Habibi Anugrah

Habibi Anugrah
Ternyata kamulah gadis yang ada di dalam mimpiku


__ADS_3

Habibi dan Anugrah masih saling menatap sampai akhirnya Anugrah di sadarkan oleh sentuhan sesuatu yang berbulu lembut di kakinya.


"Huh!"


"uwaaaa...kelinci" Anugrah senang.


"Huh???" Habibi menatap Anugrah.


"banyak sekali kelincinya" berlutut dan mengelus kelinci.


"iiiiigemessss..." mengendong salah satu kelinci.


"..."


"(Anugrah tersenyum)"


"Deg!"


"masyaallah...manisnyaa...senyumanmu..." Habibi terpesona.


"emm! Bagaimana anda bisa kemari? Nona nurlarifah?" meletakan biola di tas biola.


"Huh!? Ohh aku mengikuti kelinci yang memakai kalung lonceng yang ada di hadapanmu profesor..." menunjuk kelinci.


"(Habibi mwlihat ke arah bawah)"


"wah-wah sepertinya ada orang lain di sini selain saya dan Tuan muda" ucap seseorang yang datang.


"(melihat ke arah suara)"


"pak toto..." ucap Habibi.


"Assalammualaikum"


"waalaikumsalam" jawab mereka berdua.


"adinda ini siapa?" ucao pak toto.


"nama saya Anugrah nurlatifah pak..."


"ohh...bagus sekali namanya"


"terimakasih..." tersenyum.


"..."


"nak Anugrah ini murid baru yahh?"


"iya kok pak toto bisa tau?"


"karena saya baru lihat nak Anugrah, kalau semua murid di universitas sudah tau"


"jadi anda kemari mengikuti Banny?" tanya Habibi.


"iya... Ekh! Banny? Jadi namanya Banny?" ucap Anugrah.


"yaa...namanya Banny dan dia ini adalah kelinci peliharaan saya dan teman kecil saya" mengelus Banny di gendongannya.


"(Banny ke enakkan di elus)"


"..." Banny melihat ke arah Anugrah.


"Hup" Banny melompat ke gendongan Anugrah.


"(Anugrah menangkap Banny)"


"..." Habibi melihat Banny di gendongan Anugrah.


"iiilucuuuu..." mengelus-elus Banny ke pipi.


"(Banny juga mengelus-eluskan wajahnya ke pipi Anugrah)"


"manisssnyaaa..." ucap Habibi dan pak toto di dalam hati.


"nak Anugrah ini suka kelinci ya?"


"iya...sangat suka"


"ahhk! Tuan muda bagaimana kalau nak Anugrah menjadi oenjaga di taman kelinci ini"


"(Habibi mendengarkan)"


"Taman kelinci?"


"iya nak... Ini Taman kelinci yang ada di universitasini dan saya yang selalu memberi makan semua kelinci ini" ucap pak toto.


"..."


"dan Taman kelinci ini milik prof. Habibi termasuk semua kelinci ini..."


"Hah! Semua kelinci ini peliharaan prof.Habibi?" melihat Habibi.


"iya kenapa?"


"(Anugrah menatap Habibi)"


"ahhk! Mungkin anda berpikir seperti ini 'kenapa pria tampan, tulen, maskulin seperti saya menyukai hewan sejenis kelinci? Yang berkarakter imut, lucu, menggemaskan kenapa tidak hewan lain?' apa itu yang anda pikirkan?"


"tidak kok..."


"???"


"yang aku pikirkan kenapa bisa sebanyak ini kelincinya...malahn Taman ini penuh dengan kelinci...itu yang saya pikorkan..."


"..."


"memang apa masalahnya jika prof.Habibi suka dwngan kelinci? Aku saja suka kelinci... Mereka imut dan menggemaskan...bukankah begitu banny..."


"(memberi salam hidung ke Banny)"


"Deg!"


"aduh manisnyaa..." ucap Habibi dalam Hati.


