
fania telah masuk pesawat nya akan segera terbang dia pun memberi pelukan perpisahan pada kedua orang yang mengantar nya ini
kedua orang itu kembali bersama Daaria masih merasa canggung karna malu dengan kejadian malam itu apa lagi pria di sebelah nya ini selalu memperhatikan nya dari arah samping apakah dia tidak bisa fokus saja mengemudi
Bara yang merasa Daaria tidak merespon nya sejak mereka bertemu pun akhir nya menghentikan mobil nya di pinggir jalan
Daaria menatap ke depan lalu melihat ke samping sebentar
"apa terjadi sesuatu yang salah kenapa kau selalu diam
"a aku tidak ada
"tidak ada lalu mengapa kau tidak berani menatapku saat bicara apa kau telah merayu seorang pria di kota j setelah aku pergi
"…" Daaria menatap ke arah Bara dengan perasaan terkejut apa maksud pria ini dengan kata merayu jika pun benar tidak ada hubungannya dengan dia bukan
Bara tersenyum setelah Daria menatap nya meski wanita itu tengan bingung
Bara melepas sabuk pengaman nya lalu sedikit bergeser tak lama sebuah pelukan mendarat di tubuh wanita yang berada di samping nya itu sedang Daaria yang merasa dia membelalakkan mata karna terkejut namun tak menolak atau membalas pelukan itu
__ADS_1
"aku merindukanmu . ucap bara berbisik di telinga Daaria . Daaria sedikit mendorong dada Bara namun sebelum dia bergerak lagi Bara mengatakan biarkan seperti ini sebentar lagi saja
akhir nya Daaria menurunkan tangan nya dan hanya diam dia bingung harus bagai mana dengan kaadaan saat ini
haruskah membalas namun apah hubungan mereka berdua tidak ada bukan. akan tetapi dia sudah nyaman dengan pelukan dari pria ini namun dirinya tidak ingin berada dalam sebuah hubungan tanpa status yang jelas
"Daaria bisakah aku memilikimu seutuhnya jadilah wanitaku. ucap bara tanpa melepaskan pelukan itu
Daaria hanya terbengong apa yang telah dia dengar apakah ini nyata lalu kedua telapak tangan Bara memegangi kedua pipi milik wanita itu hingga kini mereka berdua saling bertatapan
"katakanlah aku butuh jawabanmu .ucap bara dengan lembut namun Daaria hanya memandanginya sambil mengerjapngerjap kan kedua mata nya
"apa kau merasa sedang bermimpi mendengar seorang Bara Abraham mengutarakan cinta padamu hingga kau terhipnotis seperti itu
tidak kah dia terlalu narsis-_-
"aku harus segera ke perusahaan bisakah kita jalan sekarang .ucap Daaria sambil kembali menghadap ke arah depan
"kita akan segera kembali setelah aku mendapatkan jawaban nya
__ADS_1
"bisakah kita bahas ini nanti aku benar-benar sudah sangat terlambat . kata Daaria dengan menatap Bara dengan serius
Bara akhirnya melajukan mobil tidak apa lagipun wanita ini tidak menolak nya
setelah mengantar Daaria ke perusahaan nya Bara pun segera menuju ke perusahaan milik nya
Daaria yang selalu fokus dalam pekerjaan kini pikirannya seakan tidak mau diam selalu berputar tidak pusing tapi dia mengetuk-ngetuk kepalanya hingga berkali-kali dengan pelan
hingga semua karyawan yang melihatnya merasa bos mereka kini sedang tidak sehat sakit kepalakah
sore pun tiba waktu nya pulang dan kembali kerumah Daaria tidak merniat untuk lembur seperti biasa nya kali ini dia juga mengambil waktu pulang cepat
sampai dirumah dia langsung berendam di air hangat dan setelah nya dia merebahkan tubuh nya di tempat tidur
pikirannya masih memutar pada kata-kata pria itu dan setiap kali itu terbayang hati nya jadi tidak menentu
apakah aku menyukainya atau bahkan jatuh cinta pada nya kah
Daaria akhir nya tertidur dengan banyak nya hal yang sedang dia pikirkan hari sudah malam diri nya terbangun karena mendengar bel rumah berbunyi
__ADS_1