Halaman Terakhir Kisah Shabira

Halaman Terakhir Kisah Shabira
18. Berkelahi


__ADS_3

"SHABIRA, RONNA, BELLA, MILKA, APA-APAAN KALIAN INI!"


Keempat anak perempuan itu terkesiap, pekikan seorang guru tiba-tiba terdengar memenuhi seantero ruangan. Hal itu sontak menghentikan perkelahian antara Shabira, Ronna, Bella dan Milka di dalam ruang UKS tersebut.


"Bu Rina?!"


Melihat tatapan maut Bu Rina, keempat anak itu seketika terpaku di tempatnya. Bayangkan saja, guru yang terkenal super galak di sekolah kini sudah memunculkan taringnya. Dalam sekejap, mungkin mereka akan terkena dampak dari terkaman si singa betina.


"Berani-beraninya kalian bertengkar di UKS?!" bentak Bu Rina tajam. "Ikut saya ke ruang BK, SEKARANG!"


"Tap-tapi Bu---"


"Tidak ada tapi-tapian, kalian harus menerima konsekuensi yang harus kalian dapatkan setelah ini! Cepet ikut saya ke ruang BK!"


Sejenak Bu Rina menatap penampilan keempat gadis yang sudah sangat berantakan itu, kemudian melenggang pergi meninggalkan ruang UKS. Sementara dari belakang, keempat gadis itu mau tidak mau harus mengikuti instruksi yang diberikan Bu Rina sebelumnya. Mereka bersikap santai, seolah tidak takut dengan apa yang akan mereka hadapi kedepannya.


"Duh Ron, gue takut nih!" ucap Milka lirih.


"Ck ngapain musti takut, gue jamin kita nggak akan kenapa-kenapa. Udah santai aja," kata Ronna santai.


"Tapi lo yakin Ron, kalo rencana kita bakal berhasil?" tanya Bella lirih.


"Yakin lah, lo liat aja. Setelah ini, gue yakin Shabira bakal dikeluarin dari sekolah!" Ronna menyungging senyum miring, melirik pada Shabira yang kini berjalan di belakangnya. "Huft akhirnya kita bakal bebas!"


"Jadi lo sengaja ngelakuin ini?" Shabira mengepalkan tangannya, menyadari rencana licik yang sedang dilakukan Ronna.


"Iya, kenapa? Sorry ya, kayaknya setelah ini kita nggak akan bisa satu sekolah lagi!" Ronna tertawa puas, melihat wajah Shabira yang kini diselimuti kemarahan. Ronna memang sengaja membuat masalah dengan Shabira di UKS tadi, karena ia tahu, Shabira sudah mendapatkan peringatan dari guru. Jika Shabira ketahuan berkelahi lagi, maka gadis itu akan dikeluarkan dari sekolah. Yaa, Ronna ingin agar Shabira cepat keluar dari sekolah.


"Sampai kapanpun gue nggak akan pernah keluar, sebelum gue resmi lulus dari sekolah ini!" ucap Shabira penuh penekanan pada setiap kata-katanya.


"Lo yakin?" Ronna tergelak, tidak percaya dengan apa yang diucapkan Shabira. Melihat posisi gadis itu sekarang, akan sangat sulit baginya untuk melepaskan diri dari masalah ini. "Secara, semua orang juga tahu kalo lo itu biang masalah di sekolah ini. Jangankan guru, semua siswa di sini juga nggak ada yang mau belain lo."


"Nggak peduli seberapa sedikit orang yang bakal belain gue. Selama gue berada di jalan yang benar, nggak ada alasan buat gue untuk merasa takut!"

__ADS_1


Shabira menatap Ronna, Bella dan Milka dengan penuh percaya diri. Memang benar, tidak ada alasan bagi Shabira untuk merasa takut. Gadis itu yakin, pada akhirnya kebenaran lah yang akan menang. Meski saat ini ia sangat menyadari, tidak akan ada satu orang pun yang akan membela dirinya nanti.


"Cih pede banget lo!" Ronna berdecih, ternyata tidak semudah itu membuat kepercayaan diri Shabira luntur. Padahal, dulu Shabira sangat mudah ditakut-takuti. Kepercayaan diri Shabira selalu hilang meski hanya mendengar kata-kata cibiran dari dirinya dan teman-temannya.


Shabira melengos, tidak peduli lagi dengan apa yang diucapkan Ronna. Langkah kaki gadis itu begitu mantap, memasuki area persidangan yang akan menentukan bagaimana nasib dirinya selanjutnya. Terlihat, Bu Rina sudah duduk bersama guru BK di sampingnya.


"Siapa yang suruh kalian duduk?" tanya Bu Rina, melihat Ronna, Bella dan Milka tiba-tiba duduk di kursi yang tersedia di sana. "Berdiri kalian?" bentaknya menyuruh.


