Habibi Anugrah

Habibi Anugrah
Senyuman yang kembali


__ADS_3

Sudah tiga hari Anugrah menjadi murid dari prof.Habibi dan ini juga sudah tiga hari dia masih kesal kepada Habibi karwna insiden dua hari yang lalu. Habibi mencoba melupakan kejadian itu seakan tidak trjadi apa-apa seperti biasa (setidaknya berurusan dengannya Habibi selalu cuek dan tidak peduli) tapi kali ini berbeda dia tidak bisa seperti itu, malah dia merasa tidak nyaman di cuekin oleh Anugrah dan anehnya Habibi merasa kalau sukap Anugrah mencerminkan dirinya yang cuek dan tidak peduli.


Di dalam kelas...


"(semua murid mengerjakan tugas dari prof.Habibi)"


"..." Habibi sedang memeriksa tugas kemarin dari para muridnya.


"(melirik Anugrah)"


"..." Anugrah fokus mengerjakan tugas.


"haaaaa...." Habibi menghelan napas.


"apa yang harus saya lakukan dia masih seperti ini kepada saya..."


Saat jam pelajaran selesai semua murid jeluar kelas, ada yang ke kantin, ada yang ke excull masing-masing, dan ke kelas lain. Anugrah sendiri pergi ke taman kelinci, sedangkan Habibi binggung harus berbuat apa dengan yang telah dia lakukan...


"(Habibi berjalan di sekitar universitas)"


"..."


"haaa..." menghelan napas.


"tidak ada cara lain saya harus ke sana? dan meminta pendapatnya?"


"(Habibi pergi ke suatu tempat)"


Habibi pergi ke suatu tempat, sesampainya di tempat yang ia tuju, ternyata itu adalah ruang kepala sekola universitas RCFL.


"tok tok tok" mengetuk pintu.


"ya" jawaban dari dalam ruangan.


"apa saya boleh masuk? Saya ada perlu kepada anda..."


"masuklah"


"(membuka pintu, masuk ruangan dan menutup pintu)"


"Assalammualaikum...permisi"


"waalaikumsalam..."


"..."


"jadi ada perlu apa prof.Habibi? Tumben sekali kau datang kemari?" Sedang melihat ke arah luar jendela.


"saya datang kemari bukan sebagai prof.Habibi maulana..."


"maksudmu?"


"Tapi...seorang putra yang ingin bertemu dengan ibunya..."


"..." terdiam.


"Bunda..." pangil Habibi.


"(berbalik dan berjalan ke arah Habibi)"


"Habibi!" melompat dan memeluk.


"wow!! Bunda-Bunda" menangkap.


"emm putraku yang tampan yang maniss" gemas.


"Bunda-Bunda... berhenti mengeluskan wajahmu ke wajah Habibi"


"emm! Kau ini kaku sekali, masa Bubda tidak boleh memeluk putra Bunda sendiri!" cemberut.


"bukannya tidak boleh Bunda...tapi kalau ayah melihat pasti dia cemburu" mengoda ibunya.


"hah? kenapa harus cemburu?! Bundakan hanya memeluk putra Bunda bukan pria lain"


"Hmm...yaa dehh, hanya saja jangan memeluk Habibi seperti itu, Habibi kan sudah dewasa"


"seberapa pun kau sudah dewasa kau akan tetap jadi putraku yang manis abibi"


"Bunda jangan pangil Habibi dengan nama pangilan waktu kecil"


"blusss" telinga Habibi memerah.


"hehehe...manisnya putraku..."


"..."


"jadi ada apa Habibi" mengajak duduk di sofa.


"Bunda Habibi mau minta solusi atau saran" duduk di samping Bunda.


"soal apa?"


"Bunda pasti sudah tau soal murid baru yang ada di kelas Habibi"


"iya terus?"


"Habibi telah membuat dia kesal dan marah kepada Habibi"


"Hahh??!! Apa yang kau lakukan?"


