Habibi Anugrah

Habibi Anugrah
Kemiripan Habibi dan Anugrah


__ADS_3

Percakapan Habibi mulai


"sudah 1 bulan Anugrah menjadi murid saya dan banyak sekali luka-liku yang harus di alami"


"tapi ada satu kejadian dimana saya dan Anugrah berdebat dan tidak ada yang kalah, dan itu kali pertama ada yang bisa berdebat dengan saya, bahkan semua orangvpun terkejut"


"haaa..." geleng-geleng kepala.


Percakapan Habibi selesai


Jam pelajaran...


Habibi sedang mengajar mahasiswa dan mahasiswi di kebun universitas mereka di ajarkan untuk bisa berkebun, sebagian dari muridnya Habibi bisa melakukannya, ada juga yang tidak bisa. Dan Habibi hanya hanya bisa mengomentari lalu memberi tau apa yang harus di lakukan.


"(Habibi berkeliling melihat pekerjaan murid-muridnya)"


"(semua murid mengerjakan tugas masing-masing)"


"tap tap tap" berjalan.


"tuan aditia nona aditia... Bagaimana tugas kalian?" ucap Habibi menghampiri.


"semuanya baik profesor...kami sudah merawat bunga-bunganya dengan benar" menunjukan tugasnya.


"bagus mereka terlihat indah"


"kakak aku sudah membawa air yang sudah di campur obat yang akan membuat bunganya lebih subur dan mekar indah" Siti datang.


"kerja bagus nona aditia"


"(Adit dan Siti tersenyum)"


"dimana nona nurlatifah? Saya tidak melihat dia dimana-mana? Apa dia bolos"


"Anugrah sedang memetik bunga yang akan di pakai sebagai hiasan semua ruangan"


"oww...jadi dia ke bagian memetik bunga"


"itu dia"


"(melihat ke arah Anugrah)"


"Anugrah"


"(Anugrah berbalik)" sambil memegang bunga lily.


"yaa"


"Deg!" Habibi, Adit, Siti terpanah.


"(menatap Anugrah)"


Anugrah berjalan ke arah Habibi, Adit, Siti, sambil membawa bunga-bunga. Semua orang melihat Anugrah dan beberapa murid laki-laki halu membayangkan Anugrah seperti apa yang mereka inginkan. Bahkan Habibi tidaj bisa memalingkan pandangannya dari Anugrah.


"iya siti...ada apa?"


"(Siti masih melihat Anugrah atau bengong)"


"Siti?"


"..."


"Siti!"


"Hah!" Siti tersadarkan.


"(Habibi, Adit juga tersadarkan)"


"kok bengong?"


"enggak kok"


"massyaallah"


"ada apa kak Adit" ucap Siti Anugrah bersama.


"ada bidadari membawa bunga" ucap adit.


"petung!" kepala Adit pukul pake gulunggan kertas oleh Siti.


"aduh! sakit Siti!"


"gombal aja terus!"


"hehehe...hhhmmm...mmm" Anugrah menahan tawa.


"massyaallah...Anugrah cantik dan manis saat tertawa dan membawa bunga" ucap Habibi dalam hati.


Anugrah menunjukkan bunga-bunga yang dia petik kepada Habibi, saat Anugrah menunjukkan atau memberikan kepada Habibi, seakan-akan Anugrah memberi bunga kepada Habibi. Habibi menerima bunga dan memeriksa bunga-bunga yang Anugrah petik.


"kerja bagus semua bunganya indah dan anda memetiknya dengan benar"


"terimakasih profesor"


Habibi memberikan kembali bunga kepada Anugrah dan Anugrah menerimanya dan seakan-akan Habibi memberi buket bunga kepada Anugrah, semua murid Habibi yang melihat itu tidak menyukainya terutama para mahasiswi (cemburu) Habibi kembali memeriksa murid yang lain. Jam perlajaran berkebun pun selesai, semua pun pergi ke kelas lin atau excull yang mereka ikuti. Saat semua bubar Ardiyuno yang tidak menyukai Anugrah, mengerjai Anugrah dwngan cara membuat Habibi akan memarahinya.


