
"Maafkan aku jika aku membuat mu sakit biar kan aku meyakinkan diriku agar saat aku menggenggam tangan mu tak akan pernah aku lepaskan"
Naga Arsenio~
****
Author pov~
Disini lah naga. Di atap sekolah seorang diri dengan merentang kan kedua tangan nya dan merasakan sejuk nya hembusan angin yang menerpa wajah tampan lelaki itu
Naga menghela nafas untuk yang kesekian kali nya mengingat dimana kejadian malam itu dan apakah karna itu juga yang membuat fairy sampai demam tak sadar kan diri.
Flashback on~
Mobil naga melesat meninggalkan parkiran cafe tersebut dengan kecepatan sedang
Kedua anak manusia itu sama-sama diam tanpa ada yang berniat untuk bersuara sampai suara Naga lah yang memecahkan keheningan diantara kedua nya
"Apakah kamu senang dipuji dan diperhatikan oleh lelaki tadi?" tanya naga dengan tetap fokus menyetir
"Maksud kakak, kak azka?" tanya balik fairy tanpa menjawab pertanyaan naga
Tetapi tak dijawab oleh lelaki itu, naga tetap fokus kepada jalanan tanpa ada niat untuk menjawab pertanyaan balik fairy dia masih menunggu jawaban dari pertanyaan nya tadi
Fairy yang melihat naga tetap fokus menyetir tanpa berniat menjawab pertanyaan nya pun buka suara lagi
"Iya aku senang dipuji dan diperhatikan oleh kak azka" jawab Fairy dengan tegas
ia ingin melihat reaksi lelaki yang berada disamping nya itu dan fairy dapat melihat naga menggertak kan rahang tegas nya dan menambah kan kecepatan mobil mewah itu
Dan itu sukses membuat fairy ketakutan sehingga membuat nya mengcengkram sabuk dengan erat
Nafas nya mulai terengah-engah saat ban mobil Naga tak sengaja mengelindas batu berukuran sebesar genggaman tangan sehingga membuat mobil sedikit hilang keseimbangan tapi tak membuat naga menurunkan kecepatan nya
"Kak naga turunin kecepatan nya" pinta fairy dengan nafas terengah-engah dan memejam kan mata nya
Tapi naga seperti menutup mata dan telinga nya untuk tak melihat dan mendengarkan orang sekitar
"Kak naga tolong turunin kecepatan nya" pinta fairy lagi dengan mata yang mulai berkaca-kaca
Lagi-lagi naga tak mendengarkan fairy saat ini hati nya sedang panas mendengar jawaban gadis itu
"Hikss, hikss, kak turunin kecepatan nya fairy takut" tangis fairy karna Naga tak mendengarkan nya
Mendengar fairy menangis Naga pun menurunkan kecepatan dan menepikan mobil nya kepinggir jalan dia selalu saja membuat fairy menangis karna amarah nya
saat dirasa mobil naga berhenti fairy menegak kan kepala nya dan benar saja mobil naga sedang berada di pinggir jalan fairy pun menengok kesamping guna melihat orang yang berada disamping nya
Ia dapat melihat jika lelaki itu sedang menyandarkan punggung dan kepala nya ke jok mobil dan kedua tangan lelaki itu menggenggam erat setir mobil seperti sedang menunjuk kan kalau dia sedang menetralkan amarah nya
"Kakak marah karna fairy senang dipuji dan diperhatikan oleh kak azka?" tanya Fairy dengan suara serak sisa menangis
"Jangan sebut nama lelaki itu fairy" jawab naga geram membuka mata dan menatap kedua manik fairy
"Kamu tau bukan kalo kakak tidak suka jika ada lelaki lain yang mendekatimh bahkan menyentuh mu" ucap naga tegas
"Tapi kakak tidak ada hak untuk melarang fairy untuk dekat dengan lelaki lain" jawab fairy pelan
