Hantu Penunggu: Grojogan Sewu Jiwo

Hantu Penunggu: Grojogan Sewu Jiwo
Ayam Cemani Dan ... ?


__ADS_3

Bab 4


Seekor Ayam hitam melompat dari balik pintu kamar menuju arah Riska.


Refleks dengan cepat tangan nya menangkis Ayam tersebut sampai menimbulkan bunyi tamparan yang cukup keras disertai dengan teriakan Riska yang kaget akan kehadiran Ayam hitam tersebut.


PLAKK!!


Beriringan dengan bunyi tamparan, Ayam hitam itu berkokok mengeluarkan suara kesakitan yang khas seperti suara Ayam yang hendak disembelih, begitu keras dan terdengar lirih.


Setelah itu melompat kabur melewati celah pintu depan rumah yang sedikit terbuka oleh hembusan Angin.


PTOK ,,PTOK,,PTOK,,


PTOK,, PTOK,, PTOK,,


"Astagfirullah, ya Allah."


Riska beristighfar mengelus dada. Menormalkan deru pacu ritme jantung yang sempat naik karena kejadian barusan.


"Tumben banget Ayam tetangga masuk rumah, padahal biasanya juga adem ayem nggak pernah ngusik kehidupan gue. Ayam nya juga warna hitam.. Baru lihat gue." Gumam Riska.


Setelah menutup pintu depan, Riska pun kembali ke kamar bersiap-siap untuk mandi.


Sore juga semakin larut, sang langit pun sudah menunjukan senja kemerahan nya yang terlihat sayu.


Tumbuhan pun terlihat tertunduk mengatupkan daun-daunnya.


Pertanda bahwa hari yang cerah akan berganti gelap, dan siang yang panas akan berganti dengan malam yang dingin.


23:45 WIB.


Malam ini terasa dingin, berbeda dari malam sebelumnya, kejadian yang belum pernah Riska alami sebelumnya terpampang jelas dihari tadi.


Hembusan Angin malam menelusup masuk lewat celah-celah lubang ventilasi udara yang menambah beku suhu sekujur tubuh.


Bukan Angin biasa! Angin itu membawa aroma bunga Melati.


Sepersekian detik tubuh Riska terpaku dalam hangatnya dekapan kasur, benar-benar tak dapat digerakan.


Bulu kuduknya meremang bersamaan dengan datangnya angin yang membawa aroma bau tersebut yang membuat sesak udara dalam kamar.


Bayangan mengenai makhluk tak kasat mata sektika terbesitkan di dalam kepala gadis itu dan berhasil membuyarkan konsentrasi.


Deg!


Saat itulah Riska sadar bahwa Ayam Hitam yang berhasil masuk ke dalam rumahnya adalah Ayam Cemani.


Ayam yang bukan sembarang Ayam.


Tapi kalo digoreng tetep enak, cuma warnanya aja sih yang bikin iyuh—


Jika mengambil dalam kutipan Primbon Jawa mengenai Ayam Cemani, itu sangat banyak sekali arti yang terkandung beserta ulasannya.


Salah satu contohnya adalah jika kita kedapatan seekor Ayam yang tiba-tiba masuk kedalam rumah, maka dipercaya masyarakat sekitar sebagai sebuah kabar baik.


Yang mana bermaksud akan mendatangkan rezeki yang tidak terduga akan segera menghampiri pemilik rumah tersebut, apalagi kalo Ayam jago yang datang beuh rezeki nomplok sekali itu.


Macam tertimpa durian segede tapir, sungguh nikmat.


Eeits tunggu dulu, karena itu semua berlaku jika kita kedapatan tamu Ayam biasa yang mengunjungi rumah kita.


Berbeda hal lagi apabila kita kedapatan tamu Ayam Cemani yang datang ke rumah kita. Karena itu dipercaya sebagai pertanda penyampai kabar buruk yang akan datang.


Contohnya seperti kesialan atau nasib buruk yang akan datang menimpa kita atau orang lain yang memiliki kedekatan dengan diri kita beberapa hari setelahnya.

__ADS_1


Wallahu a'lam bish-shawab..


Itu hanyalah segelintir anggapan tentang mitos dari Primbon Jawa saja.


