
orang-orang berpikir bahwa Daaria mengetaui rencana putra nya ini sehingga semua orang beralih menatap pada Daaria
seakan mengerti Daaria dengan cepat menggelengkan kepalanya menandakan ketidak Tahuan nya akan hal ini
dan dengan cepat pula orang tua Bara menyetujui keinginan anak nya itu
bahkan tanggal sudah di buat Daaria masih dalam terbengong dengn mengangguk mengiyakan pembicaraan dan rencana mereka
apakah tidak terlalu terburu-buru ini akan di adakan bulan depan apakah semua nya akan dapat diatasi secepat itu
setelah pembicaraan selesai keluarga Abraham pamit untuk kembali pulang namun di sana tertinggal satu orang
ya itu adalah Bara dia menolak untuk ikut pulang dan akan tetap tinggal disini dulu
setelah semua orang pulang Daaria duduk di sofa dia menarik napas panjang lalu menatap semua barang bawaan dari kediaman Abraham yang berada di depan mata nya
Daaria menatap pada bara namun pria itu hanya duduk dengan santai nya sambil memainkan handphone di tangan nya
"apa kau tidak ingin memberikan penjelasan
"tentang apa
__ADS_1
"semua ini .dan mengapa kau tidak membalas pesanku
"aku tidak tau apapun .jawab nya main-main. "dan aku baru mendapatkan handphone ku saat kami telah sampai di depan gerbang rumah mu. lanjut ucap nya
Bara yang melihat ekspresi Daaria saat ini begitu sangat ingin menggoda nya
saat ini Daaria seakan memiliki semua rasa lalu bercampur menjadi satu
dan itulah yang membuat Bara terus menggodanya namun semakin lama Daaria mulai kesal dan marah
hingga dia meninggalkan Bara di ruang tamu dan pergi masuk ke dalam kamar nya
Bara yang merasa candaan nya telah berlebihan akhirnya mengejar Daria ke atas dan mengetuk pintu kamar
Daaria pun membuka pintu kamar namun dia terkejut lagi dan lagi ya hari ini benar benar hari kejutan untuk dirinya
ternyata Bara tidak pergi dari depan pintu pria itu malah menarik satu kursi lalu duduk dengan santai nya di sana
saat wanitanya telah membuka pintu kamar dia memberikan senyuman terbaik milik nya .
namun Daaria dengan acuh nya malah pergi meninggalkan pria itu di atas
__ADS_1
saat Bara sedang sibuk meminta maaf bel pintu berbunyi dan seseorang terus mengetuk-ngetuk pintu terus menerus
sepertinya itu bukan tamu lalu apakah itu adalah penagih hutang-…-
Daaria bangun dan membukakan pintu lalu dengan cepat seseorang memeluknya dengan erat dan itu pun memberikan kesan terkejut untuk Daaria
Bara yang berada di belakang Daaria terbatuk kecil seakan sedang menyadarkan kedua orang yang tengah berpelukan di hadapan dirinya
setelah orang itu melepaskan pelukan nya Bara dengan cepat menarik Daaria dalam dekapan nya
dan seorang yang baru saja datang hanya menatap nya dengan sinis namun sedikit menggoda
seseorang itu datang berdua namun seakan terlupakan dan tak di anggap orang yang berada di belakang nya tanpa permisi menerobos masuk
seorang pria itu membawa dua koper dan tas tangan si wanita nya dia sangat merasa pegal dari awal wanita nya itu sangat tidak sabar untuk kembali ke kota B
Bara sangat tau bahwa sepupu nya ituh telah menyiksa sahabat nya ini Bara pun menepuk pundak Zain dengan pelan namun sedikit tertawa kecil
Zain yang mendapat perlakuan itu bukan merasa senang namun dia malah berpikir begitu senang kah dia melihat keadaan ku saat ini
ya yang baru saja datang itu adalah fania dan Zain . baru saja sampai fania tanpa merasa lelah langsung menghujani Daaria dengan begitu banyak nya pertanyaan
__ADS_1
Daaria sangat malas menjelaskan nya bahkan dia sendiri masih dalam ke adaan sok andai saja fania tau bahwa semu rencana ini terjadi begitu saja tanpa sepengetahuan nya
hari ini berlalu dengn luar biasa mereka berempat tetap berada dalam rumah tanpa pergi kemanapun bahkan Bara dan Zain tidak pergi pulang ke rumah masing-masing saat malam