"Hm (iya)..."


"yasudah...tapi setidaknya kau tersenyum lagi... Dan itu pun berkat Anugrah..." Bunda senang.


"..."


"entah kenapa... Bunda pun merasa nyaman bersamanya, mmm...bukannya itu aneh?"


"aneh bagaimana?"


"kita berdua langsung merasa nyaman saat dia bersama kita dan menyukainya..."


"itu tergantung dari kita juga kan Bunda, kalau kita merasa nyaman denganya...maka kita akan nyaman"


"yaa kau benar dan ternyata dia bukan orang asing, dia adiknya Adam dan adik ipar Gisel, itu artinya dia bagian dari keluarga kita. Emm...Bunda ingin cepat-cepar bertemu mereka bertiga"


"mereka pasti datang Bunda"


Anugrah, Adam dan Gisel sudah sampai di universitas, Anugrah terkagum-kagum melihat suasana universitas yang di penuhi oleh bunga dan warna-warni (hiasan) Anugrah terus melihat kesanah-kesinih sampai ada yang menghampirinya.


"(suara langkah yang melompat bergelombolan)"


"hup" melompat ke arah Anugrag.


"wow! Banny..." menangkap Banny.


"wow! Semua kelinci menghampirimu Anug..." ucap Adam.


"ahahaa...oww...manisnya"


"Drap! Drap! Drap! Seseorang berlari.


"Banny!" teriak Habibi.


"(melihat ke arah Habibi)"


"Habibiii!!!" ucap Gisel dan berlari ke arah Habibi.


"wow! Kakak ipar!" menangkap Gisel karena melompat ke arahnya.


"iiiii...adikku yang lucu dan tampan!!! Aku sangat merindukanmu" memeluk Habibi dengan erat.


"kakak ipar! Jangan seperti ini! Tidak enak di lihat orang?" melepas pelukan.


"hmp!!" cemberut.


"(menjewer telinga Habibi)"


"ao! Aaaaaooooo! Kak ipar!" Habibi kesakitan.


"kakak ipar?! Aku ini kakakmu! Yang kakak ipar itu Adam! Kenapa kau memangilku kakak ipar! Dan wajarkan kalau aku memeluk adikku sendiri!" melepas jeweran.


"auuu..." memegang telinga.


"huph!" Gisel cemberut.


"...maaf kak Gisel hanya sajakan sekarang statusmu adalah seorang istri"


"tapi meskipun begitu aku tetap kakakmu!"


"maaf..."


"sudah-sudah kalian jangan bertengkar dong" Adam mererai mereka.


"hmm..." Anugrah tersenyum.


"(melihat ke arah Anugrah)"


"Anug kenapa kau tersenyum?" ucap Adam.


"aku senang melihat kak Gisel dan profesor sangat akrab...walau pun hanya sodara sepupu sama seperti aku dan kak Adam"


"ehmm... Kakak juga senang melihatnya" ucap Adam.


"(Anugrah tersenyum)"


"..." Habibi menatap Anugrah.


"ayo Bunda sudah menunggu kalian" ucap Habibi.


"baiklah ayo"


Mereka pergi mengikuti Habibi ke tempat Bunda Habibah menunggu. Sesampai di tempat Bunda Habibah menunggu, Bunda Habibah yang melihat Gisel langsung memeluknya melepas rindu, setelah melepas rindu mereka mengobrol sebentar.


"jadi Anugrah nurlatifah adalah adik iparmu Gisel" ucap Bunda.


"iya Bunda Habibah, Bunda Habibah akan menyukai Anugrah... Anugrah ini anaknya sangat baik dan manis"


"hmm...Bunda memang sudah menyukai Anugrah..." menatap Anugrah.


"kemarilah Anugrah..." pangil Bunda.


"(Anugrah menghampiri Bunda)"


"iya ibu kepala sekola universitas"


"mmm" sedikit cemberut.


"???"


"Anugrah...kau tidak perlu memangilku dengan formal... Pangil saja Bunda itu pun saat bukan kondisi formal"

__ADS_1


"baiklah..."


"sekarang coba pangil Bunda..."


