
Semenjak kejadian Habibi yang mengatakan kalau dia cemburu melihat Anugrah di dekati pria lain dan menyuruh Anugrah untuk tidak membiarkan pria manapun mendekatinya, Anugrah terus berpikir kalau Habibi mulai jatuh cinta kepadanya.
Di rumah, malam hari...
Anugrah mondar-mandir memikirkan apa yang dia takutkan...
"tidak mungkin... tidak mungkin... tidak mungkin..." Anugrah gelisah.
"tidak mungkin AHabibi jatuh cinta kepada ku kan?"
"dia tidak boleh jatuh cinta kepada ku! tidak boleh!"
"tidak boleh! AHabibi tidak boleh jatuh cinta kepada ku!"menutup wajah dengan kedua tangan.
"brugk" terdusuk di lantai.
"(Anugrah menangis)"
"dia tidak boleh jatuh cinta kepada ku..."
saat Anugrah melepas kedua tangannya dari wajah, dia terkejut ada bercak darah dan ternyata kepalanya kembali mengeluarkan darah, ia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan darah dan setelahnya ia meminum obat.
Saat selesai minum obat Anugrah mendapat telepon dari seseorang...
"halo... Assalamualaikum..." menjawab telepon.
"Waalaikumsalam... Anugrah sayang"
"Ibu! bagaimana kabarnya? kabarny Ayah?" Anugrah bahagia.
"alhamdulillah... Baik sayang, bagaimana dengan mu?"
"alhamdulillah Anugrah juga baik kak Adam dan kak Gisel"
Anugrah terus mengobrol dengan ibunya sampai tidak terasa waktu sudah berlalu...
"baiklah sayang ini sudah larut... Kau harus istirahat" ucap ibu Anugrah.
"hmm (iya)"
"..."
"ibu..."
"iya sayang?"
"jangan khawatir... Semua akan baik-baik saja... Tersenyumlah... Jangan menagis Ibu... Ayah... "
"(ibu Anugrah terkejut karena ia tau kalau dirinya dan Ayah Anugrah sedang menagis dan khawatir)"
"aku tau... Ayah ada di samping ibu kan? Jangan bersedih... Semua akan baik-baik saja... Baiklah selamat malam... Ibu... Ayah..." menutup telepon.
Setelah memutup telepon orang tua Anugrah menangis tidak bisa menahan air matanya lagi, sebaliknya Anugrah juga menangis sambil menatap langit malam. Keesokan harinya di universitas sedang mempersiapkan untuk pesta di universitas semua sibuk dengan urusan masing-masing. Di taman kelinci Anugrah sedang merangkaian bunga (kebagian tugas mempersiaokan rangkaian bunga) Anugrah merangkai rangkaian bunga dengan indah, dengan di bantu oleh para kelinci. Anugrah bersenandung lagu, dari kejauhan Habibi menatap Anugrah.
"(bersenandung)" fokus merangkai bunga.
"..." menatap Anugrah.
"auk!" jari tertusuk duri.
"huh!!?" Habibi langsung menghampiri Anugrah.
"(Anugrah menghisap darah di jarinya)"
"Anugrah..."
"(melihat ke arah Habibi)"
"(berlitut di samping Anugrah)"
"AHabibi?"
"(melihat tangan Anugrah)"
"ehk?"
"..."
"aku baik-baik saja... Hanya tertusuk duri"
"cup" Habibi mencium jari Anugrah yang tertusuk.
"deg!"
"ciuaman tidak langsung" ucap Anugrah dengan hati dan wajahnya memerah.
"jangan ceroboh... Fokus!" menatap Anugrah.
"...iya..."
"(menyentuh dahi Anugrah)"
"huh!?"
"apa kau sakit? Wajahmu pucat Anugrah?"
"tidak! Aku tidak apa-apa" memalingkan wajah.
"Anugrah... Saya juga adalah doktermu ingat"
"!!!"
"jangan sembunyikan sesuatu dari saya!"
"aku..."
"..."
"aku hanya kelelahan..."
"apa kau kurang tidur?"
"tidak... Kenapa?"
"kau punya mata panda tau" Habibi mengoda Anugrah.
"apa!!!??? Benarkah!?" menyentuh wajah di bagian bawah mata.
"(Anugrah panik)"
"tidak terlalu terlihat kok... Tenang saja"
"..."
"sebaiknya kau istirahat saja"
"tapi..."
"Anugrah menurutlah..."
"..."
"Ayo ikut saya" mengandeng tangan Anugrah.