Saat Habibi akan pergi, Anugrah sedang membawa air bunga (air yang di isi bunga untuk membuat pengharum ruangan), Ardiyuno pura-pura tersandung dan menabrak Anugrah, air yang Anugrah bawa tak sengaja tumpah dan itu membasahi dirinya dan juga Habibi.


"(Habibi basah kuyuk)"


"maaf profesor...aku tidak sengaja"


"makanya kalau jalan itu lihat-lihat!" Habibi kesal.


"yaa...maaf kan gak sengaja! Ardiyuno tersandung tidak sengaja menabrakku---" terhenti.


"jangan beralasan! Sudah tau kalau anda salah jangan bawa orang lain!"


"(Anugrah terdiam)"


Habibi terus menasehati Anugrah sebaliknya Anugrah terus menceritakan apa yang terjadi, tapi sayangnya Habibi malah terus kesal kepada Anugrah, dan pada akhirnya...


"abda saya hukum untuk tidak mengikuti pelajaran saya selama satu minggu!" dengan nada bicara tinggi.


"!!!"


"dan itu di mulai dari hari ini!"


"tapi profesor aku---"


"diam!"


Habibi langsung pergi setelah memberi hukuman kepada Anugrah, Ardiyuno senang karena rwncananya berhasil. Anugrah yang tidak terima kalau dia di salahkan karena ketidak sengajaan.


"hggf rasakan! Itulah akibatnya kalau kau mencoba mendekati Habibiku sayang" ucap Ardiyuno dalam hati.


"Anugrah...kau baik-baik saja?" ucap Siti.


"..." Anugrah terdiam.


"Anugrah lenih baik kau terima saja kalau tidak profesor akan lebih marah" ucap Adit.


"(Anugrah mulai kesal)"


"Anugrah..." ucap Adit dan Siti.


"ggrrkk!!" mengeretakkan gigi dengan keras.


"ekh! Suara apa itu?" ucap salah satu mahasiswi.


"mirip suara geretakkan gigi" ucao salah satu mahasiswa.


"(melihat ke arah sumber suara)"


"Anugrah..." ucap Adit dan Siti.


"Anugrah kau baik-baik saja?" ucap Siti.


"ada apa denganmu? Kau tidak pernah mengeretakkan gigi" ucap Adit.


"yang aku tau kau tidak pernah menggeretakkan gigi" ucap Siti.


"gererakkan gigimu juga keras! Gigimu tidak sakit?" ucap Adit.


"..." Anugrah kesal.


"tap tap tap" Anugrah berjalan ke depan.


"Anugrah" ucap Siti dan Adit.


"(Anugrah melepas satu sepatunya)" sepatu bagian kaki kanan.


"Anugrah kau mau apa?" ucap Siti.


"(membidik target)" mengarahkan lemparan ke arah Habibi.


"wing!!" melempar sepatu.


"(Habibi yang berjalan)"


"petung!" sepatu mengenai kepala Habibi.


"AKH!"

__ADS_1


"(semua orang terkejut)"


"siapa yang merempar sepatu kepada saya?!" melihat sepatu yang ada di bawah.


"aku yang melempar!" ucap Anugrah menatap Habibi kesal.


"nona nurlatifah!"


"APA!" sedikit meninggikan suara.


"apa-apaan anda ini nona nurlatifah"


"aku sudah menjelaskan apa yang terjadi tapi kau tidak percaya! Kau terus memarahiku! Kau tidak mau mendengar penjelasanku?! Kau terus memarahiku! Aku sudah menjelaskan! Tapi kau tak percaya!" Anugrah berbicara panjang kali lebar tampa titik sambil marah-marah kepada Habibi.


"(Anugrah berjalan sambil bicara, marah-marah kepada Habibi)"


"..." Habibi bengong.


"anda tau sedang bicara dengan siapa?!" jawab Habibi.


"Ya! Aku tau siapa kau!"


"(Habibi menatap Anugrah)"


"prof.Habibi maulana royal crytal flower lily!"


"..." Habibi terdiam.


Habibi dan Anugrah berdebat di hadapan semua orang, Anugrah terus bicara tampa titik tampa koma dan Habibi terus berbicara. Semua orang terbengong menyaksikan perdebatan Habibi dan Anugrah, mereka masih berdebat dan akhirnya...