"Bunda..." ucap Anugrah masih canggung.


"emmm...gemesss!!!" langsung memeluk Anugrah.


"(Anugrag hanya pasrah di peluk Bunda)"


"Habibi ada karung gak?" sambil melihat Habibi.


"buat apaan Bunda?"


"buat ngarungin Anugrah mau di bawa pulang"


"Bunda! Nona nurlatifah itu orang bukan anak kucing! Main karung-karungin segala"


"Hahaha...hahaha" Adam, Gisel, Bunda Habibah tertawa.


"(Habibi hanya geleng-geleng kepala)"


"(Anugrah cukup senyum)"


Perayaan festival bunga dan warna pun di mulai, semua orang asik bermain melempar warna dan bunga, bahkan Adam dan Gisel pun ikutan bermain sedangkan Anugrah, Habibi dan Bunda sedang duduk dan menyaksikan. Anugrah bertanya kepada prof.Habibi mengapa ia tidak ikut serta dalam festival, malahan semua Dosen saja ikut serta terus saat ada yang ingin melempar bunga atau warna kepada prof.Habibi langsung tidak jadi dan memilih pergi.


Habibi hanya menjawab kalau dia tidak suka bunga dan warna terutama kalau di festival bunga dan warna di universitas. Anugrah yang mendengarnya langsung mengerti, karena dia telah di beri tau oleh kak Adam dan kak Gisel tentang Habibi.


Sebaliknya Anugrah di larang ikutan karena kondisi Anugrah sedang dalam masa pemulihan dari insiden kepalanya yang terus mengeluarkan darah jadi dia tidak ikut serta dalam festival ini. Tapi tampa sepengetahuan mereka semua, Anugrah menyiapkan ke jutan untuk mereka.


Saat semua pandangan melihat ke sekeliling, Anugrah pergi dari tempat dia bersama Habibi dan Bunda Habibah.


"(Bunda Habibah mencari Anugrah)"


"Habibi dimana Anugrah??"


"Huh? Bukannya dia di--- ekh! Kok gak ada?!"


"(Bunda Habibah khawatir)"


"mungkin dia pergi ke toilet Bunda..."


"mungkin saja..."


Saat Adam dan Gisel kembali ke tempat Bunda Habibah dan Habibi, mereka mencari keberadaan Anugrah, 1 menit berlalu Anugrah tidak kunjung kembali Adam, Gisel, Bunda Habibah dan Habibi mulai khawatir, saat mereka berempat khawatir kepada Anugrah mereka di kejutkan oleh suara Anugrah melalui speker.


"(melihat ke arah suara Anugrah)"


"hmm..." Anugrah tersenyum.


"Anug!" ucap Adam dan Gisel.


"Anugrah!" ucap Bunda Habibah.


"nona nurlatifah!" ucap Habibi.


"pertama-tama aku ingin meminta maaf kepada ke dua kakak ku dan kepada semua yang mengkhawatirkan diriku... Aku benar-benar minta maaf, sebagai permintaan maaf ku persembahkan untuk ke dua kakak ku dan orang-orang yang ku sayang" ucap Anugrah menatap Adam, Gisel, Bunda Habibah dan Habibi.


"(suara musik terdengar)"


"hmm...mmm...hmm...hhh...ooohhh...ooo...ooohhh" Anugrah mulai bersenandung.


"(Adam menatap Anugrah dengan terkejut)"


"(Anugrah mulai menari mengikuti lagu)"


"Haaa...Anugrah" Adam tersenyum bahagia.


"(Gisel menutup mulutnya dengan tangan karena tidak percaya)"


"(Bunda Habibah dan Habibi terpukau)"


"(Anugrah bernyayi dan menari sambil menghampiri ke arah Adam)"


Anugrah mengejutkan semua orang yang ada di universitas, karena mereka mengira Anugrah tidak bisa bernyayi dan menari, saat Anugrah bernyayi dan menari semua mata mengarah kepadanya mereka terpukau oleh penampilan Anugrah yang memukau.


