Hanya Sebatas Angan

Hanya Sebatas Angan
14


__ADS_3

"Kau membuat ku nyaman dengan hadiran mu, memenuhi hari-hari ku dan memberi ku cinta yang begitu banyak"


Clara Putri Angkasa~


****


Author pov~


Laki-laki tampan kini tengah berada didalam ruangan yang khusus untuk seorang presdir


Duduk dikursi kebesaran khusus untuk pemimpin perusahaan itu dan memainkan bolpoin yang sedang berada di genggaman mengetuk nya berulang-ulang dimeja kerja nya, ya. sudah hampir sebulan ini dia


menggantikan posisi sang ayah


"Hah,, membosankan sekali" gumam orang itu


"Hanya tinggal tiga bulan lagi sekolah ku berakhir dan tiga bulan lagi waktu ku untuk melihat gadisku" gumam nya lagi


Naga. Lelaki itu saat ini seperti sedang ada pikiran akhir-akhir ini ia sering menjadi tidak fokus dan jarang makan membuat dirinya sedikit terlihat kurus


"Fairy. Apakah kamu akan menunggu kakak? Menunggu sampai kakak siap" seru nya lalu menatap bolpoin yang sedang berada digenggaman nya


"Kakak berharap kamu mau menunggu kakak" ucap nya penuh harap


Lama dengan pikiran tentang gadis itu naga mengingat kejadian beberapa hari lalu dimana dia melihat fairy dengan lelaki s*alan itu


Flashback on~


Mengingat kejadian beberapa hari lalu naga yang berada dimobil menunggu bel masuk karna dia malas untuk menunggu didalam kelas


Saat dirasa bel akan segera bunyi ia pun memilih dari mobil tapi saat akan melangkah kan kaki nya mata naga tak sengaja melihat azka keluar dari mobil dan memutari mobil itu untuk membuka kan pintu untuk seseorang yang berada dikursi penumpang


Naga pun tak ambil pusing toh untuk apa juga sibuk dengan urusan orang lain selama laki-laki itu tak mendekati gadis nya dia pun tidak peduli


Tapi saat Naga akan melangkah kan kaki nya lagi entah mengapa mata nya seolah ingin melihat sekali lagi siapa yang bersama lelaki itu dan betapa terkejut diri nya melihat azka sedang merapikan anak rambut seorang gadis yang amat dia kenali


Ia pun menggertakan rahang dan mengepal kan kedua tangan nya menahan emosi nya agar tak menghajar lelaki itu disekolah dan dia menyaksikan ketika siswi lain menghampiri mereka dan melihat dimana tangan azka dengan lancang mengelus pipi mulus gadis nya


Tak tahan lagi dengan itu naga pun meninggal kan parkiran tersebut dengan emosi nya yang sedang membara


Sesampai nya dikelas lelaki itu membanting kan tas nya keatas meja membuat seisi kelas itu terkejut tak lupa juga kedua teman nya yang sedang asik bercerita


"Kenapa lo ga pagi-pagi dah ngamuk aja?" tanya langit


"Itu muka kenapa ga" seru datria


"Gak papa" jawab singkat naga


"Masalah fairy lagi?" tanya langit


"Bukan." jawab naga singkat


Kedua teman naga yang melihat itu pun hanya bisa mengangkat bahu saja percuma bertanya dengan naga karna sama saja sedang bertanya pada patung


Mereka pun memilih kembali kekursi masing-masing ketika mendengar bel berbunyi tak lama guru pun masuk lalu memberikan materi


Setelah dua jam mendengar kan materi yang disampaikan guru bel istirahat pun berbunyi membuat anak-anak yang berada dikelas itu berhamburan keluar menuju kantin


"Bro!! Ayo kekantin gue laper nih" ajak satria


"Ayo ga" langit menambahi


"Lo berdua aja sana gue lagi gak mood" jawab naga malas


Langit dan satria pun saling pandang dan tersenyum penuh arti lali menyeret tubuh naga untuk ke kantin


