
"Cintai aku sama seperti ayah ku mencintai ku, dimana cinta nya tak pernah habis sampai akhir hayat"
Clara Putri Angkasa~
****
Author pov~
Berbeda dengan kedua sahabat nya saat ini satria tengah mengantarkan sang gadis pujaan menuju rumah nya dengan permintaan dari kakak sang gadis tanpa di minta pun ia siap, jangan kan sampai rumah sampai pelaminan pun ia sanggup.
'Hehe bisa aja lu thor'
Butuh waktu lima belas menit untuk sampai rumah clara dari cafe. dan disini lah mereka didepan gerbang rumah bak istana milik keluarga Angkasa.
Mobil sport milik clara pun berhenti begitu juga milik satria yang mengikuti dari belakang, tak lama clara pun keluar menuju mobil satria
"Engga mau mampir dulu kak?" tanya clara kepada satria
"Ehmm, lain kali saja deh sudah malam juga" jawab satria dengan melihat jam yang melekat di tangan nya
"Yaudah kalau begitu terima kasih ya sudah mau antar aku, selamat malam" ucap clara lagi sambil berbalik badan untuk ke mobil nya
"Ehh clara, tunggu!!" panggil satria
"Iya kenapa kak?" tanya clara lembut
"Kakak boleh minta nomor kamu?" tanya satria dengan malu-malu
"Haha, kirain aku kenapa, yaudh sini handphone kakak" jawab clara dengan meminjam hp satria
"Oke. Nih sudah aku simpan, yaudah aku duluan ya kak" pamit clara
"Ohh ok, terima kasih tuan putri" jawab Satria setengah berteriak saat dilihat Clara sudah masuk kedalam mobil
Lalu dia melihat kearah handphone dimana disitu sudah tersimpan nomor telepon Clara dengan nama "Princess" membuat kedua ujung bibir Satria terangkat dan langsung memencet tombol telpon
Calling clara..
****Percakapan telepon***
"Iya Hallo.. maaf ini siapa ya?" tanya seseorang yang disebrang
"Hallo.. Ini kakak princess" jawab satria
"Ohh kak satria, hehe maaf ya kak aku kasih nama princess nomor aku di handphone kakak" ucap clara tidak enak
"Engga papa kok, emang mau kakak kasih nama princess tadi nya" jawab satria jujur
"Syukur lah. Oh iya ada apa kak?" tanya clara
" cuman mau bilang. Good night princess" ucap satria
"Good night too kak" Jawab clara
"Yaudah kalau gitu kakak tutup ya, Assalamualaikum" ucap satria
"Walaikumsalam kak"
****
Naga pov~
Kini aku sudah berada dirumah dan diatas kasur kesayangan ku sungguh saat ini rasanya aku ingin membunuh seseorang.
Bukan seperti ini yang aku mau, tapi kenapa sangat susah sekali untuk jujur untuk bilang kalau aku juga mencintaimu ahh..
Aku tau mungkin fairy kecewa padaku tapi aku tidak bisa. tidak bisa untuk sekarang terlalu banyak ketakutan didalam hati ku dan aku pun juga tidak bisa untuk menceritakan ketakutan ku kepada siapa pun.
Saat ini yang aku harapkan semoga kau mau mengerti dan tetap hanya aku yang didalam hati mu
"Maafkan aku fairy" ucap naga dengan lirih sambil mata lelaki itu menerawang keatas atap kamar nya
"Maafkan aku yang selalu membuat mu kecewa dan sakit terus menerus" ucap naga lagi dan tanpa sadar cairan bening mulai keluar dari ujung mata nya
__ADS_1
"Bukan hanya kamu yang sakit tapi aku juga" ucap naga terisak dan memukul-mukul dada nya pelan
Setelah cukup lama terisak naga menghapus jejak air mata nya dan menarik nafas dalam-dalam lalu menghembus kan guna menetral kan perasaan nya
"Lebih baik aku tidur, dan besok seperti nya aku akan mulai tinggal di apartemen saja" ucap naga berbicara pada diri sendiri lalu memejam kan mata.
****
Author pov~
Sama hal nya dengan naga kini seorang gadis tengah tidur tengkurep membenam kan wajah nya di guling yang sedang ia peluk
Fairy setelah pulang dari cafe ia langsung berlari ke kamar nya tanpa menghiraukan orang yang membukakan nya pintu.
"Non. Non kenapa kok nangis" tanya sang bibi yang saat itu membukakan pintu untuk nona muda nya
Fairy yang akan menaiki tangga pun berhenti dan membalikan badan nya
"engga papa kok bi" jawab fairy dengan senyum paksa
"Jangan bilang ke mom dan dad kalau aku pulang dengan keadaan kaya gini" ucap fairy kepada sang bibi
"baik no. Bibi ngerti kok" jawab bibi
"kalau begitu aku keatas dulu ya bi" pamit fairy yang langsung menaiki tangga tanpa menunggu balasan sang bibi
"Kenapa ya non fairy" tanya bibi kepada diri nya dan meninggal kan ruangan itu
****
Fairy pov~
"Hikss, hikss, hikss. Kak naga jahat apa salah fairy" tanya fairy berbicara sendiri dengan tangis yang sedari tadi tak mau berhenti
"Kenapa kak naga gak bisa mencintai fairy, sama seperti fairy mencintai kakak" tanya fairy lagi di sela tangis nya
"apakah kakak sudah ada orang lain di hati kakak" tangis fairy
"Fairy cuman ingin kita sama-sama terus kak sampai tua nanti. Fairy sudah terbiasa dengan ada nya kakak disamping fairy sejak kecil kita sama-sam dan fairy gak mau ada orang lain diantara kita cukup aku dan kakak tapi kenapa kakak tidak bisa" ucap fairy dengan terisak
****
Author pov~
Pagi itu matahari mencoba mengintip dari sela tirai panjang yang menjuntai kebawah, tapi tak mengganggu seseorang yang berada dibalik selimut tebal itu sampai suara ketukan dari luar mengganggu tidur damai nya
Tok!! Tok!! Tok!!