Adam yang di hampiri oleh Anugrah yang bernyayi dan menari tidak bisa menahan air matanya dia menagis bahagia melihat adiknya bisa tersenyum lepas dan bernyayi menari kembali, Anugrah yang melihat kakaknya menagis menghapus air matanya dan memberikan bunga lily dan mengoleskan bunga ke wajah Adam, Adam menerima bunga dan mengoleskan bunda juga ke wajah Anugrah, Adam memeluk Anugrah lalu mencium kening Anugrah, Gisel pun bahagia melihat adik iparnya bisa kembali bernyayi dan menari, Gisel memeluk Anugrah lalu mencium keningnya Anugrah, Anugrah pun memberi bunga lily kepada Gisel dan sama seperti ke Adam, mengoleskan Bunga ke wajah Gisel begitu juga dengan Gisel.


Saat menghampiri Bunda Habibah dan Habibi, Anugrah memberikan bunga lily kepada Bunda Habibah dan meminta izinnya untuk mengoleskan bunga ke wajahnya, Bunda Habibah mengizinkan, setelahnya Bunda Habibah menerima bunga dan mengoleskan bunga di wajah Anugrah. Semua orang terkejut karena ibu kepala sekolah univertas membiarkan seorang mahasiswi memberi dia bunga dan mengoleskan bunga di wajahnya bahkan sebaliknya.


Ketika Anugrah berhadapan dengan Habibi, Anugrah sedikit ragu untuk memberikan bunga lily kepada Habibi tapi dia tetap memberikannya, Habibi yang melihatnya hanya menatap.


"(Anugrah memberikan bunga lily)"


"..." Habibi menatap.


"(Adam, Gisel dan Bunda Habibah menatap)"


"(mengambil bunga dari Anugrah)"


"Huhh" Anugrah menatap Habibi.


"(Habibi menghirup harum bunga lily)"


"..."


"(menatap Anugrah dan mengangguk)"


"hmm..." Anugrah tersenyum.


"Deg!"


"(Habibi memalingkan wajah)"


Anugrah melanjutkan nyayian dan tariannya, Anugrah menarik Adam dan Gisel untuk menari bersamanya, sedangkan Bunda Habibah sibuk merekam momen dimana Anugrah terlihat sangat manis baginya. Habibi yang tadi memalingkan wajah, melihat Anugrah yang bersenang-senang bersama kedua kakaknya, kedua temannya dan semua orang.


"hmm..." Habibi tersenyum ke arah Anugrah.


"(Bunda Habibah sempat merekam Habibi yang tersenyum)"


Percakapan Habibi mulai


"jujur saja saya terkejut"


"kenapa tidak?! Anugrah seharusnya tidak bisa bernyayi dan menari itu yang di katakan Adam, karena ada insiden dimana kaki Anugrah pernah patah! Itu pun karena pembullyan! Orang yang membully Anugrah, membenci Anugrah.


"dan insiden dimana saya melihat kepala Anugrah yang terus mengeluarkan darah, juga dalam masa pemulihan otomatis Anugrah tidak boleh banyak bergerak!"


"tapi dia benar-benar mengejutkan kami, Adam yang melihat Anugrah bisa kembali bernyayi dan menari dia sangat bahagia"


"Huh?? Bagaimana dengan saya?"


"hmm hmm mmm hhh" tertawa.


"tentu saja saya bahagia terutama saat Anugrah memberikan saya bunga, Anugrah orang pertama yang memberi saya bunga dan bunganya saya terima"


"tapi bukan hanya itu..."


"penasaran?"


"nanti kalian akan tau"


Percakapan Habibi selesai


Anugrah yang bernyayi dan menari bersama kedua kakak dan temannya, bahkan semua kelinci ikut menaru (mengikutu Anugrah) Anugrah menatap Habibi.


"(menatap Habibi)"


"..." Habibi membalas menatap.


"(Adam, Gisel, Adit, Siti membawa senampan bunga)"


"(Habibi Anugrah masih saling bertatapan)"


"satu...dua...tiga! Lempar!" ucap Adam.


"(Adam, Gisel, Adit, Siti melempar bunga ke arah Anugrah bersamaan)"


"(Anugrah menutup mata dan terkejut)" di lempari bunga secara bersamaan.