"Lo berdua apaan sih" kesal naga


"Ya ngajak lo makan lah mau ngapain lagi" jawab langit cuek


"Gue tadi kan udah bilang gue lagi gak mood kalian berdua aja sana jangan ganggu gue" jawab naga dengan tatapan tajam


Tapi itu tak membuat langit dan satria takut dan sekali lagi mereka menarik paksa tangan naga


Sesampai nya dikantin naga pun didudukan dibangku yang biasa mereka duduki, satria pun berjalan ke tempat langganan mereka


Naga yang sedang kesal pun memutar bola mata nya malas dan mengalihkan pandangan nya kearah kanan hingga mata nya pun tak sengaja bertemu dengan mata teduh fairy


Cukup lama mereka saling menatap naga pun memalingkan wajah nya kedepan dimana langit tengah menatap dirinya dengan bertanya-tanya membuat naga mengernyitkan dahi nya

__ADS_1


"Ngapa lo, sakit?" tanya naga


"Gue tau sekarang lo kayak tadi gara-gara fairy kan" jawab langit penuh selidik


"Sok tau" jawab naga singkat


Tak lama pun satria datang dengan pesanan nya menaruh didepan masing-masing dan menyantap nya tanpa suara


Setelah makanan habis pun naga langsung berdiri untuk pergi dari kantin sungguh saat ini dia sedang ingin sendiri


"Mau kemana lo?" tanya satria dengan mulut masih penuh


"Gue ke kelas duluan" jawab naga lalu pergi


Naga yang berjalan itu pun tak menghiraukan tatapan fairy dia melewati fairy tanpa satu patah kata pun


"Ngapa tuh si naga sikap nya aneh banget" tanya satria pada langit


"Ya siapa lagi yang bisa buat dia seperti itu selain fairy" jawab langit


****


Fairy pov~


"Kak naga tidak biasa nya seperti itu"


"Fai lo liat kak naga tadi gak" tanya clara


"Iya aku lihat, emang ada apa" tanya ku


"Bukan gitu, lo liat kak naga tadi sama sekali gak negor bahkan ngelirik pun tidak" seru clara


"atau jangan-jangan dia melihat lo sama kak azka fai" imbuh nya lagi


"Huss, lo ini jangan nakut-nakuti fairy liat tuh wajah nya jadi panik" ucap calista mengingat kan clara


"Hehe, maaf fai gue gak bermaksud kok" ucap sesal clara


"Iya gak papa" jawab ku


Sungguh saat ini aku sedang memikirkan perkataan clara barusan ada benar nya juga tidak mungkin kak naga mencuekan ku tanpa ada nya sebab


****


Naga pov~


Setelah aku keluar dari kantin aku berjalan menuju kelas aku dapat melihat tatapan dalam fairy tadi tapi aku mengacuhkan nya agar aku tak lepas kendali seperti yang sudah-sudah


Mungkin dengan cara mendiam kan nya itu membuat hati ku membaik dan bisa melupakan kejadian di parkiran tadi


Tapi belum sampai aku dikelas ku XII ips 1 aku melihat lelaki s*al*n tadi yang berani-berani nya mendekati gadis ku lagi mungkin ancaman ku hanya dianggap mainan oleh nya


Tepat didepan nya dia pun tersenyum jahil kepadaku seolah mengatakan bahwa dia menang hah dasar tidak tau malu pikir ku


"Lo lihat tadi kan?" tanya nya


"Terus" jawab ku singkat


"Gue bakal tetap perjuangin fairy sampai kapan pun itu" ucap nya dengan penuh keyakinan


Aku menundukan kan kepala ku sebentar mendengarkan ucapan nya barusan yang penuh percaya diri lalu mendongak kan kepala ku menatap nya dan tersenyum singkat


"Begitu kah" seru nya


"Iya tentu, kenapa tidak" jawab nya


"Gue patut memuji diri lo yang memiliki kepercayaan begitu tinggi" ucap ku meremehkan


"Itu adalah salah satu yang harus gue miliki untuk bisa mendapat kan fairy" jawab nya


aku pun menggertakan rahang ku mendengar jawaban nya membuat telinga ku panas saja