Seperti ada ratusan jarum tajam yang menusuk hati nya ucapan fairy mampu membuat sesuatu yang berada didalam sana berdenyut
"Kenapa tidak ada hak. Hah?" tanya naga dengan nada yang bisa dibilang tidak biasa
"I-iya kakak tidak ada hak untuk melarang aku dekat dengan siapapun termasuk kak azka" jawab fairy gugup dan penuh keberanian
"Karna kakak bukan siapa-siapa aku" imbuh fairy
Lagi-lagi fairy melihat lelaki itu menggertakan gigi nya menatap tajam kedua mata fairy
__ADS_1
Tangan naga yang semula menggenggam setir kini sudah berada di bahu fairy dan mencengkram kedua bahu itu dengan kuat membuat fairy meringis
"Kamu milik kakak fairy. Hanya kakak, hanya kakak yang boleh menyentuh kamu memuji kamu dan memperhatikan kamu tidak boleh orang lain termasuk laki-laki sial*n itu" ucap naga dengan nada yang naik satu oktaf membuat fairy takut
"Jika kakak masih melihat lelaki itu masih mendekati mu kamu lihat saja apa yang bakal kakak lakukan tidak ada yang bisa menghentikan nya" ucap naga dengan tegas
"Aku bukan milik kakak! Aku milik diriku sendiri dan milik kedua orang tua ku" jawab Fairy dengan berteriak didepan wajah naga
Dia senang ketika mendengar naga mengklaim diri nya sebagai milik lelaki itu tapi dia ingin mendengar nya langsung jika lelaki itu juga memiliki perasaan yang sama dengan nya
Sebenar nya ia juga takut dengan ucapan naga ia takut azka akan kenapa-napa dia tau sifat naga yang tak main-main siapa yang tidak mengenal kekejaman keluarga Arsenio baik di dunia bisnis maupun di dunia nyata
"Kamu keras kepala fairy" ucap naga dengan geram
"Aku tidak suka kakak mengklaim diriku sebagai milik kakak, suami ku kelak yang berhak mengatakan itu bukan kakak" jawab fairy dengan sengaja mengatakan itu
"Tidak ada yang boleh memiliki mu selain aku, kau mengerti" ucap naga berteriak dan semakin kuat mencengkram bahu fairy
"Tapi kakak tidak mencintai ku untuk apa kakak mengklaim aku sebagai milik kakak" jawab fairy denga meringis karna cengkraman tangan naga semakin kuat
Jawaban dari mulut fairy membuat naga melepaskan kedua bahu gadis itu dan menyenderkan lagi punggung nya di jok mobil lalu memejam kan kedua mata nya
"Kak naga tidak bisa menjawab nya bukan?" tanya fairy dengan menghembuskan nafas nya kasar
"Jadi kakak tidak berhak untuk melarang aku dekat dengan siapapun" imbuh fairy lagi
Sakit rasanya melihat reaksi naga, bukan seperti ini yang dia mau ia hanya ingin lelaki itu jujur dengan perasaan nya ia hanya ingin tahu apakah lelaki itu juga merasakan hal yang sama dengan nya
Sejak kecil selalu bersama membuat fairy merasakan perasaan lain dari perasaan sayang sebagai sahabat atau kakak adik tapi perasaan ini lebih mengarah ke perasaan wanita terhadap laki-laki pujaan nya
Gadis itu tidak tau bahwa lelaki itu juga memiliki perasaan yang sama tapi ketakutan lah yang membuat nya tidak berani untuk mengatakan dengan jujur entah lah hanya lelaki itu yang tau
Sedang kan naga pun hanya mampu memukul setir yang berada didepan nya dia juga tidak ingin seperti ini rasa nya ingin sekali jujur dengan fairy tapi mulut nya tidak bisa seperti ada batu besar yang menghantam nya membuat nya berat untuk bersuara
"Tolong antar aku pulang kak" pinta fairy dengan menahan tangis nya
