
Happy reading!
"Mau ke mana Bu,?"Tanya Erin melihat Mamanya memasukkan semua Pakaian dan barangnya ke dalam Koper.
"Kita pergi dari rumah ini,Ibu muak hidup Miskin di sini,"Balas Erika menoleh Alan dengan Sinis Alan melihat Erika beranjak Keluar rumah bersama Erin langsung mengejar mereka.
"Buk,jangan pergi,"Ujar Alan menahan Tangan Erika
"Lepas,"Gertak Erika menghempaskan tangan Alan kasar.
"Ayo kita pergi,"Ucap Erika menarik tangan Erin pergi Meninggalkan Alan sendiri.
Flashback!
"Jadi Ibu sama Erin Pergi dari rumah,ninggalin Ayah,"Ucap Serlin sedih mendengar cerita Ayahnya.
"Iya Nak,mungkin udah takdir Ayah untuk hidup Sendiri,"Ujar Alan sedih
"Ayah apaan sih kan masih ada Serlin sama Cucu Ayah,"Balas Serlin menggenggam tangan Ayahnya.
"Iya Nak,gimana Cucu Ayah sehat,?"Tanya Alan mengalihkan Pembicaraan
"Sehat Yah Dia laki-laki Loh,Ayah kan pengen banget punya Anak Laki-laki,"Ucap Serlin menganggat kedua alisnya
"Hahaha,kamu masih ingat Kalau Ayah mau punya Anak laki-laki,Sekarang Ayah punya Cucu Laki-laki. Tampan lagi,"Balas Alan tertawa Serlin melihat Ayahnya bisa melupakan kesedihannya ikut tersenyum.
"Iya dong Yah,Kan Papanya Juga Tampan,"Sahut Kenand mendekati mereka berdua.
"Dia mirip Aku Mas,"Ujar Serlin tak mau kalah dengan Kenand. Alan melihat Anaknya Bahagia ikut merasa bahagia.
"Yang dia laki-laki masa mirip kamu Perempuan,"Ucap Kenand
Alan melihat anak dan menantunya sedang debat beranjak duduk di sofa samping Brangkar Serlin.
"Aku yang ngelahirin Mas,"Ujar Serlin menatap Kenand kesal.
__ADS_1
"Kan Aku yang buat Lo yang,"Sahut Kenand tak mau kalah.
Uhuk!Uhuk! Alan yang sedang minum tersedak mendengar ucapan Abstruk Kenand.
"Eh masih ada Ayah,"Ucap Kenand menggarukkan tengkuknya yang tidak gatal.
"Mas kamu sih,bikin malu aja,"Bisik Serlin
Alan melihat kedua pasangan itu menggelengkan kepalanya.
"Ayah beli makan dulu ya,"Ucap Alan beranjak keluar Ruangan Serlin.
"Kamu sih Mas,gak tau malu,"Ucap Serlin memayunkan bibirnya.
Cup! Kenand yang melihat Itu langsung mencium Bibir Serlin.
"Jangan pake Kode yang,kalo mau Di cium,"Balas Kenand
"Tau ah,pokoknya Aiden mirip Aku,"Ucap Serlin
"Oh jadi kamu bilang Bibit aku gak unggul gitu,"Ucap Serlin menatap Kenand tajam.
"Eh bukan gitu Yang,Kan kita berdua yang buat jadi mirip kita berdua,"Ujar Kenand menyakinkan Serlin.
"Tapi lebih banyak aku,"Balas Serlin tidak mau berhenti.
"Iya Yang Banyak mirip sama kamu,Mirip Akunya cuma Dikit,"Jawab Kenand mengalah. Serlin mendengar Ucapan Kenand tersenyum penuh kemenangan.
Ceklek!
"Kenand gimana keadaan Serlin,?"Tanya Mami masuk bersama Papi
"Mami sama Papi baru nyampe,?"Tanya Kenand balik
"CK! Gak liat apa,"Ujar Mami mendekati Brangkar Serlin
__ADS_1
"Alhamdulillah,Serlin sehat Mi Persalinannya lancar,"Balas Serlin
"Syukur kalo gitu,Cucu Mami mana,?"Ucap mami di ikuti anggukan dari Papi
"cucu Mami lagi Tidur,"jawab Kenand menunjuk Box bayi anaknya.
"Cucu Mami Tampan banget,"Ujar Mami melihat Aiden yang tertidur pulas.
"Iyalah Mi,Papanya juga tampan,"Balas Kenand membanggakan dirinya.
"Cucu Oma jangan kaya Papa kamu ya,"Ucap Mami Membelai Wajah Aiden
Kenand mendengar Ucapan Maminya berdengus kesal kenapa semua orang tidak mengakui kalau Aiden tampan karna Bibit darinya pikir Kenand.
Ceklek!
Pintu ruangan Serlin di buka oeh seseorang yang tak lain Alan ayah Serlin
"Oh Alan,masuk Lan,"Ujar Papi mengajak Alan duduk di sofa untuk berbincang dengannya.
"Namanya siapa Ken,?"Tanya Mami Menatap anak dan menantunya.
"Aiden Elandra Wiratama Mi. Bagus gak,?"Ujar Kenand
"Aiden Bagus kok,?"Ucap Mami di ikuti anggukan oleh Papi dan Ayah Alan.
Beberapa Hari Kemudian
Hari ini Serlin sudah di bolehkan Pulang Ke Mansion keluarga Wiratama. Alan sudah pulang Satu hari lalu Papi Kenand mengajak Alan bekerja di kantornya dulu Alan sempat Bekerja di salah satu perusahaan namun ia di fitnah Korupsi jadi ia harus di pecat dan menggantikan uang perusahaan tempat ia bekerja dulu.
"Yang kamu udah siap,?"Ujar Kenand menggendong Aiden
"Iya Mas,"Balas Serlin
Mereka berdua beranjak meninggalkan rumah sakit.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN