Handicapped Husband Love

Handicapped Husband Love
Bab 23 Sadar


__ADS_3

Happy reading


Sebulan Kemudian


Keadaan Kenand masih sama Kenand seakan enggan untuk membuka kedua matanya Setelah mendapatkan kabar Kenand dari Dokter Dimas saat Mengangani Kenand waktu kecelakaan Serlin langsung menghubungi kedua Orang tua Kenand Mami Kenand sempat pingsan saat mendapatkan kabar buruk tentang anaknya.


"Serlin Kamu istirahat dulu di Mansion ingat Nak kamu lagi hamil,"Ucap Mami Kenand memegang pundak Serlin yang duduk disamping brangkar Kenand,Serlin selalu berada disamping Kenand selama Kenand di rawat.


"Enggak Mi Serlin mau temenin Mas Kenand,"Jawab Serlin yang terus memegang tangan Kenand Mami Kenand menghela nafas kasar,mendengar jawaban sama yang Serlin ucapkan.



"Kenand sangat beruntung mempunyai istri seperti Serlin,"ucap Mami Kenand dalam hati Mami Kenand beranjak keluar dari ruangan Kenand. Serlin Selalu setia di samping Kennand membuat Serlin Melupakan tentang Kesehatannya.


"Mas kapan kamu sadarnya kamu gak kangen sama aku dan anak kita hiks hiks,"ucap Serlin menangis yang terus mengenggam tangan Kenand.


Deg!


Serlin kaget merasakan tangan yang ia genggam bergerak Dengan cepat Serlin memencet tombol untuk memanggil Dokter.


Ceklek!


Dokter masuk dengan di ikuti Mami dan Papi Kenand.


"Ada apa Nak,?"tanya Mami Kenand


"Iya buk Ada apa,?"tanya Dokter Dimas


"Tangan Mas Kenand tadi bergerak Mi,"Ujar Serlin


Dokter Dimas langsung memeriksa Kenand.

__ADS_1


 Setelah Sepuluh menit memeriksa Kenand Dokter Dimas menatap semua orang yang ada di ruangan dengan senyuman.


"Alhamdulillah Kondisi Tuan Kenand sudah lebih baik dari sebelumnya tuan Kenand sudah melewati masa Komanya kemungkinan Dua atau tiga Jam lagi Tuan akan sadar,"Ucap Dokter Dimas Menjelaskan.


"Alhamdulillah,"Sahut Mami mendekati Brangkar Kenand


"Alhamdulillah,"Sahut Papi


"Hiks!hiks Alhamdulillah Makasi mas udah mau bertahan,"ujar Serlin memeluk tubuh Kenand.


Tiga Jam berlalu


Kenand masih belum membuka Kedua matanya Serlin selalu menemani Kenand dengan kedua Mertuanya.


"Heum,"Suara Serak Kenand Membuat Mereka menatap Kenand.


"Kenand,"Ucap Kedua orang tua Kenand


"Mami Papi,"Sahut Kenand pelan


 Mereka tersenyum mendengar Suara anak mereka yang selama ini mereka rindukan.


"Serlin,"gumam Kenand pelan


"Mi aku ada di mana,?"tanya Kenand menatap Kedua orang tuanya,mengabaikan Serlin di sampingnya. Serlin yang merasa di abaikan hanya diam membisu.


"Kamu di rumah sakit Nak,"Balas Papi Kenand


 Kenand mengingat apa yang terjadi padanya. Kenand menatap Serlin dengan tatapan yang sulit di mengerti. Serlin menunduk melihat Kenand menatapnya.


"Mi Kenand haus,"Ujar Kenand

__ADS_1


 Kedua orang tua Kenand mengangkat kedua alisnya bingung yang ada di benaknya 'Kenapa Kenand tidak meminta di layani sama Serlin'.


"Ah Kamu mau minum Nak Ini,"Balas Mami Menyodorkan air minum.


"Pasti mereka ada masalah,"pikir Mami Dalam hati


"Kenand kata Dokter kamu udah bisa berjalan Lumpuh sementara kamu udah sembuh,"Ujar Mami


"Beneran Mi,?"tanya Kenand tersenyum


 "Iya benar Udah kamu istirahat dulu ya Nak Mami sama Papi Ke Mansion dulu buat istirahat juga, Serlin yang nemanin kamu disini,"Ujar Mami menatap Kenand dengan Serlin.


"Mami gak mau nemanin anaknya sendiri,"ucap Kenand ingin menghindar untuk tidak dekat dengan Serlin,Serlin merasa Kenand tidak ingin Ia yang menemaninya menatap Kenand sedih. Kenand membuang muka saat melihat Wajah Sedih Serlin.


"Mami sama Papi udah tua Kenand butuh istirahat,"balas Mami Kenand


"Yaudah Mami sama Papi pulang aja buat istirahat,"Ujar Kenand


 Setelah kedua orang tua Kenand keluar Ruangan itu menjadi Hening beberapa menit sebelum Serlin memecahkan Keheningan.


"Mas,"panggil Serlin


Kenand menoleh ke Serlin yang memanggilnya.


"Aku mau kita Cerai,"Ujar Kenand


Serlin mendengar itu langsung menangis


"Hiks hiks Gak mas kamu salah paham aku gak kenal sama pria itu,"Jawab Serlin bergetar


Kenand merasa sedih melihat Serlin menangis tapi saat ia mengingat Tentang Surat Tes DNA itu,seketika rasa marah campur dengan rasa kecewanya,ia membuang rasa kasian pada Serlin yang menangis.

__ADS_1


Like


__ADS_2