Halaman Terakhir Kisah Shabira

Halaman Terakhir Kisah Shabira
10. Jangan Suka Padaku


__ADS_3

"Dion! Ngapain lo masih di situ? Dicariin sama ketos galak tuh, siap-siap aja lo kena semprotan cinta bertabur bunga!"


Merasa namanya dipanggil, Dion hanya mendengus malas sekaligus kesal. Jika datang, sahabatnya yang minim cahaya ilahi itu pasti selalu membawa kabar buruk untuknya. Sebagai salah satu anggota OSIS, tentunya Dion sangat dibutuhkan oleh anggota lainnya. Terutama oleh ketua OSIS yang selalu mengandalkan dirinya.


"Ck mau ngapain lagi sih tuh cewek, kurang kerjaan banget?" decak Dion kesal.


Lebih kesal lagi ketika melihat sahabatnya malah cekikikan setelah mendengar ucapannya barusan. Mengesalkan, seketika Dion ingin menjadikan sahabatnya itu sebagai umpan binatang bertaring di kebun bintang. Ingin rasanya Dion keluar dari keanggotaan jika sudah berurusan dengan si ketua OSIS yang terkenal sangat galak itu.


"Bahaha kayak nggak tau aja lo! Bukannya udah lama dia ada rasa sama lo? Paling cuma mau cari kesempatan biar deket sama lo!" jawab Andika, sahabat Dion yang terkenal sebagai kurir pesan rahasia di sekolah. Semua teman-temannya pasti akan mencari dirinya jika ingin mendapatkan berita terbaru di sekolah.


"Buruan ke sana, udah ditungguin sama yang lain juga!" lanjut Andika.


"Ogah!"


"Wah nantangin nih bocah, ntar gue yang kena semprot sama Mak Lampir bego. Buruan, lo nggak kasian apa sama gue?" tanya Andika memelas.


"Enggak!"


"Anjir, emang temen bi adab lo!" kesal Andika. Sekilas ia melirik pada Shabira yang sejak tadi memperhatikan interaksi aneh keduanya dengan bingung, kemudian Andika mendekatkan bibirnya ke telinga Dion. "Lagian lo ngapain di sini sama tuh cewek? Lo nggak takut satu sekolah musuhin lo nanti?" bisiknya.


"Mau satu sekolah, mau satu negara juga gue nggak peduli. Ini hidup gue kalo mereka lupa!" ucap Dion tegas. Entah mengapa, ia tidak suka mendengar Andika berbicara seolah membela perbuatan jahat mereka pada Shabira di sekolah.


"Oke, oke, sensi amat sih lo. Jangan bilang lo suka sama dia lagi?" tanya Andika curiga. Dapat ia rasakan, aura berbeda yang terpancar dalam diri Dion ketika berdekatan dengan Shabira. Sebagai orang yang cukup peka terhadap lingkungan sekitar, tentunya Andika bisa merasakan ada yang berbeda dengan sikap Dion sekarang.


"Ck banyak tanya lo!" sewot Dion mendelik. Pandangannya beralih ke arah Shabira, gadis itu ternyata sedang berkutat dengan ponselnya sekarang. "Ra, gue cabut dulu ya?" pamitnya.

__ADS_1


"Oh iya silakan, bentar lagi gue juga balik kok ke kelas!" jawab Shabira seraya memasukkan ponselnya ke dalam saku.


Dion mengulas senyumnya, kemudian melenggang pergi bersama Andika. Meninggalkan Shabira yang masih ingin duduk di taman tersebut. Sebelum jam istirahat selesai, Shabira memang tidak ingin lebih dulu kembali ke kelasnya. Karena itu hanya akan membuat semua musuh-musuhnya tertarik untuk kembali melancarkan aksinya.


Cukup lama Shabira duduk di tempat, hingga akhirnya ia sendiri merasa bosan berada di sana. Dengan terpaksa, Shabira beranjak pergi meninggalkan taman yang sudah sepi itu. Ketika sampai di koridor, Shabira malah tidak sengaja melihat siluet Austin tengah berjalan ke tempat yang sebelumnya ia duduki.