"(Habibi menceritakan pertemuan pertamanya dengan Anugrah sampai kejadian di taman kelinci)"


"pantas saja dia kesal! Yaa siapa juga tidak kesal orang mau membantu malah di tuduh"


"ya tapikan Habibi tidak bermaksud"


"tapi tunggu...benar dia gadia yang selalu muncul di dalam mimpimu?"


"iya"


"itu artinya ini petunjuk Habibi"


"maksudnya?"


"dia calon istrimu yang Tuhan tunjukan untukmu sayang" sambil mencubit wajah Habibi.


"Deg!"


"Bunda tidak sabar memberi tau Ayah kalau calon menantu kita sudah di temukan" kegiranggan.


"Bunda tunggu dulun! Bahas tentang Habibi mau menikah atau belum nanti saja, sekarang bagaimana Habibi bisa berbaikan dengan nona nurlatifah"


"ow benar juga..."


"jadi bagaimana caranya?"


"..."


"bagaimana kalau kau membuatkan dia sesuatu?"


"sesuatu? Contohnya?"


"contohnya makana... Buatkan dia makanan kesukaannya, apa kau tau makanan kesukaan Anugrah?"


"kalau tidak salah Habibi dengar dari nona nurlatifah bersama dua temannya, saat mengobrol... Dia sangat suka nasi goreng"


"anak rumahan sekalih...hmm bunda jadi tertarik kepadanya..." penasaran.


"Bunda..."


"ahk! Iya kembali ke topik"


"..."


"kalau begitu buatkan dia nasi goreng ala rumahan, dia pasti akan menyukainya, sisanya buatlah dia terkesan dengan sesuatu yang kau perbuat mau itu hal yang manis atau romantis"


"Bunda tidak ada rencana tersembunyi dari kata-kata ini kan?" menatap Bunda.


"aaa...apa maksudmu?" pura-pura tidak tau.


"Bunda tau, Habibi tidak bisa di bohongi..."menatap.


"hehehehe...ketauannya"


"Bunda...urusan Habibi mau menikah atau belum itu kita bahas lain waktu saja"


"iya-iya"


"..."


"tidak ke pancing dong" ucap Bunda dalam hati.


"haaa..." menghelan napas.


"menurut Bunda dia akan suka masakan Habibi?"


"kenapa dia tidak akan suka? Kau kan pandai memasak dan masakanmu itu sangat lezat"


Percakapan Habibi mulai


"kalian tidak percaya saya bisa memasak? Awalnya semua orang juga tidak percaya, tapi saat saya memasak di perkumpulan para dosen, Bunda dan saya memasak bersama dan semua orang terkejut karena saya bisa memasak dan masakan saya sangat lezat"


Percakapan Habibi selesai


"baiklah Habibi akan melakukannya, sudah waktunya Habibi kembali ke kelas" melihat jam tangan.


"baiklah sampai nanti..."


"(Habibi berjalan menuju pintu)"


"Habibi..." pangil Bunda lembut.


"(melihat ke arah Bunda)"


"kapan-kapan...pulanglah ke rumah..." tersenyum.


"...yaa..."


"Assalammualaikum" pamit.


"waalaikumsalam"

__ADS_1


Percakapan Habibi mulai


"..."


"saya memang tidak tinggal bersama Ayah dan Bunda, saya tinggal sendiri di sebuah aparteman yang tidak terlalu jauh dari universitas"


"saya sudah tinggal sendiri dari usia 20 tahun dan sekarang saya sudah berusia 25 tahun, jadi sudah 5 tahun saya tidak pulang ke rumah"


"..."


Percakapan Habibi selesai


Setelah jam pelajaran selesai, Habibi pwrgi ke taman kelinci untuk memberi intruksi kepada para kelinci, selesai memberi intruksi Habibi melihat Anugrah datang, mereka saling bertatapan beberapa saat sampai Banny menyadarkan Anugrah (Banny lompat ke pundak Anugrah)" dan semua kelinci menghampiri Anugrah.