"Anugrah nurlatifah!" teriak Habibi.


"Habibi maulana!" teriak Anugrah.


"(saling melihat)"


"hpfm!" memalingkan wajah.


"(Habibi dan Anugrah pergi ke arah berlawanan)"


Habibi dan Anugrah yang selesai berdebat, mereka pergi ke arah berlawanan, dengan masih marah dan kesal. Semua orang yang masih bengong dengan apa yang mereka lihat.


"Siti..."


"iya kak..."


"barusan bener Anugrahkan?"


"iiyyaa..."


"seingat kita kan...Anugrah tidak pernah..."


"marah!"


"yaa tapi..."


"barusan kita lihat Anugrah..."


"marah-marah kepada profesor..."


"..."


"ini pertama kalinya ada seseorang yang berdebat dengan profesor"


"iya dan orang itu adalah Anugrah"


"(semua terdiam)"


Percakapan habibi mulai


"ya! Itu benar! Tidak perna ada yang berani melawan kepada saya apa lagi menjawab saya saat sedang kesal..."


"ini malah lebih yaitu berdebat! Dan ya! Anugrah orang pertama yang berdebat dengan saya"


"haaa..." menghelan napas.


"saya baru kali ini melihat Anugrah marah seperti itu"


"(memikirkan Anugrah)"


percakapan Habibi selesai


Kejadian tadi pagi sudah menyebar bagaikan api, semua orang sudah tau mau dari Dosen, mahasiswa-mahasiswi dan semua orang yang ada di universitas sudah tau, termasuk kepala sekolah iniversitas. Anugrah yang di larang mengikuti pelajaran Habibi hanya bisa diam dan belajar di taman kelinci itu oun masih kesal kepada Habibi. Sedangkan Habibi sekarang ada di ruangan kepala sekolah dia mengadu kepada Bundanya meminta saran sedangkan murid-miridnya yang lain diminta mengikuti kelas lain atau excullnya itu oerintah ibu kepala sekolah universitas, agar tidak kena sempro amarah Habibi.


"(Habibi mondar-mandir di dalam ruangan Bunda)"


"hpfm...pfpfpfpf...hfpm" Bunda menahan tawa.


"(Bunda mendengar ocehan Habibi dan menahan tawa)"


"Bunda! Habibi bicara dari tadi Bunda malah ketawa"


"mphf maaf Habibi, habis lucu saja ini kali pertama ada yang berani berdebat denganmu..."


"..."


"malahan yang berdebat itu oerempuan kalian seri lagi" Bunda tertawa.


"Bunda..."


"ya ya ya"


"..."


"tapi Bunda rasa Anugrah nurlatifah memang benar"


"Hah!? Kenapa nona nurlatifah yang benar?"


"saat kejadian tadi terjadi apa kau tidak merasakan keberadaan Anugrah? Bukankah kau harusnya bisa merasakannya?"


"(Habibi mencoba mengigat-ingat)"


"!!!"


"saat itu saya tidak merasakannya Bunda"


"begitukah?"


"iya...tapi kenapa?"


"mungkin kau kelelahan putraku...akhir-akhir ini bukan kah kau sulit tidur?"


"hmm(iya)"


"kemari lihat layar monitor"


"(melihat layar monitor)"


"(Bunda memutar rekaman kamera kejadian di kebun)"


Di saat Bunda Habibah menunjukan rekaman camera di kebun universitas betapa terkejutnya Habibi, semua yang Anugrah katakan itu benar dan saat di lihat dengan lebih jelas ternyata Ardiyuno sengaja melakukannya.


"apa yang telah saya lakukan" Habibi merasa menyesal.


"(Bunda menatap Habibi)"


"..."


"Habibi..."


"(melihat ke arah Bunda)"


"perhatikan rekaman ini" menunjukan.


"(Habibi melihat)"


"!!!"


"kau memang basah saat terkena air bunga...tapi Anugrah juga kena dan tubuhnya lebih basah! Setelah pergi dari kebun semua mata memandang dirinya terutama mahasiswa dan Dosen pria"


"(Habibi terpaku)"


"mereka melihat Anugrah dengan tatapan seakan-akan, akan menerkam dirinya! Bahka lihat rekaman kamera ini!"


