Hanya Aku

Hanya Aku
chapter 24


__ADS_3

semua orang kembali ke kamar masing-masing Helena sedang menangis di sana hatinya menjadi tidak tenang


Rio menanyai Salsadila tentang apa yang terjadi saat dia pergi dan siapa wanita yang datang tadi lalu Salsadila pun mengatakan semua yang dirinya dengar


ekspresi Rio menunjukan kemarahan dan itu menambah keyakinan bagi Salsadila bahwa wanita yang barusan datang memang lah tidak baik ya dia adalah orang baru di keluarga alatas jadi wajar saja dia tidak tahu tentang yang terjadi dimasa lalu


sedang Bara Daaria dan devano berada di halaman belakang namun suasana seperti membeku tidak ada obrolan hanya duduk dan diam kedua pria itu memiliki raut wajah marah itu membuat Daaria berpikir lebih keras ada apa sebenar nya


tida adakah yang berniat memberitahu dirinya akan apa yang terjadi saat dia tidak ada


dengan kesal Daaria naik ke atas untuk masuk ke kamar nya namun saat dia melewati kamar dari Bibi nya itu di dalam Helena masih menangis di samping nya masih ada sang suami yang menemani nya


karna pintu kamar sedikit terbuka Daaria dengn jelas mendengar suara di dalam saat dia akan kembali melangkah suara Bayu (paman) terdengar dan entah mengapa Daaria seakan di paksa menguping di sana


Bayu menenangkan Helena dia juga memberikan pengertian dan beberapa kata namun dia mengatakan hal yang membuat Daaria tersentak kaget


"Helena...cepat atau lambat mereka pasti akan bertemu kau tau sendiri bukan Dara bagai mana dia tidak akan menyerah sebelum menemui Daaria


Daaria berdiri dengn lemas setelah mendengar nya hampir saja dia merosot dan terjatuh ke lantai untung saja Bara ada di sana


Bara pun mendengar dia memeluk kekasih nya itu dengan erat lalu membawa Daaria ke kamar nya

__ADS_1


Daaria tidak tau harus menangis atau apa wajah nya hanya memucat dan diam membisu


"minum lah. Bara memberinya segelas air putih namun Daaria tak menanggapi . Bara pun kembali berkata " jangan seperti ini kau menakutiku " ucap nya sambil memeluk Daaria Bara merasa senang karna Daaria mbals pelukan nya dengn sangat erat


"tenanglah semuanya akan baik-baik saja . ucap nya lagi


"bisakah kita kembali ke kota B sekarang . ucap Daaria dengan masih berpelukan


"baiklah kita kembali sekarang


tak lama Bara dan Daaria pun turun bersama dan berpamitan untuk kembali ke kota B Helena langsung mengijinkannya kembali bukan dia senang Daaria pergi dengn cepat


bahkan semua orang tak berani melarang untuk nya pergi karna mereka berpikir semakin jauh itu akan lebih baik


selama di perjalanan Daaria hanya terdiam hingga sampai di rumah Bara kembali memeluk nya dia berkata "menangislah marahlah jika kau mau tapi jangn diam dan menyiksa dirimu sendiri seperti ini "


saat mendengar ucapan Bara Daaria pun tak kuasa menahan tangis nya dia menangis berteriak seakan ombak menguasai lautan


hingga malam dan dia tertidur di pelukan Bara sampai pagi tiba saat dia bangun dia merasakan ada sebuah tangan yang melingkar di pinggang nya


Daaria berbalik dan berhadapan dengan wajah Bara dia menyentuh wajah itu dengn lembut namun dia terkejut saat pelukan itu semakin erat dan membawa nya semakin dekat tak berjarak 1cm pun untuk nya dan Bara

__ADS_1


"selamat pagi . ucap Bara dalam keadaan mata nya masih tertutup


"pagi. lalu Bara membuka mata nya dan memberi kecupan di kening milik Daaria


mereka berdua Bagun dan sarapan bersama Bara tak ingin meninggalkan Daaria sendirian di saat seperti ini namun di juga memiliki tanggung jawab pada perusahaan nya


Daaria yang sedari tadi melihat Bara sibuk dengan menerima banyak nya telpon dia pun mengatakan bahwa dia sudah tidak apa-apa pergilah mereka membutuhkan mu


karna Daaria yang terus memaksa Bara pun akhir nya menelpon fania untuk datang dan menemaninya disini


saat Bara menelpon fania dia berbicara seperti seorang atasan ke pada karyawan memerintah seenak nya membuat wanita itu datang dengan wajah kesal nya


setelah sampai fania masuk dengn ke adaan masih mendumal sebal. ya dia tidak tau apa yang terjadi sebenar nya jika dia tau sekalipun dia sedang berada di luar negri dipastikan dia akan segera melakukan penerbangan


saat dirinya tidak menemukan siapapun di lantai bawah dia pun mencari keberadaan manusia di rumah ini


fania masuk ke dalam kamar Daaria yang memang tidak di kunci saat dirinya akan berkata namun dirinya lebih dulu melihat wajah Daaria


fania dengn cepat melesat mendekati Daaria dia memegang ke dua pipi teman nya itu wajah nya sedikit pucat di tambah mata sembab


fania menatap Bara dengn sinis Bara yang mendapat tatapn itu dia merasa seakan dia adalah pelaku dari sebuah kejahatan

__ADS_1


__ADS_2