Selama di taman kelinci Anugrah selalu mengambar dan di setiap sisi selalu ada kelinci, sedangkan Habibi bermain biola yang tidak terlalu jauh dari tempat duduk Anugrah dan di sekitar sisinya juga selalu ada kelinci, tampa sepengetahuan Anugrah, Habibi selalu meliriknya.


"..." menatap Anugrah.


"(fokus mengambar)"


"mmm..."


"..."


Di kelas Habibi kembali mengajar waktu berlalu, saat pulang sekolah Habibi meminta kepada semua muridnya untuk membawa alat musik masing-masing karena besok adalah pelajaran musik sedangkan yang tidak punya bisa memakai alat musik yang ada di ruang musik. Saat semua bubar mata Habibi dan Anugrah saling menatap lalu Anugrah pergi bersama siti dan Adit.


Di apartemen...


"(Habibi sedang menyiapkan bahan-bahan untuk membuat nasi goreng nanti pagi untuk Anugrah)"


"hmm...tinggal besok saya membuatnya"


"(Banny menoel lengan Habibi)"


"ada apa Banny?"


"(Banny menatap Habibi)"


"bismillah... Banny, semoga nona nurlatifah memaafkan saya" mengelus kepala Banny.


"ini sudah malam, waktunya tidur..."


Habibi memutuskan tidur begitu juga dengan Banny. Ke esokan harinya setelah bangun dan mandi, Habibi pergi ke dapur dan mulai memasak sarapan dan membuat bekal nasi goreng untuk Anugrah, setelah selesai memasak sarapan dan membuat nasi goreng untuk Anugrah, Habibi makan sarapan dan memberi makan Banny selesai sarapan Habibi memasukkan kotak bekal yang berisi nasi goreng untuk Anugrah ke dalam tasnya.


"Bismillah...semoga anda menyukainya nona nurlatifah dan memaafkan saya..."


Habibi berangkat ke universitas dengan memakai mobil (karena tidak mau isi kotak bekalnya rusak) sesampai di universitas Habibi pergi ke arah taman kelinci untuk meletakan Banny di sana dan mengigatkan intruksi yang harus mereka lakukan.


Jam pelajaran di mulai...


Sesuai pemberitahuan Habibi kemarin yaitu "besok adalah pelajaran musik" yaitu hari ini, Habibi dan mahasiswa, mahasiswinya pergi ke ruang musik,ada yang membawa alat musik masing-masing ada yang menggunakan alat musik yang ada di ruang musik, Habibi pun mengajar pelajaran musik dan tiba saatnya untuk praktek memainkan alat musik dengan lagu yang di pilih, masing-masibg mahasiswa dan mahasiswi di pilih untuk memainkan satu lagu dengan alat musiknya sendiri, di saat Habibi akan memangil nama mahasiswa atau mahasiswinya, salah satu mahasiswanya bernama Toni ston mengajukan satu nama...


"prof.Habibi bagaimana kalau murid baru di kelas kita memainkan satu lagu untuk kita semua?" ucap Toni.


"(Habibi mendengarkan)"


Siti dan Adit yang mendengar apa yang di katakan oleh Toni dan mereka berdua tau kalau Toni hanya ingin mempermalukan Anugrah, karena setau Siti dan Adit, Anugrah itu tidak bisa bermain alat musik (semua orang yang di kelas Habibi tidak tau kalau Anugrah tidak bisa alat musik).


"ya! Kenapa tidak! Biarkan si murid baru bermain untuk kita" ucap Ardiyuno meremehkan Anugrah.


"..." Anugrah hanya diam.


"apa anda bisa nona nurlatifah?" Habibi bertanya.


"(menatap Habibi)"


"tentu..." jawab Anugrah.


"Anugrah kamukan tidak bisa main alat musik" bisik Siti khawatir.


"..."


"sebaiknya kau katakan sejujurnya Anugrah kepada profesor, kalau kau tidak bisa dan jelaskan alasannya" bisik Adit khawatir.


"..."


"jangan khawatir" menenangkan Siti dan Adit.


"nona nurlatifah kalau anda sudah siap, cepat ke depan"


"(Anugrah berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke depan, ke arah panggung kecil yang ada di samping dimana Habibi berada)"


Anugrah berdiri tepat di samping Habibi dan dia membawa sebuah biola yang akan dia mainkan, Toni dan Ardiyuno terlihat meremehkan sedangkan Siti dan Adit khawatir, sebaliknya Habibi penasaran apa Anugrah bisa main biola atau tidak.


Anugrah mulai memainkan biola dan benar saja ke khawatiran Siti dan Adit benar, Anugrah bermain biola dengan sangat nyaring, semua oranh yang mendengar langsung linu mendengarnya terutama Toni dan Ardiyuno sangat sakit telingga,sedangkan Habibi tau kalau Aungrah sengaja melakukannya.


"(Anugrah berhenti main biola)"


"(Anugrah tersenyum)"


"(semua orang mencemooh Anugrah,meledek,menghina, dan mengata-katai Anugrah)"


"(Anugrah hanya tersenyum)"


"(Habibi menatap Anugrah penasaran)"


"(Siti dan Adit menatap binggung ke arah Anugrah)"


"(semua orang terdiam)"


"nona nirlatifah" menatap serius Anugrah.


"maaf tidak sengaja"


"lakukan*an dwngan benar"


"baiklah..."


Anugrah mulai kembali bermain biola dan kali ini ia menutup mata dan terlihat kalau ada senyuman kecil dari wajahnya, saat Anugrah bermain biola, suara alunan musik yang di mainkan begitu merdu dan menyejukkan hati lagu yang di mainkannya adalah lagu india kuch kuch hotahe. Semua orang yang mendengarnya begitu terkejut, begitu juga dwngan Siti dan Adit mereka berdua langsung bengong, sebaliknya Habibi...


"(Anugrah bermain biola)"


"..." Habibi terpukai.


"(Habibi terus menatap Anugrah)"


Percakapan Habibi mulai


"(tersenyum)"


"saya tau saat itu Anugrah sebenarnya berpura-pura tidak bisa main biola padahal sebenarnya dia bisa...dia ingin memberi pelajaran untuk Toni dan juga Ardiyuno yaitu..."


"tidak boleh meremehkan orang lain karena anda sendiri yang akan malu"


"Atau pribahasanya 'Jangan menilai buku dari sampulnya' Jangan menilai sesuatu dari covernya' karena apa yang kau lihat dari sampul atau cover tidak jelek isinya"


"bagaimana saya tau kalau Anugrah berpura-pura?"


"mudah saja, saya membaca pikiran Anugrah, saat itu dia berkata dalam hati ' ingin mempermalukanku? Baiklah akan aku lakukan, semoga saja telingamu baik-baik saja' itu yang dia katakan, saat saya mendengar itu dalam pikirannya saya benar-benar penasaran dengan dirinya, bagaimana Anugrah tau kalau dia akan di permalukan?" penasaran.


Percakapan Habibi selesai


semua orang terhanyut dwngan alunan musik yang di mainkan oleh Anugrah, setelah selesai bermain Anugrah memberi hormat kepada semua orang Siti,Adit dan beberapa mahasiswa-mahasiswi bertepuk tangan begitu juga dengan Habibi bertepuk tangan.


"bagus ternyata anda pandai bermain biola" memuji Anugrah.


"terimakasih profesor" tidak menatap Habibi.


"silahkan duduk nona nurlatifah"


"baik"


Anugrah kembali duduk di kursinya, Habibi memangil murid selanjutnya. Siti dan Adit terkagum-kagum mereka terus bertanya'tanya bagaimana Anugrah bisa bermain alat musik, Anugrah memberi tau kalau dua sudah belajar keras untuk bisa bermain alat musik. Semua orang yang tadi mengejek Anugrah hanya diam dan pelajaran kembali di lanjutkan.