"aduhh...nak Anugrah bapak kayaknya bisa-bisa kena diabetes nii..."


"Huh? Kenapa?" Anugrah khawatir.


"habis kamu tersenyum terus, seyummanmu sangat manis" ucap pak toto.


"(Anugrah tersipumalu)"


"aaa...pak toto bisa aja"


"..." Habibi menatao Anugrah.


Percakapan Habibi mulai


"kenapa saya terus menatap Anugrah?"


"karena...saya ingin memastikan saja kalau... Dia itu persis dengan gadis yang muncul di dalam mimpi saya" bicara tapi sedikit gugup.


"apa!! Bohong!! Itu hanya alasan?!!"


"tidak sungguh saya menatap Anugrah karena---" terpotong.


"alasan!" melihat para pembaca.


"saya tidak beralasan! Kalian tidak percaya?!"


"(terdiam karena komentar para pembaca)"


"ok! ok! Baiklah saya jujur"


"ya!" menjawab jujur.


"alasan sebenarnya karena saya sangat suka melihat senyumman Anugrah... Senyumman yang melelehkan es di hati saya..." Habibi tersenyum dan tersipu (telingga Habibi memerah).


"hmm..." tersenyum.


Percakapan Habibi selesai


"jadi bagaimana Tuan muda?" ucap pak toto.


"..." berpikir.


"sebaiknya nak Anugrah menjadi penjaga semua kelinci ini, lihat mereka tidak menggigit atau menjahili, menyerang, nak Anugrah... Malahan mereka mendekati dan manja kepada nak Anugrah"


"..." menatap Anugrah.


"(Anugrah bermain dengan Banny dan semua kelinci putih)"


"deg!"


"(Anugrah tersenyum)"


"haaa... Baiklah..."


"Nona nurlatifah..."


"iya...prof.Habibi"


"apa anda sudah memilih excull atau kelas tambahan di universitas?"


"belum..."


"apa anda mau menjadi penjaga kelinci-kelinci ini?"


"boleh! Aku mau..."


"tidak mau memikirkan terlebih dulu?"


"tidak! Aku mau menjadi penjaga kelinci-kelinci ini"


"sungguh?"


"iya!"


"baiklah mulai hari ini dan seterusnya anda adalah penjaga kelinci-kelinci ini, jaga dan rawat mereka... Maka mereka akan menjagamu juga"


"baik"

__ADS_1


"Banny anda juga harus bersikap baik kepada nona nurlatifah"


"(Banny menganggukkan kepala)"


"..."


"tapi anda sedang berada di atas kepala nona nurlatifah sekarang"


"..."


"turun sekarang!"


"mhp (tidak)" Banny memalingkan kepalanya.


"anda tidak menurut Banny"


"ummpk" Banny tetap tidak menurut.


"hmm...hmm" Anugrah tertawa kecil.


"hu??"


"Haaa..." menghelan napas.


"ya sudahlah..."


Habibi menghabiskan waktu istirahatnya di taman kelinci seperti biasanya, tapi kali ini ada perbedaannya yaitu biasanya dia sendirian dan hanya bersama semua kelinci, sekarang berdua, yaitu bersama Anugrah yang menjadi penjaga dari semua kelinci dan semua kelinci sangat menurut kepada Anugrah. Karena lelah Habibi tertidur ia bersandar ke pohon dan terlelap Habibi terbangun di dalam mimpinya.


"(membuka mata perlahan)"


"haaa...mimpi ini lagi..."


"Aa..." seorang gadis memanggil.


"(Habibi melihat ke arah sang gadis)"


"..." Habibi menggulurkan tangan meminta sang gadis untuk mendekatinya.


"(sang gadis mendekat dan menerima uluran tangan Habibi)"


"greepp" Habibi membawa sang gadis ke pelukannya.


Saat Habibi memperhatikan wajah sang gadis ciri-ciri nya dan Anugrah sama persis (mirip) sampai ia berkata...


