Handicapped Husband Love

Handicapped Husband Love
Bab 33 Kesedihan Ayah Serlin


__ADS_3

Happy Reading!


"Iya Nak,"Balas Ayah Serlin


 Setelah menelpon orang tuanya Kenand menyimpan kembali Teleponnya di saku Celananya.


"Yang Aiden udah tidur,?"Tanya Kenand pada Serlin yang sibuk memandang wajah Anaknya.


"Iya Mas,tolong pindahin Aiden Mas,"Balas Serlin menyerahkan Aiden pada Kenand.


"Sini,anak Papa yang Tampan,"Ujar Kenand mengambil Alih Aiden.


 Kenand meletakkan Anaknya di sebuah BOX bayi yang telah di siapkan di samping Brangkar Serlin.


"Yang kamu istirahat aja,Aiden biar aku yang jagain,"Ucap Kenand menatap Serlin


"Emang Mas gak Capek,?"Tanya Serlin


"Gak kok,nanti kalau Ada Mami aku Bangunin,"Sahut Kenand


 Serlin hanya mengangguk lalu memejamkan kedua matanya,Baru beberapa menit menyelami Alam mimpinya Serlin di bangunkan oleh sebuah tangan yang menggoyangkan tubuhnya pelan.


"Yang,hehehe bangun dulu Mereka udah ada di sini,"Ucap Kenand


Serlin yang merasa ada yang mengganggu Tidurnya secara perlahan membuka kedua matanya.


"Ada apa Mas,?"Tanya Serlin mengucek kedua matanya Kenand menahan tangan Serlin mengucek kedua matanya agar mata Serlin tidak sakit.


"Kamu lihat aja yang siapa yang datang,"Ujar Kenand


"Ayah,"Ucap Serlin menatap Ayahnya yang berdiri di belakang Kenand.

__ADS_1


"Serlin gimana keadaan kamu,?"tanya Ayah Serlin


"Sehat kok Yah Ayah Kapan nyampenya,?"Balas Serlin berusaha sedikit menegakkan tubuhnya Serlin merentangkan kedua tangannya memberi Kode pada Alan (Ayah Serlin) Untuk memeluknya. Alan yang menyadari anaknya ingin memeluknya langsung mendekati Serlin.


"Ayah Serlin Kangen Ayah,"Ujar Serlin mempererat Pelukannya seakan tidak ingin Ayahnya pulang.


"Anak Ayah yang satu ini Udah jadi Ibu masih aja Manja,"Sahut Alan Mencium kening Anaknya Kenand melihat Alan mencium kening Serlin hanya berdengus Kesal entah kenapa Kenand merasa tidak ingin miliknya di sentuh orang lain padahal Alan bukan orang lain Ada-ada aja Nih Kenand.


"Ayah,Ibu sama Erin dimana,?"Tanya Serlin melepaskan pelukannya Mendengar Pertanyaan Serlin Alan hanya diam berusaha agar Serlin tidak mengetahui sesuatu yang terjadi pada Keluarganya. Serlin melihat Ayahnya hanya diam langsung mengangkat kedua alisnya bingung.


"Ayah,"Ujar Serlin memegang tangan Alan Ayahnya.


"Udah Satu bulan Ibumu sudah pergi ninggalin Ayah Nak,"Balas Alan dengan Nada Sedih mengingat kejadian satu bulan lalu.


Flashback!


"Buk,aku mau ngomong,"Ucap Alan menatap Erika Yang sedang membersihkan Wajahnya di meja rias.


"Aku di pecat,"Ujar Alan


Erika mendengar Ucapan Alan langsung menoleh Alan.


"Maksud Mas,di pecat kenapa,?"Tanya Erika dengan nada masih Rendah


"Majikan aku pindah ke luar negeri,"Balas Alan


"Jadi Mas gak kerja gitu,?"Ujar Erika geram


"Nanti aku cari kerja yang lain,"Jawab Alan


"Mas pikir cari kerja gampang apa,?"Sahut Erika emosi

__ADS_1


Melihat Erika Emosi Alan langsung memeluk Istrinya itu.


"Buk jangan emosi,Nanti Mas cari kerja yang lain,"Ujar Alan yakin


"Terserah Yang penting Uang bulanan tetap jalan,"Balas Erika keluar kamar meninggalkan Alan yang hanya diam.


Seminggu kemudian


Alan masih belum mendapatkan Pekerjaan membuat Erika marah.


"Mas,Kapan kamu dapat kerjanya kalo kamu aja gak gerak,?"Ujar Erika memandang Alan Sinis.


"Buk,Mas udah cari tapi belum ada Lowongan,"Balas Alan


"Terus Mas nyuruh aku kerja gitu,"Tanya Erika menatap Alan tajam


"Bukan gitu Buk,Mas lagi gak Enak badan untuk hari ini Besok Mas cari lagi,"Balas Alan Lemah.


"Alasan,udah deh mending kita Cerai aja aku udah bosan hidup miskin sama kamu,"Ujar Erika meninggalkan Alan yang duduk di Sofa dengan keadaan tubuhnya yang Lemah karena Kecapekan mencari pekerjaan.


"Buk,jangan mengambil keputusan di saat marah,"Sahut Alan beranjak mengikuti langkah Erika.


"Udah deh,Kamu itu udah tua Mas udah gak bisa cari uang yang banyak buat memenuhi kebutuhan Aku sama Erin,"Ucap Erika memasukkan semua pakaiannya ke dalam Koper lalu beranjak ke kamar Erin.


"Rin kamu ikut ibu,kita pergi dari sini,"Ujar Erika menatap Erin yang lagi memainkan Handphonenya.


"Mau ke mana Bu,?"Tanya Erin melihat Mamanya memasukkan semua Pakaian dan barangnya ke dalam Koper.


JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN


JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN


__ADS_2