Jam istirahat... Anugrah ada di taman kelinci...


Anugrah lupa membawa bekal makan siang dan dia juga lupa membawa uang, dia hanya meminum air bening (cuma bekal air bening) sambil bermain dengan para kelinci.


"(Anugrah bermain dengan para kelinci)"


"(Habibi melihat Anugrah)"


"Banny..." memangil dengan pelan.


"(Banny melihat Habibi)"


"(Habibi menggistruksi kepada Banny)"


"hum-hum" Banny mengangguk.


"(Banny menggistruksi semua kelinci)"


"(semua kelinci melakukan instruksi yang di berikan oleh Habibi)"


Anugrah kebingungan dengan apa yang di lakukan oleh para kelinci tapi saat Anugrah memperhatikan seakan-akan mereka membuat formasi sesuatu, ia berdiri dan betapa terkejutnya ternyata semua kelinci itu membentuk huruf dan saat lebih teliti lagi ternyata sebuah kalimat yang tertulis...


"saya sungguh minta maaf...saya tidak bermaksud... Maaf saya benar-benar minta maaf..." Anugrah membaca kalimat yang di formasikan oleh kelinci.


"..." Anugrah terdiam dan tersentuh.


"(Banny membawa kotak bekal)" yang di lenakan di meja kecil berroda dan di tarik oleh Banny.


"(Anugrah mengambil kotak bekal dan membukanya)"


"!?? Nasi goreng rumahan" merasa senang.


"tap tap tap" seseorang berjalan mendekat.


"(Anugrah melihat ke arah seseorang yang datang)"


"(saling menatap)"


"profesor Habibi..."


"saya sungguh benar-benar minta maaf nona nurlatifah" menatap dengan sedih.


"(saling menatap)"


"(Banny naik ke atas kepala Habibi)"


"Hah?!"

__ADS_1


"(Banny menekuk kedua telinganya dan menunjukkan ekpresi sesih)" seakan-akan Habibi punya telinga kelinci.


"mphf...hahaha...hahaha" Anugrah tertawa kecil.


"!!??"


"saya ini serius! Kenapa malah tertawa!?" kesal.


"amm...mmaaf...mphf profesor...aannuu...iitu hehehe"


"apa?!"


"ada telinga kelinci di atas kepalamu"


"Hah?!"


"(mengambil kelinci)"


"Banny..."


"..."


"profesor..."


"(melihat Anugrah)"


"aku sudah memaafkanmu"


"sungguh?"


"iya...aku juga minta maaf karena sudah marah-marah juga"


"yaa itu wajar karena anda yang jadi korbankan"


"hmm..."


"Apa nasi goreng ini buatanmu?"


"ya.."


"boleh aku mencobanya?"


"hm..." menganguk.


"(Anugrah duduk)"


"kenapa masih berdiri? Ayo duduk profesor"


"(Habibi duduk di samping Anugrah)"


"kita makan nasi goreng ini bersama"


"ahk tidak anda saja"


"kumohon"


"(mengalah dan menurut)"


Karena tidak mau di cuekin Anugrah lagi (baru aja baikan) jadi dia mengalah dan memakan nasi horeng bersama Anugrah.


"(Anugrah makan nasi goreng)"


"hmm...ini enak sekali profeasor...terimakasih" tersenyum.


"syukurlah kalau anda suka" senang mendengarnya.


Mereka makan nasi goreng bersama dan Habibi merasakan sesuatu suasana yang berbeda, selesai makan mereka berbincang-bincang.


"terimakasih nasi gorengnya prof.Habibi rasanya sangat enak, aku tidak tau kalau profesor bisa memasak?"


"sama-sama, alhamdulilah saya mwmang bisa masak, malahan saya itu serba bisa"


"benarkah? Wow itu sebuah keahlian yang jarang semua orang miliki"


"hm..."


"oh yaa profesor"


"hm?"