"apakah...kamu adalah Anugrah nurlatifah" ucap Habibi lembut sambil menatap.


"(tersenyum) akhirnya kamu mengetahuinya Habibi (kekasihku)"


"!!!"


Habibi terkejut saat melihat wajah sang gadis terlihat jelas, bukan hanya wajah tapi juga suaranya. Dan gadis itu adalah...


"ka-kamuu... AA-Anug..." terbatah-batah.


"Habibi (kekasihku)" tersenyum dan memangil dengan lembut.


"..."


"prof! prof! profesor!" seseirang memangil.


"Huh?!" merasa ada yang memangil dirinya.


"prof! prof! Profesor Habibi!" sedikit berteriak.


"HAH!!!" terbangun dari mimpinya.


Saat Habibi terbangun terbangun dari mimpinya di hadapannya ada Anugrah yang sangat dekat dengan wajahnya (Habibi hampir mencium Anugrah).


"(Habibi masih setengah sadar)"


"prof.Habibi! Lepaskan aku! Lepaskan aku!" Anugrah yang mencoba melepaskan diri dari pelukan Habibi.


"Hah!?" Habibi sudah sadar.


"asstakpirullah!" langsung melepas Anugrah.


"haaa... Akhirnya lepas juga..."


"apa-apaan anda nona nurlatifah!" Habibi kesal.


"..." Anugrah menatap Habibi.


"apa anda mengambil kesempatan saat saya tertidur!"


"HAH!?"


"anda benar-benar!" terpotong.


"enak saja! Malahan aku yang mau bertanya! Kenapa prof.Habibi tiba-tiba memelukku!"


"saya yang memeluk?!"


"iya! Tadi saat profesor tertidur! Aku melihatmu seperri orang yang kesakitan! Tanganmu mengepal! Kau menggerutkan dahi! Kau terua menggerakkan kepala ke kanan ke kiri! Kau berkeringat dingin! Napasmu terengah-engah! Seakan-akan bermimpi buruk!" terang Anugrah.


"!!!"


"karena khawatir aku menghampirimu! Aku terus memangilmu! Mencoba membangunkanmu!"


"..."


"(Anugrah menatap kesal Habibi)"


"benarkah saya bergitu?" Habibi tidak percaya.


"terserah! Mau percaya atau tidak! Orang kenyataannya begitu! Sudah aku akan kembali ke kelas! Sampai nanti! Salammualaikum!" Anugrah pergi dengan masih kesal kepada Habibi.


"(Habibi bengong)"


"kok dia tetap terlihat manis walau sedang menggerutuh begitu"


"(Banny mendengar)"


"pukk!" Banny meninju pipi Habibi.


"aduh!"


"Banny!"


"(Banny kesal kepada Habibi)"


"apa yang di katakan oleh nona nurlatifah benar?"


"(Banny dan semua kelinci mengganguk)"


"!??"


"(menutup mulut dengan tangan)"


Percakapan Habibi mulai


"tolong kalian tenang dulu... Saya sendiri tidak sadar saat itu kalau saya memeluk Anugrah"


"tapi...ternyata pirasat saya, perasaan itu, benar-benar sama... Dan saat wajah dari gadis yang selalu muncul di dalam mimpo saya adalah..."


Percakapan Habibi selelai


"Anugrah..."


"ternyata kamulah gadis yang ada si dalam mimpi saya" sambil melihat kepergian Anugrah.


"tidak salah lagi... Dia lah gadis yang ada di dalam mimpi saya"


"(menutup mata dan memegang kepala)"


Ya Allah...apakah Anugrah nurlatifah adalah yang engkau takdirkan dwngan saua? Menjadi jodoh saya?" memandang lagit.


"aaaahhhkkk!!!" mengacak rambut prustasi.


