
HAPPY READING!
Celsi bergegas pulang ke Mansionnya.
"Albert Mana sih Dari tadi tidak keliatan,?"Gumam Celsi mencari Nomor Handphone Albert lalu Celsi menelpon Nomor Tersebut.
Tut!Tut!
"Ah sial Kenapa sih semuanya bikin aku kesal,"Ujar Celsi Melemparkan Handphonenya kesembarangan arah.
"Ahk mending aku ke tempat yang bisa ngilangin stres,"gumam Celsi beranjak mengambil Kunci Mobil meninggalkan Mansionnya.
Sesampainya Celsi di tempat bisa menghilangkan masalahnya yang tak lain sebuah klub malam. Celsi memang Sering pergi ke club malam untuk menghilangkan masalah.
"gue pesan minuman kayak biasa," ucap Celsi pada waiters. Waiters yang biasa melayani Celsi langsung mengambil pesanan Celsi.
"ini," ujar waiters menyerahkan segelas minuman .
"thanks," balas Celsi yang langsung meminum minumannya.
Beberapa menit kemudian datanglah seseorang yang membuat mood Celsi menjadi buruk.
"Hello Baby udah lama gak nongol dari mana aja,?"tanya Albert mendudukkan dirinya di samping Celsi.
__ADS_1
Celsi menoleh ke arah Albert yang menatapnya. Celsi yang kesal dengan Albert membuang muka ke arah lain.
"Ngapain kamu di sini,?" tanya Celsi dengan nada Ketus. "baby Aku biasanya memang di sini kalau kamu lupa," jawab Albert tersenyum licik. Celsi mendengar jawaban Albert hanya bisa diam dan melanjutkan minum minuman beralkohol. Setengah jam kemudian Celsi yang merasa dirinya terlalu banyak minum bergegas untuk meninggalkan klub. Albert melihat Celsi ingin meninggalkan klub langsung mencekal tangan Celsi.
"Apaan sih lo,?"tanya Celsi dengan nada mabuk
"Baby kamu lagi mabuk nanti kamu bisa kecelakaan kalau kamu mengendarai mobil kamu sendiri, Biar aku antar ya," Bujuk Albert menatap Celsi.
"baby kamu So sweet banget," ucap Celsi dengan nada mabuk. Albert melihat tingkah laku Celsi hanya menggelengkan kepala. Albert beranjak memapah tubuh Chelsea menuju mobilnya.
"Chelsea meskipun kamu hanya Pemuas nafsuku. Aku juga punya rasa kasihan pada kamu,"ucap Albert memandang wajah Chelsea yang tertidur di mobilnya.
Di tempat
"Aiden coba Panggil Papa,"ucap Kenand memaku Putranya menghadap wajahnya. "Mamaam,"celoteh Aiden membuat Kenand kesal karena Aiden belum bisa memanggil panggilan padanya.
"Aiden dengerin. PAPA,"ujar Kenand menatap Aiden serius.
"Mas jangan dipaksain dong Ntar juga bisa sendiri. kasihan Aidennya," sahut Serlin berjalan ke arah mereka.
"Ck ck!, Yang masa anak kita belum bisa Panggil aku Papa sedangkan kamu langsung bisa," ujar Kenand dengan nada sedih
Serlin mendengar itu hanya terkekeh.
__ADS_1
"anak mama lagi ngapain sih,?"ujar Serlin mengambil Alih Aiden dari pangkuan Kenand.
Cup!Cup
Serlin mencium seluruh wajah Aiden membuat Aiden tertawa geli Hal itu membuat Kenand ingin ikutan dengan menggelitiki Putranya. Haehihhih!
Tawa Aiden memenuhi Seluruh Mansion membuat Mami Papi Kenand menghampiri keluarga kecip itu.
"Ngapain sih Cucu Oma senang banget sampai ketawanya kedengaran dari lantai atas,"Ucap Mami duduk di dekat Mereka di ikuti Papi. "Aiden Mi di hukum karna belum bisa manggil Papa,"Balas Kenand menghentikan kegiatannya Yang menggelitiki Aiden.
"Kenand,Aiden kan masih belajar,"Jawab Mami "Masih belajar terus dari kemaren,"Gumam Kenand pelan.
"Sini Cucu Oma Main sama Oma dan Opa juga,"Ujar Mami Kenand mengambil Aiden di pangkuan Serlin. Kenand melihat Aiden di bawa pergi oleh Mami dan Papinya hanya tersenyum melihat keluarganya terasa Bahagia tinggal nambah anak lagi pikir Kenand menatap Serlin. Serlin yang merasa di tatap melihat Kenand yang tersenyum menurut Serlin Sangat mengerikan bagianya.
"Yang,"panggil Kenand mengangkat kedua Alisnya.
"Apaan sih Mas,?"Balas Serlin ingin beranjak meninggalkan Kenand.
Hap!
"Mau kemana Yang,?"Tanya Kenand Memeluk Serlin dari belakang.
"M mau itu M Mas Mau..,"Ucapan Serlin terhenti Kala sebuah bibir mencium bibirnya.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN