HaNaBi, My Lil Babies

HaNaBi, My Lil Babies
prom night (1)


__ADS_3

Varo kampret:


WOI LAPAR WOIIII, BAKSO WOII PENGEN MAKAN


Dean kampret:


Anjir, kalau mau makan sana beli sendiri ngapain koar-koar di grup


Vano kampret:


Lapar pengen seblak


Dean kampret:


Kalian berdua ni knp sih?


Varo kampret:


Ck sok lupa ni anak mentang-mentang baru jadian


Vano kampret:


Kapasitas memori otak Lo sebenarnya berapa si Yan?, sampe hal sejelas ini Lo g tahu


Dean kampret:


Ya maap kalau otak gue lemot g sepintar klean


Vano kampret:


Diih ngambek


Varo kampret:


POKOKNYA NANTI BAKSOOOO, YAN LO HARUS BELIIN KITA-KITA, HARUSS!!


Dean kampret:


😒


Nate menatap pesan-pesan temannya itu tanpa minat, matanya baru terbuka, tubuhnya masih belum lepas dari kasurnya, namun karena tuntutan ia harus segera beranjak meninggalkan kenyamanannya.


Jam sudah menunjukkan pukul setengah lima, tidurnya bahkan tak sampai satu jam, saat Nalla yang entah darimana mendapatkan kunci kamarnya datang membangunkannya. Lima menit lagi, ia akan beranjak pada waktu itu, beruntung ia sudah solat ashar sebelumnya.


Hoaamm Nate meregangkan tangannya.


Time up, lima menit sudah lewat, dengan enggan Nate akhirnya beranjak, ketika keluar kamarnya ia tidak sengaja berpapasan dengan papanya.


"Pa" sapa Nate basa-basi ia tahu kalau papanya tidak akan membalas, jadi ia tidak repot-repot menunggu respon sang papa.


"Kata mama Nalla terluka gara-gara kamu" tanpa di duga papanya berbicara, Nate menghentikan langkahnya.


"Iya tapi Nate tidak sengaja" Nate memang akui tangan Nalla cidera karenanya, jadi tidak ada alasan ia memberi penjelasan untuk membela diri.

__ADS_1


"Kau seharusnya tidak melakukan hal bodoh itu" kata papanya dingin, ia lalu pergi begitu saja.


Baik papa dan mama mereka berdua sama dalam memperlakukannya, Dimata mereka Nate lah yang selalu salah.


"Ya ampun Nate kau belum siap-siap juga?" Seru Nalla begitu melihatnya baru keluar dari kamarnya.


"Ck ada apa sih Nal, pestanya kan nanti malam kenapa Lo bangunin gue sekarang"


"Ya pestanya memang nanti malam tapi kamu g mau persiapan dulu?"


"Persiapan? Persiapan apa dah" Nate menggaruk kepalanya gatal.


"Ya persiapan Nate, jangan bilang kamu mau datang ke pesta dengan penampilan ala kadarnya" Nate menatap Nalla datar.


"Oke by gue lanjut tidur" Nate membalikkan tubuhnya akan kembali ke kamarnya, tapi buru-buru di cegat Nalla.


"Ah jangan pergi dulu aku membangunkanmu untuk ku ajak ke salon, karena aku tahu kamu pasti g ada persiapan"


"Gue tahu itu makanya itu gue mau balik ke kamar"


"Nate ayolah ikut aku" pinta Nalla memelas


"Gak mau sekali enggak tetap enggak" Nate melepaskan tangan Nalla dari lengannya, ia buru-buru balik ke kamarnya Menghiraukan teriakan merengek Nalla, sampai kapanpun Nate tidak mau lagi masuk ketempat seperti salon, untuknya cukup satu kali ia menemani Nalla ke salon yang masyaallah nya nunggunya hingga berjam-jam. Meski ia tahu alasan Nalla Sekarang mengajaknya bukan untuk menunggunya, tapi tetap saja kejadian itu sudah cukup membuatnya jera.


Ctiing


Ponselnya berbunyi bertanda ada pesan yang masuk. Nate tidak buru-buru memeriksa, paling-paling juga teman-temannya di grup, dan benar memang kebanyakan dari mereka dan juga ada sebuah pesan dari nomer yang tidak di kenal.


Halo Nate, ak Viona dpt nomermu dari Dean


Viona? Selama ini Nate tahu dia karena ia cewek yang di sukai Dean, selebihnya ia tidak tahu bahkan selama SMA sekalipun ia tidak pernah bicara dengannya, karena itu Nate sedikit surprise tiba-tiba dia nge chat.


Halo Viona


Oke


Nate tidak tahu lagi bagaimana menanggapi, lagipula ia dan Viona tidak akrab.


Tanpa di duga pesannya cepat di balas oleh Viona.


Nate aku minta maaf selama ini sudah berburuk sangka padamu, aku minta maaf karena cemburu lihat kamu dekat dengan Dean, aku minta maaf Nate karena berpikir kau cewek yang seperti anak-anak katakan


Woi bukankah pesannya itu terlalu panjang dan dikirim dalam waktu yang cepat, bahkan tidak ada typo dan di tulis dengan EYD yang jelas, satu kata Amazing kalau saja ia benar-benar baru menulisnya tadi, karena siapa tahu dia sudah menulisnya sebelumnya.


