Hanya Sebatas Angan

Hanya Sebatas Angan
09


__ADS_3

"Aku tidak tau jika mencintai mu akan sesakit ini. tapi itu tidak akan pernah merubah pendirian ku untuk mencintai mu".


Fairy Valerie ~


****


Fairy pov~


Rasa nya kaki ku malas sekali melangkah meneju ke kelas untung dirumah tadi mommy dan daddy tidak curiga kalau aku habis menangis


Baru sampai koridor aku mendengar nama ku dipanggil dari arah belakang suara yang amat ku kenal


"Fairy Valerie" panggil clara


"Ada apa dengan wajah mu?" tanya calista


Dia yakin fairy saat ini sedang ada masalah sebab ia melihat mata sahabat nya sembab


"Iya fai lo lagi ada masalah?" tanya clara penasaran


"Kalau lo ada masalah berbagi sama kita fai. Inget kata lo kita harus saling terbuka" ucap calista


"Aku gak papa kok. Ayo ke kelas" jawab fairy lesu


"Engga ada yang lo sembunyiin kan dari kita" tanya clara


"Engga kok" jawab fairy masih dengan suara lemah


"Yaudah ayo kita ke kelas sebentar lagi bel bunyi" ajak fairy dengan berjalan duluan


Clara dan calista saling pandang lalu berlari kecil menyusul fairy


****


Author pov~


Sampai dikelas fairy langsung menelungkap kan wajah nya di lipatan tangan nya yang berada diatas meja


Kedua sahabat nya pun merasa heran dengan sikap fairy hari ini tapi mereka tidak tau apa yang tengah terjadi kepada fairy


"Fai lo sakit" tanya calista Tapi tak ada jawaban dari gadis itu


"Fai. Fairy lo gak papa" tanya calista panik dengan mengguncang tubuh fairy


Clara yang panik pun mendekat dan memegang dahi fairy yang cukup panas dan mengangkat kepala fairy ternyata gadis itu pingsan


"Cal. Fairy pingsan" ucap clara panik


"Ada apa Clar, kok lo panik gini" tanya alex sang ketua kelas


"Fairy pingsan lex" jawab clara


"Yaudah gue bantu angkat bawa ke UKS ya" izin alex kepada calista dan clara


"Iya lex tolong bantu ya, kita gak kuat kalau mau ngangkat fairy" jawab calista


Dan alex sang ketua kelas pun membawa fairy ke UKS dengan ala bridal melewati orang-orang yang melihat penasaran


Saat di koridor meneju UKS naga dkk. melihat wajah panik clara dan calista yang berada disamping kanan dan kiri alex yang sedang menggendong fairy


"Kenapa kamu kelihatan panik begitu dek?" tanya langit penasaran dengan melihat wajah panik clara


"Ini kak fairy demam" jawab clara seadanya


Sedang kan naga kaget mendengar fairy demam, dia khawatir dengan keadaan gadis itu tetapi dia tetap mencoba untuk cuek


"Terus fairy nya dimana sekarang?" tanya satria yang juga penasaran


Belum sempat clara menjawab pertanyaan satria! alex sang ketua kelas pun bersuara


"Ekhmm, maaf kak bisa kasih jalan kasian kalau fairy nya gak cepet-cepet di periksa" ucap alex dengan sopan dan membuat mata salah satu orang disitu akan keluar dari tempat nya


Naga maju dan merengkuh tubuh fairy dari alex dia tidak tau kalau gadis yang berada didalam gendongan itu fairy karna wajah gadis itu menghadapi kearah dada alex


"Ini untuk terakhir kali lo gendong fairy kayak gini" ucap naga dengan mata menajam kearah alex dan dibalas anggukan oleh alex


"Dan untuk kalian berdua" tunjukan naga kepada clara dan calista


"Kalau ada apa-apa dengan fairy kalian bisa langsungi hubungi kakak dan jangan sampai ada lelaki lain yang menyentuh fairy selain kakak" tegas naga kepada kedua nya dan dengan buru-buru ke UKS


Langit dan satria pun hanya menggeleng kan kepala melihat ke posesifan naga terhadap fairy


"Clar, cal. Gue balik ke kelas duluan ya" pamit alex dan dibalas anggukan oleh kedua nya


"Yaudah dek, lebih baik kalian berdua balik ke kelas aja" ucap langit melihat clara dan calista


Calista pun hanya malu-malu kucing saat langit melihat kearah nya dia jadi mengingat kejadian semalam


"Sudah ada naga! Kakak yakin kalian tidak akan diperboleh kan nya untuk menunggu fairy" ucap langit lagi seakan tau adik nya akan menolak

__ADS_1


"Iya princess. saat jam istirahat kalian bisa melihat keadaan fairy biar untuk sekarang Naga yang menangani" imbuh satria lembut kepada vlara


"Apa!! Apa lu bilang tadi? Princess?" tanya langit melihat kearah satria dan clara bergantian


Sedang kan clara sudah memerah oleh kelakuan satria yang menanggil nya princess didepan kakak nya


"Iya princess. Kenapa? Adik lo kan princess gue ada yang salah" jawab satria dengan mengedipkan sebelah mata nya kepada clara


Dan itu sukses membuat kedua pipi clara memerah


"Wahh-wah sejak kapan ini? Adik kakak yang cantik ini tidak pernah cerita" goda langit dengan menoel dagu sang adik


"Ishh kakak ini lo. jangan godain aku" jawab clara dan berlari ke arah kelas meninggalkan tiga orang disana


"Ngambek kan princess gue ngit" ucap satria menyalahkan langit


"Yaudah sono, kejar sono princess lo" jawab langit dengan mendorong bahu satria


"Emang mau gue kejar, gue duluan Oke." pamit Satria dengan menepuk bahu langit


****


Calista pov~


Setelah kepergian clara dan kak satria aku pun menjadi gugup pasal nya disitu hanya ada aku dan kak langit ahh 'Pacar ku' aku lupa jika semalam kami sudah meresmikan hubungan kami


Aku pun berbalik badan untuk kembali ke kelas tapi belum sempat aku melangkah lengan ku sudah di cekal oleh seseorang dari belakang, aku yakin pasti itu kak langit


Aku membalikan badan ku lagi melihat kearah pergelangan tangan ku dan melihat kearah wajah si pelaku dan benar saja itu kak langit


"Mau kemana sayang" tanya nya dengan senyum menyeringai


"Emhh aku mau balik ke kelas kak" jawab ku sedikit gugup


"Akhhh, kau harus di hukum dulu sayang baru mau mengerti!" ucap nya dengan senyum iblis nya itu


"Aduh kenapa aku sampai harus lupa sih" rutuk batin calista


"Jangan terlalu di pikirkan cinta nanti kau tidak akan fokus sepanjang hari" ucap nya usil


"I-iya" jawab ku gugup


"Do you not want to say good morning to your lover? Hmm" tanya nya lagi


"I-iya good morning kak" sapa ku gugup


"rupa nya kau benar-benar ingin di hukum ya" ucap nya lagi dengan wajah usil


"Baiklah tunggu waktu nya honey, aku tidak akan menghukum mu disini" ucap nya dan mendekat kan wajah nya ke wajah ku lalu berbisik


"Aku akan melakukan nya ditempat yang sepi" ucap nya lagi dan sukses membuat wajah ku memerah


"Tidak perlu terlalu dipikirkan cukup tunggu waktu nya jika kau masih melanggar nya aku akan melakukan nya ditempat umum. Bagaimana?" tanya nya dengan satu ali terangkat dan menatap wajah ku


"Ii-iya sayang" jawab ku gugup dan memanggil nya sayang membuat nya tersenyum lebar


"Bagus, kalau begitu ayo kakak antar kekelas" ucap nya dengan menggandeng tangan ku


****


Satria pov~


"Princess" panggil ku


"Princess, tunggu kakak" panggil ku lagi dengan berlari mengejar nya


Setelah berhasil menghentikan langkah nya dan memegang pergelangan tangan nya baru aku mengatur nafas


'Huhh huh huh' suara nafas ku


"Heyy. Jangan marah oke kakak minta maaf" ucap ku penuh sesal dengan melihat kearah bola matanya


Dan aku melihat dia membuang muka kearah lain.


Aku pun memegang dagu nya dengan ibu jari dan telunjuk jemariku mengarah kan wajah nya agar melihat kearah ku


"Maafkan kakak ya" ucap ku lagi dengan melihat kearah bola matanya


Deg!!


Aduh jantung ku kenapa jadi begini sihh kesal ku


"Aku marah sama kakak pokok nya" jawab nya manja dengan mengerucutkan bibir nya membuat ku gemas ingin mencubit pipi chubby nya itu


"Oke!! Gini aja deh, kakak bakal lakuin apapun asal princess maafin kakak" ucap ku dengan penuh tawaran


"Beneran? Apapun?" jawab nya dengan sumringah


"Iya. Apapun" ucap ku lagi meyakinkan nya

__ADS_1


"Aku pengen makan ice cream yang banyak" jawab nya antusias


"Baiklah. Bagaimana kalau nanti malam" tanya ku


"Nanti malam?" jawab nya dengan penuh tanya


"Iya nanti malam kakak akan kerumah jemput kamu dan kita akan ke mall untuk beli ice cream sepuas nya. Setuju" tanya ku dengan mengelus pipi mulus nya tanpa peduli orang sekitar


"Setuju" jawab nya cepat


Saat tengah asik saling pandang dengan tangan ku yang tetap mengelus pipi nya suara seseorang dari belakang mengagetkan ku


'Ekhemm- ekhemm' deheman orang yang amat ku kenal


"Sudah kan mesra-mesraan nya? Sekarang ayo kekelas" ajak langit membuat ku kesal


Berbeda dengan clara yang gegalapan karna tercyiduk mesra-mesra an dengan sahabat kakak nya


"Adek. Kamu hutang penjelasan dengan kakak" ucap langit kepada clara


"Hutang apaan kak?" tanya nya dengan cepat


"Yang barusan" jawab langit


"Ishh, kakak apaan sih. Aku ngambek sama kakak" ucap nya dengan melipat tangan nya di dada


"Hahaha. Iya-iya sudah tidak papa kakak tidak akan meminta penjelasan apapun" jawab langit mengelus pucuk kepala adik nya


"Tapi inget kalau dia nyakitin kamu bilang sama kaka biar kakak hajar dia" jawab langit lagi dengan menunjuk kearah ku


"Apaan lo? Mana mungkin gue nyakitin princess gue" tanya ku ketus


"Siapa tau kan" jawab nya lagi


"Akhh, kakak memang kakak yang paling baik didunia" ucap clara manja dengan memeluk langit


"Princess. Kakak juga mau dipeluk" rengek ku seperti anak kecil padanya


"Mau ini hmm" tanya langit dengan menunjukan kepalan tangan nya sehingga membuat dua gadis yang berada disitu tertawa


Aku pun tersenyum melihat tawa gadis ku, gadis ku sejak kapan dia jadi gadis ku tapi seperti nya sebentar lagi heheh


****


Author pov~


Berbeda dengan keempat orang tadi kini seorang laki-laki tengah mengusap kening sang gadis dan sebelah tangan nya menggenggap jemari gadis itu yang belum juga sadar kan diri


"Kamu kenapa sampai seperti ini? Hmm" tanya naga kepada fairy yang sedang terbaring di brankar


"Apa ini karna kejadian semalam" tanya naga lagi


"Maafkan kakak fai. Jujur kakak juga merasakan sakit sangat sakit bahkan mungkin lebih dari apa yang kamu rasakan"


Naga menarik nafas dan menghembuskan dengan kasar


"Kamu tau sangat sakit memendam perasaan ini, sampai-sampai kakak tidak berani untuk mengungkap kan nya, kakak hanya ingin kamu mengerti fairy dan kakak ingin kamu memahami kakak mungkin ini bisa dibilang egois dengan kakak meminta kamu untuk memahami kakak tanpa kakak memahami kamu. Biar kakak memantap kan hati dan pikiran kakak agar ini tidak hanya menjadi sebatas angan kakak saja" ucap naga dengan sendu dan meneteskan air mata


Sakit rasanya melihat gadis nya terbaring lemah seperti ini dengan wajah yang pucat dan bibir yang biasa merah alami itu kini berwarna putih pucat


"Kakak mencintai kamu fairy! Sangat-sangat mencintaimu" ungkap naga lalu mencium kening fairy


Naga lalu bangkit dan menuju perawat yang tugas di uks hari itu


"Mbak saya titip teman saya dulu ya nanti kalo udah sadar suruh istirahat aja dulu" pinta naga sopan dengan perawat tersebut


"Ohh iya mas, lalu mas nya ini mau kemana" tanya perawat itu


"Ahh. Saya ingin ke kelas dulu mbak sudah masuk" jawab naga berbohong


"Yaudah kalau begitu kalau mas nya mau kembali ke kelas, nanti teman nya saya yang jaga" jawab perawat tersebut dengan senyum ramah


Tak ada jawaban dari naga lelaki itu langsung keluar dari ruang UKS tapi tidak menuju ke kelas melainkan kearah atap sekolah yang biasa disebut rooftop


entah apa yang akan ia lakukan di rooftop tapi setidak nya membuat sedikit pikiran nya itu sedikit tenang.


_


_


_


_


_


_


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa vote ya kk2😍


Terima kasih😊


__ADS_2