"...hmm..." Habibi terkejut tapi juga tersenyum.


"(Anugrah mengedipkan mata beberapa kali)"


"hahaha...hahaha" Adam, Gisel, Adit, Siti tertawa.


"(Bunda Habibah tertawa dan Habibi tersenyum)"


Anugrah langsung mengejar mereka berempat sambil membawa bunga untuk di lempar, saat mengejar Adam, Adam tidak sengaja berlari ke arah Habibi, ketika Anugrah melempar bunga Adam menghindar dan...


"(Anugrah melempar bunga)"


"wakhh" Adam menghindar.


"hupsss" bunga mengenai wajah Habibi.


"aaooowww" Anugrah langsung menutup mulut dengan tangan.


"(Habibi membuka mata perlahan dan langsung menatap Anugrah)"


"m-maaff profesor...a-akuu tidak sengaja" Anugrah ketakutan.


"..." masih menatap Anugrah.


Semua orang terdiam dan melihat ke arah Anugrah dan prof.Habibi musik pun berhenti, karena saat prof.Habibi marah semuanya ketakutan, Gisel bergerutuh kepada Adam, kenapa dia lari ke arah Habibi, Adam hanya mengatakan tidak sengaja, Bunda Habibah mencoba menenangkan Habibi tapi saat Habibi mengangkat satu tangannya menandakan dia tidak mau mendengar kata apapun.


"(menghampiri Anugrah)"


"(Anugrah menunduk dan gemetar ketakutan)"


Orang-orang yang membenci Anugrah terutama Ardiyuno tersenyum karena Anugrah akan di marahi oleh prof.Habibi.


"(Habibi tepat di hadapan Anugrah)"


"profesor...a-aku...sungguh...ti-tidak...bermaksud!"


"..." menatap Anugrah.


"angkat kepala anda dan tatap saya" ucap Habibi dingin.


"..." Anugrah hanya diam.


"Anugrah nurlatifah! Saya bilang angkat kepala anda dan tatap saya!" ucap Habibi dengan tegas.


"(Anugrah mengangkat kepala perlahan dan menatap Habibi)"


"Deg!" Habibi terkejut.


"(mata Anugrah sudah berkaca-kaca)"


"(Habibi terkejut melihat Anugrah akan menangis)"


"akhirnya kau tersenyum dan tertawa kembali Anugrah, kau kembali bernyayi dan menari seperti dulu aku sangat bahagia" Habibi mengigat apa yang Adam ucapkan tadi.


"(Habibi mengangkat tangan)"


"..." Anugrah langsung menutup mata.


"(semua orang menyaksikan)"


"hmm" Habibi tersenyum.


"(mengambil bunga yang terlempar/menempel dari wajah)"


"(mengoleskan ke wajah Anugrah)"

__ADS_1


"!!!" Anugrah menatap Habibi.


"(semua orang terkejut)"


"kenapa diam?"


"Huh?!"


"anda tidak mau mengoleskan bunga ke wajah saya?"


"(Anugrah mengambil bunga yang menempel di wajahnya)"


"..." menatap Habibi.


"(Habibi membungkukan tubuh agar sejajar dengan Anugrah)"


"..." Anugrah mengoleskan bunga ke wajah Habibi.


"(saling bertatapan)"


"hohohohooo...hmm...oooo...mmm" Habibi mulai bernyayi.


"(Habibi dan berjalan ke belakang Anugrah)"


Habibi bernyayi tepat di belakang Anugrah, sesekali dia akan bernyayi tepat di samping kanan atau kiri Anugrah lalu kembali ke hadapan Anugrah dan...


"(Habibi melempar bunga ke arah Anugrah)"


"Hahh emm" Anugrah terkejut dan langsung menatap Habibi.


"sekarang impas...iya kan" Habibi tersenyum ke arah Anugrah.


"blusshhsss" wajah Anugrah memerah.


"perasaan saya melempar bunga berwarna biru... Kenapa wajahmu malah menjadi merah, seperti tomat!" goda Habibi.


"a-apa kau bilang!" Anugrah terpancing.