"Lo tidak akan pernah bisa memiliki nya karna hanya gue yang bisa memiliki nya" ucap ku tegas dan menatap nya tajam


"Kenapa tidak memang nya lo siapa mentang-mentang lo anak keluar berpengaruh aku harus takut. Tidak" jawab nya menatap ku tak kalah tajam


Aku pun maju memberikan satu pukulan ke rahang nya membuat nya tersungkur siswa/siswi yang berada disana pun berkumpul dan ada juga yang berteriak


"Lo mau bermain-main rupanya dengan gue" ucap ku menarik kerah baju nya

__ADS_1


"Heyy kenapa lo marah benar bukan yang gue katakan kalau lo bukan anak dari keluarga Arsenio lo itu tidak ada artinya" jawab nya menahan perih


"Gue gak pernah bawa-bawa nama keluarga gue dimana pun gue berada tapi kayak nya lo mau lihat gimana kekuasaan keluarga gue yang sesungguhnya" ucap ku menyeringai


"Jangan macem-macem lo ini urusan kita jangan bawa-bawa keluarga gue" seru nya


"oke, gue gak bakal ganggu keluarga lo tapi jauhi fairy" ucap ku


"Haha, kalau lo memang beneran lelaki lo bakal saing secara sehat dengan gue buat dapetin fairy tanpa bawa keluarga dan kekuasaan" jawab nya


"Gue gak peduli intinya gue pengen lo jauhin fairy" ucap ku tegas


"you are a coward" jawab nya kesal


Aku yang mendengar itu pun mengerat kan cengkraman ku dan bersiap melayang kan pukulan lagi ke wajah nya tetapi ditahan oleh kedua sahabat ku yang baru saja datang


"Naga berhenti" suara tegas langit menghentikan ku dan menarik lengan ku agar berdiri dari badan azka


dapat aku lihat kesekitar begitu banyak yang memperhatikan ku dari tadi rupa nya fairy juga ada disana dia melihat kearah ku cemas tapi aku langsung membuang pandangan dari nya


"Gue ingetin sekali lagi sama lo jangan pernah main-main dengan gue kalau lo gak mau nanggung akibat nya" ucap ku tegas


Lalu meninggal kan tempat itu menyisakan orang-orang yang menatapku takut


****


Author pov~


"Lo gak papa kan" tanya satria membantu azka untuk berdiri


"Iya gue gak papa" jawab lelaki itu


"Saran gue jangan main-main sama naga karna anak itu tidak akan segan menghancurkan siapa pun yang menghalangi jalan nya" ucap langit mengingatkan


"Iya terima kasih, sudah mengingatkan" jawab azka singkat


Fairy dan kedua sahabat nya pun mendekat untuk melihat keadaan azka dapat mereka lihat sudut bibir azka berdarah


"Kak azka gak papa" tanya fairy pelan


"Gak papa kok, ini biasa untuk lelaki" jawab azka tersenyum dan menahan sakit


"Emang masalah nya apa sih kak kok kak naga sampai mukul kakak" tanya clara


"Urusan lelaki, cewek gak boleh tau" jawab azka terkekeh


"Pasti gara-gara ngerebutin fairy kan" tanya clara lagi


"Hushh, kamu apaan sih clar" timpal fairy


"Kak azka maaf ya clara memang suka bicara aneh-aneh" ucap fairy tidak enak


"Iya gak papa" jawab azka


"Yaudh sekarang balik ke kelas masing-masing" pinta langit kepada orang-Orang yang masih ada disana


"Sayang, adek, dan juga fairy lebih baik kalian balik ke kelas" ucap langit


"Dan untuk kamu fairy kakak minta untuk menjaga jarak dengan lelaki lain agar hal semacam ini gak terjadi lagi" ucap langit lembut


Fairy yang diingatkan oleh kakak sahabat nya pun menganggukan kepala nya mengerti


Ia tidak mau hanya karna diri nya orang-orang jadi terluka seperti sekarang ini.


_


_


_


_


_


_


TBC.


Jangan lupa vote nya kk2😍

__ADS_1


Terima kasih banyak😊


__ADS_2