Handicapped Husband Love

Handicapped Husband Love
Bab 7 Perasaan


__ADS_3

  Sesampai mereka dirumah Serlin,mereka mengentuk pintu rumah serlin.


Tok!


Tok!


Tok!


"Sebentar,"Sahut suara perempuan dari dalam.


Ceklek!


"Hy tante,"sapa Pika dan Ririn


"Oh kalian, ada apa,?"ujar Erika dengan nada tidak suka


"Serlinnya, ada gak tan,?"tanya Pika


"Kalian, gak tau Serlin udah tinggal dirumah majikannya,"jawab Erika


"Majikan,"sahut Pika, Ririn berengan


"Maksudnya, tan,?"tanya Ririn


"Aduuh, Serlin kerja jadi pembantu dirumah tuan Kenand wiratama,Serlin tinggal disana gak tinggal disini lagi, Paham,"balas Erika panjang lebar


 Pika dan Ririn kaget dengan apa yang Erika katakan.


"Pembantu,"gumam Mereka


"Udahkan gak ada yang perlu tanya lagi, saya mau istirahat,"ujar Erika menutup pintu.


"Rin, gue gak salah dengerkan? Pembantu,"ucap Pika


"Gue juga Pika, masa Serlin jadi pembantu,terus kuliahnya gimna,?"tanya Ririn.


"Kita tanya langsung keSerlinnya aja,"usul Pika


"oke, yaudah yuk kita pulang entar nenek lampirnya keluar lagi,"ujar Ririn cengengesan


 Tempat Serlin


"Tuan, apa tuan mau saya melatih tuan berjalan lagi,"tanya Serlin


"Berlatih jalan, gimana,?"tanya Kenand balik


"Supaya tuan bisa berjalan lagi,"ujar Serlin


"Baiklah,"balas Kenand


Serlin memegang tangan Kenand supaya Kenand bisa berdiri.


"Tuan, coba langkahkan kakinya dulu,"ucap Serlin


 Kenand melangkahkan kakinya tapi karena kakinya masih sakit sehingga Kenand tidak bisa menjaga Keseimbangan.

__ADS_1


Brak!


Kenand jatuh ke lantai


Deg!


Deg!


Deg!


"perasaan apa ini,"ucap Kenand dalam hati dan melihat wajah Serlin dibawahnya


"Tuan,"ucap serlin menyadarkan kenand


"Astaga,maafkan saya,"sahut Kenand mengeserkan tubuhnya diatas tubuh Serlin


"Mari saya,bantu duduk dikursinya tuan,"ucap Serlin kikuk


"Hm,"balas Kenand malu


"Astaga, mulai muka temboknya,"ujar Serlin dalam hati


  Keesokkannya Serlin ada kuliah pagi, Serlin meminta izin pada Kenand.


Meja makan


"Tuan,saya mau minta izin hari ini saya ada kelas pagi,"ucap Serlin


"Iya, boleh tapi jangan kesorean ntar saya siapa yang urus,"ujar Kenand tanpa sadar


Mereka melanjutkan sarapan mereka


Kampus


"Ririn, sama Pika mana ya,?"gumam Serlin celingak-celinguk mencari sahabatnya


"Serlin,"sapa Ririn dan Pika


"Lo kemana aja, Ser,?"tanya Ririn


"Ceritanya panjang, ntar aku ceritain,"jawab Serlin


"Ke kelas yuk,"sambung Serlin


Mereka berdua hanya menganggukkan kepala.


 Kantin


"Cerita Ser, kenapa lo gak masuk maren,?"ujar Pika


"Huft, gini.....,"cerita Serlin dari awal hingga akhir.


"Kenand wiratama,"Sahut Ririn


"Kenand si Ceo itu,?"tanya Pika

__ADS_1


"CEO,?"tanya Serlin


"Iya, Kenand ini kan,"ujar Ririn menunjukkan foto Kenand


"Hah, tapi tuan Kenand itu duduk dikursi roda,"sahut Serlin kaget


"Iya Ser,Kenand itu mengalami kecelakaan jadi dia duduk dikursi roda,"jawab Ririn


"Astaga aku gak tau kalo tuan Kenand itu bisa sekeren ini,"ucap Serlin dalam hati melihat Foto Kenand.


"Hati-hati, ntar lo suka lagi ser,"sahut Ririn


"Ah, gak kok,"balas Serlin kikuk


"Udah sore ni, aku pulang dulu ya, ntar dimarahin tuan Kenand,"ujar Serlin beranjak dari tempat duduknya.


"iya ser, ntar malam chat kita ya".sahut ririn


 Serlin hanya mengangguk lalu berjalan keluar Kantin.


  Setiba Serlin di Mansion Kenand,Serlin langsung membersihkan tubuhnya. setelah membersihkan tubuhnya Serlin beranjak menuju kamar Kenand.


Ceklek!


  Serlin masuk, Serlin melihat Kenand tertidur dengan laptop diatas pahanya.


 Beberapa menit Serlin memandang wajah kenand, serlin tersadar dan membangunkan Kenand.


"Tuan, bangun,"Serlin menggoyangkan tubuh Kenand. Kenand yang merasa terusik tidurnya menerjapkan kedua matanya.


"Tuan,udah sore apa tuan mau mandi,?"tanya Serlin


"Kamu bersihkan sengan kain saja tubuh saya,"jawab Kenand.


Serlin mengelap tubuh Kenand.


"Tuan mau makan apa biar saya ambilkan,?"ujar Serlin


"Sup buntut aja,"sahut Kenand


Serlin mengangguk lalu keluar kamar.


 Setelah Dua menit


 Ceklek!


 Serlin masuk dengan nampan diatas tangannya.


"Ini, tuan,"ucap Serlin


"Suapi saya tangan saya Pegal habis ngetik,"ujar Kenand


"Baiklah tuan,"balas Kenand


Dengan telaten Serlin menyuapkan sup itu kedalam mulut Kenand.

__ADS_1


__ADS_2