Ok Na Sans, gue maafin kok


🥺Beneran? Lo g marah kan?


Enggak kok ngapain gue marah


Tapi gue masih belum yakin Nate😭 kalau Lo memang beneran sudah maafin gue


Ya terus gue harus gimana biar Lo percaya ha?

__ADS_1


Kalau memang Lo g marah, gue ada permintaan buat lo, Lo mau kan ngabulin permintaan gue ini.


Y


Jawaban singkat yang Nate berikan itu pada akhirnya membuatnya merasakan penyesalan, setelah ia menolak ajakan Nalla ke salon, siapa sangka jika permintaan Viona tak jauh beda dari apa yang Nalla inginkan.


"Selesai, ya ampun Nate Lo memang cantik kalau dandan" puji cewek bermata sipit itu, Viona.


Waja Nate begitu masam melihat pantulannya di cermin. Cantik? Mungkin maksudnya bukan dia tapi Nalla, secara wajah ini juga wajahnya dan dari pada dia Nalla lebih sering ber make up. Jadi melihat ia di make up hanya membuatnya lebih mirip Nalla, seharusnya... tapi entah mengapa ia merasa beda.


"Bedakan? Gue tahu lo pasti berpikir kalau Lo bakal mirip Nalla, tapi beb itu tidak akan" tebakan Viona akurat "siapa dulu yang make up in lo" Viona mulai membanggakan dirinya, ia lalu menjelaskan "wajah kalian mungkin sama, tapi untuk masalah make up Nalla lebih menonjolkan riasan di matanya, ya meski pada dasarnya matanya cantik tapi bukan berarti mata Lo g cantik loh ya, lalu untuk make up Lo ini, yang gue tonjolkan yaitu di daerah bibir dan ya tuhan Nate bibir Lo begitu cantik, begitu seksi jenis bibir yang akan membuat semua laki-laki tertarik untuk menciumnya"


"Anjir" umpat Nate mendengar penjelasan Viona "gini-gini ternyata otak Lo sangklek juga ya Na, gue kira Lo jenis cewek yang malu-malu kucing"


Viona tersenyum lebar "ya maaf kalau gue g sesuai dengan ekspektasi Lo" jawabnya santai "eits tu tangan mau ngapain, jangan coba-coba di hapus ya hasil karya gue" Viona memegang tangan Nate.


"Karya Lo ini benar-benar bikin orang ngerasa g nyaman tau g, lepasin tangan gue"


"Berarti itu artinya Lo belum maafin gue Nate?" Wajah Viona memelas, ia melepas tangan Nate, melihatnya seperti itu Nate mau tidak mau merasa bersalah, ia menghela napas melempar tisu yang di pegangnya keatas wastafel.


"puas" Viona hanya tersenyum lebar


Nate benar-benar jatuh kedalam jebakan gadis itu, sebenarnya untuk apa ia repot-repot menuruti permintaan Viona, hanya untuk membuktikan kalau ia sudah memaafkannya? Benar-benar konyol kalau di pikir-pikir.


"Oi cewek-cewek sudah selesai belum, kita-kita sudah jamuran nih nunggu kalian lama-lama" teriak Vano dari luar kamar mandi.


"Bentar lagi!" Teriak Viona dari dalam.


"Ayolah klean cepetan, pestanya sudah dimulai tu di aula" kali ini Varo yang bicara.


"Ku bilang sebentar lagi berarti sebentar lagi Napa sih cowok g sabaran?"


"Kalau maksud Lo kita-kita yang sudah menunggu 2 setengah jam ini masih di bilang tidak sabaran lalu kami harus sabar gimana lagi, bebebku cantik?" Kata Dean


"Ck ia ia bawel" teriak Viona lagi "ini Nate lo ganti pakaian lo dengan ini" Viona menyerahkan paper bag hitam yang dibawanya pada Nate "cepetan ya, gue tunggu di luar" ucapnya tidak memberikan Nate kesempatan bicara, ia lalu keluar dari dalam kamar mandi.


Nate hanya bisa menghela napas, menatap prihatin dirinya di cermin.


Bertahanlah diriku.


"Wow ini Nate?" Tanya teman-temannya takjub melihat Nate memakai gaun pesta.


"Gila! anjing gila pun kalau di dandanin bisa cantik juga ya"


"Mau gue sumpel mulut Lo itu dengan sepatu No"


"Gue bilang apa kan? Kalian bakal speechless lihat penampilan Nate malam ini"


"Cewek gue memang hebat" puji Dean pada Viona, ia mengelus puncak kepala pacarnya itu.


Namun diantara mereka yang benar-benar speechless melihat penampilan Nate adalah Varo, sejak Nate keluar dari dalam kamar mandi ia sudah tidak bisa melepas pandangan darinya.


"Cantik" gumamnya lirih, saking lirihnya sampai tidak ada yang mendengarnya.

__ADS_1


"Dah lah yok pergi" ajak Nate pada mereka, berada di tempat itu hanya akan membuatnya pusing sendiri.


__ADS_2