
setelah acara semalam selesai bara membawa Daaria kembali ke apartemen milik nya
saat pagi tiba seorang wanita terbangun dari tidur nya dia memegangi kepalanya yang masih terasa sedikit pusing
wanita itu memandangi setiap sudut ruangan dia memperhatikan nya lalu mengkerut kan kening nya kamar ini bukanlah milik nya kamar siapa ini
dia tidak merasa ada yang salah pada tubuh nya semua baik-baik saja juga pakaian yang dia kenakan masih sama dengan yang semalam dia pakai
saat dirinya mencoba mengingat apa yang terjadi semalam wajah nya bersemu merah apakah benar tapi bagai mana mungkin dia melakukan itu tidak tidak itu tidak mungkin
saat dirinya sedang memukuli kepala nya pelan dengn terus terpejam sampai tidak sadar bahwa ada seseorang yang telah membuka pintu dan masuk ke dalam kamar
"sudah bangun apakah masih sakit
Daaria masih tidak menyadari bahwa ada orang lain di kamar nya kini dia terus menggerutu tidak mungkin bagai mana bisa tidak tidak itu pasti tidak benar
tentu saja orang yang mendengar gerutuan itu pun memiliki senyum di bibir nya dia mengingat ke jadian semalam itu bagus dalam pikir nya
__ADS_1
"sudah jangan di pukul lagi nanti tambah sakit . ucap bara sambil menahan tangan Daaria
sontak saja Daaria terkejut dan mematung sesaat bahkan dirinya tidak bisa menatap pemilik suara yang dikenal nya itu
malu rasa nya wajah nya semakin memerah tubuh nya kaku jantung nya berdebar-debar saat ini dia sangat ingin bersembunyi
" lain kali jangan di ulangi lagi untung saja semalam itu aku jika orang lain apakah bisa tahan setelah dici...mmm .ucap bara terhenti karna tangan Daria telah membekap mulut nya
"bisa kah jangan di ucapkan dan lupakan saja tentang semalam . ucap Daria sambil bangun dari tempat tidur seakan dirinya ingin segera lari dari tempat ini
Daaria mematung debaran nya semakin menjadi tanpa di sadari diri menerima pelukan ini dan merasa nyaman
Bara merasa senang karna Daaria tidak menolak pelukan nya dia pun membalikkan pelukan nya sehingga kini mereka berdua berhadapan bara masih setia memeluk pinggang Daaria mata dari dua manusia ini terus saling bertatapan kening mereka sudah menyatu tak lama Bara memberikan kecupan di kening Daaria
Daaria hanya memejamkan mata nya seakan dia mengijinkan dan menerima perlakuan yang Bara berikan pada nya
woyyy udah woyy muka gue udah memerah nih malu diliatin cicak🙈🤣🤣🤣🤤:::::::v
__ADS_1
mereka sarapan bersama pagi itu. karna ada urusan pekerjaan yang mengharuskan bara untuk segera kembali ke kota B setelah selesai sarapan mereka berdua pun berpisah
"kapan kau akan kembali
"mungkin dalam tiga hari ke depan
"apa perlu aku jemput
"eh..tidak usah aku bisa pulang sendiri
"baik lah aku pergi dulu . ucap Bara lalu memeluk Daria sambil mengatakan cepat lah kembali
Daria hanya mematung melihat ke arah pria yang kini masuk ke dalam mobil
perasaan apa ini apakah aku menyukai nya tidak mana mungkin aku menyukainya arrrrrgh kenapa aku diam saja saat dia memelukku lagi dan lagi astaga
setelah mobil yang di masuki Bara tadi sudah tidak terlihat Daaria kembali masuk ke dalam apartemen dia terus bergumam dalam dirinya dia mengingat kejadian semalam karena mabuk diri nya telah menc*m bibir seorang pria lalu pelukan dan kecupan tadi pagi ada apa dengan semua ini
__ADS_1