"(Habibi terkejut)"


"ada yang mengikuti Anugrah sampai ke toilet wanita! Andai Bunda tidak melihat ini dari kamera Bunda tidak tau apa yang akan terjadi kepada Anugrah nurlatifah..."


"..." Habibi merasa bersalah.


"Bunda meminta Banny untuk terus bersama Anugrah nurlatifah, bahkan semua kelinci di taman kelinci terus mengikuti Anugrah nurlatifah sampai kemana-mana"


"..."


"(Bunda melihat kamera yang menampilkan taman kelinci)"


"Habibi..."


"(menatap Bunda)"


"lihat...gadis yang berdebat denganmu yang kau larang mengikuti pelajaranmu...sekarang dia sedang belajar di taman kelinci"


"(melihat monitor)"

__ADS_1


"meski pun kau melarangnya dia tetap belajar... Dia meminjam buku di perpustakaan lalu membawanya ke taman kelinci fan belajar"


".."


"lalu Habibi harus apa Bunda?"


"pergi...berbaikan dengannya"


"..."


"Bunda paham kau sangat kelelahan itu sebabnya tampa kau sadari...kau melampiaskan rasa kesalmu kepada Anugrah nurlatifah"


"semua akan baik putraku...karena Bunta tau kau bukan tipe orang yang akan menyakiti perasaan orang lain..."


"(Habibi terdiam)"


"Habibi kalau boleh jujur...Bunda sangat suka melihatmu dengan Anugrah nurlatifah"


"Huh??!"


"entah kenapa saat melihatmu dengan Anugrah... Bunda sepertu merasakan Bunda bersama mendiam sahabat Bunda, ketika kalian bersama di taman kelinci...mengobrol mau itu bermain dengan kelinci-kelinci atau memberi makan kelinci-kelinci Bunda sangat bahagia melihatnya"


"..." Habibi mendengarkan.


"bahkan Bunda sangat bahagia saat kau kembali tersenyum Habibi" menyentuh pipi Habibi.


"..."


"dan orang yang membuatmu kembali tersenyum adalah Anugrah... Dia benar-benar membuat Bunda bahagia, maka dari itu sebisa mungkin kau akrab dengannya yaa... Kalau bukan jodoh sebagai istri...seengaknya jodoh sebagai teman..."


"Deg!"


"Bunda..."


"hmm...iyakan? apa Bunda salah?"


"...tidak..."


"pergilah...do'a restu Bunda akan terus bersamamu... berbaikanlah dengan ya"


"baiklah bunda..."


"(Bunda tersenyum)"


Setelah berpamitan kepada Bunda, Habibi pergi ke taman kelinci dan saat dia sudah sampai, Habibi melihat ada mahasiswa atau Dosen pria yang sedang melihat Anugrah, saat nereka akan masuk taman kelinci untuk mendekati Anugrah semua kelinci langsung menjadi ganas dan mengejar, mengigit mereka. Habibi masuk ke taman kelinci, bahkan merekapun (kelinci-kelinci) menatap tajam kepada Habibi, Habibi menenangkan semua kelinci kalau dia datang bukan untuk marah kepada Anugrah melainkan ingin berbaikan dengan Anugrah.


"(Habibi mencari keberadaan Anugrah)"


"dimana dia berada?"


"Huh?!"


Habibi menemukan Anugrah sedang belajar di bawah pohon bunga sakura dan dia di kerubuni oleh kelinci.


"ternyata anda di sini..."


"..." Anugrah tidak menjawab.


"nona nurlatifah?"


"..."


"(suara dengkuran kecil)"


"nona nurlatifah? Kalau anda belajar seperti itu yang ada pusing" Anugrah belajar sambil tiduran dan buku di wajahnya.


"..."


"???"


"(suara dengkuran kecil)"


"nona nurlatifah?"


"(Habibi mendekat dan mengangkat buku yang menutupi wajah Anugrah)"


"!?!?"


Saat Habibi mengangkat buku yang menutupi wajah Anugrah, ternyata Anugrag tertidur.


"pantas saja tidak ada jawaban...ternyata anda tertidur..."


