
Malam yang dinanti oleh seseorang pun tiba akupun ikut bersiap untuk pergi menghadiri pesta. Bukan dengan suka rela jika fania tidak memohon dan dia mengatakan akan segera pindah ke apartemen jika aku bersedia ikut . Jika tidak begitu mana mau aku ikut apa lagi aku bukan orang yang terdaftar di buku tamu
"Fania apa mereka akan mengijinkanku masuk tanpa kartu masuk?
"Tentu saja
Kami berdua pun mulai memasuki ruangan di mana acara berlangsung sangat ramai fania pergi sebntar karna ada seorang wanita yang memanggil nya
Aku terus memperhatikan sekitar kenapa aku merasa ini seperti pesta untuk perempuan sedangkan sepupu fania adalah seorang laki-laki di lihat dari hadiah yang dia beli
Tunggu sepertinya aku merasa familiar dengan tempat di depanku aku merasa pernah melihat sudut rumah ini beserta hiasan bunga yang berjajar tapi dimana?setelah lama berpikir akhir nya aku mengingat benar ini adalah sudut foto yang di ambil oleh kedua pegawaiku untuk mengirim laporan desain sebuah pesta pertunangan
Pantas saja lebih dominan ke perempuan mingkin sepupu nya sekalian mengadakan pertunangan .
"Daaria. Maaf aku meninggalkanmu sendirian tadi tante memanggilku . Sedikit sulit untuk bisa meninggalkan nya .Aku hanya mengangguk
"Daaria lihat lah pria yang di sana. Aku pun melihat ke arah jari fania menunjuk " apa dia pepupumu pria ber jas hitam itu? namun fania malah tertawa
"Puffffft..Daaria apa seleramu yang seperti itu? ucap nya sambil terus tertawa

"Berhentilah tertawa sebelum semua orang menatap ke arah kita. Lagipun kau yang menunjuk ke arah nya
"bukan dia . Tapi cobalah lihat di samping kanannya dia sepupuku

__ADS_1
"Kenapa kau menatap ny seolah bertemu seorang kekasih! apa kau menyukai sepupumu sendiri?
"Hei..Hei. Jangan bercanda mana mungkin aku menyukai manusia patung esitu. Namun lihatlah pria di sebelah nya itu dia priaku.
"hai kaka . Tangan nya langsung bergelayut melingkar di tangan pria yang dia bilang milik nya
"cih. tidak pernah berubah masih saja merangkul tangan pria sembarangan
"heh. Aku hanya merasa ini nyaman . Lagipun cuaca sedang dingin jadi tidak mungkin aku merangkul beruang es
"Sudahlah apa kalian tidak pernah bosan berdebat seperti ini setiap kali bertemu ! gadis kecil lama tidak bertemu bagai mana kabarmu? dan siapa dia ?
"Aku sangat baik. Dia temanku Daaria
Aku hanya memperhatikan gerak mata keduanya kenapa aku merasa ada konspirasi di sini
"Bara abraham. Aku hanya mengangguk
Aku kira bara yang bertunangan namun ternyata itu adalah adik perempuan nya dia adalah pelanggan Vip di toko bunga
Ya selain aku menjual bunga juga sebagai perancang pesta mana mungkin aku bisa begitu pamiliar dengan tatanan setiap sudut ruangan ini jika bukan hasil karya ku DaN time pekerja
Meski aku tidak terjun langsung karna setelah fania tinggal dirumah ku ntah kenapa aku merasa menjadi lebih melelahkan.
Lagi lagi tatapan itu sekarang mereka bertiga saling melirik satu sama lain fania zain dan shafira adik dari bara seakan memberi kode
acara pun selesai semua berjalan dengan baik semua tamu pun sudah berangsur pergi namun saat aku mengajak fania untuk pulang wanita ituh malah mabuk sudah hampir tak sadarkan diri
__ADS_1
"Fania mengapa kau minum bengitu banyak jika kau tidak mampu
"Daaria aku tidak mau pulang. Aku masih ingin minum
"Yasudah terserah padamu aku akan pulang . Lagipun ini dirumah saudaramu kau akan baik-baik saja meski ku tinggalkan
"Arrrg jangan tinggalkan aku poko nya jangan pergi kemana pun oke .
Dia terus mengoceh ntah apah dan terus memegangiku hari makan larut mungkin ini sudah berada di jam dua malam Mau tidak mau akupun menginap
"Sudahlah kaka menginap saja lagipula bibi kecilku ini tidak akan melepaskanmu
"Hemmm baiklah maaf merepotkan mu
"tidak, tidak masalah mari ku antar ke kamar mu ka. Tidak masalah malah aku senang bagai mana mungkin aku menghilangkan kesempatan yang bibi kecilku telah ciptakan batin nya .
Aku pun mengikuti langkah shafira dari belakang naik ke lantai atas sambil memapah fania dan di bantu zain
sampai lah kami di sebuah kamar "tidurkan saja bibi kecil di kasur nya ini memang kamar yang telah di siapkan olah mamah . namun sejak kembali ke kota B dia tidak pernah pulang kemari. Ayo ka aku akan antar kau ke kamarmu
"emm itu tidak perlu aku bisa tidur berdua saja disini
"Apakah tidak masalah? aku menggelengkan kepala "baiklah kalau begitu selamat malam
"Terimakasih
__ADS_1