
seperti biasa Daaria sibuk dengan pekerjaan nya apa lagi ide dari dekorasi selalu perdelapan puluh persen desain nya selain memang bekerjaan nya dia memang menggemari bidang ini jadi tentu saja dia selalu berusaha agar menjadi bagian dalam time
setelah selesai Daaria pulang ke apartemen nya yang di kota J karna mobil nya tidak ada dia harus memanggil taxi terlebih dahulu
hari H pun tiba gedung acara telah siap dan ruang telah di penuhi oleh para tamu
Daaria pun hadir tapi bukan karna masalah dekor namun dia juga di undang sebagai tamu meski bagai mana pun dia tetaplah seorang pengusaha
ya dia sudah terbiasa dengan pesta seperti ini bukan tapi Daaria tetap lah Daaria dia tidak terlalu banyak berinteraksi dengan para tamu yang lain
meski banyak yang ia kenali hanya sebatas tegur sapa dan saling berjabat tangan meski dia tidak pernah menampilkan senyum nya tapi tetaplah dia adalah seorang pembisnis di kalangan para pembisnis yang mengenal nya tentu sudah merasa biasa wanita muda yang cantik nan kaku sangat pandai sayang sekali sikap nya seperti itu
saat Daaria tengah mengobrol dengan seorang pria tanpa di sadari ada sepasang mata yang terus memandanginya dari arah lain mata nya memanas raut wajah nya menampilkan rasa ketidak sukaan akan apa yang diri nya lihat
dengan segera seseorang itu menghampiri kedua orang yang saat ini tengah mengobrol saking tidak sabar nya dia berjalan tanpa memperdulikan orang lain yang menyapa dirinya
"halo nona Daaria
Daaria pun menengok ke arah samping nya dia melihat pada orang yang memanggil namanya "Bara
" tuan bara . pria yang mengobrol dengan Daaria pun mengenali sosok pria yang menghampiri mereka dan saling berjabat tangan
"…"oh ternyata tuan muda grup GC apakah pria ini akan menjadi saingan nya aiya belum berhasil saja sudah mendapatkan saingan '. ucap seseorang yang di tinggalkan
"kau juga datang kenapa tidak bilang
"kau tidak bertanya
"…"apa mereka sedekat itu hingga memanggil nama seperti sangat akrab
"ka pergilah nanti bibi mencari mu
"…"Kaka . kedua pria yang mendengar ucapan Daaria pun saling melirik si teman menghangat bahu menandakan ketidak Tahuan nya
"wanita itu sudah dewasa untuk apa mencari ku . ucap nya dengan nada ejekan
__ADS_1
"tentu saja mencari mempelai pria yang berusaha melarikan diri harus segera di tangkap. Daaria membalas ucapan nya dengn nada main-main
"…"apakah aku tidak salah lihat Daaria bercanda benarkah
"berhentilah menatap nya jika matamu ingin selamat . ucap Bara dengan pelan orang yang di bisiki nyapun langsung mengalihkan pandangan nya ke arah lain orang yang cemburu tidak mengenal sahabat huh.
"Daaria kalian saling mengenal
"iya kami bersaudara dia adalah adikku
"heh kita hanya beda beberapa jam kau saja yang memaksa panggilan kaka adik . ucap Daria meninggalkan ke tiga pria ituh
"tapi setahu ku Daaria anak tunggal
"kami bukan saudara kandung ibuku adalah bibi nya
"ah tuan Bara apa kalian saling mengenal
"panggil saja Bara . ya bisa dibilang begitu
"pria lain heh kau ini Kaka nya sadarlah
astaga apa dia tidak sadar bahwa Rio ini sedang menggoda ya -_-
akhir nya Rio dan Zain pun tertawa mengejek ke arah pria yang begitu pecemburu di depan nya
tanpa memperdulikan kedua pria yang sedang menertawainya Bara pun berjalan menuju kearah Daaria berada
"kenapa minum sendirian disini
"aku tidak akrab dengan mereka yang ada di sini
"bukankah aku juga ada di sini
"…"
__ADS_1
" tidak sia-sia aku menghadiri pesta ini
"apakah ada yang membuatmu tertarik
"ya melihat sesuatu yang sangat ingin aku lihat namun tidak pernah ditunjukan
"benarkah aku sudah berada di pesta ini sejak awal tapi semuanya biasa saja
"…"apa kah aku harus mengatakan bahwa sesuatu itu adalah senyum dan candaan yang kau tunjukan .ucap Bara dalam hati sambil tersenyum menatap wanita yang ada di samping nya
Daaria yang merasa dirinya sedang di perhatikan oleh sepasang mata milik Bara pun merasa ada hal aneh dalam dirinya perasaan macam apa ini .tanpa dia sadari dia meneguk habis satu gelas minuman beralkohol di depan nya
tentu saja ini bukan gelas pertama tadi nya dia tidak akan meminum nya lagi karna kepalanya sudah agak pusing namun apalah karna kegugupan nya dia meneguk habis minuman itu
ayolah dia bukan wanita yang pandai minum tentu saja itu membuatnya hilang keseimbangan
Bara pun akhirnya membantu memapah nya ke ruang istirahat . Rio dan Zain yang melihat pun mengikuti kemana pasangan itu akan pergi
"apa dia mabuk
"apa dia selalu seperti ini
"ma mana mungkin ini pertama kalinya aku melihat nya mabuk . ucap ria sambil memandang aneh pada Bara
"mengapa kau menatapku seakan aku yang memberinya minum
"apakah adik besar ku ini menurunkan pertahanan dirinya padamu . kata Rio sambil merangkul bahu Bara
Bara yang mendengar pun mengkerut kan kening nya di dalam hati nya berkata benarkah seperti itu
"sepertinya akan ada kemajuan. ucap Zain pelan tapi masih terdengar
"tuan Bara katakan padaku apa kau sedang mengejar adikku
dirinya hanya tersenyum menanggapi ucapan Rio lalu Bara memberikan obat pereda mabuk kepada Daaria
__ADS_1