Habibi membawa Anugrah ke tempat rahasianya yang ada di tan kelinci, itu sebuah ruangan yang hampir mirip kamar ada tempat tidur, kamar mandi dan dapur. Habibi menyuruh Anugrah untuk berbaring karena dia akan memeriksa kondisi Anugrah, saat Habibi memeriksa kondisi Anugrah ternyata dia kekurangan darah, Habibi langsung mengambil pil darah yang dia buat dari darahnya untuk Anugrah (darah Habibi dan Anugrah sama, jaga-jaga takut akan begini kejadiannya) setelah meminum pil darah Anugrah tertidur, Habibi yang masih memegang tangannya sambil menatap wajah tidur Anugrah dan mengelus wajah Anugrah.
"Zzzz" Anugrah tertidur pulas.
__ADS_1
"(menatap Anugrah)"
"cup..." mencium Anugrah.
Sambil menjaga Anugrah, Habibi menyelesaikan rangkaian bunga yang belum di rangkai.
"(Habibi merangkai bunga)"
"(Anugrah tidur dengan nyenyak)"
1 jam telah berlalu Anugrah terbangun dari tidurnya, saat dia bangun ia mendapati kalau Habibi tertidur sambil bersandar di tempat tidur (tidur di lantai badan bersandar) Anugrah bangun dan menyelimuti Habibi.
"Zzzz..."
"..." menatap Habibi.
"AHabibi... Aku tau kau memberi perhatian seperti ini karena khawatir kepada ku... Tapi jika perhatian ini adalah rasa suka mu kepada ku... Aku tidak bisa menerimanya... Pokoknya kau tidak boleh jatuh cinta kepada ku" ucap Anugrah pelan dengan mengusap air mata yang mengalir.
"(pergi dari tempat rahasia)"
"..." Habibi terbangun.
"apa maksud mu Anugrah?"
Percakapan Habibi mulai
"apa maksudnya? Kenapa dia mengatakan itu..." Habibi bingung.
"saat itu... Anugrah menyelimuti saya dan saya terbangun, saya sangat idak menyangka Anugrah mengatakan itu..." binggung.
"apa maksudnya!"
"dia... Seakan-akan mengatakan itu karena dia..."
"akan meninggalkan dunia ini!"
"Tidak! Tidak! Tidak! Saya tidak boleh berburuk sangka atau jangan-jangan..."
"(memikirkan hal lain)"
"Anugrah menyukai orang lain?" cemburu.
Percakapan Habibi selesai
Habibi terbangun setelah Anugrah pergi, Habibi kebinggungan dengan apa yang di katakan oleh Anugrah, setelah berpikir sejenak dia pun pergi. Saat Habibi pergi ke arah aula dan saat dirinya di sana Habibi melihat Anugrah sedang bersama Siti dan Adit memasang rangkaian bunga
Setelah persiapan hampir selesai, Anugrah izin tidak masuk universitas selama 2 hari, Bunda Habibah khawatir kepada Anugrah, setelah pulang dari universitas Bunda Habibah dan Habibi membesuk Anuhrah.
Di rumah Adam dan Gisel...
"bagaimana kondisi mu Anugrah sayang?" ucap Bunda khawatir.
"aku baik-baik saja Bunda..." ucap Anugrah dengan lemas.
"sebenarnya apa yang terjadi dengan Anugrah... Adam?" tanya Habibi.
"Anugrah baik-baik saja... Yaa ini sering terjadi, kondisinya akan seperti ini kalau dia kelelahan dan memikirkan sesuatu..."
"..."
"tapi saat aku tanya dia menjawab tidak memikirkan sesuatu"
"kau pun sudah tau kan Habibi... Anugrah berfisik lemah... Jadi dia tidak boleh kelelahan" ucap Gisel datang ke kamar Anugrah sambil membawa teh.
Setelah membesuk Anuhrah, Bunda Habibah dan Habibi pamitan pulang. Di apartemen Habibi terus memikirkan apa yang Anugrah katakan krpadanya 3 hari yang lalu...
"apa maksut perkataan Anugrah? Kenapa dia mengutakan itu?!"
"(terus berpikir)"
"Anugrah..."
"tap tap tap" seseorang mendekati Anugrah.
"hay Anugrah ku sayang" ucap Toni.
"Toni..." melihat ke arah Toni.
"apa kau mau berdansa dengan ku baby?" menatap Anugrah dengan genit.
"tidak terimakasih aku tidak mau berdansa"
"ohh ayolah manis... Aku bisa mengajari mu berdansa kalau kau tidak bisa berdansa"
"aku bukan tidak bisa berdansa, aku hanya tidak mau berdansa!"
"ohh sayang ayo"
"jangan memaksa ku Toni"
"ayolah aku--- Auk!" kaki di gigit sesuatu.
"(melompat ke pangkuan Anugrah)"
"grgrgrgrgrgrrr" Banny mengeram.
"kelinci sialan!" upat Toni.
"Nona nurlatifah" ucap Habibi menghampiri.
"(melihat ke arah Habibi)"
"ada apa profesor Habibi?"
"Ibu kepala sekolah universitas ingin bertemu"
"baiklah..." berjalan sambil merasa malas.
"(Banny yang di pundak Anugrah menatap tajam Toni)"
"(Habibi mengikuyi Anugrah dari belakang)"
"ciht! Selalu saja terganggu!" ucap Toni kesal.
Anugrah menghampiri Bunda Habibah dan mengobrol, Habibi selalu menatap Anugrah dari samping dia duduk. Saat pesta masih berlangsung, ternyata ada yang membuat keributan. Salah satu Dosen membawa minuman berakohol tinggi bersama temannya (Dosen lainnya) mereka berbicara kemana-mana dan terus membuat keributan. Habibi, Bunda Habibah dan Anugrah turun ke bawah untuk melihat (mereka ada di lantai) saat mereka sudah di lantai dansa.
Betapa terkejutnya semua orang, dua Dosen itu langsung menarik Anugrah dan akan melecehkan Anugrah di depan semua orang. Ternyata dua Dosen itu adalah Dosen yang Habibi lihat di ruang rapat yang dimana merek membicarakan soal tubuh Anugrah, melihay Anugrah akan di lecehkan Habibi langsung mengunakan kekuatannya.
"(mata Habibi menyala terang)"
"(kedua Dosen itu tidak bisa bergerak)"
"Bragk!!!" menghempaskan kedua Dosen ke dingding.
"Anugrah!" Bunda Habibah menghampiri Anugrah.
"(tubuh Anugrah gemetar ketakutan)"
"(menghampiri Anugrah dan melepas jas)"
"(mengenakan jas kepada Anugrah)"
"..." saling menatap.
Percakapan Habibi mulai
"saat itu saya benar-benar marah! Melihat kondisi Anugrah, pakaian yang dia pakai sebagian robek! Hal itu sungguh mengejutkan, saya lengah sedikit saja! Anugrah sudah ada di lantai dan di kukung (tangan kakinya di cengkram) oleh kedua Dosen itu"
__ADS_1
"kalau kalian bertanya kenapa tidak ada yang menolong Anugrah..."
"alasannya semua yang di sana sedang menolong wanita-wanita yang jadi korban kedua Dosen itu juga"
"dua Dosen otu meminum minuman beralkohol yang di campur obat perangsang, itu sebabnya mereka berdua menggila!"
"(menggeretak gigi)" saking marahnya.
"apa yang saya lakukan kepada mereka berdua?"
"saya menghancurkan masa depan mereka!" menatap dengan seram.
Percakapan Habibi selesai
"..." Anugrah menatap Habibi dengan tatapan takut dan sedih.
"(menggeretakan gigi)"
"(berjalan ke arah dua Dosen)"
"..." melihat ke kanan dan ke kiri.
Habibi melihat para mahasiswi dari universitas yang menjadi korban dua Dosen mabuk, ketakutan dan histeris gara-gara di lecehkan, mereka sedang di tenangkan oleh Dosen-Dosen wanita. Sedangkan kedua Dosen mabuk initerus mengoceh dan ocehannya adalah mereka menyukai Anugrah, ingin merasakan Anugrah, ingin memperkosanya dan masih banyak lagi yang mereka ocehkan.
Anugrah yang mendengarnya langsung memegang kepalanya dan gemetar ketakutan (semakin parah gemetarnya) Habibi yang mendengar dua Dosen itu mengoceh semakin marah, ia menatap kedua Dosrn tersebut dan tubuh mereka melayang dan seakan tercekik.
"(tercekik)"
"kalian berdua benar-benar mbuat saya kesal! Dan marah! Bukan hanya satu! Tapi banyak! Keterlaluan!"
"kalian tidak bisa di maafkan!"
"Habibi jangan mencekik mereka! Kita akan menghukum mereka berdua dengan setimpal! Sekarang bawa mereka ke ruang hukumman!" ucap Bunda Habibah.
"(masih marah)" tidak mendengar ucapan Bunda.
"tenanglah... Kendalikan emosimu..." Bunda mencoba menenangkan Habibi.
"(yang tercekik terus mengoceh)"
"(Habibi semakin marah)"
"Hahhh! Hahhh! Hahhh!" Anugrah terengah-engah.