"(menunduk)"


"saya harus meminta maaf, jarena sudah membuatnya jesal"


Pada jam pelajaran Habibi tetap propesional yaitu mengajar pelajaran, tapi terkadang Habibi selalu menatap Anugrah, sebaliknya Anugrah yang fokus belajar tidak menghiraukan tatapan Habibi, Habibi yang melihat itu merasa sedikit sedih.


"..." Habibi menatap Anugrah.


"(Anugrah tidak menghiraukan)"


"haaa..." menghelan napas.


Setelah jam pelajaran, Anugrah pergi ke taman kelinci, saat akan pergi dia berpapasan dengan Habibi...


"(Anugrah berpapasan dwngan Habibi)"


"..." saling melirik.


"(Anugrah menunduk hormat kepada Habibi)"


"..." Habibi terdiam.


"(Anugrah pergi)"


"..." Habibi menatap pergi Anugrah.


Anugrah pergi ke taman kelinci dan bermain bersama para kelinci, saat sedang bermain dengan jelinci Anugrah mendapay telepon dari siti.


"(melihat HP dan mengangkat telepon)"


"halo...Assalammualaikum yaa siti?"


"Anugrah kau sudah makan siang belum?"


"belum..."


"aku dan kak Adit menuju ke kantin untuk makan siang, kita bertemu di kantin ya... Kita makan siang bersama"


"kau sudah selesai kelas lain?"


"sidah...ayo kita ketemu di kantin"


"ok aku ke kantin sekarang"

__ADS_1


"oky! Kami tunggu"


"Assalammualaikum"


"waalaikumsalam"


"(mematikan telepon)"


Anugrah berpamitan kepada para kelinci dan pergi menuju kantin, tampa di ketahui Habibi mengawasinya dari tempat tersembunyi yang ada di taman kelinci.


"..." Habibi terdiam.


Percakapan Habibi mulai


"..."


"haaa..." menghelan napas.


"entah kenapa rasanya di cuekkin oleh Anugrah membuat saya sedih"


"ya! Saya tau! Ini salah saya! Sudah berburuk sangka, marah dan kesal, menuduhnya dan...yaa...begitulah"


"haaa..." menghelan napas dwngan prustasi.


Percakapan Habibi selesai


Di kantin Anugrah makan siang versama Siti dan Adit mereka terkadang bercakap-cakap.


"jadi Anugrah...kau sudah memilih kelas tambahan atai ikut excull apa di universitas kita?" tanya Adit.


"sudah..."


"apa?" tanya Siti.


"aku ikut excull... Menjadi penjaga kelinci di taman kelinci di universitas kita ini" jawab Anugrah.


"Hahh!!! Kamu serius!!??" jawab Adit dan Siti bersama.


"iiyyaa..." Anugrah binggung.


"(Adit dan Siti saling memandang satu sama lain)"


"???...memang ada apa?"


"Anugrah kau tidak bercandakan?" tanya Siti.


"tidak aku serous memang ada apa?" Anugrah binggung.


"kamu gak di gigit atau di pukuli oleh kelincinya kan?" tanya Adit.


"tidak...sebenarnya ada apa?"


"Anugrah...apa pak toto gak kasih tau ke kamu?"


"kasih tau apa?"


"Anugrah...alasan kenapa Kami gak percaya dan tidak ada yang mau masuk excull menjadi penjaga kelinci...adalah..." Adit ragu bercerita.


"...apa?..."


"kelinci-kelinci iru suka menggigit dan memukuli atau menyerang semua orang (agresip) kecuali prof.Habibi, ibu kepala sekolah universitas dan pak toto"


"ahk! Masa?"


"itu benar! Aku dan Siti pernah di kejar-kejar oleh kelinci-kelinci itu dan iiikkk...mengigatnya saja sangat seram, apalagi kalau mereka sudah menatap tajam"


"kau benar-benar gak di apa-apain kan?"


"enggak malahan mereka mendekatiku dan manja kepadaku"


"mereka mengemaskan kok"


"(Siti dan Adit bengong)"


"hup hup hup" kelinci melompat.


