
Happy reading
"Sesungguhnya kehidupan yang baik adalah Di mana saat Engkau berusaha menjadi bermanfaat untuk semua Makhluk Di sekelilingmu"
[Author]
Di pinggir jalan
"Mas aku maunya yang pedas,"ujar Serlin Mereka masih berdebat masalah Seblak Kenand bersikeras melarang Serlin memakan Seblak dengan kepedasan yang menurutnya tidak wajar.
"Sayang kan di Mansion kita udah sepakat,kalau mau makan Seblak tidak boleh pedas,"balas Kenand. Serlin memayunkan bibirnya
Cup!
Kenand mencium bibir Serlin sekilas
"Ih mas mah Yang namanya Seblak ya pedas kalo gak pedas namanya bukan Seblak,"Sahut Serlin tidak mau kalah.
Orang-orang yang sedang makan Seblak di buat baper oleh mereka.
"Sayang Seblak gak baik buat kandungan kamu,nanti kalau anak kita nangis kepedasan gimana,?"ujar Kenand bercanda
Hahahha!
Orang-orang tertawa mendengar candaan Kenand. Serlin hanya tersenyum mendengar ucapan Kenand yang seperti orang bodoh.
"Mas kalo gitu aku gak boleh minum juga dong nanti anak kita tenggelam,"sahut Serlin bobrok
Hahahah!
Semua orang tertawa mendengar debatan pasangan random ini.
__ADS_1
"Kenapa kalian semua ketawa,?"ujar Serlin polos Seketika mereka semua berhenti ketawa Kenand yang tadi diam hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan Serlin.
"Sayang kalau kamu mau makan Seblak pedas kita gak jadi beli,"ujar Kenand. Serlin berdengus kesal.
"Jangan dong mas nanti anak kita ileran gimana,?"ucap Serlin
"Makan yang lain aja ya,"bujuk Kenand
"Iya deh mas aku mau makan Seblak tapi gak pedas,"sahut Serlin. Kenand tersenyum mendengar jawaban Serlin akhirnya setelah lama berdebat ia menang juga pikir Kenand.
"Hm Bang Seblaknya satu gak pedas,"ujar Kenand pada penjual Seblak.
"Siap pak,"jawab Penjual Seblak.
Setelah selesai memakan Seblak Serlin beranjak mendorong kursi roda Kenand untuk pulang.
"mas kita ke Mall yuk,"ajak Serlin Semenjak Serlin hamil Serlin selalu ingin keluar Mansion terus,kadang ngajak Kenand beli makanan di tengah malam Kenand merasa bahagia karna Serlin selalu manja padanya.
"Emang kamu mau beli apa sayang,?"tanya Kenand. Serlin mendekati Kenand lalu berbisik.
"Mas aku mau beli pakaian dalam soalnya pakaian dalam aku kekecilan,"bisik Serlin
Hahhaha!
Kenand mendengar itu seketika tawanya pecah
Serlin berdengus kesal melihat Kenand menertawakannya.
"Mas kenapa ketawa,awas ya mas gak boleh tidur sama aku nanti malam,"sahut Serlin mengancam Kenand. Kenand mendengar ancaman Serlin langsung menghentikan tawanya. Mana mungkin Kenand bisa tidur tanpa memeluk Serlin pikir Kenand.
__ADS_1
"Sayang jangan dong nanti Mas gak bisa tidur,"ujar Kenand merengek.
"Gak mau kalo mas gak mau ke Mall aku gak mau tidur sama Mas,"ancam Serlin lagi Kenand menghela nafas Kasar mendengar ancaman Serlin.
"Iya sayang kita ke Mall,"balas Kenand
Serlin tersenyum manis mendengar jawaban Kenand.
Cup!
Serlin mencium Pipi Kenand. Kenand melihat Serlin menciumnya langsung memeluk tubuh Serlin. Serlin membalas pelukan Kenand.
"Makasi mas,"ujar Serlin
Sesampai mereka di salah satu Mall terbesar di Indonesia,mereka berkeliling untuk membeli apa yang Serlin inginkan saat sedang memilih pakaian ada tamu tak diundang.
"Kenand kamu lagi ngapain,?"ujar seorang perempuan yang tak lain adalah Celsi,setelah selesai dengan kegiatan panasnya Celsi langsung jalan-jalan ke Mall menggunakan uang yang Albert kasih. Kenand mendengar suara orang yang tidak diharapkan menatap Celsi Malas Serlin hanya tersenyum ketika Celsi menyapa suaminya.
"Ada apa,?"tanya Kenand malas
"Aku mau belanja biasalah seorang model harus selalu menjaga penampilannya,"balas Celsi sombong menatap Serlin meremehkan.
"Oh. sayang kita sekalian aja beli perlengkapan BAYI kita,"tanya Kenand menatap Serlin penuh cinta Celsi yang mendengar Kenand menyebutkan kata Bayi seketika diam mencerna ucapan Kenand.
"B bayi maksudnya Serlin hamil Ken,?"tanya Celsi kaget.
"iya Istri aku lagi hamil sebentar lagi kami punya Baby,"balas Kenand sombong Serlin mendengar itu hanya tersenyum.
"O oh selamat ya Ken,Serlin."Ucap Celsi Kikuk
__ADS_1
"Yaudah sayang yuk kita pindah kebagian perlengkapan Bayi,"Ajak Kenand menatap Serlin Serlin hanya mengangguk dan tidak lupa Serlin pamit dulu dengan Celsi sambil Mendorong Kursi roda Kenand.