"Maafkan aku Fairy, aku janji suatu saat nanti aku pastikan akan jujur padamu tentang perasaan ini aku mohon bersabarlah sayang" ucapan naga dalam hati
Setelah sampai rumah fairy satpam pun membukakan pintu untuk mobil Naga masuk
Saat fairy akan turun naga pun menggemgam tangan kiri fairy dan berucap
"Maaf" ucap naga singkat dan menghapus sisa air mata fairy dengan tangan satu nya
Fairy pun menarik tangan nya dari genggaman naga dan berlari kerah pintu utama yang saat itu dibukakan oleh sang bibi
Naga menatap sendu pintu rumah fairy ia juga sakit rasa nya melihat tangis fairy
Tak lama dia pun pamit kepada sang satpam untuk kembali kerumah
Flashback off~
setelah selesai mengingat kejadian semalam naga pun duduk di kursi yang berada di atap tersebut tak lama pun dia mendengar bel istirahat
Ia yakin kedua sahabat fairy akan ke UKS jadi lebih baik dia tetap disini agar pikiran nya lebih tenang untuk menerima pelajaran selanjutnya
****
Fairy pov~
"Eughh" suara lenguhan fairy
"Ehh. Mbak nya sudah sadar" tanya sang perawat
"Emang aku kenapa mbak? kok bisa ada disini" tanya balik fairy dan mencoba menetralkan kepala nya yang pening
"Mbak nya demam terus pingsan" jawab perawat
__ADS_1
"Terus kok bisa ada disini? Siapa yang bawa aku kesini" tanya fairy lagi dengan mengedarkan pandangan nya diruangan tersebut
"Oh.Tadi teman laki-laki nya yang membawa kesini" jawab mbak perawat lagi
"Teman laki-laki" gumam fairy pelan siapa teman laki-laki nya
Dia tidak dekat dengan siapapun dikelas hanya sekedar tau dan itupun jangan berkomunikasi secara langsung
saat sedang asyik berfikir fairy dikejutkan oleh suara cempreng clara
"Fairy" panggil clara
Melihat kedua teman fairy sudah datang sang perawat pun. pamit untuk melihat tugas nya yang lain
"Kalau begitu saya tinggal ya" pamit sang perawat
"Ahh iya, terima kasih ya mbak udah jagain aku" ucap fairy
"Iya santai aja ini emang tugas mbak kok" jawab perawat dengan senyum hangat
Setelah perawat pergi clara dan calista pun mendekat
"Lo udah sehat? Bagian mana yang sakit" tanya clara panik
"Aku gak papa clara" jawab fairy lesu
"Gak papa gimana lo itu demam fairy terus pingsan" ucap clara marah dengan fairy yang bilang dirinya tidak papa kenyataan nya dia sedang terbaring di UKS karna sakit
"Iya fai lo buat kita dua khawatir tau gak" ucap calista ikut nimbrung
"Iya-iya maaf ya kalau udah buat kalian dua khawatir" jawab fairy dengan minta maaf
"Ohh ya. Yang bawa aku kesini siapa?" tanya fairy melihat kedua nya bergantian
Clara dan calista pun saling lihat dan sama-sama mengerlingkan mata seolah menyuruh untuk menjawab
"Heh, aku tu tanya kok malah saling lihat gitu" ucap fairy membuat kedua nya nyengir kuda
"E- itu siapa" jawab clara dengan menggaruk kepala yang tidak gatal
membuat fairy menaikan alis nya sebelah melihat tingkah sahabat nya itu
"Kak naga fai" jawab calista cepat
"Apa. Kak naga yang bawa a-aku kesini" tanya fairy lagi untuk meyakinkan dirinya
Dan diangguki oleh kedua sahabat nya.
Dan.....
_
_
_
_
_
_
TBC.
Jangan lupa vote ya kk2😍
aku up nya satu hari satu ya kakak2 karna satu bab aja itu udh 1k kata lebih jadi otak aku udh buntu kalo mau dua bab sekaligus hehe
__ADS_1
Terima kasih untuk yang udah mampir jangan lupa dukung terus ya😊