
pagi tiba semua orang sarapan bersama lalu mereka melakukan banyak hal hari ini karna dua hari lagi acara nya akan berlangsung
di tengah kesibukan orang-orang ada sepasang mata yang menatap ke arah satu wanita dengan sangat lekat
wanita itu dekat sangat dekat dengan nyah sungguh ingin rasa nya dia memeluk wanita itu apalagi setelah tau bahwa wanita yang ingin dimiliki nya ternyata saat ini telah menjadi milik orang lain
dia tidak bisa memberitahu si wanita meski sekalipun dia ingin hati nya menggebu namun tetap tak mampu ungkapkan apa yang selalu dirinya simpan selama ini
dia cukup senang bahwa wanita itu terlihat bahagia dan lebih hidup sekarang ini setidak nya lebih baik dari waktu sebelum nya
seorang wanita berusia sekitar 40tahunan menepuk pelan bahunya seraya tau apa yang saat ini putranya itu pikirkan
Devano melihat ke arah seseorang yang menepuk bahunya itu lalu terukir senyum tipis di antara kedua nya
ya sang ibu tau bahwa putra sulung nya itu memiliki rasa yang lebih kepada Daaria lebih dari sekedar sepupu namun dia pernah mengatakan nya bahwa Daaria sangat rapuh jika mengenai sebuah hubungan maka dari itu dia harus mengerti karna ini sedikit lebih rumit dari pada menangani seorang pasien
Devano memeluk ibu nya lalu dia berkata pelan ."ya ibu mungkin disinilah tugasku berakhir menjaga nya karna disana dia telah memiliki seorang pria yang lebih mampu untuk menjaga juga membahagiakan diri nya kini hingga nanti
Daaria yang melihat bibi dan Kaka sepupu nya itu dari arah jendela dia melambaikan tangan dan meminta mereka berdua untuk datang dan bergabung
akhirnya hari yang di tunggu tiba gedung pernikahan yang begitu megah dihias dengan mewah acara berlangsung dengan baik dan penuh kebahagiaan
hingga acara selesai semua orang sudah berangsur pergi dan keluarga alatas kembali dengan rasa lelah yang membahagiakan
Daaria masih akan tinggal untuk dua atau tiga hari lagi karna itu permintaan dari bibi dan paman nya
namun Bara harus kembali besok sore karna sudah banyak pekerjaan yang sudah menunggu nya
kini pagi yang seperti biasa namun saat siang tiba ada tamu yang datang dan membuat suasana yang ceria berganti dan menegang
__ADS_1
Bara sedang berbincang dengan semua keluarga alatas terkecuali Daaria dan Rio mereka sedang pergi keluar sebentar
saat seorang pelayan rumah memberitahu nyonya nya bahwa ada tamu yang datang Helena pun pergi untuk menemui siapa yang datang
saat dia sampai di ruang tamu wajah nya memucat terlihat jelas keterkejutan nya itu dia hanya terdiam dan menutup mulut nya rapat-rapat
dia kenapa dia datang saat ini sekarang...dan setelah sekian lama pergi begitu saja dan sekarang datang dengan cara yang sama
"Helena... apa kabar
"kau sudah kembali
"ya aku sudah kembali hampir satu tahun sudah aku di kota J
"lalu
"lalu... apah
"bisakah aku tahu kabar nya
"heh...untuk apa kau menanyakan nya
"Helena aku ini ibu nya wajar bukan jika seorang ibu menanyakan anak nya
"IBu apa kau tidak merasa malu saat mengucapkan kata itu
"itu sudah lama sekali tidak bisakah kau cukup menjawab pertanyaanku saja
"Dara kau masih saja seperti dulu tidak pernah berubah
__ADS_1
"Helena aku datang untuk menanyakan keberadaan putriku bukan untuk berdebat seperti ini dengan mu
"aku tidak punya jawaban untuk pertanyaanmu itu .....dan jika kau sudah selesai pergilah masih banyak hal yang harus aku kerjakan . ucap Helena lalu bangun dari sofa
"Helena kau mendapatkan suami yang kaya dan itu membuatmu menjadi sombong . ucap Dara dengn nada sinis nya
"ya... kau benar tentang itu . ucap Helena dengan bangga
dengan raut marah Dara pun pergi namun saat di luar dia berpapasan dengan Daaria dan Rio . Dara menatap pada mereka berdua dan dia menyangka Daaria adalah menantu dari Helena karna Dara memiliki foto keluarga alatas
Daaria menatap Rio seakan bertanya siapa orang itu yang keluar dari rumah dengan wajah marah Rio hanya mengangkat bahu menjawab ketidaktahuan nya
mereka berdua masuk dan itu membuat Helena terkejut lalu menghampiri Daaria dan bertanya sambil melihat ke arah belakang Daaria
Daaria bertanya karna tingkah bibi nya saat ini terasa aneh juga tegang namun Helena menjawab tidak ada apa apa
saat Helena bertanya Rio menjawab hanya berpapasan sebentar dan orang itu tidak mengatakan apapun
Helena merasa tenang dengan jawaban putra nya itu dia terduduk dan. memijat pelan kepala ya yang menjadi terasa pusing
meski seluruh keluarga nya dulu tidak mengetahui watak dari dara namun dialah seorang yang tahu tentang wanita itu
dia terlihat baik polos dan sangat lembut namun siapa yang akan menyangka dia bagaikan tuan putri yang akan melakukan apapun agar tujuan nya menjadi seorang ratu tercapai
Helena merasa kedatangan nya mencari Daaria tak lain untuk sebuah kepentingan meski itu pemikiran yang picik namun dia tidak ingin sesuatu yang salah menghancurkan kebahagiaan yang baru saja terbit
pembicaraan nya dengan Dara barusan sebenar nya di dengar oleh orang yang ada di rumah termasuk Bara
namun tidak ada satupun yang ikut masuk dalam pembahasan tadi karna mereka tidak ingin masalah menjadi besar apa lagi Daaria sedang berada di sini meski dia sedang keluar itu hanya sebentar bukan
__ADS_1
Daaria merasa ada yang salah mengapa suasana yang hangat berubah menegangkan seperti ini dalam pikir nya