"Naga!! Bangun sayang sudah siang" panggil sang mama dengan mengetuk pintu
"Bangun nak. Sudah siang sayang nanti kamu terlambat" panggil sang mamah lagi karna tidak mendengar jawaban dari dalam
"Naga. Sayang bangun gih" panggil sang mama lagi dengan tetap mengetuk pintu
Ceklek. Pintu itu terbuka menampilkan orang yang berada di kamar tersebut dengan muka bantal
"Iya mah, ini naga sudah bangun" jawab naga dengan lesu membuat sang mama menggelengkan kepala nya
"Ya ampun sayang!!" seru sang mama
"Mandi sana terus siap-siap kesekolah, mama tunggu di bawah" ucap sang mama dang mengecup kening naga
"Iya ma" jawab naga malas dan langsung masuk ke kamar mandi
Setelah selesai bersiap-siap dan rapih naga langsung turun kebawah dan langsung ke meja makan
"Morning pa, ma!" sapa naga dengan mengecupi pipi kedua nya bergantian dan duduk didepan sang mama
"Morning son" jawab sang papa tanpa mengalihkan pandangan nya dari koran
"Morning juga sayang" jawab sang mama
"Sarapan dulu sayang" ucap sang mama
__ADS_1
"Mama sama papa gak sarapan juga?" tanya naga
"Mama sama papa udah duluan, nunggu kamu lama sayang" jawab mama dan tersenyum naga pun hanya menganggukan kepala
"Ga. Papah butuh bantuan kamu di perusahaan" ucap sang papa tanpa mengalihkan mata nya dari koran yang sedang dibaca
"Iya pa. Naga juga niat nya mau ngomong sama papa untuk belajar mengelola perusahaan" jawab naga sambil tetap mengunyah roti tawar plus selei kacang
"Wahh ini baru anak papa" ucap sang papa bangga dengan melihat kerah naga
"Mau tidak mau kan naga harus bisa pa, siapa lagi kalau bukan naga yang mengambil alih perusahaan" jawab naga
"Iya sayang. Mama dan papa akan selalu mendukung kamu ya! kan pa?" tanya sang istri kepada suami dengan tersenyum
"Iya ma" jawab papa naga singkat dan tersenyum hangat kepada kedua nya
Itulah keluarga Arsenio kehangatan keluarga lah yang paling utama
"Ohh iya pa, ma. Naga sebentar lagi kan lulus, seperti nya naga akan kuliah ke london" ucap naga kepada kedua nya
"Kenapa tidak tidak sini saja sayang, disini juga kan kampus nya bagus dan terjamin" jawab sang mama
"Ini keinginan naga dari dulu ma untuk kuliah di luar. Jadi naga mohon restu mama dan papa" ucap naga sambil melihat mama dan papa nya bergantian
"Baiklah son apapun keputusan mu mama dan papa dukung asal belajar dengan serius" jawab sang papa sambil mengelus kepala naga lembut sang mama pun tersenyum melihat kehangatan ayah dan anak itu
"Siap boss" jawab naga lantang
"Kalau begitu naga pamit ke sekolah dulu ya" pamit naga mencium tangan kedua orang tua nya
"Dan naga juga pulang nanti tidak pulang kerumah mah, pa" ucap naga setelah selesai mencium tangan dan pipi kedua nya
"Lohh emang kamu mau pulang kemana sayang kalau engga kerumah" tanya sang mama bingung
"Naga mau ke apartemen mah!! Sudah lama tidak ditempati mungkin nanti sesekali naga bakal balik kerumah" jawab naga
"Ishh kamu ini,, anak mama cuman kamu tapi kamu malah mau jauh-jauh dari mama" ucap sang mama ma sedih sambil memeluk sang anak
"Sudah lah mah, toh juga kamu bisa ke apartemen naga lagian juga tidak jauh tempat nya dari rumah kita" ucap sang papa memberi pengertian
"Tapi tetap saja pah! mama tidak bisa jauh dari naga" jawab sang mama tetep setia memeluk sang putra
"Kan naga tadi sudah bilang ma, naga akan pulang sesekali. Atau gak mama bisa main ke apartemen Naga kalau sedang kangen" ucap naga lembut dan sang mama pun melepaskan pelukan nya
"Baiklah sayang. Pokok nya kamu harus sering pulang untuk melihat mama" jawab sang mama manja membuat kedua lelaki itu geleng-geleng
"Siap mama ku sayang" jawab naga dengan posisi tegap dan hormat kepada sang mana membuat sang mama tertawa
"Yaudah Naga pergi dulu kalau gitu" pamit naga mengecup pipi kedua nya lagi dan berlari keluar
"Anak itu" ucap sang papa tersenyum melihat tingkah putra nya
"Kalau begitu papa juga berangkat ke kantor ya ma" pamit sang suami
"Baiklah pa. Hati-hati dijalan" jawab sang istri mencium tangan suami dan suami mencium kening sang istri
"Iya ma, dahh" ucap sang suami sambil melambaikan tangan dan dibalas oleh sang istri.
_
_
_
_
_
_
TBC.
Jangan lupa vote nya ya kk2😍
__ADS_1
Terima kasih😊