"puff" meloncat dan mendarat di atas kepala Anugrah.


"(memunculkan telinga)"


"ekh?ĺ ucap Siti dan Adit bersama.


"hm? Ada apa?"


"kenapa kau punya telinga kelinci?" ucap bersama.


"(Anugrah memiringkan kepala)"


"(telinga kelinci menekuk satu)"


"aaaa...iimmuutttt yaaaa" ucapa bersama.


"ada apa?"


"huh?" Anugrah merasakan ada yang bergerak di atas kepalanya.


"(memegang bulu lembut di atas kepalanya)"


"hah!? Banny?!" menurunkan kelinci dari kepala.


"(Banny menatap Anugrah)"


"awwaaakkk!!" Siti dan Adit menjauh sedikit.


"(semua oarang langsung melihat ke arah Anugrah)"


"hey apa yang kau lakukan disini?" menaruh Banny di meja dan mengelusnya.


"eeee...beneran dong! Dia jinak bersama Anugrah" ucap Adit.


"iiyyaa" ucap Siti.


"kenapa kalian menjauh?"


"kau lupa Anugrah? Apa yang tadi kami jelaskan?"


"...tidak..."


"..."


"ohh ayolah lihat dia mengemaskan bukan?" memeluk Banny.


"(Siti, Adit dan semua orang di kantin melongo tidak percaya dengan apa yang mereka lihat)"


"nona nurlatifah" ucap Habibi.


"(Anugrah dan semua orang melihat ke arah Habibi)"


"(Habibi dan Anugrah saling menatap)"


"iya profesor" jawab Anugrah dingin.


"ikut saya ke taman kelinci, saya akan memberi tugas-tugas yang harus anda lakukan sebagai penjaga kelinci di universitas" ucap Habibi sambil pergi.


"baik..."


Anugrah berpamitan kepada Siti dan Adit lalu pergi mengikuti prof.Habibi ke taman kelinci. Semua orang yang ada di kantin masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat atau dengar yaitu ada yang masuk excull menjadi perjaga kelinci di taman kelinci universitas.


Di taman kelinci Habibi memberi tau apa yang harus Anugrah lakukan (tugas-tugasnya sebagai penjaga kelinci) Anugrah mendengarkan tapi dia tidak menatap Habibi.


"(Habibi menatap Anugrah)"


"..." Anugrah masih kesal kepada Habibi.


"anda sudah mengerti tugas-tugasnya kan?"


"ya aku mengerti profesor..." menjawab dengan cuek.


"..."


"nona nurlatifah...untuk kejadian tadi saya..."


"aku tidak mau dengar!" ucap Anugrah dengan dingin.


"saya minta maaf...bukan bermaksud menuduh hanya saja..."


"hanya saja apa?!"


"hanya saja..."


"kau tidak mau menjawab atau menjelaskan dengan benar"


"hanya saja...a...aa..." bicara tergagab-gagab.


"...sudah waktunya aku pulang...sampai jumpa lagi profesor Habibi...aku permisi..."


"Assalammualaikum" Anugrah pergi.


"akh!..."


"Waalaikumsalam..."


"(melihat kepergian Anugrah)"


"AAAaaakkkkkkkhhh!!!!!" berteriak prustasi.


"ada apa dengan saya!??"


"kenapa saya sangat sulit bervicara di hadapannya?!! Apa yang terjadi dengan saya?!!"


"eeeekkkkkhhhheeemmmm!!!" memegang kepala.


"kenapa sangat sulit!"


"tidak mungkin saya mengatakan kalau kejadian tadi siang itu di sebabkan karena sebuah mimpi yang dimana..."


"saya bertemu dengan seorang gadis di dalam mimpi dan..."


"andalah gadis yang muncul di dalam mimpi saya selama ini" menunduk.


"Haaaahhhh..." menghelan napas dengan prustasi.

__ADS_1


__ADS_2