
daaria keluar dari toko dn menggendarai sepeda ny menuju perkebunan karna jarak toko ke perkebunan tidak begitu jauh.
saat di perjalanan tak sengaja fania melihat daaria dari balik kaca bobil nya dia pun menurunkan kaca mobil dan menyapa daaria sambil melambaikan tangan sedang daaria hanya menengok lalu menggoes sepeda ny kembali
Entah mengapa fania begitu ingin berteman dengan gadis datar itu hingga dia mengikuti kemana daaria pergi, sesampai nya di perkebunan fania segera menghampiri daaria dan memegangi tangan nya berharap dia akan di perbolehkan ikut
fania ituh manja imut cerewet sulit di hadapi namun dia baik, namun tak cocok bila dekat dengn daaria yang kebanyakan diam mungkin daaria lebih menyukai kicauan burung atau tetesan air
Daaria kau punya perkebunan bunga yang begitu luas dan kau memiliki toko bunga yang cukup terkenal, namun aku tidak mengerti kenapa kau selalu menolak ajakanku dengan beralasan pergi bekerja ?
Jika kau ingin ikut maka diamlah!kau sungguh berisik.Lanjut nya Dan fania pun menutup mulut ny dengan kedua tangn disertai anggukan kepala nya
sampailah mereka di kebun bunga tulip fania pun merasa sangat takjub dengan senyum yang mengembang"rasa nya aku ingin memindahkan mereka semua ke halaman rumahku"

__ADS_1
anggep ajjh ituh yang di foto bunga tulip😅
saat fania menoleh kebelakang ternyata daaria telah pergi fania pun hanya menarik napas dn membuang ny dia pikir ituh sudah biasa begitulah daaria Tapi dia cukup senang dia diperbolehkan ikut berarti ada harapan untuk bisa berteman dengan normal. Kurang lebih begiTu lah pemikiran fania
hari pun menjelang sore bahkan sudah hampir gelap, Daaria menghentikan aktifitas nya dan segera pulang setelah keluar dari perkebunanpun akhir ny dia dan fania berpisah daaria yang pergi dengn menggunakan sepedanya dan fania melaju dengan mObil nya
Hari demi hari berlalu begitu saja daaria yang sibuk dengan segala aktifitas keseharian nya .saat dia sedang dirumah bel pintu belbunyi ting* dia bertanya-tanya siapa yang berkunjung karna daaria memang hampir tidak pernah menerima tamu
saat daaria membuka pintu dia tersentak kaget karna langsung mendapat pelukan dari seseorang ya siapa lagi jika bukan fania dengan bibir maju dan pipi yang mengembang dia terlihat sedih namun daaria terbiasa melihat ekspresi seperti itu dengan untuk tujuan merayu
"Daaria apa kau tidak ingin tau mengapa aku datang?mengapa kau tidak bertanya apapun apah kau tidak lihat wajahku ini penuh dengan kesedihan.
"wahh. aku mendapat suatu hal baru hari ini, aku hanya menatap ny dn menaikan sebelah alisku.
"Daaria akhir nya kau berbicara seperti orang normal
__ADS_1
"Selama ini aku tidak bisu!apa yang salah
"Kau mengucapkan banyak kata . Tidak hanya oh, tidak, ya, atau baiklah hahaha...Fania pun tertawa terbahak bahak hingga kurasa dia melupakan dengan tujuan apah dia datang kerumahku
"Jika kau tidak punya keperluan lain selain tertawa cepatlah pergih
"Ehh. Mengapa kau tega sekali mengusirku. Ingatlah aku ini temanmu satu-satunya dan kau tau aku datang kemari untuk berpamitan
"baiklah kita sudah berpelukan jadi aku sudah menerima berpamitan darimu
"Huwaaaaa kau sungguh tega. Fania menangis tanpa air mata seperti biasa😏Aku akan pergi malanjutkan studyku di paris lanjut nya
"Benarkah. Selamat kalau begitu dan kembalilah dengn lebih dewasa
"Aku ini cantik dan imut jika aku berubah jadi dewasa bagai mana dengan penggemarku nanti? lagi pula aku tidak ingin terlihat berwajah datar seperti seseorang
__ADS_1
"ya baiklah baiklah . Apah sudah selesai?
"Kenapa?Bukan ny menjawab malah balik tanya