
Setelah dari Taman Serlin mengajak kenand masuk kedalam Mansion karna cuaca terlalu dingin
"Tuan mau apa lagi biar saya bantu,"ujar Serlin
"Tolong pindahkan tubuhku diatas kasur,"jawab Kenand
"baik tuan,"balas Serlin
Serlin memindahkan tubuh keatas kasur
Dengan susah payah.
tidak sengaja mata Kenand melihat mata Serlin.
Deg!
Deg!
Deg!
"Kenapa, dengan jantungku,?"tanya Kenand dalam hati
"kok, aku deg-degan,"ujar Serlin dalam hati.
"Sudah tuan, apa tuan mau sesuatu,?"ujar Serlin
"Tolong nyalakan televisinya,"jawab Kenand
Serlin beranjak untuk menyalakan televisi, kemudian Serlin duduk dikursi samping kasur, hanya ada keheningan diantara mereka, Sampai mereka terlelap
tertidur dikamar Kenand.
Serlin terbangun dari tidurnya, setelah dua jam terlelap,melihat dimana ia sekarang Serlin bergegas membangunkan Kenand.
"Tuan, bangun saatnya makan siang,"ujar Serlin menggoyangkan tubuh kenand.
__ADS_1
"Iya, bawa aku kekamar mandi,buat cuci muka,"sahut Kenand
Serlin membantu Kenand duduk dikursi roda, dan mendorongnya kekamar mandi.
Setelah selesai mencuci muka serlin membawa kenand kemeja makan.
"Tuan, mau makan apa biar saya ambilkan,?"tawar Serlin
"Ambilkan sup dagingnya,"sahut Kenand
Dengan telaten Serlin mengambil makanan yang Kenand inginkan.
"Ini tuan,"ucap Serlin sambil menyodorkan semangkok sup daging.
"Hm,"balas Kenand langsung mengambil mangkoknya.
Saat Serlin ingin beranjak dari meja makan suara kenand menghentikan langkahnya.
"Temani saya makan,dan kamu makan disini sama saya,"ujar Kenand
"Baik tuan,"balas Serlin sambil duduk didepan Kenand
Hanya ada suara dentingan sendok
Setelah selesai makan siang kenand dan serlin kini berada didepan Televisi.
"Tuan,ada yang ingin saya omongin,?"ujar Serlin mencairkan suasana.
"Apa,?"tanya Kenand
"Tuan, apakah saya masih boleh kuliah,?"ucap Serlin menunduk
"Hm, tapi kamu harus mengerjakan tugas kamu sebelum berangkat keKampus,"balas Kenand
"Terima kasih tuan,"ujar Serlin sambil tersenyum manis.
__ADS_1
"Astaga senyumnya, hah gak-gak,kenand kamu gak boleh tertipu oleh senyumnya semua wanita hanya ingin hartamu saja,"ucap Kenand dalam hati lalu menggelengkan kepala
"Ada apa tuan,?"tanya Serlin yang melihat kenand
"Gakpapa,"balas Kenand
"Tuan kita jalan-jalan keliling komplek yuk,?"ujar Serlin menatap Kenand
"Hm,"ucap Kenand
Serlin mendorong kursi roda Kenand keluar Mansion.
Serlin mendorong kursi roda Kenand sambil mengajak kenand ngobrol.
"Liat ibu-ibu, ceweknya mau ya sama pria cacat,"ujar ibu-ibu melihat kearah Serlin dan Kenand.
"Iya, padahalkan dia cantik kok mau ya,?"sahut ibu satunya menatap Kenand jijik. Kenand mendengar itu langsung menundukkan kepalanya, ia merasa malu Serlin melihat itu menjawab omongan ibu-ibu tadi.
"Maaf ya buk, saya mencintai Suami saya. Jadi apapun keadaan Suami saya,saya tetap mencintainya,"Balas Serlin memegang tangan Kenand.
Kenand mendengar itu menoleh kearah Serlin, Serlin hanya mengedipkan matanya memberi isyarat.
"Pasti kaya ya mbak,?"ujar ibu-ibu itu lagi.
"Kaya miskin suami saya,saya tetap mencintainya buk Jadi ibu-ibu gak perlu menjelekkan suami saya,"balas Serlin dengan nada kesal.
"Cih,yuk ibu-ibu kita pergi daripada liat pasangan kayak gini, merusak pemandangan saja,"sahut ibu-ibu lagi.
Serlin melihat Kenand menundukkan kepala,Serlin duduk didepan Kenand.
"Tuan,maafkan kelancangan saya tadi?"ujar Serlin melihat wajah Kenand
"Cih,Gak perlu sok baik,"balas Kenand menghempaskan tangan serlin kasar. Setelah kejadian tadi mereka enggan membuka suara hanya ada keheningan.
__ADS_1