"aku mau tanya..."


"tanya apa?"


"kenapa profesor menyebut atau memangilku kelinci kecil?" menatap Habibi dengan cemberut.


"aduhhh imut bahkan saat cemberut" ucap Habibi dalam hati.


"karena anda mirip kelinci"


"maaf! Gimana?"


"maksud saya... Selain bertubuh munggil, berwajah bulat, mata lebar, kulit putih, pipi sedikit tembem, bibir munggil berwarna pech alami mungkin karena kulit anda yang putih makanya bibir anda berwarna pech bukan karena memakai liptrik, dan anda punya gigi kelinci yang lucu" sambil menatap Anugrah.


"Blussshhhh" wajah Anugrah memerah.


"Huh?!"


"anda baik-baik saja nona nurlatifah?"


"aku baik saja" memalingkan wajah.


"(menatap Anugrah)"


Percakapan Habibi mulai


"iya-iya 'pake nanya!' kalian mengatakan itukan?"


"yaa...saat itu saya belum tau kalau Anugrah tersipu malu karena saya menjelaskan alasan saya memanggil dia kelinci kecil"


"hm? Memuji Anugrah?"


"..." terdiam.


"mungkin itu benar..."


Percakapan Habibi selesai


"anda nyakin tidak apa-apa?"


"iya..."


"kalau begitu bole saya bertanya juga"


"apa?"


"kenapa anda memangil saya singa?"


"Deg!"


"..."


"kenapa?"


"habisnya kau seperti seekor singa yang akan memangsa menerkam ku waktu kau mengodaku, saat aku meminta maaf karena menamparmu"


"kau seperti singa" menatap Habibi.


"???"


"mphf..."menahan tawa.


"hmm...hmm...hehehe...hehehe" Habibi tertawa.


"!!???"


"kau tersenyum dan tertawa" ucap Anugrah melihat Habibi tersenyum dan tertawa.


"(berhenti tertawa dan melihat Anugrah)"


"ini pertama kalinya aku melihatmu tersenyum"


"..."


"karena yang ku dengar dari Siti dan kak Adit bahkan aku melihat sendiri kalau kau memang tidak pernah tersenyum atau pun tertawa, wajahmu terus terlohat serius"


"..."


"aku menyukainya profesor...senyumanmu indah...kau terlihat lebih tampan saat tersenyum, walau senyum tipis" Anugrah tersenyum manis ke arah Habibi.


"Deg!"


"(menatap Anugrah)"


"..." Anugrah tersenyum.


Saat itu saya tidak percaya dwngan apa yang Anugrah katakan...tapi itu benar, saya tersenyum... Saya merasakan perasaan yang pamiliar yaitu perasaan saat saya bersama mendiam sahabat saya, ketenangan...kehangatan...senyum dan tawa yang saya rasakan bersama sahabat saya...sekarang saya merasakannya kembali dan itu karena Anugrah...


"(menatap Anugrah)"


"(Habibi tersenyum)"


"(Anugrah tersenyum)"


(Banny dan semua kelinci senang)"


"senyumman yang hilang telah kembali" ucap Habibi dalam hati.


Percakapan Habibi mulai


"(tersenyum)"


"saya tidak bisa mempungkirinya kalau Anugrah orang pertama yang telah mengembalikan senyumman saya"


"sudah sekian lama saya tidak tersenyum, semenjak kematian sahabat saya, tapi Anugrah telah mengebalikan senyumman yang hilang"


Percakapan Habibi selesai


Semenjak hari itu hubungan kami kembali baik, saat jam pelajaran kami propesional sebagai Dosen dan mahasiswi, tapi di saat kami ada di taman kelinci kami terkadang mengobrol dan terkadang seperti biasa dia bermain dengan kelinci dan saya beristirahat di tempat khusus yang ada di taman kelinci.


"(Anugrah bermain dengan kelinci)"

__ADS_1


"hmm..." tersenyum sambil melihat Anugrah.


__ADS_2