
Daaria langsung mundur tanpa menyadari kini dirinya tidur di sofa hingga hampir saja terjatuh namun sebelum jatuh itu terjadi pelukan seseorang telah menarik nya kembali pada pelukan nya
Meraka saling bertatapan dengan canggung Daria mengalihkan pandangan nya ke arah lain
"selamat pagi .ucap nya dengan suara kas orang bangun tidur
"pagi ..dan bisakah kau melepaskan tangan mu
"kenapa
"Bara ini sudah pagi dan kenapa kau ada di sini kenapa tidak pulang bagai mana jika orang di rumah menyadari kau tidak pulang semalam
"aku ini pria dewasa apa yang akan mereka khawatir kan. ucap bara dengan tertawa pelan
"terserah . Daaria langsung bangun dan menaiki tangga menuju kamar nya meninggalkan pria itu begitu saja
Bara keluar dan menuju pada mobil dan mengambil satu set pakaian disana dan kembali ke dalam
saat Daaria turun dirinya telah selesai mandi dan segera kedapur untuk membuat sarapan pria itu hanya duduk di sofa sambil mengutakngatik handphone milik nya
"kau belum pulang
"di mana kamarmu. tanya nya tanpa menjawab pertanyaan dari Daaria
"untuk apa menanyakan kamarku. jawab Daaria sambil melanjutkan langkah nya
__ADS_1
"tentu saja mandi
"kau bisa mandi di kamar tamu nah di sebelah kanan itu
"aku tidak mau
"terserah kau saja. jawab Daaria pergi tak perduli
Bara menaiki tangga dan mencari di mana kamar dari wanita itu sebenar nya tidak sulit karna fania dulu pernah mberinya gambaran tentang letak kamar milik teman nya itu hingga Bara dengan mudah menemukan nya
apakah fania ini menunjukan jalan pada perampok dengan sangat tepat
Daaria membuat sarapan tanpa perduli kemana pria itu pergi
"kau tidak pergi ke kantor. tanya Daaria karna Bara yang mengenakan pakaian santai rumah
"tidak kenapa. Daaria hanya menggelengkan kepala pelan dan duduk di kursi makan
"apa kau akan pergi bekerja hari ini
"sepertinya tidak ..mungkin
setelah nya mereka berdua hanya menghabiskan sarapan masingmasing tanpa berkata apa-apa lagi
setelah selesai sarapan Daaria membereskan dan akan mencuci piring yang kotor namun Bara mengambil alih dan membersihkan piring-piring tersebut
__ADS_1
setelah selesai Bara ke halaman belakang untuk bersantai Daaria membawakan secangkir kopi dan duduk bersama di sana
"Daaria kau tidak merasa terganggu dengan kehadiran ku disisimu . tanya bara tanpa melihat ke arah orang yang ditanya oleh nya
"tidak ..mungkin karna fania pernah berada di posisimu saat ini .jawab Daaria tanpa mengalihkan pandangan nya ke arah Bara
"apa posisiku tidak berbeda dari fania dari sudut pandanmu
"Bara aku wanita yang memiliki banyak luka pikiranku selalu berputar dari rasa sakit akan kehilangan aku tidak ingin menjadi beban untuk orang lain
"aku pernah mendengar tentang mu dari fania dan aku tidak memiliki masalah dengan itu
"aku harus pergi ke spikolog saat pikiran ku tidak baik apakah kau masih akan bilang tidak masalah. ucap Daria menatap ke arah Bara
"tidak. jawab nya dengan tegas dan menatap lawan bicara nya
"meski kau tidak belum tentu keluargamu menerima kondisi perempuan sepertiku untuk anak nya yang berharga . jawab Daaria dengan lirih
"meskipun mereka tidak menyetujuinya hidupku adalah keputusanku sepenuhnya Daaria aku hanya ingin jawaban yang pasti dari mu saat dulu aku mengatakan maksud diriku kau tidak menjawab ataupun menolak nya ntah mengapa aku merasa kau menerimaku namun kau memiliki ketakutan akan perasaanmu tidak bisakah kau memberikan aku rasa percayamu meski sedikit saja
Daaria hanya memalingkan wajah dan menutup dengan kedua telapak tangan nya tangis nya sudah tak terbendung lagi
dia sangat takut kehilangan pria ini namun bisakah mereka berdua bersama bagai mana jika keluarga nya tidak menerima dirinya
bukankah itu akan sangat menyakitkan bukankah dia akan kehilangan seseorang lagi sungguh dirinya sudah tidak sanggup menahan kehancuran dari rasa sakit yang sama hingga berulang-ulang
__ADS_1