"Anugrah! Kau kenapa?! Anugrah!" Bunda khawatir.
Anugrah berteriak histeris, teriakan Anugrah begitu keras saking kerasnya, semua benda yang terbuat dari kaca langsung pecah, Habibi yang sadar karena teriakan Anugrah langsung menghampiri dirinya. Suara teriakkan Anugrah begitu keras, semua orang menutup telinga mereka karena tidak kuat dengan suara teriakkan Anugrah dan semua orang di sana pingsan.
"Anugrah! Anugrah!" Habibi mencoba menenangkan Anugrah.
"Aaaaaaaaaaaaa!!!!" Anugrah masih histeris.
"(memeluk Anugrah)"
"tenanglah... Saya mohon... Tenanglah..." mengelus kepala dan punggung Anugrah.
"..." Anugrah mulai tenang.
Habibi memeluk Anugrah dengan erat, Habibi menyadarkan Bunda, Bunda bangun dari pingsannya (tidak kuat dengan teriakkan Anugrah) dan merasa binvung dengan apa yang terjadi. Habibi dan Bunda menggunakan kekuatan istimewanya keluargan untuk memperbaiki semua yang rusak dan menghapus ingatan semua orang (agar tidak ada yang ingat kekadian ini) sedangkan kedua Dosen itu di bawa ke ruang hukumman untuk di hukum.
Anugrah di bawa ke rumah besar keluarga Royal Crytal Flower Lily untuk di rawat (rumah Habibi dan kedua orang tuanya) Bunda Habibah menelepon Adam dan Gisel, setelah menelepon, Adam dan Gisel langsung pergi ke rumah besar keluarga RCFL.
Sesampainya di rumah besar keluarga RCFL, Adam dan Gisel langsung di antar pelayan ke kamar Habibi karena Anugrah ada di sana, sesampai di kamar Habibi, Adam berlari ke arah Anugrah, ia langsung mengangkat Anugrah dan memeluknya dengan erak.
"Anugrah..." Adam memeluk Anugrah dan menagis.
"(Gisel menghampiri Adam dan menenangkan dirinya)"
"(Adam menangis)"
Setelah tenang, Adam menceritakan kenapa dirinya sangat sekhawatir itu sampai menangis.
"ini pernah terjadi juga Habibi... Bunda Habibah... "
"!!!" Habibi dan Bunda terkejut.
Adam menceritakan insiden yang sama yang pernah terjadi kepada Anugrah (hampir di perkosa) dan dirinya yang menyaksikan kejadian itu, dirinya pun sangat marah dan kesal, dirinya langsung menghajar orang-orang yang mencoba melecehkan Anugrah. Setelah bercerita, Ayah maulana datang (pulang dari luar negeri karena khawatir kepada Anugrah) singkatnya Habibi menjelaskan apa yang terjadi, Ayahnya langsung mengerti.
"baiklah amu sudah putuskan!"
"(semua orang melihat ke arah Ayah maulana)"
"nak Anugrah akan tinggal di rumah ini sampai kondisinya membaik" ucap Ayah maulana.
"(semua setuju dan tidak menentang)"
Tidak terasa sudah 2 minggu Anugrah tinggal di rah keluarga RCFL, sekarang Anugrah sedang ada di taman bunga lily bersama Habibi dan juga Banny dan juga segelombolan kelinci.
"(mengelus Banny di pangkuan Anugrah)"
"..." Habibi duduk di samping Anugrah.
"AHabibi boleh aku bertanya..."
"tanya apa?"
"kenapa kau sampai melakukan semua ini untuk ku..."
"..."
"kau menolong ku... Kau menjaga ku... Kau memberi perhatian... Kau khawatir dan masih banyak lagi..."
"..."
"apa alasanmu?!" menatap Habibi.
"(Habibi menatap Anugrah)"
"aku tidak mau salah sangka dengan perasaan yang aku rasakan ini..."
"alasan saya melakukan semua ini adalah..."
"..." menatap Habibi dengan perasaan bingbang.
"saya menyukai mu... Anugrah" menatap Anugrah.
"Deg!"
"saya sangat mengukai mu... Awalnya saya juga mengira ini hanya obsesi, tapi setelah banyak hal yang kita alami bersama, saya nyakin kalau ini bukan obsesi melainkan benar perasaan suka"
"(menyentuh wajah Anugrah)"
"saya sangat menyukai mu..."
"(Anugrah menatap tidak percaya)"
"kenapa?... kenapa?... kenapa... kau harus menyukai ku?..."
"apa maksud mu?"
"aku... aku..."
"Anugrah?"
"(menahan Air mata)"
"Anugrah?"
__ADS_1