"(Anugrah tertidur dengan pulas)"


"dan pantas saja semua kelinci berkumpul dengan cara menghalagi mu agar tidak ada yang melihatmu yang sedang tidur"


"(Habibi menatap wajah tidur Anugrah)"


"perasaan apa ini? Kenapa saat melihat nona nurlatifah yang tidur saya merasa tenang" menatap Anugrah.


"(Anugrag tidur dengan pulas)"


Saat menatap wajah tidur Anugrah, Habibi mengigat apa yang dia lihat di monitor, dimana Anugrah yang pergi dengan pakaian yang basah kuyuk sampai baju lapisannya (Anugrah memakai pakaian dua lapis agar pakaian dalamnya tidak terlihat) terliha dan bentuk tuhnua juga terlihat bahkan salah satu mahasiswanya yaitu Toni ston menatap Anugrah dengan nafsu, untungnya Banny dan kelinci-kelinci yang lain langsung mengejar dia agar tidak macam-macam kepada Anugrah.


"maaf nona nurlatifah..." Habibi menatap sedih.


"(Habibi melepas jasnya dan menyelimuti tubuh Anugrah dengan jasnya)"


"(tersenyum)"


"..." Anugrah tidur.


"(menatap Anugrah)"


Tidak terasa Habibi sudah lama menatap Anugrah yang tidur pulas, lama kelamaan Habibi pun tertidur. Anugrah tertidur dibawah pohon sakura dan terteduh oleh ranting yang di penuhi oleh bunga sakura, sedangkan Habibi tertidur bersandar di pohon sakura lebij tepatnya di samping Anugrah yang di halanggi oleh kelinci.


"(Anugrah tidur)"


"..." Habibi tertidur.


"(semua kelinci mengawasi)"


Percakapan Habibi mulai


"..." mengingat kejadian itu.


"saat saya melihat wajah tidur Anugrah...saya merasa tenang semua kekesalan, unek-unek, penat, kepusingan, kelelahan dan lain sebagainya yang saya rasakan hilang setelah melihat wajah Anugrah yang sedang tidur"


"(tersenyum)"


"apa? Apa alasannya?" melihat para pembaca.


"hmm...entahlah, hanya saja saya langsung merasa tenang dan damai melihat wajah Anugrah yang tidur lelap"


"...saya benar-benar merasa tenang..."


"tapi jujur saja saya benar-benar merasa tidak enak hati kepada Anugrah karena dia menjadi bahan tontonan semua pria di universitas"


"mau itu mahasiswa atau pun Dosen, meskipun dia memakai pakaian dua lapis tapi tetap saja...bentuk tubuhnya terlihat karena pakaiannya basa kuyuk" merasa besalah.


"saya berharap... Anugrah mau memaafkan saya..."


Percakapan Habibi selesai


Habibi yang akhirnya bisa tidur nyenyak masih tertidur di samping Anugrah, waktu telah berlalu Habibi pun bangun dari tidurnya dan merasa lebih segar setelah tidur.


"(Habibi meregangkan tubuhnya)"


"Alhamdulilah...rasanya tubuh saya lebih segar dan nyaman"


"Huh?!"


"(Anugrah masih tidur)"


"dia masih tidur?"


"(menatap Anugrah yang masih tidur)"


Di tempat lain...


"sunggu? Bunda yakin?" ucap seseorang dari sebrang telepon.


"iya! Ayah! Bunda yakin! Mereka berdua mirip"


"hmm..." penasaran.


"saat mereka marah mirip"


"miripnya bagaimana?" ucap Ayah (suami dari Bunda).


"Ayah ingat tidak saat Habibi marah kepada tuan Gozu"


"iya..."


"nahh Anugrah nurlatifah pun begitu persis seperti Habibi marah (memanggil nama lengkap orang yang membuatnya marah), kalau Bunda perhatikan wajah mereka sedikit mirip"


"hmm...menarik, jadi sekarang apa putra kita sudah berbaikan dengan gadis itu?"


"dia sedang mencoba berbaikan dengan Anugrah"


"kalau begitu mari kita perhatikan dulu mereka..."


"baiklah Ayah..."

__ADS_1


__ADS_2