Apalagi pribon Jawa itu termasuk kedalam sebuah ilmu titen saja. Selebihnya kita percayakan saja pada sang pencipta.


Riska mencoba bangkit dari rebahannya, karena saat ini Riska benar-benar gamang tak tentu arah.


Hatinya gelisah seakan ada sesuatu yang mengganjal namun tak dapat di ungkapkan, jauh dalam lubuk hatinya menjerit ingin mencegah keberangkatan liburannya kelak, namun satu sisi gadis itu tak bisa egois dengan memaksa keinginannya.


Rasanya kalut sekali seperti berada di tempat entah berantah, Riska pun menepis itu semua lalu memutuskan untuk mengambil handphone mencoba untuk menghubungi ketiga temannya dan menceritakan segala keluh kesah.


Namun nihil keinginannya urung terlaksana, sebab tubuhnya tidak bisa digerakkan sama sekali. Respon tubuh dan keinginannya berbanding terbalik.


Tubuhnya tak mampu terangkat seperti terpaku dalam kasur, peluh-peluh keringat mulai keluar dari pori-pori kulit gadis itu karena tak mampu menahan gejolak rasa takut yang membuncah.


Matanya terbelalak ketika menangkap sesosok bayangan perempuan muncul di dinding kamar, pantulan cahaya kamar yang remang-remang dari lampu tidur membuat tak jelas penglihatan.


Sejurus kemudian gadis itupun langsung melafalkan bacaan al-quran dari bibirnya.


“Audzubillah Himinas Syaiton Nirojim..”


“Bismillahirrahmanirrahim..”


“Qul a'uzu birabbin-nas..”


“ Malikin-nas.. Ilahin-nas..”


“Min Syarril waswasil khannas..”


“ Allazi yuwaswisu fi sudurin-nas..”


“Minal jinnati wan-nas..”


Dengan susah payah gadis itu berhasil melafalkan satu surat.


Tiba-tiba sebuah bisikan yang menggema memecahkan keheningan malam dikamar itu.


"Aku akan menunggu kedatanganmu bocah.. Hihihi.."


"Cepatlah datang dan berikan aku asupan energi.. Hihihi."


Bisikan yang tadinya terdengar lirih kini berubah menjadi sebuah lengkingan.


Dan pemilik lengkingan tersebut adalah sosok bayangan wanita yang terpampang jelas di dinding kamar tadi.


Sedangkan Riska yang tadinya mematung kini berubah menjadi sosok Riska dengan versi yang berbeda.


Gadis itu kini memiliki keberanian yang sebelumnya tak pernah ia miliki, dengan lantang gadis itu pun berucap.


"Ada urusan apa hingga membuatmu berani mengganggu ku sampai jauh-jauh datang kesini?"


Sosok bayangan tersebut semakin cekikian mendengar itu.


"Rupanya mata batinmu kini telah aktif kembali.. Hihihi..


Menarik.. Hihihi.. "


Deg!


Rupanya mata batin Riska yang dulu sempat tertutup kini telah aktif kembali karena merasakan ada gangguan dari makhluk tak kasat mata disekitarnya yang mengancam keselamatan.


Sehingga dengan otomatis mata batinnya telah terbuka kembali tanpa sepengetahuan gadis itu. Dan karena hal itu jugalah Riska bisa kembali merasakan sosok-sosok yang sebelumnya tak terlihat oleh mata telanjangnya.


Selain itu juga kemampuan mata batinnya kini telah berkembang pesat dan bisa disimpulkan bahwa keberanian yang Riska miliki saat ini efek dari mata batin itu.

__ADS_1


"Sebaiknya kau pergi dari sini, aku tidak pernah berurusan denganmu sebelumnya, maka dari itu enyahlah.. Sebelum aku menuntut balas atas kehadiranmu saat ini.."


Sosok tersebut semakin geram setelah mendapat pengusiran secara tidak hormat yang dilakukan oleh Riska.


Sosok itupun beringsut menampakan diri di hadapan gadis itu, malam yang dingin serta cahaya lampu yang temaram menjadi saksi bisu betapa menakutkannya sosok tersebut.


