
Bagi bocil atau yang di bawah 18 tahun harap minggir🚫
Happy reading
Setelah selesai menyambut para tamu. kini mereka berada dikamar Kenand.
"Pasti kamu bahagia kan,Pernikahan dengan pesta meriah yang hanya dihadiri orang terpandang saja,"Ucap Kenand sombong pada Serlin. Serlin mendengar itu,langsung menoleh ke kenand
"Tidak,aku tidak pernah bahagia menikah karna sebuah kontrak,"Balas Serlin pada Kenand
"Heh!,kamu jangan pernah berharap sama pernikahan ini,ingat pernikahan ini cuma Enam bulan,"Ujar Kenand.
"huft,iya Mas,"balas Serlin menghela nafas kasar. Serlin langsung membantu Kenand membersihkan tubuhnya.
"Mas, mau langsung istirahat apa keluar kamar dulu,"Tanya Serlin.
__ADS_1
"Istirahat tolong bantu aku naik kekasur,"jawab Kenand. Serlin membantu Kenand naik kekasur. Bruk! Karna kecapean melewati berbagai acara,Serlin tidak bisa menjaga keseimbangan,Serlin terjatuh diatas tubuh Kenand.
"Astaga,ada yang embuk,"ujar Kenand dalam hati,saat merasakan sesuatu mengenai dada bidangnya.
"Mas Kenand ganteng juga,kalo dari dekat,"Ucap Serlin dalam hati. Setelah beberapa menit dalam posisinya, serlin langsung tersadar mendengar apa yang Kenand ucapkan. "Keenakan ya,sampai gak mau turun dari atas tubuh aku,"Ujar Kenand,menyadarkan Serlin. Serlin langsung bangun dari posisinya.
"A anu,maaf Mas, aku gak sengaja,"Jawab Serlin gugup.
"Udah aku mau tidur,sana kamu tidur disofa,"Usir Kenand,merebahkan tubuhnya. Serlin beranjak merebahkan tubuhnya disofa. Setengah jam berlalu, Serlin terus berusaha untuk memejamkan kedua matanya,Serlin baru ingat kalau dia belum makan sama sekali dari pagi,karna terlalu sibuk dengan acara pernikahannya Karna tidak bisa tidur,Serlin beranjak keluar kamar untuk memakan sesuatu guna menghilangkan rasa laparnya. Setelah selesai makan,Serlin bergegas kembali kekamar,ia takut nanti Kenand memutuhkan sesuatu.
"Sial,kok pake mati segala sih,mana gelap lagi,"gumam Serlin meraba-raba untuk mencari sofa, tempat ia tidur.
Hap! Kenand memeluk Serlin,karna Kenand terlalu kencang memeluknya,Serlin terjatuh diatas kasur.
"Serlin,ini kamu kan,?"tanya Kenand terus memeluk Serlin.
__ADS_1
"Iya Mas,ini Serlin,kenapa Mas memelukku,?"Ujar Serlin. Kenand langsung melepaskan pelukannya,
"Tidak,tadi aku cuma takut aja nanti ada yang masuk selain kamu,"Jawab Kenand gugup
"Iya Mas,yaudah Mas tidur lagi aja,"Ucap Serlin beranjak kesofa. Melihat itu,Kenand langsung menghentikannya.
"Kamu tidur disini aja,temani aku takutnya aku nanti butuh sesuatu,"Ujar Kenand Mendengar itu Serlin mengangkatkan kedua alisnya heran. "Kan sama aja Mas,kalo aku tidur disofa,satu kamar lagi,"balas Serlin. Mendengar itu Kenand berdengus kesal,ia merasa terpojok ingin selalu bersama Serlin.
"Maksud aku tuh biar cepat,lagipula aku gak ngapa-ngapain kamu,"Ucap Kenand tidak mau kalah.
"Huft iya mas,"balas Serlin merabahkan tubuhnya. Melihat itu,Kenand juga merebahkan tubuhnya disamoing Serlin.
Lima menit berlalu,Serlin sudah berada dialam mimpinya,beda dengan Kenand tidak bisa tidur,karna baru pertama kali bagi Kenand tidur dengan perempuan satu kasur,meskipun Kenand pernah pacaran,Kenand sangat menghargai perempuan, ia tidak ingin merusak perempuan dengan menidurinya.karna tidak bisa tidur Kenand mengambil air putih diatas meja dekat kasur,dan meminumnya.Setelah beberapa menit,Kenand merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Saat Kenand menatap Serlin,entah kenapa Kenand menatap bibir ranum Serlin,ada rasa ingin mencicipi dalam diri Kenand.
Cup! Kenand mencium bibir ranum Serlin, bukannya melepaskan,tapi Kenand justru ******* pelan bibir Serlin. Takut Serlin bangun,Kenand menyudahi ciumannya. "Aduh,kenapa dengan tubuhku, kenapa terasa panas,"Ucap Kenand dalam hati.
__ADS_1
Hap! Kenand memeluk tubuh Serlin yang terlelap. Karna terlalu kuat memeluk Serlin,membuat Kenand merasa ada sesuatu menempel didada bidangnya. Tidak ingin kehilangan kesempatan,Kenand memegang benda empuk itu. Kenand kembali melihat ke d^da Serlin,Ada rasa ingin mencicipinya lagi diotak Kenad. Kenand yakin ini pasti kerjaan Maminya,dengan menaruh obat perangsang pada air yang ia minum tadi.