"Eh iya Bu, iya!" jawab ketiga anak itu seraya beranjak dari duduknya.


"Kalian tahu apa kesalahan kalian?" Bu Rina bertanya dengan wajah datar. "Shabira, Ronna, Bella dan Milka, kenapa kalian selalu saja berkelahi?"


Bu Rina bertanya, seraya menggebrak meja hingga mengeluarkan bunyi yang sangat keras. Sontak keempat gadis itu tersentak kaget mendengar bentakan tersebut. Ruangan yang sebelumnya terasa dingin, kini semaki dingin karena adanya aura mengancam dari Bu Rina.


"Bukan kita yang mulai Bu, tapi Shabira!" ucap Ronna seraya menunjuk ke arah Shabira.


"Kenapa jadi gue? Jelas-jelas lo duluan yang mulai!" ucap Shabira membela diri.


"Boong Bu, jelas-jelas Shabira dulu yang mulai. Padahal kita lagi istirahat sebentar di UKS tadi," sahut Milka ikut andil dalam membela Ronna.


"Eum itu, kita ...." Milka menggantungkan ucapannya, tidak tahu harus mengatakan apa.


"Bella yang sakit Bu, kita lagi nemenin Bella di UKS tadi. Tapi tiba-tiba Shabira dateng terus gangguin kita!" sambung Ronna menyadari kebodohan sahabatnya.


"Wahhh hebat lo ya, pinter banget lo bikin skenario. Padahal lo sendiri yang nyamperin gue di UKS tadi!" ucap Shabira tidak habis pikir.


"Eh emang bener kok, lo dulu yang nyamperin kita di UKS tadi!" sewot Ronna seraya mendorong bahu Shabira.


"Nggak usah sentuh-sentuh!" Shabira menepis tangan Ronna dengan kasar.


"Yee songong banget lo jadi orang!" ucap Ronna tidak terima.


"Tauk, anak pungut aja belagu lo!" tambah Bella.

__ADS_1


"SUDAH-SUDAH, BERHENTI! KENAPA KALIAN BERANTEM LAGI!" bentak Bu Rina.


Keempat gadis itu seketika menutup mulutnya, tersadar jika saat ini mereka masih di dalam ruangan persidangan. Tatapan Bu Rina semakin dingin terasa, membuat keempat gadis itu kembali menundukkan kepalanya.


"Bella, benar kamu sedang sakit?" tanya Bu Rina.


"Enggak eh, iya Bu. Saya sedang sakit, makanya istirahat sebentar di UKS tadi," jawab Bella meralat ucapan yang salah sebelumnya.


"Boong banget! Sakit apaan lo, badan aja seger gitu?" Shabira memandang Bella dari atas sampai bawah. Tampak jelas dari ketahanan tubuhnya, gadis itu sedang dalam keadaan baik-baik saja.


"Shabira!" tegur Bu Rina. "Kamu bilang tadi kamu lagi istirahat di UKS? Memangnya kamu sakit apa?" tanyanya pada Shabira.


Shabira berjongkok, membuka salah satu sepatunya kemudian menunjukkan perban yang melingkar di pergelangan kakinya. "Saya habis jatuh di jalan tadi Bu, pas berangkat ke sekolah!" jawabnya.


"Kalo Ibu nggak percaya, Ibu bisa tanyakan langsung ke Bu Ella, beliau yang membantu saya tadi!" ucap Shabira menyebut nama guru yang bertugas mengurus UKS.


Seketika Ronna dan teman-temannya tercengang, mereka lupa kalau di UKS ada guru yang bertugas setiap harinya. Kebetulan, ketika mereka datang ke UKS tadi, Bu Ella memang sedang tidak berada di tempat. Karena itu, mereka bisa dengan mudah melancarkan rencananya untuk menyingkirkan Shabira dari sekolah.


"Boong Bu, jelas-jelas Bu Ella lagi nggak ada di UKS tadi. Bu Rina liat sendiri kan, nggak ada Bu Ella di sana tadi?" ucap Milka menyalahkan pernyataan Shabira.


"Udah deh Bu, nggak usah pikir panjang. Mending Ibu keluarin aja pembuat onar satu ini, daripada nanti bikin masalah lagi di sekolah!" ucap Ronna menggebu. Gadis itu sengaja mengalihkan pembicaraan, agar kedua guru itu tidak fokus dengan ucapan Shabira sebelumnya.


"Iya Bu, udah keluarin aja. Emang Ibu mau, sekolah kita jadi tercoreng nama baiknya cuma gara-gara dia?" tambah Bella.


🎀🎀🎀


Sambil menunggu HTKS up, mampir dulu yuk ke karya keren di bawah ini.


Judul : Istri Titipan Talak 3


Napen : Eni pua


__ADS_1


...Sampai bertemu di cerita HTKS selanjutnya...


__ADS_2