Keberadaan cowok itu berhasil mengalihkan atensinya. Niat Shabira yang sebelumnya hendak kembali ke kelas, kini seketika berubah. Sesuai keputusannya di hari lalu, ia akan berusaha membuat Austin menyetujui perjodohan itu secara perlahan. Shabira sangat tahu, sifat tokoh pria utamanya memang cukup sulit untuk menerima cinta baru dalam hidupnya. Karena itu, ia memilih untuk mendekati Austin secara perlahan.


"Ngapain lo ke sini?"


Belum sempat Shabira mengatakan sesuatu, Austin sudah lebih dulu menegurnya dengan pertanyaan yang cukup dingin ketika didengar. Padahal, Shabira bahkan baru sampai dan belum sempat menarik nafas setelah berjalan cukup jauh.


Ish galak banget sih, belum juga apa-apa.


"Ini tempat umum, jadi semua orang bebas dateng ke sini!" ucap Shabira seraya mendudukkan diri di samping Austin.


"Kenapa lo liatin gue kayak gitu? Ada yang salah ya, sama penampilan gue?" Shabira terkesiap menyadari Austin tiba-tiba menatap ke arahnya, seketika ia memeriksa penampilannya yang mungkin saja sedikit berantakan.


"Tentang perjodohan itu," ucap Austin menggantung sesaat. "Apa alasan sebenarnya lo terima perjodohan itu?"


"Karena gue suka sama lo, bukannya lo udah tahu dari awal kalo gue itu suka sama lo?" Shabira menatap Austin dengan bingung. Memang sih, tujuan Shabira menerima perjodohan ini bukan hanya untuk meraih cinta pertamanya. Tapi juga untuk membalaskan semua perbuatan Renita padanya sejak dulu.


"Jangan suka sama gue!" ucap Austin. Ia tidak ingin gadis itu menyesali keputusannya di kemudian hari.


"Tapi gue udah terlanjur suka sama lo, dan gue mau perjodohan ini tetap berlanjut!" ucap tegas Shabira.

__ADS_1


"Tapi gue bakal menolak perjodohan ini!" ucap Austin.


Shabira terkekeh, tidak percaya Austin akan bisa menolak perjodohan ini. "Lo yakin?"


Sejenak Austin terdiam, memikirkan pilihan yang akan ia ambil kedepannya. Dengan menolak perjodohan ini, ia yakin Papanya tidak akan tinggal diam. Sama seperti dirinya, Papa Ray juga memiliki sifat yang tidak suka dibantah oleh siapapun. Sebagai seorang pemilik perusahaan besar, semua keputusannya adalah mutlak. Tentu saja semua keputusannya telah melewati berbagai pertimbangan sebelumnya.


"Shabira!"


"Hm?" Untuk pertama kalinya Austin menyebut nama itu, membuat debaran jantung Shabira semakin cepat dan tak beraturan.


"Jangan pernah suka lagi sama gue, karena---"


"Ah gue nggak peduli, kalo lo mau menolaknya juga terserah. Tapi asal lo tau, gue bakal terus suka sama lo. Karena cinta itu nggak butuh alasan, cinta itu nggak pernah peduli sama kekurangan dan kelebihan seseorang. Kecuali ada logika yang muncul di dalamnya. Jadi, gue cabut dulu!"


Shabira langsung pergi meninggalkan Austin. Entah mengapa, ia tidak ingin mendengar alasan Austin menolak perjodohan ini. Shabira tidak ingin keputusannya untuk melanjutkan perjodohan ini goyah setelah mendengar alasan cowok itu. Bagaimanapun juga, sebenarnya Shabira tidak ingin egois dalam masalah ini.


🎀🎀🎀


Sambil menunggu HTKS up, mampir dulu yuk ke karya keren di bawah ini.


Judul : Cinta Suci Yang Ternoda


Napen : EuRo40


__ADS_1


...Sampai bertemu di cerita HTKS selanjutnya 👋🏻...


__ADS_2