
setelah mengutuki dirinya Daaria bersiap dan kembali ke apartemen milik nya saat dia keluar dari apartemen milik Bara dia melihat ada mobil yang terparkir di lobby apartemen
sangat tepat apakah si pegemudi tau bahwa dirinya akan keluar saat ini Daaria langsung menuju pada mobil tersebut lalu kaca mobil pun terbuka nampak lah seorang pria di kursi pengemudi
"masuklah
"dari mana kau tau aku ada di sini
"tentu saja dari calon adik ipar
"yak ..apa yang kau katakan
"apalagi yang harus di katakan pria dan wanita dewasa berada di dalam ruangan yang sama semalaman sudah cukup tanpa harus bicara
"pikirkan saja calon istrimu untuk apa kau memikirkan hal bodoh tentang orang lain
__ADS_1
"adik apa semalam terjadi sesuatu hem . Daaria yang mendengar pun segera memalingkan wajahnya ke arah samping
"Kaka macam apa kau melihat adik nya mabuk bukan nya di bawa pulang malah dibiarkan di bawa pergi oleh pria lain
"aiya saat itu aku pun tidak tau kau pergi . mana mungkin aku mengatakan yang sebenarnya bukan hehe
heh dasar pria ini pasti sengaja melakukan nya -_-Daaria hanya menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah Rio yang seperti memiliki hantu di kepala nya
Rio bukan dengan sengaja memberikan adik nya ini begitu saja pada seorang pria tapi siapa yang tidak mengenal Bara Abraham seorang pengusaha muda yang sangat handal dan pria ini sangat terkenal dengan sebutan tak tersentuh oleh seorang wanita sifat nya yang dingin sangat acuh terhadap orang lain siapa yang berani mendekati pria seperti itu
…………
Rio tidak mengantarkan Daaria kembali ke apartemen milik nya melainkan membawa wanita itu pergi kerumah nya dengan mengatakan ibuku ingin bertemu dengan mu
dan sampailah mereka di rumah setelah masuk Daaria langsung di sambut oleh bibi nya yaitu adalah ibu dari Rio
__ADS_1
"Ara kau sudah sampai nak . sambut sang bibi dengan memeluk tubuh nya
"bibi ada apa memanggilku . ucap Daaria sambil mengikuti langkah bibi nya yang berjalan menuju sofa
"apa kau tidak merindukan bibirmu ini mengapa tidak tinggal disini malah membuka kamar di luar (hotel/penginapan)
"tentu saja aku merindukan bibi
"Ara kau seorang wanita jangan minum minuman beralkohol dengan sembarangan jika di luar . ucap bibi nya dengan nada sindirian Daaria yang mendengar merasa sindiran itu tertuju pada diri nya hati nya berdegup karna kaget
"ya benar jangan sampai ada wanita dari orang tua lain mendapatkan hal yang serupa gara-gara pria bodoh yang sedang mabuk. ucap sang paman yang sedang menuruni tangga . apa kabar Ara sudah lama tidak pulang apa senyaman itu tinggal sendirian . lanjut ucap sang paman ayah dari Rio
"paman aku baik apa kabar dengan mu . ucap Daaria sambil memeluk paman nya sambil berpikir kemana sebenar nya arah pembicaraan ini
"ya paman baik
__ADS_1
kami duduk di ruang keluarga Daaria merasa ada yang aneh dari suasana saat ini mulai melirik ke arah paman bibi juga Kaka nya dan kenapa Kaka nya ini terlihat sangat tegang bukankah saat di perjalanan tadi dia begitu bersemangat