Rambutnya nampak kumal dan menggumpal layak ijuk, matanya membulat sempurna berwarna hitam legam mengeluarkan cairan hitam berbau busuk, jeratan gari-garis luka yang dipenuhi oleh belatung terpampang banyak di seluruh tubuhnya.


Seringai lebarnya yang menyeramkan menghiasi wajahnya saat ini sehingga menampilkan deretan giginya yang tajam.


Badannya yang kurus kering hanya menyisakan tulang yang dibaluti oleh sedikit kulit tertutupi dengan gaun berwarna hitam, sehingga sesiapa saja yang tak memiliki mata batin hanya bisa melihatnya seperti kilatan hitam bayangan saja.


Namun dalam sudut pandang yang berbeda Riska melihat wanita tersebut sangat cantik sekali lengkap dengan memakai pakaian Klederdracht khas Belanda yang sangat padupadan sekali menghiasi tubuhnya.


Pakaian Klederdracht adalah pakaian tradisional dari negara Belanda yang memiliki ciri bentuk topi yang menengadah keatas. Selain itu juga, sepatu kayunya yang merupakan ciri lain dari pakaian tradisional Belanda yang satu ini.


"Sombong sekali kau anak manusia sampai berani mengusirku seperti itu.. Lihat saja nanti, kupastikan kau akan menerima ganjaran yang setimpal atas perlakuanmu padaku saat ini."


"Jangan salahkan aku, salahkan dirimu sendiri karena telah datang menggangguku tanpa sebab,"


"Pergilah.." Ucap Riska mengakhiri.


Masih bungkam dan tak mau membeberkan maksud dan tujuannya mendatangi Riska. Sosok tersebut bergeming diam, hening tanpa jawaban lagi..


Sepersekian detik hanya suara lengkinganlah yang terdengar, setelah itu semuanya kembali normal.


Suasana kembali sejuk, lampu kamar yang tadinya berkedip-kedip seperti mata yang penuh dengan belek kini telah nyala tanpa berkedip. Tubuh yang tadinya tak mampu terangkat dari kasur kini telah ringan dapat digerakkan.


“Astaghfirullahal adzhim, ya Allah.”


Riska mengulang kata istigfhar sembari menenangkan ritme pacu jantung nya yang sempat naik turun tak terkontrol.


IN HALE.. EX HALE..


IN HALE.. EX HALE..


Keadaannya mulai membaik, peluh-peluh keringat mulai mengering dan menghilang dari setiap kulit bagian tubuhnya.


Rasa dingin malam mulai kembali terasa efek malam yang semakin larut yang ditandai dengan suara lolongan hewan malam yang mulai terdengar.


“Setelah sekian lama nggak berhubungan lagi sama mereka, akhirnya gue dipertemukan lagi sama mereka. Bener-bener nggak nyangka,”


Ucapnya disela-sela menunggu rasa kantuk yang belum juga datang menjemput.


“Pokonya gue harus ceritain ini semua!”


“Ini tuh udah nggak bener!”


"Pasti ini ada hubungannya sama kampung Sukagirang.."


“Gue harus cegah mereka buat berangkat ke kampung sialan itu, gue nggak bakal biarin mereka berada dalam bahaya.”


“Apalagi kalau harus berhubungan sama sosok nenek bergaun hitam itu. Nggak.. Gue nggak mau!”


“Cukup malam ini saja dia datang kesini tanpa sebab. Selebihnya jangan sampai kalo harus bertemu lagi dikemudian hari, apalagi kalau sampai berurusan dengan dia, Big no.”


Setelah ia merasa cukup mengeluarkan semua kekhawatiran sekaligus ketakutan nya ia pun mengakhiri.


02:00 WIB.


Akhirnya rasa kantuk datang menjalar, Riska pun membaca doa terlebih dahulu sebelum ia benar-benar tak sadarkan diri karena tertidur.


Riska tak ingin kejadian menakutkan seperti tadi terulang kembali.


setelahnya Riska menutup malam yang penuh ke anehan itu dengan tertidur. Terdengar suara dengkuran halus yang keluar dari mulutnya yang menandakan ia sudah tertidur dengan pulas dan berada dalam alam mimpi.

__ADS_1


SEE YOU NEXT BAB GUYS!!


__ADS_2