"saya bilang anda seperti tomat matang" ucap Habibi mendekati wajah Anugrah lalu melempar bunga ke wajah Anugrah.


"(Anugrah terkejut)"


"bleee..." Habibi menjulurkan lidahnya dan berlari.


"iiihhhkkk profesor!!" Anugrah mengejar Habibi.


"(semua orang terbengobg melihat apa yang terjadi di antara Habibi dan Anugrah)"


Bunda Habibah yang menyaksikannya juga terkejut bukan main, ia langsung menyuruh musik di mainkan kembali dan merekam Habibi Anugrah yang sedang kejar-kejaran dan saling melempar bunga, Bunda Habibah yang melihatnya langsung terharu dan menangis bahagia karena berkat Anugrah Habibi tertawa...tersenyum...dan kembali menyukai bunga dan warna.


"(Bunda Habibah merekam sambil menagis bahagia)"


"(Adam dan Gisel ikut bermain bunga kembali)"


"(Anugrah dan Habibi masih saling kejar-kejaran)"


"(saling melempar bunga)"


Habibi dan Anugrah memimpin festival dengan bernyayi dan menari, di ikuti Adam-Gisel, Siti-Adit dan semua orang di universitas mereka semua senang karena prof.Habibi tidak marah dan ikut serta dalam festival, kebanyakan dari mereka iri melihat kedekatan Habibi Anugrah. Habibi Anugrah bernyayi bersama dan menari, terlihat Habibi begitu bahagia bermain bunga bersama Anugrah, senyum dan tawa tidak hilang dari wajah Habibi Anugrah.


"(saling berhadapan dan menatap)"


"hmm..." Habibi tersenyum kepada Anugrah.


"(Anugrah membalas senyuman)"


Saat Habibi Anugrah berhadapan dan saling menatap, bunga berjatuhan di atas mereka, Banny dan semua kelinci putih menghampiri mereka dan mengelilingi mereka berdua. Bunda yang masih merekam begitu bahagia dan senang. Bunda Habibah yang sudah tidak bisa menahan kebahagiaan langsung berlari ke arah Habibi Anugrah (kamera atau handicamnya di berikan ke pak toto untuk terus merekam) saat berlari ke arah Habibi Anugrah, Bunda Habibiah memangil nama mereka dan mereka langsung melihat ke arah Bunda Habibah.


Bunda langsung memeluk Habibah dan Habibi membalas pelukan Bunda (Habibi membungkukkan badanya) Adam dan Gisel menghampiri.


"(melepas pelukan)"


"cup! cup! cup!" Bunda mencium kening kedua pipi, hidung Habibi.


"Bunda hentikan...Jabibi mohon"


"biarin! Biarkan Bunda melakukannya!" masih dalam kondisi haru.


"kau tau Bunda sangat bahagia! Karena kau kembali tersenyum dan tertawa... Kau kembali menyukai warna dan bunga..."


"hmm..." Habibi tersenyum.


"(melihat ke arah Anugrah)"


"(menghampiri Anugrah dan mengengam tangan Anugrah)"


"terimakasih sayang... Kau telah mengembalikan Habibiku yang dulu... terimakasih... terimakasih Anugrah..."


"jangan berterimakasih Bunda...ini bukan apa-apa"


"jangan begitu! Kalau bukan karena mu... Putraku akan terus saja berwajah datar!"


"jadi dia hanya putramu saja Bunda..." ucap seorang pria yang baru sampai.


"(melihat kearah sumber suara)"


"Ayah..." ucap Bunda Habibah dan Habibi.


"paman maulana..." ucap Adam dan Gisel.


"Assalammualaikum..." ucap Tuan maulana.


"waalaikumsalam..." jawab mereka berlima.


"sepertinya aku terlambat ikut bermain lempar bunganya"


"yaa...memang! Tapi tidak apa, Ayah masih bisa menyaksikan lentera bungankan?"


"iya Bunda benar..."


"paman lama tidak berjumpa" Gisel menyapa.


"lama tidak berjumpa Gisel... Bagaimana kabarmu?"


"baik..."


"apa belum ada kabar baru?"


"(Gisel tersipumalu)"


"Do'anya paman...srmoga kau cepat-cepat punya keponakan" Adam memeluk Gisel.


"aamiin...semoga cepat yaa..."


"huh?" menatap Anugrah.


Tuan maulana menatap Anugrah dan bertanya siapa dirinya, Anugrah memperkenalkan diri, ia juga mengatakan kalau dia adalah adik sepupu Adam dan murid prof.Habibi, Tuan maulana mengerti dan mengajak semuanya untuk beristirahat.


Waktu pun menjelang sore, semua tamu dan para Dosen, mahasiswa-mahasiswi yang sudah istirahat dan berganti pakaian, pergi ke arah kolam bunga universitas untuk menyaksikan lentera bunga yang mengapung di air maupun yang di terbangkan ke langit. Tuan maulana, Bunda Habibah dan Habibi sudah berkumpul dan mengucapkan sepatah dua patah kata kepada para Tamu, Dosen, mahasiswa-mahasiswi.


Adam, Gisel dan Anugrah yang menjadi tamu VIP Bunda Habibah mendengarkan pidato Tuan maulana dan Bunda Habibah, setelah selesai pidato, Habibi menyalakan satu lentera bunga yang tersambung ke semua lentera yang ada di kolam bunga menyala dan semua lentera yang terbang melanyang dengan warna-warni dan berbentuk bunga.


"Anugrah Bunda benar-benar berterimakasih... Karena kau telah mengembalikan senyuman...tawa...warna milik Habibi... Terimakasih"


"tolong jangan seperti ini Bunda aku jadi tidak enak"


"jangan merasa sungkan begitu nak Anugrah... Aku pun sangat berterimakasih juga... Berkatmu aku bisa melihat putraku bisa menunjukan ekpresi lagi..."


"Ayah..."


"hhmmm...hehehe"


"Anugrah..."


"iya Bunda"


"boleh Bunda menciummu?"


"Hah?!"


"emm..." melihat ke arah Adam dan Gisel.


"(Adam dan Gisel mengangguk)"


"(melihat ke arah Tuan maulana)"


"hmm...mmm" menganguk.


"(melihat ke arah Habibi)"


"hm..." menganguk.


"(Anugrah tersenyum)"


"mhh..." Anugrah menganguk.


"(Bunda tersenyum)"


"cup cup cup cup cup" mengecup kening, kedua pipi, hidung, dan kening lagi.


"mmm...cantik..." ucap Bunda.


"(Anugrah tersipumalu)"


"(Tuan maulana menghampiri Anugrah dan Bunda)"


"(menyentuh kepala Anugrah)"


"..." melihat ke arah Tuan maulana.


"hmm" tersenyum.


"(mengelus kepala Anugrah)"


"(Adam Gisel tersenyum)"


"hmm" Habibi menatap Anugrah.


Tuan maulana, Bunda Habibah, Adam, Gisel, Habibi, Anugrah duduk bersama dan menyaksikan pemandangan indah lentera-lentera bunga yang mengapung di kolam dan yang terbang di langit.


"(Habibi melihat Anugrah)"


"..." Anugrah menikmati pemandangan.


"hmm..." tersenyum.


Percakapan Habibi mulai


"(menarik napas dan menghembuskannya)"


"rasanya itu... Tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata... Karena saya sangat bahagia..."


"bisa bermain lempar bunga dengan Anugrah... Kejar-kejaran dengannya... Tersenyum dan Tertawa... Bernyayi...menari dengannya... Lalu melihat indahnya lentera bunga..."


"sungguh..."


"saya tidak punya kata-kata untuk mengungkapkan perasaan saya"


"(tersenyum)"


"hmm...hehehe...hmm...Anugrah-Anugrah" membayangkan Anugrah.


Percakapan Habibi selesai


Semua orang di universitas menikmati suasana di kolam bunga yang dimana di penuhi lentera warna-warni, sedangkan Habibi sendiri menikmati menatap wajah Anugrah yang terkagum-kahum oleh indahnya pemandangan lentera di kolam.

__ADS_1


__ADS_2